Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Makan Di Terminal


__ADS_3

Dengan bekal uang yang di berikan salah seorang kerabatnya. Baron memberanikan diri untuk pergi ke kota untuk bertemu dengan Kartini dan Aldi. Apalagi Baron mendengar desas-desus akan Kartini yang akan segera menikah dengan anak dari konglomerat. Itu menjadi hal yang paling membahagiakan bagi seorang Baron tentunya.


Baron berharap dirinya akan bisa di terima oleh Kartini dengan baik. Apalagi Baron adalah seorang yang selam ini di kenal sebagai orang yang kerap memperlakukan Kartini secara tidak baik. Dia harus bisa merubah sikapnya tersebut. Mungkin saja Kartini tidak akan lupa akan hal tersebut. Tapi Baron Berharap Kartini akan menerima dirinya dengan apa adanya. Tidak mengingat keburukan yang di lakukan oleh Baron pada dirinya.


Uang pas-pasan yang Baron bawa menuju ke kota, membuat Baron harus bisa memaksimalkan uang tersebut. Jika tidak, bukan tidak mungkin Baron akan mengalami banyak hal buruk. Apalagi kota adalah tempat yang tidak ramah untuk siapa saja yang tidak memiliki uang. Di sana adalah tempat yang cukup kontras untuk bisa hidup dengan sedikit uang. Baron harus bisa memaksimalkan semuanya sebaik mungkin.

__ADS_1


Perutnya mulai terasa lapar, dia mungkin bisa makan terlebih dahulu di terminal. Apalagi Baron melihat ada sebuah rumah makan sederhana di sana. Mungkin itu akan jadi tempat bagi Baron untuk bisa makan. Tempat yang cocok untuk dirinya memuaskan nafsu makannya.


Baron yang membawa tas dengan ukuran besar. Perlahan berjalan menuju warung nasi tersebut. Mungkin dia akan makan dengan lauk yang tidak begitu populer. Pastinya lauk itu adalah lauk yang murah. Mengingat uang yang di miliki oleh Baron saat ini tidak banyak. Dia harus pandai dalam memilih makanan yang akan di beli oleh dirinya.


Sebelum memesan makanan yang akan di makan oleh dirinya. Baron pun terlebih dahulu mencari lauk yang sekiranya murah untuk dirinya. Ada beberapa pilihan lauk yang mungkin memiliki harga yang cukup miring. Lauk itu di rasa lauk yang akan membuat Baron bisa makan. Sebab lauk yang di pilih oleh Baron tersebut adalah lauk yang memiliki harga yang tidak terlalu mahal.

__ADS_1


"Kalau saya punya uang 10 ribu. Saya bisa makan pakai apa saja Bu?" tanya balik Baron antusias.


"Kalau 10 ribu, mungkin Mas cuman dapat nasi, sambal sama tahu goreng dua saja." jawab penjaga rumah makan.


"Tidak ada kuah sama sekali?" tanya Baron.

__ADS_1


"Kalau ingin ada air, Mas bisa pakai air keran yang ada di luar. Mas pikir uang 10 ribu itu besar. Biaya sewa di sini mahal. Jadi jangan samakan dengan rumah makan di kampung." ucap penjaga rumah makan itu dengan ketusnya.


Baron pun tidak berani lagi melawan apa yang di ucapkan oleh penjaga rumah makan tersebut. Bagi dirinya ini adalah hal yang sudah cukup jelas. Tidak ada yang harus di perpanjang lagi. Baron harus bisa menerima semuanya dengan baik. Mungkin itu harga yang sesuai dengan uang yang di miliki oleh Baron saat ini. Dia tidak memiliki uang yang cukup untuk makan dengan menu yang lezat. Dua tahu serta sepiring nasi saja sudah cukup untuk mengganjal perut Baron selama perjalanan menuju ke kota. Mungkin dirinya akan merasa kurang, tapi itu jauh lebih dari apapun.


__ADS_2