Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Fitri Tebar Pesona


__ADS_3

Sarapan di pagi ini harus menjadi kesempatan bagi Fitri untuk melakukan tebar pesona pada seorang Irpan. Dia tahu Irpan sudah memiliki pasangan, tapi setidaknya Fitri masih bisa merebut Irpan dari Desi yang merupakan pacarnya. Fitri pun sudah siap melakukan segala hal untuk membuat dirinya bisa segera merebut Irpan dari tangan Dea.


"Aku pikir ini adalah momen yang paling aku tunggu. Aku akan membuat Irpan jatuh ke pelukanku. Apalagi tidak ada orang di sini. Semua orang pergi dari rumah. Sehingga rumah menjadi kosong. Aku akan masuk." ucap Fitri di dalam hatinya.


Fitri yang sudah menyelesaikan makanan yang di buat oleh dirinya. Terlihat sudah tidak sabar untuk menyajikan makanan itu pada Irpan. Apalagi Irpan adalah seorang yang gemar dengan makanan khas Indonesia. Mungkin saja Fitri akan merasakan hal berbeda saat dia mulai menyajikan makanan itu pada Irpan. Dia sudah pasti akan menyukai makanan yang di buat oleh Fitri tersebut.


Namun sebelum Fitri menyajikan makanan itu, dia harus segera mengganti pakaiannya. Mungkin d hasilkan pakaian yang sedikit terbuka. Bisa membuat Fitri menggoda Irpan di malam ini. Apalagi tidak ada orang di malam ini. Semua orang sedang berada di luar rumah. Sehingga kesempatan yang bagus untuk Fitri segera menggoda Irpan.


Dengan pakaian yang menonjolkan bagian sensitif milik Fitri. Dia yakin Irpan akan tergoda dengan penampilan seksi yang di tunjukkan oleh dirinya. Fitri berharap itu akan membuat Irpan semakin terpesona dengan kecantikan dari Fitri. Semuanya menjadi hal yang mudah bagi Fitri. Dia yakin akan segera bisa menguasai Irpan dengan cara-cara licik yang di milikinya. Apalagi cara itu di yakini menjadi cara yang paling ampuh untuk Fitri bisa menggoda Irpan.


Fitri mulai menata semua makanan yang di buat olehnya ke atas meja makan. Satu persatu makanan itu pun mulai tersedia di atas meja. Fitri pun sudah tidak sabar untuk segera memanggil Irpan untuk sarapan bersama dengan dirinya. Apalagi Irpan adalah orang yang telah lama di tunggu oleh Fitri.

__ADS_1


Fitri langsung merapikan pakaiannya saat melihat Irpan mulai berjalan ke meja makan. Dia semakin deg-degan dengan penampilan Irpan yang terlihat mempesona dengan baju tidurnya. Fitri tetap melihat aura ketampanan dari Irpan, meskipun hanya melihat dirinya dengan sebuah baju tidur saja. Itu benar-benar membuat Fitri puas dengan penampilan dari Irpan.


Irpan tersenyum melihat Fitri yang masih ada di dekat meja. Apalagi saat Irpan mulai mengajak dirinya mengobrol. Itu seperti hal yang tidak pernah di pikirkan oleh Fitri sebelumnya. Pria itu akan mengajak Fitri mengobrol dengan begitu banyak hal penting. Hing,ga akhirnya Fitri pun di ajak oleh Irpan untuk makan malam bersama dengan dirinya.


Fitri yang tidak tahu malu, pada akhirnya menerima tawaran dari Irpan tersebut. Bagi Fitri ini adalah kesempatan bagus untuk dirinya bisa semakin dekat lagi dengan Irpan. Dia adalah seorang yang begitu menyukai Irpan. Jadi Fitri harus yakin dengan semua itu. Sehingga dia tidak akan pernah kehilangan momen apapun dengan semuanya. Fitri harus segera melakukan hal yang memang seharusnya di lakukan oleh Irpan.


Fitri duduk di samping Irpan, dia berlagak seperti nyonya besar di rumah itu. Dua pembantu lainnya mulai kurang suka dengan tingkah dari Fitri yang selalu tebar pesona pada Irpan. Apalagi mereka melihat sosok Fitri yang seperti perempuan tidak baik-baik. Mereka pun semakin kurang yakin Fitri adalah pembantu yang baik.


"Tidak pernah. Saya hanya bekerja di sebuah pabrik. Itu pun saya tidak pernah lakukan dalam 2 tahun. Saya kurang suka lingkungan pabrik yang di penuhi oleh orang-orang tpxic." jawab Fitri tanpa ragu menyendok nasi ke atas piring.


Irpan mulai mencoba masakan dari Fitri. Dia mulai merasakan sensasi yang berbeda saat mencicipi masakan pembantu barunya tersebut. Irpan merasa masakan dari Fitri lezat. Tapi masih kalah jika di banding dengan masakan seorang Kartini. Masakan Kartini terasa lezat sekali saat masuk ke dalam mulut Lutfhi.

__ADS_1


"Mungkin ini lezat untukku. Tapi aku pikir lebih lezat lagi masakan Kartini. Masakan yang dia makan terasa begitu lezat. Oleh sebab itu aku menyukai masakan yang di buatnya." ucap Irpan dengan santainya.


Tentu Fitri tidak terima dengan apa yang di ucapkan oleh Irpan. Tidak seharusnya pria itu membandingkan masakan dari Kartini dengan dirinya. Apalagi bagi Fitri masakan dirinya jauh lebih lezat daripada masakan Kartini. Mungkin dari rasa, masakan Kartini kalah kelas dari masakan Fitri.


Fitri ingin mengumpat, tapi tentu itu tidak akan menyelesaikan masalah. Dia harus menerima kritik yang di sampaikan oleh Irpan pada dirinya. Mungkin menyakitkan bagi seorang Fitri. Tapi kritik itu adalah hal yang wajar bagi Fitri. Sebab memang masih ada sedikit kekurangan dari masakan Fitri tersebut. Kekurangan itu akan menjadi hal yang baru untuk Fitri.


Namun Fitri yang tidak ingin kalah dari Kartini, tetap berusaha berkelit dengan apa yang di sampaikan oleh Irpan. Bagi Fitri apa yang di sampaikan oleh Irpan jelas-jelas tidak benar. Makanan yang di buat oleh Fitri lebih higienis daripada cara memasak Kartini. Jadi Fitri unggul jauh dalam hal kebersihan daripada seorang Kartini yang dalam sudut pandangnya sama sekali tidak bersih ketika sedang memasak.


Namun Irpan merasa apa yang di sampaikan oleh Fitri sama sekali tidak benar. Sepertinya Kartini adalah seorang yang begitu bersih, jadi tidak mungkin dia mengabaikan hal paling penting ketika memasak. Yakni keberhasilan dari dapur itu sendiri. Irpan yakin apa yang di sampaikan oleh Fitri pada Kartini sama sekali tidak benar. Justru Irpan melihat Fitri adalah sosok yang tidak bersih. Terbukti saat dia melihat ke dapur untuk mencuci tangan, dia masih melihat banyak piring kotor yang belum di bersihkan oleh Fitri. Mungkin dari sana saja sudah bisa di lihat, siapa yang lebih tidak bersih dari Fitri dan Kartini.


Melihat kenyataan itu, tentu Fitri langsung merasa malu sendiri. Bagi dirinya itu adalah hal yang cukup ceroboh. Seharusnya Fitri tidak melakukan itu semua, sebab apa yang di lakukan oleh Fitri cukup membuat dirinya buruk di mata Irpan. Dia harus bisa merubah bagaimana cara dirinya agar bisa lebih baik lagi di hadapan Irpan. Tidak terlihat jauh di bawah Kartini. Sebab jika itu terjadi, bukan tidak mungkin itu akan mengurangi penilaian baik dari Irpan akan Kartini.

__ADS_1


Tebar pesona yang di lakukan oleh Fitri pada Irpan pun menjadi gagal. Dia sama sekali tidak mendapatkan simpati dari seorang Irpan. Dia justru malah mendapat hal penilaian yang buruk dari Irpan. Irpan menilai Fitri adalah orang yang suka bersaing serta menjatuhkan lawan. Itu yang tidak di sukai oleh Irpan akan Fitri. Dia pun berharap Fitri tidak akan mempertahankan apa yang menjadi kekurangannya tersebut.


__ADS_2