
Dua koper penuh berisi pakaian sudah di siapkan oleh Kartini dan Lutfhi untuk acara bulan madu yang akan mereka lakukan di Bali. Kartini tidak terlalu membawa banyak baju, sebab dia merasa di sana tidak akan terlalu lama.
Beda dengan Kartini yang tidak membawa banyak baju. Lutfhi justru membawa banyak pakaian yang akan di gunakan selama liburan di Bali nanti. Mulai dari celana pendek yang berjumlah setengah lusin. Hingga pakaian lainnya yang di bawa oleh Lutfhi. Dia ingin memaksimalkan waktu bulan madunya untuk liburan juga. Maklum selama ini dia tidak pernah lagi melakukan liburan di Bali. Melakukan kegiatan favorit yang biasa dia lakukan yakni surfing.
Kartini pun senang melihat bagaimana Lutfhi begitu antusias dengan liburan yang akan mereka jalani. Apalagi Lutfhi adalah seorang yang di kenal sebagai pria yang baik hati. Tidak heran jika Kartini merasa liburan yang akan di lakukan oleh Lutfhi dan dirinya akan jadi liburan yang menyenangkan.
Sepertinya semuanya sudah siap untuk segera berangkat ke bandara. Lutfhi terlihat sudah tidak sabar untuk berada satu pesawat dengan istrinya tersebut. Dia membayangkan bagaimana dirinya akan bermesraan di dalam pesawat. Hal itu begitu di nantikan oleh Lutfhi yang sudah lama tidak memiliki pasangan.
Kartini sendiri juga merasa sudah tidak sabar untuk melakukan aktivitas mereka selama di Bali. Mungkin ada banyak hal yang akan Kartini lakukan di Bali nantinya. Ini akan jadi liburan pertama Kartini ke Bali. Mengingat liburan terjauh Kartini hanya di sekitaran tempat tinggalnya saja. Dia tidak pernah melakukan liburan di luar pulau seperti ini. Pengalaman yang tidak akan pernah Kartini lupakan dalam perjalanan hidupnya.
"Aku sudah tidak sabar untuk satu pesawat dengan kamu." ucap Lutfhi sambil menarik kopernya.
Kartini pun tersenyum, sebelum berkata hal yang sama dengan Lutfhi. Dia juga merasa begitu bahagia untuk melakukan bulan madu mereka. Ini seperti mimpi yang tidak pernah di duga oleh Kartini.
__ADS_1
Fitri yang melihat kebahagiaan mulai terpancar di wajah Kartini, merasa begitu kesal. Bagi dirinya ini adalah sebuah hal yang tidak bisa di biarkan. Melihat Kartini bahagia, sama dengan melihat dirinya menderita. Itu yang ada di pikiran Fitri saat ini. Dia harus bisa membuat Kartini menderita dengan setiap aksinya.
Irpan tidak kalah bahagia dengan bulan madu yang akan di jalani oleh Kartini dan Lutfhi. Irpan berpesan pada Lutfhi untuk terus melakukan aktivitas bercocok tanam dengan Kartini. Sehingga harapan dari Lutfhi untuk segera mendapatkan anak bisa terwujud. Begitu juga dengan Irpan yang sudah tidak sabar untuk mendapatkan seorang keponakan dari Lutfhi. Ini akan menjadi kabar yang paling membahagiakan untuk seluruh anggota keluarga.
Hal yang sama di harapkan oleh bu Ria dan pak Hermawan. Mereka berdua tentu sudah tidak sabar untuk mendapatkan cucu dari Lutfhi dan Kartini. Tidak heran keduanya berharap Lutfhi dan Kartini akan segera mendapatkan anak pasca bulan madu di Bali tersebut.
Lutfhi pun mengaku siap memberikan yang terbaik untuk seluruh anggota keluarganya. Lutfhi harap dirinya dan Kartini akan segera mendapatkan keturunan. Mungkin dengan cara itu, ekspektasi dari kedua orangtua Lutfhi akan terpenuhi dengan sendirinya. Lutfhi sangat berharap akan hal itu. Sehingga Lutfhi dan Kartini benar-benar bisa membuat bu Ria dan Hermawan senang dengan apa yang mereka berikan. Ini akan jadi kado untuk seluruh penghuni rumah.
Kartini hanya mengucapkan amin atas setiap doa yang di berikan oleh anggota keluarga Lutfhi. Dia merasa doa baik itu yang akan membuat dirinya akan cepat hamil. Sehingga harapan semua orang akan dirinya dan Lutfhi akan benar-benar terpenuhi. Kartini pun akan segera hamil anak dari Lutfhi.
Lutfhi sudah mengantisipasinya, dia tahu orang itu mungkin adalah Erina dan teman-teman dari Irpan. Tapi Lutfhi yakin, hanya Erina yang akan menggangu bulan madu dari Lutfhi dan Kartini. Namun dia sudah menyiapkan strategi yang cukup jitu untuk membuat Erina tidak akan berhasil dalam mengacaukan bulan madu dari keduanya. Lutfhi sudah punya senjata jitu yang akan membuat Erina buntu dalam membuat Lutfhi dan Kartini gagal melakukan liburan yang sempurna.
"Aku tahu orang yang mungkin akan membuat liburan ini kacau adalah Erina. Mungkin juga ada beberapa orang lainnya. Tapi aku sudah menyiapkan banyak hal yang akan membuat Erina dan yang lainnya tidak akan menggangu bulan madu ini. Aku sudah pastikan itu." ucap Lutfhi dengan meyakinkan.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kamu menghindari semua itu?" tanya Irpan penasaran.
"Hanya aku dan istriku tercinta ini yang tahu." jawab Lutfhi menyenggol pelan Kartini.
Kartini pun langsung tersenyum saat Lutfhi menyenggol dirinya. Dia yang sudah tahu akan rencana dari Lutfhi. Tentu tidak perlu khawatir dengan setiap gangguan yang akan datang pada mereka berdua. Apalagi Lutfhi tahu, Erina sudah pasti akan datang ke Bali untuk mengacaukan semuanya.
Bu Ria pun senang dengan rencana yang sudah di susun oleh Lutfhi dan Kartini. Dia merasa Kartini telah membawa banyak perubahan pada anaknya tersebut. Mulai dari Lutfhi yang kini mulai mencair, hingga Lutfhi yang sudah terlihat begitu percaya diri dengan apa yang ada. Dia sama sekali tidak merasa sepi dan hampa lagi dengan apa yang ada.
"Kalau kalian sudah menyiapkan semua, itu bagus banget. Mama harap kalian akan menikmati liburan kalian berdua dengan sempurna. Tidak ada yang akan menggangu kalian berdua selama di Bali." ucap bu Ria.
"Memang keren jagoan Ayah satu ini. Rasanya ini seperti sudah bukan Lutfhi yang dulu lagi. Kini Lutfhi sudah mulai bisa merancang sebuah strategi. Tidak heran Ayah berikan amanah untuk kamu bisa menjadi pimpinan perusahaan kita." ucap pak Hermawan menepuk pundak Lutfhi.
Hari yang semakin siang, membuat Lutfhi dan Kartini harus segera berangkat menuju bandara. Apalagi jalanan di Jakarta tidak bisa di prediksi. Mungkin saja mereka akan terjebak macet ketika sudah berada di jalan. Sehingga mereka berdua harus segera pergi ke bandara. Sebelum semuanya akan terlambat untuk keduanya.
__ADS_1
Kartini pun menyalami satu persatu tangan mertuanya. Itu yang membuat Kartini begitu di sayangi oleh pak Hermawan dan bu Ria. Sikap sopan santun yang di tunjukkan oleh Kartini itu yang membuat dirinya begitu di kenal sebagai sosok perempuan yang santun.