Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Fitri Menjadi Pembantu Di Rumah Lutfhi


__ADS_3

Rasanya seperti mimpi bagi seorang Kartini, dia bisa satu rumah dengan perempuan yang telah menghancurkan rumah tangga kedua orangtuanya. Mungkin nasib ibu dan ayahnya tidak akan hancur jika Fitri tidak masuk sebagai orang ketiga di rumah tangga kedua orangtuanya. Kartini masih menyimpan rasa kesal pada seorang Fitri. Walaupun rasa itu tidak membuat dirinya membenci Fitri. Namun secara tidak langsung Kartini merasa Fitri adalah orang paling berbahaya dalam hidupnya kini.


Fitri dan Kartini yang duduk bersebelahan di dalam mobil. Tidak ada obrolan yang di lakukan oleh keduanya. Baik Fitri dan Kartini, sama-sama memendam rasa kecewanya. Fitri yang masih dendam dengan Kartini, tidak Sudi untuk mengobrol dengan Kartini. Levelnya mungkin akan turun saat mengobrol dengan Kartini. Itu yang di pikirkan oleh Fitri saat ini.


"Malas banget bisa satu mobil dengan perempuan ini. Rasanya inginku dorong saja dari mobil ini. Tapi bagaimana pun juga, perempuan ini sudah ada di dekatku. Mau bagaimana lagi." ucap Fitri di dalam hati.

__ADS_1


"Apa aku tidak salah duduk dengan perempuan yang telah menghancurkan rumah tangga ibuku sendiri. Tapi apakah ibu akan setuju saat aku tidak ingin melihat perempuan ini ada di dekatku saat ini. Mungkin saja dia akan marah atau mungkin akan mempertanyakan semuanya." ucap Kartini di dalam hati juga.


Bu Ria yang tidak mendengar ada sedikit pun percakapan antara Kartini dengan Fitri. Mencoba mencairkan suasana di dalam mobil dengan beberapa pertanyaan yang di lontarkan pada Kartini dan Fitri. Apalagi dia melihat keduanya seperti sedang mengalami perang dingin. Ini menjadi hal yang paling tidak di sukai oleh bu Ria.


Kartini terhentak dengan pertanyaan dari calon mertuanya tersebut. Rasanya mulut Kartini ingin mengucapkan jika perempuan itu adalah seorang perebut suami orang. Tapi sepertinya akan menjadi hal yang buruk saat Kartini mengatakan hal tersebut pada calon mertuanya. Kartini pun lebih memilih untuk tidak mengatakan hal tersebut. Dia hanya terdiam saja, menunggu Fitri menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh bu Ria pada dirinya.

__ADS_1


Fitri melirik ke arah Kartini, sebelum dia menjawab pertanyaan dari Kartini tersebut. Dia terlihat begitu yakin dengan jawaban yang dia berikan akan membuat Kartini sedikit kesal. Oleh sebab itu dia menatap Kartini terlebih dahulu. Apalagi Kartini adalah seorang yang mudah tersinggung dengan apa yang di lakukan oleh dirinya.


"Saya seorang guru Bu. Saya bekerja menjadi guru honorer di salah satu sekolah di kampung saya. Saya juga gagal menikah sebanyak dua kali. Dua suami saya meninggal di pernikahan saya. Itu benar-benar menjadi luka yang paling buruk dalam hidup saya." ucap Fitri dengan penuh kesedihan.


Tentu apa yang di ucapkan oleh Fitri adalah hal yang berhubungan dengan Kartini. Dia adalah seorang guru honorer. Begitu juga dengan pernikahan dari Kartini yang gagal oleh kematian dari salah calon suaminya. Pun dengan juragan Anton yang meninggal setelah menikah dengan Kartini beberapa jam sebelumnya. Ini seperti hal yang memang sengaja di lakukan oleh Fitri untuk membuat Kartini semakin marah pada dirinya. Fitri memang ingin menguji kesabaran dari Kartini saat ini. Oleh sebab itu Fitri berusaha membuat Kartini kesal dengan jawaban yang di berikan oleh dirinya pada bu Ria.

__ADS_1


__ADS_2