Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Tawaran Pekerjaan


__ADS_3

"Saya mau cari kerja, bukan jual diri!" tolak Fitri saat wawancara kerja.


Fitri langsung meninggalkan ruangan HRD genit tersebut. Dia membanting pintu dengan begitu kerasnya. Mengekpresikan bagaimana dirinya yang begitu kecewa dengan perlakuan dari HRD tersebut.


Sudah 3 perusahaan di datangi oleh Fitri untuk mencari pekerjaan. Namun tidak ada satu pun yang menerima dirinya. Padahal Fitri yang lulusan SMA, sudah menurunkan gengsinya. Dia melamar pada pekerjaan yang jauh dari kemampuan yang di milikinya. Salah satunya menjadi tukang bersih-bersih. Tapi Fitri tidak juga mendapatkan pekerjaan yang di harapkan.


Fitri harus segera mendapatkan pekerjaan yang dia harapkan. Dia sebenarnya tidak peduli dengan pekerjaan yang akan dia jalani. Terpenting dia mendapatkan pekerjaan itu halal di pandang oleh keluarga besarnya. Tidak dengan menjual diri seperti yang di lakukan oleh beberapa orang. Dia juga telah tobat menjadi simpanan pria hidung belang. Fitri merasa apa yang di lakukan oleh dirinya adalah pekerjaan yang sia-sia. Sebab suatu saat nanti dia yang akan merasakan hal yang sama. Itu yang selalu di khawatirkan oleh Fitri.


Fitri keluar dari perusahaan itu dengan perasaan marah, kesal serta benci pada dirinya sendiri. Semua perasaan itu bercampur aduk begitu saja. Bagaimana pun juga, dia merasa seperti menjadi seorang yang tidak berguna di hidupnya saat ini. Fitri merasa lelah dengan semua kenyataan pahit yang harus di jalani oleh dirinya. Padahal Fitri merasa keluarga besarnya tidak pernah melakukan dosa besar yang menghalangi jalannya untuk mendapatkan pekerjaan. Tapi semuanya menjadi bias saat Fitri susah mendapatkan pekerjaan yang di harapkan.


Fitri yang sudah lelah dengan wawancara yang sudah di jalani oleh dirinya di hari ini. Menepi terlebih dahulu di salah satu warung yang jaraknya tidak jauh dari tempat wawancara kerja yang di lakukan oleh dirinya. Fitri merasa ini seperti ujian hidup yang paling berat untuk dirinya. Mendapatkan pekerjaan yang harus dia dapatkan. Namun dia tidak kunjung mendapatkan pekerjaan yang sangat di butuhkan oleh dirinya tersebut. Fitri pun terus menyalahkan dirinya yang di anggap payah oleh dirinya sendiri.


Sebotol air mineral di beli oleh Fitri. Uangnya hanya cukup untuk membeli botol minuman tersebut. Sementara perlahan rasa lapar mulai terasa di perutnya. Ada beberapa roti yang tersedia di atas keranjang. Namun Fitri yang tidak memiliki uang untuk membeli roti tersebut. Hanya bisa melihat roti itu saja. Sementara perutnya terus berbunyi untuk mendapatkan asupan makanan yang memang di butuhkan oleh dirinya saat ini.


Seorang pria yang terlihat memperhatikan Fitri sedari tadi. Duduk di samping Fitri dengan membawa keranjang kecil berisi roti tersebut. Dia bisa melihat Fitri yang begitu kelaparan dengan apa yang ada. Sehingga dia pun menawarkan roti itu pada Fitri.


Fitri yang tidak punya uang, tentu menolak saat keranjang roti itu di hadapkan pada dirinya. Dia merasa ini sama sekali tidak baik untuk dirinya. Fitri merasa tidak harus membeli roti yang ada. Dia masih bisa menahan rasa laparnya tersebut.

__ADS_1


Namun saat pria itu mengatakan jika roti itu gratis untuk Fitri. Seketika Fitri pun langsung mengambil beberapa bungkus roti yang ada. Dia terlihat begitu bahagia dengan kebaikan dari pria itu. Apakah dia begitu paham dengan kondisi yang ada pada Fitri.


Dua bungkus roti di ambil oleh Fitri. Itu di rasa cukup untuk membuat perutnya tidak keroncongan kembali. Sedari tadi perut Fitri berbunyi. Itu yang membuat pria itu menawarkan roti pada Fitri. Dia dapat merasakan rasa lapar yang ada pada Fitri. Mungkin saja ini adalah momen paling beruntung bagi Fitri. Sebab dia bisa merasakan pertemuan dengan orang baik. Padahal sedari tadi Fitri bertemu dengan pria bajingan yang kerap merendahkan dirinya.


Di tengah Fitri yang sedang merasakan sensasi menyantap roti tersebut. Pria yang mengenakan jaket berwarna hitam tersebut. Pria itu pun mulai membuka pembicaraan yang akan membuat keduanya bisa saling mengenal satu sama lainnya. Fitri tentu senang dengan tutur kata dari pria itu yang terlihat begitu sopan. Itu yang membuat Fitri merasa bahagia dengan apa yang di sampaikan oleh pria itu.


"Nama saya Roni. Saya adalah seorang agen penyalur asisten rumah tangga." ucap Roni menyodorkan tangan pada Fitri.


"Nama saya Fitri." balas Fitri menjabat tangan Roni dengan begitu kuatnya.


"Sepertinya kamu sudah melamar pekerjaan. Di perusahaan mana kamu melamar di hari ini?" tanya Roni dengan begitu antusias.


Roni pun memahami apa yang di alami oleh Fitri. Mungkin Fitri adalah orang yang paling tepat untuk bisa bekerja di agensinya. Fitri seperti seorang yang sangat membutuhkan pekerjaan. Itu menjadi keuntungan tersendiri bagi Roni. Mungkin dia akan mendapatkan seorang calon pembantu yang terlihat masih muda serta memiliki bentuk tubuh yang baik. Ini akan menjadi kesukaan bagi mereka yang memang menginginkan seorang pembantu yang masih segar. Sehingga pekerjaan yang akan di jalani dengan baik.


"Sebenarnya saya ada pekerjaan buat kamu." ucap Roni.


"Jadi asisten rumah tangga?" potong Fitri.

__ADS_1


Roni terkejut saat Fitri memotong pembicaraannya. Dia melihat sosok Fitri yang terlihat seperti seorang yang lugas. Mungkin ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Roni.


"Iya.... Jadi pembantu. Apakah kamu bersedia?"


Fitri berpikir terlebih dahulu. Dia tidak ingin mengatakan itu semua secara lugas di hari ini. Mungkin saja ada banyak hal yang harus di pikirkan oleh Fitri. Sehingga dia tidak akan mengiyakan secara langsung apa yang di ucapkan oleh Roni pada dirinya. Dia harus tahu terlebih dahulu apa saja yang akan di lakukan oleh Fitri. Di mana dia akan bekerja, serta hal lain yang harus di ketahui oleh Fitri. Sehingga Fitri tidak akan tertipu dengan apa yang di janjikan oleh Roni pada dirinya.


"Di mana saya akan di tempatkan. Apakah di Indonesia, atau di luar negeri?" tanya Fitri dengan tegas.


"Saya agensi untuk penyaluran pembantu dalam negeri. Jadi kamu akan bekerja di Indonesia. Bukan di luar negeri. Kamu tidak perlu khawatir Fitri." jawab Roni.


"Berapa gaji yang di tawarkan?"


"Untuk masalah gaji, tentu di bawah UMR. Tapi kamu tenang, ada banyak intensif yang akan kami dapat. Apalagi saat kamu mendapatkan seorang majikan yang baik. Kamu akan merasa senang dengan mereka."


Fitri kembali berpikir. Dia masih ragu untuk menerima tawaran pekerjaan yang di tawarkan oleh Roni. Apalagi dia harus menjadi pembantu rumah tangga di salah satu keluarga. Tentu ini adalah tantangan baru yang harus bisa di selesaikan oleh Fitri.


Menjadi pembantu rumah tangga adalah pekerjaan yang susah-susah gampang. Tapi jika dia menolak pekerjaan yang di tawarkan oleh Roni. Di mana lagi dia akan bekerja. Sepertinya ini adalah opsi terakhir yang akan di ambil oleh Fitri. Mengingat sudah banyak perusahaan yang menolak dirinya untuk bekerja.

__ADS_1


Mungkin saja Fitri akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi di masa mendatang. Dengan bekerja menjadi pembantu saat ini. Akan membuka peluang bagi Fitri untuk mendapatkan pekerjaan yaah sesuai harapan di masa mendatang. Ini akan jadi gerbang awal bagi Fitri. Dia harus yakin itu. Begitu juga dengan Tini yang terus memotivasi Fitri agar mau untuk bekerja di agensinya saat ini. Sebab ada banyak lowongan yang bisa di dapat oleh Fitri. Lowongan yang pastinya akan membuat Fitri segera bekerja.


__ADS_2