Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Gaun Pengantin


__ADS_3

Kartini langsung teringat akan malam yang cukup buruk dalam hidupnya. Ada salah satu teman Riko yang baru saja keluar dari dalam butik bersama dengan pasangannya. Kartini yang takut dengan teman dari Riko itu, langsung menguatkan pegangan tangannya. Dia merasa ini adalah hal yang harus di lakukan oleh Kartini pada Lutfhi. Mengingat ada sedikit insiden yang membuat Kartini merasa harus berhati-hati dengan salah satu teman dari Riko tersebut. Apalagi teman dari Riko itu tidak kalah bahaya dari Riko.


Teman Riko yang bernama Frans itu juga terkejut. Sebab Kartini datang dengan Lutfhi yang merupakan kakak dari Irpan. Ini di luar dugaan bagi seorang Frans. Mungkin saja Lutfhi marah pada Riko, sebab Lutfhi akan menjadi pasangan dari Kartini. Tidak heran Irpan marah besar pada Riko saat dia mencoba menggoda Kartini.


Frans yang berpura-pura tidak mengenal Kartini, bersikap biasa saja. Dia tidak ingin semua kejahatan yang di lakukan oleh dirinya bersama teman-temannya terbongkar oleh pacarnya. Oleh sebab itu Frans bersikap tenang dengan semua yang ada.


Irpan merubah ekspresi wajah terkejut yang sempat terlihat beberapa saat itu, dengan ekspresi wajah santai. Dia menyapa Lutfhi dengan santainya, sambil bertanya akan Kartini yang menggandeng kuat tangan dari Lutfhi.


"Aku pikir perempuan ini adalah pacar dari Kak Lutfhi, apakah saya benar?"


"Bukan. Perempuan ini bukan pacar saya, tapi dia adalah calon istri saya." jawab Irpan dengan penuh keyakinan.


Tentu Frans terkejut dengan apa yang di sampaikan oleh Lutfhi. Dia merasa tidak menyangka Irpan telah menjodohkan Kartini dengan Lutfhi. Padahal Kartini adalah gadis yang akan di jual oleh ayahnya pada Frans dan teman-temannya.

__ADS_1


Kartini yang tidak ingin Frans berkata hal yang buruk pada dirinya. Meminta pada Lutfhi untuk segera masuk ke dalam butik. Apalagi mereka sudah di tunggu oleh pemilik butik untuk segera melakukan fitting gaun pengantin yang akan di kenakan oleh Kartini.


Lutfhi pun akhirnya berpamitan pada Frans untuk segera masuk ke dalam butik. Sebab dia dan Kartini akan segera menjajal baju pernikahan mereka berdua. Lutfhi juga mengundang Frans pada pernikahannya dengan Kartini. Lutfhi berharap Frans akan datang ke pernikahan Lutfhi yang akan di gelar minggu depan. Lutfhi juga mengundang Riko dan teman Irpan lainnya untuk datang ke pesta pernikahan yang akan di gelar minggu depan tersebut.


Frans pun mengaku siap datang ke pesta pernikahan yang akan di gelar mewah tersebut. Apalagi ada sosok Kartini yang akan menjadi mempelai wanita. Tentu ini akan semakin membuat semuanya merasa bersemangat untuk bisa merasakan bagaimana melihat perempuan yang hampir tidur bersama dengan Frans dan teman-temannya itu akan berada di pesta pernikahan.


Kartini yang semakin ketakutan dengan sosok Frans. Pada akhirnya berjalan terlebih dahulu ke dalam butik. Dia melewati Frans dengan begitu saja. Pun dengan pacar Frans yang terlihat begitu terkejut dengan sikap yang di tunjukkan oleh Kartini pada keduanya. Mereka tidak menyangka Kartini akan melakukan hal tersebut. Oleh sebab itu Frans melihat Kartini sebagai sosok perempuan yang sama sekali tidak beradab. Sebab dia meninggal obrolan saat mereka sedang asyik-asyiknya mengobrol bersama. Itu yang di rasakan oleh pacar dari Frans akan Kartini. Dia benar-benar merasakan hal yang berbeda akan Kartini.


Lutfhi mengikuti Kartini yang berjalan cepat masuk ke dalam butik. Dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Kartini. Mengapa Kartini terlihat begitu ketakutan. Mungkin saja ada satu hal buruk yang sedang menimpa dirinya. Sehingga dia terlihat begitu takut akan pertemuan dengan Frans dan pacarnya.


Lutfhi menarik tangan kanan Kartini, Meminta Kartini untuk menjelaskan pada Lutfhi apa yang sebenarnya terjadi. Mungkinkah Kartini memiliki sedikit masalah, sehingga dia langsung pergi meninggalkan Frans dan pacarnya.


"Kenapa kamu lari penuh ketakutan seperti itu?" tanya Lutfhi dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya tidak sabar untuk segera bertemu dengan desainer kita. Aku ingin segera mencoba gaun pengantin itu." ucap Kartini dengan wajah penuh keyakinan.


Lutfhi masih tidak percaya dengan apa yang di sampaikan oleh Kartini. Wajahnya menatap Kartini dengan tatapan kurang yakin. Dia masih belum percaya jika Kartini memang sudah tidak sabar untuk segera menjajal gaun pengantin tersebut. Mungkin saja ada hal lain yang membuat Kartini merasa harus segera meninggalkan obrolan yang ada.


"Sepertinya ada hal yang di sembunyikan oleh Kartini dariku. Mungkin ini ada kaitannya dengan Frans. Tapi apa, dia benar-benar membuatku bingung." ucap Lutfhi di dalam hatinya.


Kartini pun terlihat begitu menyadari akan Lutfhi yang masih belum percaya sepenuhnya akan apa yang terjadi. Mungkin saja apa yang di ucapkan oleh Lutfhi Kartini sama sekali tidak benar. Dia berbohong dengan apa yang ada. Sehingga Lutfhi harus mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi pada Kartini. Sebab dia terlihat begitu bingung saat sedang bertemu dengan Frans.


Kartini mencoba membuat semuanya baik-baik saja. Dia tidak ingin Lutfhi tahu akan dirinya yang hampir di jual oleh ayahnya sendiri. Oleh sebab itu Kartini berusaha untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi pada Kartini.


Untung saja Rexy yang merupakan desainer dari Lutfhi dan Kartini segera datang. Dia sudah tidak sabar untuk menunjukkan gaun hasil rancangannya. Gaun itu pun siap di pakai oleh Kartini di acara pernikahannya bersama dengan Lutfhi.


Baik Lutfhi dan Kartini sama-sama menyukai gaun pengantin yang satu ini. Mereka berdua pun memuji gaun hasil rancangan dari Rexy. Apalagi dengan beberapa berlian yang ada di gaun tersebut. Itu seperti terlihat begitu mewah. Kartini pun sudah tidak sabar untuk segera mengenakan gaun pengantin tersebut. Apalagi gaun itu akan segera menghiasi lemari baju miliknya. Ini seperti sebuah hal yang tidak pernah di duga oleh Kartini sebelumnya. Dia akan menjadi seorang pengantin dengan gaun yang berasal dari desainer ternama. Sebelumnya dia tidak pernah merasakan hal tersebut. Itu yang membuat Kartini merasa beruntung dengan semua yang ada. Kartini pun merasa itu seperti sebuah pengharapan baru untuk dirinya dengan apa yang ada. Kartini merasa lega bisa mendapatkan calon pengantin seperti Lutfhi yang begitu memanjakan dirinya dengan berbagai fasilitas yang mewah.

__ADS_1


__ADS_2