
Emin yang sudah tidak ingin bertemu dengan Baron lagi. Memutuskan untuk menemui salah satu kakaknya yang tinggal di luar pulau Jawa. Mungkin dengan cara ini, Emin bisa segera melupakan kenangan akan dirinya dengan Baron. Ada luka batin yang di rasakan oleh Emin atas perlakuan kasar yang di tunjukkan oleh Baron. Dia pun merasa apa yang di lakukan oleh Baron pada dirinya akan tindakan yang kasar. Emin harus melakukan sesuatu untuk membuat dirinya bisa lupa akan Baron.
Satu persatu pakaiannya mulai di susun rapi ke dalam sebuah tas besar. Dia sudah mantap untuk memilih pergi meninggalkan kenangan akan dirinya dengan seorang Baron. Tidak salah jika dirinya akan pergi dari hadapan Baron sebagai mantan suami dari Emin.
Ketika semua pakaian dari Emin sudah di rapikan ke dalam tas. Dia siap membawa tas itu menuju ke rumah kakaknya. Di mana rumah itu yang sekarang akan menjadi tempat Emin tinggal. Rumah yang akan di jadikan Emin sebagai tempat peristirahatan yang lebih tenang dari rumah sebelumnya. Dia berharap bisa mendapatkan ketenangan yang akan dia dapat dari apa yang bisa dia terima ketika berada di rumah bersama dengan Baron.
Sepucuk surat juga di tinggalkan oleh Emin untuk kedua anaknya. Handphone Emin sudah rusak di banting oleh Baron. Hingga Emin meninggalkan sepucuk surat yang di tunjukkan pada Kartini dan Aldi. Surat itu berisi akan ungkapan cinta Emin pada kedua anaknya. Namun Emin terpaksa pergi, demi bisa melupakan kenangan yang ada pada dirinya dengan Baron. Emin ingin semuanya pergi begitu saja, tidak akan menjadi kenangan manis yang akan merubah hidupnya kembali. Dia berharap itu akan terjadi di hidupnya kini.
Taksi online yang di pesan oleh Emin sudah mulai bosan menunggu Emin. Beberapa kali pengemudi taksi itu membunyikan suara klakson mobil miliknya. Dia sudah tidak sabar untuk segera pergi menuju rute yang di tuju oleh Emin. Rute yang akan membawa Emin pada kehidupan barunya. Kehidupan akan dunia baru yang lebih menenangkan serta merasakan kesejukan yang tiada tara. Itu yang di harapkan oleh Emin di rumah barunya.
Dua koper pakaian Emin langsung masuk ke dalam mobil itu. Dua koper pakaian yang membawa semua peralatan lengkap Emin. Di mana dia tidak ingin merepotkan kakaknya. Ia pun lebih memilih untuk membawa banyak perlengkapan yang dia butuhkan selama tinggal di rumah kakaknya.
Saat semuanya sudah siap, sopir taksi online itu pun langsung membawa mobilnya menuju rumah kakak Emin. Dia melihat semuanya sudah siap, termasuk dalam hal Emin yang akan pergi ke rumah kakaknya. Sopir taksi online itu pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah Emin. Dengan kecepatan yang sedang, mobil itu langsung melaju menuju rumah kakak Emin yang ada di kota.
Baru 5 menit mobil taksi online itu pergi dari rumah Emin. Mobil Jeep milik Irpan pun tiba di depan rumah Emin. Suasana hening mulai terasa di halaman rumah Emin. Padahal Emin begitu menyukai lagi dangdut. Ada sedikit aneh ketika suasana hening itu tercipta. Menciptakan pemandangan aneh yang ada di rumah itu. Kartini pun mulai curiga sesuatu hal yang buruk terjadi pada Emin.
Kartini segera turun dari mobil milik Irpan, dia berlari menuju pintu rumah Emin. Dia segera membuka pintu rumah itu. Tidak terkunci, ia langsung masuk ke dalam rumah sambil berteriak memanggil nama Emin. Mungkin Emin ada di dalam rumah, sehingga Kartini harus berteriak memanggil nama Emin.
__ADS_1
Rumah itu nampak kosong, sampai Irpan menemukan sepucuk surat di atas meja di ruang tamu rumah itu. Sepucuk surat yang di tinggalkan oleh Emin untuk Kartini dan Aldi. Surat itu adalah surat cinta yang menunjukkan bagaimana Emin harus pergi dari kampung halamannya sendiri demi mencari ketenangan yang ada. Itu lebih baik di lakukan oleh Emin. Daripada harus tersiksa melihat bagaimana ia menyaksikan bagaimana Baron bisa hidup bahagia dengan selingkuhannya saat ini.
Irpan lebih dulu membaca surat itu, sebelum pada akhirnya Kartini meminta surat itu pada Irpan. Tanpa rasa keberatan, Irpan memberikan surat itu pada Kartini. Surat yang berisi cinta akan Kartini dan Aldi dari Emin. Langsung Kartini baca dengan begitu khidmat. Di mana dia seketika menangis membaca surat yang di tinggalkan oleh Emin untuk dirinya.
Irpan yang mulai merasakan kesedihan yang di rasakan oleh Kartini. Terlihat tidak mampu membendung rasa kecewa akan apa yang di rasakan oleh Kartini. Dia menyodorkan bahunya pada Kartini. Mungkin bahu kekar Irpan bisa di gunakan oleh Kartini untuk menjadi penopang kala dirinya ingin sekedar bersandar. Itu bukan ide yang buruk bagi Kartini. Hingga dia langsung menyandarkan kepalanya di pundak Irpan. Kartini mulai merasakan ketenangan saat berada di pundak Irpan. Dia benar-benar merasakan kebahagiaan tersendiri saat bisa bersandar di pundak Irpan.
"Aku tahu ini pasti berat untuk kamu. Tapi aku harap kamu akan bisa menerima ini semua dengan lapang dada." ucap Irpan dengan wajah meyakinkan.
Mungkin Kartini bisa lapang dada melihat kepergian dari Emin. Tapi dia takut hal buruk akan menimpa dirinya. Mengingat Baron kerap melakukan tindakan yang tentunya tidak sesuai dengan perannya sebagai ayah dari Kartini. Baron kerap menjual Kartini dan memeras Kartini secara tidak langsung. Itu yang membuat Kartini tidak ikhlas akan kepergian dari Emin. Sebab kini Kartini tidak memiliki siapa pun lagi yang bisa dia jadikan tempat perlindungan akan ayahnya yang terus membuat hidup Kartini menjadi buruk.
Melihat kenyataan yang ada pada Kartini, Irpan semakin merasa iba. Dia mulai berpikir untuk menjodohkan Kartini dengan kakaknya. Ini bukan ide yang buruk, Kartini sepertinya cocok jika di jodohkan dengan Lutfhi. Apalagi Kartini memiliki wajah yang cantik. Mungkin saja Lutfhi akan menyukai sosok Kartini. Apalagi Kartini adalah gadis desa yang tentunya tidak memiliki kehidupan malam yang liar. Itu menjadi nilai tambah dari Kartini yang akan membuat Lutfhi merasa beruntung mendapatkan perempuan seperti Kartini.
"Maksud kamu?" tanya balik Kartini dengan wajah bingung.
"Maksud saya, kamu bisa pergi ke kota seperti ibu kamu. Menghindari ayah kamu yang sedikit kurang ajar itu. Mungkin dengan cara itu kamu bisa mendapatkan perlindungan yang lebih baik lagi. Aku percaya akan hal itu." ujar Irpan.
Tawaran yang tidak buruk di berikan oleh Irpan pada Kartini. Mungkin ini akan jadi solusi bagi Kartini untuk benar-benar bisa terhindar dari ulah jahat yang di lakukan oleh Baron. Mengingat Baron adalah orang jahat yang akan selalu meneror Kartini dengan perlakuan yang tidak senonoh yang akan di lakukan oleh dirinya pada Kartini. Itu yang harus selalu di hindari oleh Kartini dari Baron.
__ADS_1
"Tapi aku tidak memiliki tujuan saat di kota. Di mana aku akan tinggal. Aku sendiri tidak tahu ibuku tinggal di mana." ucap Kartini dengan wajah lesuh.
"Bagaimana jika di rumahku?" tawar Irpan dengan wajah meyakinkan.
Kartini langsung menatap tajam wajah Irpan. Dia tidak mengerti mengapa Irpan begitu baik pada dirinya. Padahal Kartini dan Irpan baru saling kenal. Tapi Irpan sudah begitu baik pada Kartini, ada sedikit kecurigaan dari dalam hati Kartini. Tapi apa mungkin pria yang telah menyelamatkan dirinya itu akan berbuat jahat pada dirinya. Sepertinya itu bukan hal yang baik bagi Kartini. Dia harus membuang pikiran kotor yang saat ini menyerang dirinya. Itu yang harus di lakukan oleh Kartini. Bagaimana juga, Kartini harusnya bisa berterima kasih pada Irpan yang telah menolong dirinya.
Kartini sebenarnya saat ini begitu bingung, kemana dia harus pergi sekarang. Ibunya sudah tidak ada di kampung. Dia tidak mungkin tinggal kembali bersama dengan bapaknya yang kerap melakukan tindakan kriminal. Ini akan menjadi pr tersendiri bagi Kartini saat dia tidak segera menemukan solusi atas apa yang di rasakan oleh dirinya. Kartini merasa itu semua harus segera dia selesaikan secepat mungkin. Sehingga Kartini tidak akan lagi mengalami hal yang buruk.
Irpan yang iba pada Kartini, menawarkan untuk tinggal bersama dengan dirinya. Dia merasa iba dengan Kartini yang mungkin saja akan kembali menjadi sasaran empuk dari Baron. Mengingat Baron adalah seorang pria brengsek. Sekali pun, Baron adalah ayah dari Kartini. Tapi dia tidak pernah mencontohkan sebagai ayah yang baik. Baron justru malah lebih menunjukkan sosok monster yang begitu kejam pada Kartini. Itu yang buat Irpan khawatir Kartini akan menjadi korban perdagangan orang dari Baron.
Kartini pun menerima tawaran dari Irpan, apalagi Irpan adalah sosok yang baik. Tidak salah bagi Kartini untuk ikut bersama dengan Irpan dalam perjalanan menuju rumah Irpan. Mungkin saja Kartini akan mendapatkan banyak hal yang luar biasa saat berada di rumah Irpan.
Irpan yang melihat sosok yang berbeda dari seorang Kartini. Merasa Kartini adalah sosok yang begitu pas untuk dia jodohkan dengan Lutfhi. Selain Kartini yang cantik serta memiliki pembawaan yang lemah lembut. Kartini juga terlihat seperti seorang yang intelektual. Tentu saja Kartini adalah tipe dari seorang Lutfhi yang di kenal sangat pemilih dalam hal pasangan.
"Apakah kamu sudah memiliki pasangan?" tanya Irpan.
"Kenapa kamu bertanya demikian padaku?" tanya balik Kartini.
__ADS_1
"Aku merasa kamu adalah sosok yang tepat untuk kakakku. Mungkin saja kamu mau untuk mengenal dia terlebih dahulu." ucap Irpan sedikit ragu-ragu.
"Apa aku boleh melihat photo kakak kamu terlebih dahulu?" pinta Kartini.