Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
16


__ADS_3

Ternyata sudah pukul 6 sore dan sepertinya aku tidur udah lumayan lama, badan terasa sangat lelah dan begitu bangun saja masih lemas, " Biasanya pergi dan pulang kuliah aku cuma duduk bonceng motor sama Andri tapi sekarang aku harus bawa motor sendiri kemana-mana ternyata cukup melelahkan juga," pikiranku terus saja teringat sama Andri.


Tok.tok.tok


"kak, udah bangun belum? Itu ada kak Andri di depan katanya mau ketemu kakak," panggil Sarah (teriak).


(Baru saja di pikirkan udah muncul)


"Bilang aja kakak masih tidur dek,"


"Yah telat kak, tadi udah di suruh nunggu. Itu di depan juga lagi di temenin ngobrol sama ibu," kata sarah.


"Ya sudah tunggu bentar," kataku terpaksa.


*Walau bagaimanapun ibu ga boleh sampai tau hubungan aku sama Andri lagi menjauh karena kalau tidak pasti ibu akan bertanya kenapa dan kenapa, tambah lagi pasti bakal cari tau dan kalau sampai ibu cerita sama tante irma, apa yang harus aku jawab nantinya karena ibu dan tante irma udah sahabatan dari dulu malah udah seperti keluarga.


(Aku keluar dan menemui Andri yang sedang ngobrol sama ibu)*


" Eh, ndri ada apa kesini? (sambil duduk)


" Ngga kok, aku cuma main aja kan udah lama ga main kesini, " kata Andri.


"Ya sudah nak Andri ibu masuk ke dalam dulu ya, udah dateng nih si kakak," kata ibu.


"Ihh, apaan sih bu. Emm ibu disini aja ngobrol bareng," kataku pada ibu.

__ADS_1


"Udah ga apa-apa kan biasanya ngobrol berdua," kata ibu.


(Rasanya canggung sekali kalau ngobrol berdua gini padahal biasanya juga ga ada masalah)


"Emm, lo ga ada tugas gitu mau di kerjain di rumah," kataku berbasa-basi.


"Ngga kok santai aja, oh ya kita jalan yuk nonton kebetulan ada film baru hari ini," kata Andri.


"Emm, gimana yah sorry aku ga bisa, lagian aku udah janji sama ibu ga bakal keluar malam lagi. Lo nonton sama temen-temen yang lain aja pasti mereka mau kok nemenin,"


"Tenang aja ga usah takut, aku udah minta ijin kok tadi sama ibu mau ngajak kamu jalan bentar," kata Andri.


"Emm gimana yah, lain kali aja lah malam ini aku mau istirahat aja di rumah, lagi capek badannya,"


"Ohh ya udah ga apa-apa kok, lain kali juga boleh. Btw kamu masih marah sama aku?" tanya Andri.


"Tapi berapa hari ini kamu lain nia, ga seperti biasanya, aku merasa kamu mau menjauh dari aku, jujur aja aku gamau jauh dari kamu nia," kata Andri (sedih).


"Kenapa ngomong seperti itu? Aku ini bukan siapa-siapanya kamu, kalau butuh teman kan teman yang lain masih banyak, bukan cuma aku doang,"


"Ya memang banyak temanku, tapi cuma kamu yang paling dekat sama aku nia, kamu diamin aku seperti ini rasanya aku kesepian dan aku bingung harus ngapain biar kamu bersikap seperti biasa lagi sama aku, kamu memang bukan pacar aku nia tapi asal kamu tahu kamu itu lebih dari seorang pacar, aku juga sayang sama kamu nia karena itu aku gamau kalau sampai harus menjauh apalagi sampai musuhan sama kamu," kata Andri lagi.


"Aku udah ikhlasin kamu kok ndri, tapi setelah ku pikir lagi sepertinya kita lebih baik tidak seperti dulu, aku harap kamu mengerti apa maksudku,"


(beberapa saat kami berdua hanya terdiam dan tidak mengucapkan apapun, sampai suasana jadi canggung lagi)

__ADS_1


" Loh kok diam-diaman aja nih, kakak sama nak Andri lagi berantem atau gimana?" tanya ibu yang tiba-tiba datang.


" Ngga kok bu, " kataku.


" Nggak ada apa-apa kok tante, daritadi juga kita ngobrol, kan nia"


"Iya" jawabku singkat.


"Oh ya tante Andri mau ijin pulang dulu soalnya udah malem juga ini, ntar kapan-kapan Andri main lagi kesini," kata Andri.


"Ya sudah kalau gitu, hati-hati di jalan ya nak Andri," kata ibu.


"Iya, tante. Oh ya nia aq pulang dulu ya, see you tomorrow," kata Andri.


"OK, see you.


(Kemudian aku dan ibu pun masuk kembali dalam rumah dan makan malam bertiga bersama , setelah itu aku langsung kembali dalam kamarku dan istirahat, sampai tak terasa aku sudah tertidur saja sampai pagi)


.


.


Terima kasih dan mohon dukungannya🙏


Like, komen dan follow ya👍

__ADS_1


Kritik dan saran di terima 👍


__ADS_2