
Malam harinya..
Drrt. Drrt. Drrt.
(handphone bergetar)
*"Anis," (dalam hati)
"Halo, nis kenapa telfon aku malam2 gini?"
"Oh ga ada apa-apa kok cuma mau nanyain kabar aja, oh ya lo lagi ngapain sekarang?"
"Aku baik-baik aja kok ini, oh ya sory ya hari ini aku ga ngampus pasti lo nyariin kan, aku lagi nonton tv aja ini di rumah, lo sendiri gimana?"
"Syukurlah kalau lo baik-baik aja, ku pikir lo masih sakit jadi gue pengen tau kabarnya lo gimana, gue baru selesai ini ngerjain tugas yang kemaren itu untungnya hari ini dosen ga ada jadi ya aman deh,"
"Baguslah, nasib baik yah. Oh ya sorry nis telfonnya udah dulu ya aku ada urusan bentar besok kita sambung lagi ceritanya di kampus,"
"Oh gitu, ya udah ketemu besok ya di kampus. Bye".*
Ku tutup telfon lantas ku lihat di layar hp ada sebuah pesan masuk dari seseorang yah siapa lagi, Andri.
"Sudahlah hari ini aku ga mau mikirin dia dulu, lebih baik aku ke kamar dan terus tidur.
Ku langkahkan kaki menuju ke kamar tidurku lantas merebahkan badan di atas kasur, tanpa terasa aku pun terlelap.
.
.
__ADS_1
Pagi harinya
Hari ini aku merasa lebih baik tidak seperti kemarin dan aku harus segera bersiap untuk kuliah karena ada kuliah pagi ini.
Suasana pagi ini terasa sangat dingin dan angin yang berhembus kencang seakan mengerti keadaan (suasana) hati yang telah berubah, hari kemarin akan menjadi kenangan yang mungkin tak bisa aku lupakan. Sekarang aku cuma bisa menjauh darinya karena aku tak mungkin bisa seperti biasanya. Hati memang tak bisa untuk di bohongi tapi setidaknya aku harus menutupinya karena kalau untuk melupakannya aku belum bisa.
"Bu, Nia berangkat dulu ya?" kataku pada ibu.
"Loh, kan nak Andri belum sampai kok udah mau berangkat aja sih kak," kata ibu heran.
"Emm, Nia berangkat sendiri bu, itu motornya udah nia panasin juga kok. Ya udah nia buru-buru nih ada kuliah pagi ntar takut telat mau nyerahin tugas soalnya," kataku pada ibu (sembari cium tangan ibu).
"Oh ya sudah kalau begitu, hati-hati di jalan," kata ibu.
"Iya bu,"
.
.
Di kampus
"Akhirnya selamat sampai tujuan, syukurlah"*
(parkir dan meletakkan helm).
Saat aku berjalan menuju ke kelas, ada seseorang yang menepuk pundakku dan memanggilku.
"Hey beb, tumben banget lo udah nyampe sini aja," katanya
__ADS_1
"Eh hay, listi. Apa kabar lo? Udah balik sini aja, ahh gue kangen banget sama lo (pelukan). Katanya lo ga kuliah disini lagi emang bokap ga jadi pindah kerja?"
*Listi, salah satu sahabatku yang dulu pernah pindah kuliah gara2 orang tuanya pindah tempat kerja dan harus menetap di kota tersebut.
" Gue baik-baik aja, kebetulan gue udah tinggal di sini lagi jadi gue putusin buat daftar kuliah disini lagi. Gue juga kangen banget sama lo, udah lama banget kita lost context untungnya kita ketemu sekarang tadi sih gue udah liat lo di parkiran karena takut salah orang jadi gue ikutin lo sampe sini dan ternyata bener itu lo beb,"
"Ihh seneng banget deh ketemu lagi sama lo beb, oh ya siapa tu di samping kamu, cowok kamu beb,"
"Oh iya lupa, kenalin ini Adi saudara gue,"
"Oh hay, gue Nia temennya listi," ( berjabat tangan🤝 dengan Adi)
"Iya gue tau kok, listi sering cerita tentang lo," kata Adi.
"Oh ya, cerita apa aja dia, awas yah lo beb. Btw Sory nih beb,gue ada kelas pagi jadi gue duluan ya, lo sama adi mau daftar dulu kan. Kita ketemu ntar siang di kantin, ok 👌"
"OK beb, see you.
.
.
Terima kasih dan mohon dukungannya 🙏
Like, comment dan follow👍
Kritik dan saran di terima 👍
Selamat membaca😉
__ADS_1