
Kartini benar-benar menjadi orang yang paling sigap ketika merawat seorang Lutfhi. Dia memasang alarm untuk Lutfhi minum obat. Begitu juga rewelnya dia dalam meminta Lutfhi untuk makan, walaupun Lutfhi kerap menolak tawaran makan yang di berikan oleh Kartini.
Lutfhi di rawat oleh Kartini layaknya seorang bayi kecil yang sedang sakit. Jika Lutfhi tidak menuruti apa yang di ucapkan oleh Kartini. Sudah pasti Lutfhi akan mendapatkan sebuah hukuman dari Kartini. Dia adalah orang yang begitu rewel dalam persoalan obat dan makanan. Lutfhi mungkin saja tidak akan melewati waktu minum obat dan makan yang akan selalu di ingatkan oleh Kartini.
__ADS_1
Lutfhi pun terlihat begitu senang dengan apa yang di lakukan oleh Kartini pada dirinya. Dia melihat bagaimana Kartini yang begitu tulus dalam memberikan cinta pada dirinya. Tidak ada yang harus di ragukan oleh Lutfhi akan cinta Kartini pada dirinya. Lutfhi sudah bisa merasakan bagaimana cinta dari Kartini akan Lutfhi sudah semakin besar. Apalagi Kartini melakukan itu semua dengan penuh perasaan bahagia. Tidak ada paksaan sama sekali, bahkan Kartini melakukan itu semua dengan rasa cinta pada Lutfhi.
Lutfhi melihat bagaimana ketulusan dari seorang Kartini pada dirinya begitu tinggi. Itu menjadi hal yang paling tidak penting bagi Kartini sebab Kartini melakukan itu penuh dengan ketulusan. Walaupun dia memang mencintai Lutfhi serta mengharapkan cinta dari Lutfhi. Tapi perhatian dari dirinya adalah perhatian yang tulus tanpa mengharapkan balasan apapun dari Lutfhi.
__ADS_1
Lutfhi sendiri semakin nyaman dengan Kartini. Dia mulai menyukai Kartini, walaupun syarat yang di ajukan pada Kartini belum sepenuhnya di penuhi oleh Kartini. Tapi hati Lutfhi mulai terbuka untuk Kartini. Dia tidak berbohong akan kebaikan yang di lakukan oleh Kartini pada dirinya. Semuanya begitu nyata adanya, itu yang membuat Lutfhi merasa begitu bahagia dengan apa yang di berikan oleh Kartini pada dirinya. Semuanya harus menjadi satu hal yang pasti, begitu juga dengan perasaan dari Lutfhi yang mulai pasti akan Kartini.
Irpan begitu senang dengan Lutfhi yang mulai merasa nyaman dengan Kartini. Dia melihat bagaimana Lutfhi yang sudah begitu bahagia berada di dekat Kartini. Irpan yakin, dalam seminggu ke depan. Mungkin saja Kartini dan Lutfhi akan menikah. Mereka berdua akan mengikat janji suci mereka berdua. Apalagi Lutfhi sudah terlihat tidak canggung lagi saat berada di samping Kartini. Begitu juga sebaliknya, Kartini yang sama sekali tidak asing dengan Lutfhi. Padahal Lutfhi adalah orang baru dalam hidupnya. Tapi Kartini sudah mulai terlihat terbiasa dengan kehadiran Lutfhi di hidupnya. Semuanya menjadi terasa nyaman bagi Kartini saat ini.
__ADS_1
Irpan yang tidak ingin mengganggu Kartini dan Lutfhi yang sedang asyik bersama. Dia membiarkan semuanya mengalir begitu saja untuk Kartini dan Lutfhi. Apalagi keduanya yang sudah semakin seperti perangko. Menempel lengket dalam satu frame. Itu yang di rasakan oleh Irpan saat melihat Lutfhi dan Kartini bersama dalam di momen yang sama.