
Tahu hari ini Irpan akan kembali masuk ke dalam kampus. Tentu Riko dan teman-temannya yang masih memiliki dendam pada seorang Irpan, mulai merancang sebuah siasat jahat. Mungkin saja ada suatu hal yang akan di lakukan oleh Riko dan teman-temannya. Apalagi beberapa teman Riko mulai merasa sudah gatal untuk melakukan tindakan yang akan membuat Irpan kembali di hukum oleh pihak kampus.
Namun sebelum membuat Irpan kembali emosional. Tentu ada hal yang harus di lakukan oleh Riko dan teman-temannya. Mereka harus membuat Irpan pulang dengan mendorong motornya. Ada hal yang akan membuat Irpan merasakan perasaan yang paling buruk. Itu yang harus di lakukan oleh Riko untuk membuat Irpan kembali merasakan perasaan yang sama.
Motor Irpan yang berada di parkiran kampus menjadi korban kejahatan dari Riko dan teman-temannya. Mereka siap membuat Irpan celaka dengan motor tersebut. Sehingga ada beberapa bagian dari motor Irpan yang akan di rusak oleh Riko dan teman-temannya. Sehingga Irpan mungkin akan celaka ketika mengendarai motor miliknya tersebut.
Riko pun meminta salah satu temannya untuk membuat rem di motor Irpan tidak berfungsi. Dengan rem yang sudah tidak berfungsi, tentu Irpan tidak akan menggunakan motor miliknya itu dengan baik. Dia pun akan dalam masalah besar. Sehingga sudah bisa di pastikan Irpan akan mengalami hal yang paling buruk dalam hidupnya.
Beberapa teman Riko yang lainnya mulai mengawasi area sekitar parkiran. Jangan sampai ada orang yang tahu akan aksi mereka. Sehingga kejahatan yang di lakukan oleh Riko dan teman-temannya tidak akan di ketahui oleh orang lain.
Tidak butuh lama untuk teman Riko melepaskan rem di motor Irpan. Seketika rem motor Irpan itu pun sudah tidak lagi berfungsi. Bukan tidak mungkin hal buruk akan terjadi pada Irpan. Mungkin saja dia akan mengalami kecelakaan hebat saat membawa motornya tersebut. Riko dan teman-temannya yakin akan hal tersebut. Mereka pun sudah tidak sabar untuk menunggu kabar kecelakaan dari Irpan yang akan segera ramai di berbagai pemberitaan.
Tidak hanya ingin membuat Irpan celaka, Riko juga terus memancing emosi dari Irpan. Riko dan teman-temannya langsung mendatangi Irpan yang sedang asyik mengobrol beberapa tugas bersama dengan Vino. Mereka dengan kasar mengusir Vino dari hadapan mereka semua. Hanya ada Irpan di tempat itu, sementara Vino langsung ketakutan saat Riko mulai menatapnya dengan tatapan yang begitu tajam.
__ADS_1
Irpan yang sudah mulai belajar untuk lebih tenang. Sama sekali tidak terganggu dengan kedatangan dari "mantan" temannya tersebut. Dia tetap meminum minuman yang di pesannya. Tentunya sambil mengerjakan tugas di dalam laptopnya. Irpan pun bersikap normal saja pada Riko. Dia menyapanya dengan begitu baik, sehingga tidak ada kesan canggung bagi seorang Irpan.
Melihat bagaimana Irpan yang terlihat sedikit tenang. Ada rasa khawatir yang mulai melanda Riko. Dia merasa Irpan sudah mulai bisa mengontrol emosinya. Sehingga dia tidak terlihat marah lagi saat Riko dan teman-temannya mulai mendatangi Irpan dengan wajah tengilnya.
Riko yang ingin membuat Irpan marah kembali pada dirinya. Mengambil minuman yang sedang di minum oleh Irpan, lalu dia membuang minuman itu dengan begitu kerasnya. Irpan mulai emosi, namun dia i gat kembali kata-kata kedua orangtuanya. Mungkin Irpan yang harus lebih banyak mengalah untuk menghadapi Riko dan teman-temannya. Sehingga dia tidak akan mengalami hukuman dari pihak kampus lagi.
Untuk menghindari gangguan dari Riko dan teman-temannya. Irpan pun memilih untuk segera pergi dari hadapan Riko dan teman-temannya tersebut. Dia tahu konsekuensi yang mungkin akan dia dapat saat masih berada di hadapan Riko. Mungkin saja dia akan mendapatkan hal buruk. Jadi Irpan harus segera menghindar dari kemungkinan buruk yang akan terjadi pada dirinya. Irpan tidak ingin itu akan kembali membuat dirinya mendapat hukuman lagi dari pihak kampus.
"Sial, ternyata Irpan sudah tidak terpancing lagi dengan provokasi yang kita lakukan. Semoga saja dia tidak selamat saat mengendarai motornya tersebut. Dia pasti akan tewas dalam kecelakaan yang kita rencanakan tersebut. Aku sudah tidak sabar untuk menunggu kabar kematian dari pengkhianat itu." ucap Riko dengan kesalnya.
Irpan sendiri memilih untuk mengerjakan semua tugas yang ada di salah satu kafe. Mungkin Desi bisa membantu dirinya untuk mengerjakan tugas tersebut. Sehingga Irpan bisa menghabiskan waktu bersama dengan Desi lebih produktif lagi. Itu adalah hal yang tidak pernah di bayangkan oleh Irpan. Bagaimana dirinya akan menghabiskan waktu bersama dengan kekasihnya untuk belajar.
Irpan segera mengabarkan pada Desi, dia berharap pacarnya itu akan menerima tawaran dari Irpan. Sehingga dia akan mengerjakan soal itu dengan lebih asyik lagi. Sebab ada sosok Desi yang akan membantu Irpan dalam mengerjakan semua tugas Yanga ada Tidak ada lagi yang akan membuat Irpan jenuh dengan semua tugas yang. Begitu juga gangguan yang datang dari Riko dan teman-temannya. Sudah di pastikan Irpan akan merasa aman.
__ADS_1
Tidak berselang lama, Desi langsung membalas pesan yang di kirim oleh Irpan. Dia menerima tawaran dari Irpan. Sehingga Irpan merasa senang dengan Desi yang akhirnya mau untuk menemani Irpan mengerjakan semua tugas yang sedang di laluinya.
Irpan sudah siap pergi ke kafe, namun saat dia sudah mulai mengeluarkan motornya di parkiran kampus. Tiba-tiba Vino datang menghampiri Irpan. Dirinya harus segera melakukan printing beberapa tugas. Sehingga Vino harus segera pergi ke tempat fotocopy. Vino pun berniat untuk meminjam motor dari Irpan sebentar saja. Sehingga dia akan lebih cepat untuk sampai di tempat fotocopy tersebut.
Irpan yang sudah berjanji pada Desi, sebenarnya tidak enak membuat pacarnya tersebut menunggu lama. Tapi di satu sisi, Irpan juga tidak enak pada Vino yang sudah harus mengumpulkan tugas kuliahnya tersebut. Akhirnya Irpan pun memberikan motornya tersebut pada Vino. Mungkin Desi akan lebih sabar menunggu Irpan, apalagi Vino ke tempat fotocopy tidak terlalu jauh. Jadi waktu yang di butuhkan oleh Vino pun tidak akan lama.
Irpan segera mengabarkan pada Desi akan kedatangan dari dirinya yang akan sedikit lambat. Mungkin saja Desi akan bisa lebih mempersiapkan semuanya lebih baik lagi. Sehingga pertemuan dengan Irpan nantinya akan jadi pertemuan yang paling istimewa bagi seorang Desi. Itu yang di harapkan oleh Irpan maupun Desi.
Desi sama sekali tidak marah pada Irpan. Justru Desi juga harus pergi ke mini market untuk membeli sesuatu. Sehingga dirinya pun mungkin akan telat untuk datang ke kafe tersebut. Sehingga tidak ada masalah berarti bagi Desi saat Irpan harus datang telat ke kafe. Sebab Desi juga akan datang sedikit terlambat ke kafe tersebut. Jadi mereka sama-sama akan datang telat ke kafe tersebut.
Irpan senang dengan Desi yang mulai paham akan kondisi dari Irpan. Tidak biasanya Desi bisa paham seperti ini. Mungkin saja Desi sudah mulai dewasa, sehingga dia tidak lagi berpikir negatif pada Irpan. Desi harus bisa lebih jernih lagi dalam memikirkan suatu hal. Jadi tidak ada lagi hal buruk yang akan membuat Desi khawatir akan Irpan.
Menunggu kedatangan dari Vino, Irpan pun lebih memilih untuk memutar musik yang sekiranya enak untuk di dengar. Beberapa lagi sudah di putar oleh Irpan. Tapi tidak satu pun dari lagi itu berhasil membuat Irpan nyaman. Dia justru merasa lagu itu sama sekali tidak membuat dirinya nyaman. Justru lagu-lagu itu hanya membuat telinga dari Irpan mulai sakit. Dua pun segera mengeluarkan earphone dari telinga kanannya.
__ADS_1