
Alarm terus berbunyi sedari tadi, tapi Lutfhi tidak kunjung bangkit dari tempat tidurnya. Dia terlihat tidak kuasa untuk bangun dari tempat tidurnya itu. Padahal hari ini Lutfhi harus pergi ke kantor.
Kartini berulang kali mengetuk pintu kamar Lutfhi, dia ingin memastikan Lutfhi sudah siap untuk pergi ke kantor. Mengingat waktu berangkat kerja yang hampir tiba.
Dua kali tidak mendapatkan jawaban dari Lutfhi, mungkin di ketukan ketiga Lutfhi akan bangun dari tidurnya. Sehingga dia akan segera bergegas dari atas ranjangnya.
__ADS_1
Namun sayangnya di ketukan ketiga pun Lutfhi tidak segera bangun. Dia masih tertidur di atas ranjang dengan nyenyak. Ada sedikit kekhawatiran dari Kartini akan kondisi dari Lutfhi. Mengingat dia yang tidak juga bangun di hari ini. Padahal waktu berangkat kerja sudah tiba.
Akhirnya Kartini pun memutuskan untuk membuka pintu kamar Lutfhi. Dia membuka pintu itu secara perlahan, dia tidak ingin membuat Lutfhi merasa tidak nyaman. Lambat laun pintu kamar Lutfhi pun mulai terbuka.
Kartini begitu terkejut saat melihat Lutfhi yang begitu menggigil di atas kasurnya. Suaranya juga terdengar begitu berbeda. Lutfhi terlihat begitu payah di atas kasurnya. Itu yang membuat Kartini harus segera menolong Lutfhi yang terlihat tidak berdaya.
__ADS_1
Kartini memanggil Irpan dengan begitu kerasnya. Dia berharap Irpan akan segera menolong dirinya segera. Apalagi Irpan merupakan adik dari Lutfhi. Sudah pasti Irpan mau menolong dirinya untuk membawa Lutfhi menuju rumah sakit.
Irpan pun segera mendatangi kamar Lutfhi. Dia segera mengecek kondisi tubuh Lutfhi. Irpan begitu khawatir dengan kondisi dari Lutfhi yang terlihat begitu payah. Hingga ia langsung memutuskan untuk membawa Lutfhi menuju rumah sakit.
Kartini pun turut serta dalam perjalanan menuju rumah sakit. Dia merelakan pahanya untuk di jadikan bantal bagi kepala Lutfhi. Tubuh Lutfhi yang begitu panas, coba Kartini dinginkan dengan cara mengipasinya. Dengan cara itu, Kartini berharap tubuh Lutfhi akan kembali pada kondisi semula. Di mana dia menjadi lebih baik lagi.
__ADS_1
Melihat calon suaminya terlihat begitu buruk, Kartini pun semakin tidak berdaya. Dia perlahan menangis dengan kondisinya dari Lutfhi. Bagaimana pun juga, Lutfhi adalah sosok pria yang akan di jodohkan oleh Irpan pada dirinya. Hingga mungkin saja Kartini akan bersedih saat melihat kondisi dari Lutfhi yang perlahan mulai memburuk.
Sementara Irpan merasa begitu bahagia dengan kedatangan dari Kartini. Dia begitu baik pada Lutfhi. Kebaikan dari Kartini dapat di lihat dari cara Kartini memperlakukan Lutfhi. Dia begitu baik dalam menangani Lutfhi. Sehingga Lutfhi merasa begitu bahagia dengan apa yang di berikan oleh Kartini pada dirinya. Tidak ada perempuan yang selama ini tulus pada Lutfhi. Itu yang membuat Lutfhi takut untuk menikah. Mungkin Kartini akan menjadi orang yang tepat untuk Lutfhi. Selain memiliki sifat yang perhatian. Kartini juga seorang yang tulus dalam memberikan apapun untuk Lutfhi. Ketulusan itu yang mungkin saja akan mengetuk pintu hati Lutfhi pada Kartini. Hingga perlahan ketakutan dari Lutfhi akan pernikahan akan segera berakhir.