
Pagi yang sangat cerah menunjukkan pukul 07.00 pagi, Ocha belum pergi ke kampus karena harus mengantar adiknya sekolah terlebih dahulu. Sekarang Ocha sudah memiliki kendaraan sendiri sehingga tidak perlu merepotkan Elsa lagi jika ke kampus ataupun pulang dari kampus.
"Ayo kak nanti kesiangan loh!" kata Galang kepada kakaknya itu.
"Ia sebentar Lang," jawab Ocha.
Galang memang dekat dengan Ocha dari pada dengan Mutiara. Walaupun Ocha sibuk tetapi Galang selalu dekat dengannya.
Ocha pun mengantar Galang ke sekolah lalu langsung pergi ke kampus.
"Hai Cha, kamu tau gak sih katanya Dika akan ngerayain acara ulang tahunnya dan semua orang di kelas di undang sama dia," kata Elsa menjelaskan.
"Ulang tahun..." kata Ocha kepada Elsa.
"Ia ulang tahun, yah berita nyebar setelah Widia yang bilang. Widia juga kata mamahnya Dika sih," jelas Elsa kepada Ocha.
"Jadi mamahnya Dika bilang sama Widia kalo Dika mau ulang tahun," fikir Ocha.
Lalu mereka berdua pun ke kelas dan di dalam sangat ramai karena memberi selamat kepada Dika dan acara ulang tahun Dika akan dirayakan tepat sore nanti.
Ocha dan Elsa pun memberi selamat kepada Dika sama seperti yang dilakukan semua orang di kelasnya.
"Jangan lupa yah nanti sore kalian harus datang ke acara ulang tahunnya Dika," kata Widia kepada Elsa dan juga Ocha.
Tanpa menghiraukan, Ocha langsung duduk ke bangkunya dan setelah itu mata kuliah dimulai.
"Ini awal yang bagus Ocha, kamu akan tau gimana rasanya dijauhi oleh Dika. Aku gak akan biarin Dika terus jatuh hati sama kamu karena sekarang permainan dimulai!" batin Widia kepada Ocha.
Ternyata Widia memiliki rencana jahat kepada Ocha untuk memisahkan Dika dengan Ocha agar Dika membenci Ocha.
Tak terasa waktu pun berlalu, Dika mengajak Ocha dan Elsa untuk datang ke acara ulang tahunnya dan di iyakan oleh Ocha dan juga Elsa.
Sore harinya, Ocha dan Elsa datang ke acara ulang tahunnya Dika. Didalam sudah ramai dengan tamu undangannya Dika.
"Kirain kalian gak bakalan dateng, eh ternyata dateng juga ya," kata Widia dengan nada meledek.
"Kamu kenapa sih usil banget sama kita, yang punya acara siapa yang ribet siapa!" kata Elsa marah.
Lalu akhirnya Ocha dan Elsa masuk kedalam dan meninggalkan Widia di depan.
Widia pun kesal dengan tingkah laku Elsa karena Elsa mulai berani melawannya, lalu Widia pun masuk.
Di dalam sangat ramai sekali, ada yang mengobrol, minum, makan, dan masih banyak lagi.
__ADS_1
Ocha dan Elsa pun memberikan kado ulang tahun kepada Dika dan Dika menerima kado itu dengan senang hati.
Acara pun dimulai, mereka bernyanyi dengan senangnya untuk Dika. Dika pun meniup lilin dan memotong kue.
Kue pertama diberikan kepada mamahnya dan potongan kue yang kedua diberikan kepada papahnya.
"Dika, Widia dong kasih kue nya!" suruh papahnya kepada Dika agar memberikan kuenya.
Dika pun menurut kepada papahnya untuk memberikan kuenya kepada Widia. Sebelum itu Dika melihat Ocha terlebih dahulu.
Widiapun dengan senang menerima kue dari Dika dan memakan kue itu.
"Terima kasih ya Dika..." kata Widia sambil tersenyum.
Ibu Uma yang berdiri sendiri pun akhirnya menghampiri Ocha dan juga Elsa.
"Kok disini aja? Kenapa gak gabung didalam?" tanya mamahnya Dika kepada Ocha.
"Ia tante lagi menghirup udara segar," jawab Ocha dan tersenyum kepada Ibu Uma.
"Kamu namanya siapa?" tanya Ibu Uma kepada Ocha.
"Ocha tante..." kata Ocha.
"Ia tante," jawab Elsa.
"Masuk yuk, gabung disana!" ajak Ibu Uma.
Melihat Ocha dan Elsa bersama Ibu Uma, diam-diam Widia memperhatikan mereka. Widia pun kesal melihat kebersamaan mereka, Widia menyuruh orang untuk mencelakai Ibunya Dika dengan memfitnah Ocha. Orang suruhan Widia pun menyelinap menghampiri Ocha dan menyenggol Ocha sampai Ocha tidak sadar menyenggol kembali Ibu Uma sampai terjatuh ke dalam kolam renang.
Semuanya kaget lalu menghampiri kejadian tersebut.
"Tante..." teriak Ocha kepada Ibu Uma.
Dika pun menghampiri dan langsung menyelamatkan mamahya. Ocha pun menghampiri Dika dan juga Ibu Uma.
"Mamah, mamah gak papa kan mah?" tanya Dika panik kepada mamahnya.
"Uhuk...Uhuk. Mamah gak papa ko Dika," jawab mamahnya Dika lemas.
"Kamu gak papa?" tanya Pak Tio kepada Ibu Uma.
"Mamah gak papa ko pah, untung ada Dika yang nolongin mamah..." jawab Ibu Uma.
__ADS_1
"Tante, tante gak papa kan tante, Ocha.. Ocha minta maaf tante," Ocha pun panik karena melihat keadaan mamahnya Dika.
Dika pun berdiri di hadapan Ocha dan menghalangi Ocha agar tidak bisa melihat mamahnya.
"Pergi sekarang juga dari sini!" bentak Dika kepada Ocha.
"Tapi...Tapi Dika, tante...." kata Ocha terbata-bata.
"Pergi Cha pergi!" bentak Dika kepada Ocha.
"Dika... Udah dong sayang jangan marah-marah biarin aja Ocha disini bukan salah dia kok sayang," kata mamahnya Dika.
"Enggak mah Ocha gak boleh ada disini, yang ada dia malah celakain mamah lagi," tuduh Dika kepada Ocha.
"Kok kamu jadi tuduh aku sih Ka, kamu keterlaluan tau gak Dika!" bantah Ocha kepada Dika dengan kesal.
Widia yang melihat mereka bertengkar pun senang karena rencana nya berhasil untuk menjauhkan Dika dengan Ocha.
Lalu Widia pun menghampiri mereka dan pura-pura panik di depan Dika dan Ibu Uma.
"Ya ampun tante, tante gak papa kan tante?" kata Widia bersandiwara.
"Ia, tante gak apa-apa" jawab Ibu Uma.
"Aku bilang sama kamu pergi sari sini Ocha!" kata Dika.
"Cha, Cha udah Cha kita pergi aja dari sini. Ngapain ada disini memohon sama orang yang gak mau dengar penjelasan kamu," ajak Elsa kepada Ocha.
"Tapi El, bukan aku yang lakuin ini semua. Tante, bukan aku kan tan?" tegas Ocha.
"Udah cukup yah Cha semua orang disini juga melihat bahwa kamu yang udah dorong mamah aku ke kolam itu, kamu tau gak Cha mamah aku itu gak bisa berenang!" teriak Dika kepada Ocha.
Saat itu Ocha langsung menangis karena mendengar ucapannya Dika yang menuduh dia tanpa adanya bukti.
Ocha pun pergi dan berlari.
"Kalo kamu gak punya bukti gak usah nuduh sembarangan Ka! Bukan Ocha yang lakuin ini semua!" Elsa pun pergi menyusul Ocha.
"Ocha tunggu Cha..." Elsa pun berlari mengejar Ocha.
"Bukan aku, bukan aku yang lakuin ini semua El," jelas Ocha kepada Elsa.
Ocha tidak pernah menangis sampai tersedu-sedu seperti ini, baru kali ini dia di bentak oleh orang lain dan tidak menyangka Dika akan menuduh dia seperti itu. Padahal bukan Ocha yang melakukan semuanya, Elsa berusaha menenangkan Ocha. Akhirnya mereka pun pergi dari pesta ulang tahunnya Dika.
__ADS_1