
Keesokan harinya, Elsa menelpon Ocha dan bilang kepada Ocha soal Dika kemarin. Ocha pun berfikir bahwa Elsa lah yang telah memberitahukan nomornya kepada Dika.
"Halo Elsa," kata Ocha.
"Ocha aku minta maaf, gara-gara aku sama Dekta ..." pembicaraan Elsa terputus.
"Ia gak papa ko Elsa, udah gak usah difikirkan ya," kata Ocha.
"Aaaaa... kamu tuh baik banget jangan marah yah Cha," kata Elsa.
"Aku gak marah Elsa," kata Ocha.
"Cha kapan ke Jakarta? Katanya anak-anak mau ngadain Reuni loh Cha," kata Elsa.
"Reuni, euumm ia kalo gak sibuk pasti dateng, liat situasi aja." Kata Ocha.
Ocha tidak yakin akan mengikuti Reuni di Jakarta, karena dia sedang sibuk-sibuknya pada pekerjaannya. Tetapi setelah beberapa tahun lamanya ada rasa ingin berkumpul kembali dengan teman-teman kuliahnya.
Seperti biasa, Dika berangkat ke kantor untuk memulai pekerjaannya dan rapat dengan kliennya tepat hari ini.
Setelah selesai rapat, Dika pun pulang karena pekerjaannya telah selesai dan berencana pergi ke butik Elsa berencana ingin memberikan hadiah untuk Disa karena kemarin belum sempat memberikan hadiah.
"Eh ada Dika, udah lama yah tidak bertemu," kata Ibu Opi.
"Ia tante." Kata Dika sembari salaman kepada Ibu Opi.
Elsa pun keluar dari ruangannya bersama Disa karena akan pergi ke sebuah Cafe tetapi kebetulan Dika ada di butiknya.
"Ada Dika," kata Elsa.
"Pa..pa..pa." Disa mengoceh sambil memainkan mainan di pangkuannya Elsa.
"Bukan papah sayang, ini Om Dika," kata Elsa kepada Disa.
"Lucu banget sih kamu, nih El aku punya hadiah buat anak kamu, siapa namanya?"
"Disa om, makasih ya om hadiahnya." kata Elsa menyepertikan suara Disa padahal Disa belum bisa bicara.
Lalu Elsa pun menerima hadiah dari Dika untuk Disa dan menyimpannya di meja.
"Kamu udah hubungi Ocha ka? " tanya Elsa.
"Ia udah," kata Dika sambil duduk di kursi.
"Kamu kok tiba-tiba pengen banget ngobrol sama Ocha, bukannya kamu benci sama dia?" tanya Elsa sambil memakan kue dan menggendong Disa.
__ADS_1
"Ceritanya panjang Elsa, aku benci sama Ocha karena kesalah fahaman yang disebabkan oleh Widia." Kata Dika jujur.
Elsa kaget mendengar kejujuran Dika karena tidak menyangka Widia yang menyebabkan keretakan antara Ocha dan juga Dika.
"Dekta mana El?" tanya Dika.
"Dekta dia di kantor, biasalah papah muda dia harus bekerja keras buat aku sama Disa,. Kamu kapan nyusul nih Ka, umur kita kan gak jauh beda keburu tua nanti gak nikah-nikah." Kata Elsa kepada Dika.
Dika yang mendengar perkataan Elsa pun diam dan tidak terlalu menanggapi, karena Dika sudah tau sifatnya Elsa memang seperti itu.
"Ocha sudah sukses tau Ka, dia punya usaha sendiri sekarang," kata Elsa.
"Oh ya?" kata Dika.
"Heem, oh ia kata ketua kelas kita dulu katanya akan ada Reuni yah benar gak sih?Baru tadi aku bicara sama Ocha takut salah juga sih apa ada Reuni atau enggak." Kata Elsa penasaran.
Dika membenarkan pembicaraan Elsa karena Reuni akan dilaksanakan dua hari lagi dan itupun diadakan secara mendadak
"Ocha bakalan dateng gak El?" tanya Dika.
"Kalo dia gak sibuk dia datang, kalo dia sibuk enggak deh kayaknya." Kata Elsa.
Sore harinya Dika pun hendak pulang dan mampir untuk membeli nasi goreng sekalian membeli untuk mamahnya dan juga papahnya. Selesai membeli nasi goreng, Dika pun pulang dan makan bersama di ruang makan.
"Kamu kelihatan senang ada apa Dika?" tanya Pak Tio.
"Oh ya," kata Ibu Uma senang.
"Ia mah, Dika bahagia sekali." Kata Dika.
Restaurant milik Ocha kini sedang ramai pengunjung sampai Ocha pun turun tangan ikut membantu melayani para pelanggan. Galang dan Mutiara pun ikut membantu.
Kring... kring... kring.
Telepon Ocha berdering ada panggilan masuk dari Elsa, tetapi Ocha tidak mengangkatnya karena Ocha sedang sibuk dan ponselnya pun sedang tidak di pegang oleh Ocha.
Mutiara yang melihat ponsel Ocha tergeletak di meja kasir pun langsung mengambil ponselnya karena takut hilang, lalu Mutiara menyimpan ponsel Ocha.
Setelah seharian di Restaurant, Ocha dan adik-adiknya pun pulang.
"Ocha tadi Elsa telpon loh sama mamah, katanya kamu gak angkat telepon dari dia" kata mamahnya Ocha setelah sampai di rumah.
Ocha pun mencari ponsel nya tetapi tidak ada, lalu Mutiara pun memberikan ponsel yang disimpannya kepada Ocha dan Ocha pun mengambilnya.
"Oh ia Elsa hubungin aku, ya udah nanti aku hubungin dia balik deh." Kata Ocha sembari berlalu ke kamar mandi membersihkan diri.
__ADS_1
Setelah itu Ocha langsung menghubungi Elsa kembali, menanyakan ada hal apa yang membuat Elsa menelepon beberapa kali kepadanya.
Elsa memberitahukan bahwa dua hari lagi akan mengadakan Reuni yang akan di hadiri oleh semua Mahasiswa dan mahasiswi Alumni. Dengan berita itu, Ocha pun langsung mengiayakan bahwa dia akan datang ke acara Reuni itu. Karena Ocha akan menyempatkan waktu untuk datang.
Setelah beberapa tahun lamanya tidak bertemu dengan Ocha, Elsa pun senang mendengar bahwa Ocha akan datang ke Jakarta.
Seperti biasa di pagi hari selalu dimulai dengan berkumpul bersama dan sarapan. Sebelum pergi berbelanja untuk stok di Restaurant, Ocha selalu rutin untuk mengecek stok di cabang melalui orang kepercayaannya disana.
Tidak pernah terlewat satu pun, Ocha adalah bos yang terbaik dan teramah. Tak hayal semuanya betah bekerja dengan Ocha.
Pagi ini Ocha pergi ke Surabaya untuk melihat cabang disana setelah mengecek cabang di Bandung. Untuk hari ini, Ocha sekalian menginap di Surabaya dan besoknya langsung pergi ke Jakarta untuk menghadiri Reuni.
Ocha pun berpamitan kepada mamah dan papahnya karena akan pergi ke Surabaya hari ini dan akan mampir ke Jakarta.
Tetapi berbeda dengan Dika, hari ini adalah hari kemenangan untuknya karena hari ini adalah hari libur bekerja dan waktu untuk istirahat penuh.
"Dikaaa..." teriak mamahnya dari luar kamar Dika.
Dika pun langsung menghampiri mamahnya dan bertanya, karena teriakan mamahnya membuat dia kaget.
"Kamu kan hari ini lagi libur, gimana kalo kamu anterin mamah buat beli bahan-bahan kue yuk!" ajak mamahnya kepada Dika.
"Bahan kue? Kok tumben mamah buat kue? Biasanya juga enggak," kata Dika.
"Ehh bukannya besok akan ada Reuni ya, Ocha kan akan datang ke Jakarta jadi mamah sengaja buat kue untuk Ocha," kata mamahnya.
"Aduh mah, gak tau juga akan datang atau enggak. Soalnya kata Elsa Ocha lagi sibuk..." kata Dika.
"Ya ampun jadi kamu gak tau kalo Ocha akan datang atau enggak? Kamu telepon dong Ocha tanyain kepastiannya." Bujuk mamahnya.
"Ia mah, nanti Dika telepon Ocha," kata Dika.
"Sekarang Dika!" suruh mamahya.
Lalu Dika pun menurut kepada mamahnya untuk segera menelpon Ocha. Tak berapa lama menungu, telepon Dika langsung diangkat oleh Ocha.
"Ha... Halo Cha." Kata Dika.
"Oh ya kenapa ka?" Tanya Ocha.
"Sini-sini biar mamah aja yang ngomong sama ocha, kamu mah lama!" Ibu Uma pun merebut ponsel Dika dari tangannya Dika.
"Halo Ocha ini tante, kamu apa kabar?" kata Ibu Uma.
"Baik tante, tante apa kabar?" tanya Ocha.
__ADS_1
"Baik kok baik Ocha, tante senang sekali akhirnya bisa ngobrol lagi sama kamu, kamu tau gak ocha? Dika selalu mikirin kamu loh," kata Ibu Uma ribut sendiri dan blak-blakan.
Dika pun hanya menggelengkan kepalanya tidak menyangka mamahnya akan berbicara seperti itu membuat Dika malu.