
Dika dan Ocha sibuk merevisi ulang Karya Ilmiahnya di perpustakaan, sedangkan Elsa tidak ikut karena harus pulang cepat disuruh oleh mamahnya.
“Ini gimana nih Cha, coba deh kamu cari di internet semoga aja kita dapat pencerahan gitu, soalnya revisi nya harus cepat selesai," ucap Dika.
“Gak usah, kayak nya aku punya materinya di rumah, nanti aku kerjain bagian dua nya kamu kerjain bagian revisi yang lainnya,” kata Ocha.
“Oh gitu, ya udah terserah gimana baiknya aja deh Cha. Oh ia kalo boleh tau kamu tadi ributin apa sih sama Widia kayaknya serius banget deh?” tanya Dika penasaran.
“Gak papa bukan apa-apa kok, oh ia aku duluan yah Ka daahh,” lalu Ocha pun pergi meninggalkan Dika tanpa berkata apapun lagi.
Sedikit aneh, Dika pun penasaran sebenarnya apa yang Widia dan Ocha bicarakan karena Dika mendengar sedikit pembicaraan mereka soal pembagian kelompok tadi. Tetapi tidak telalu penting juga, kini Dika hanya fokus kepada revisian yang harus segera selesai.
Akhirnya Dika pun pulang dan langsung berkutat dengan tugasnya. Tak hanya itu, Dika pun sore nanti harus mengajar musik kepada siswa ekstrakulikulernya.
Tak hanya kelompok Ocha saja yang Karya Ilmiahnya harus direvisi, tetapi hampir semua kelompok juga harus di Revisi karena masih ada yang tidak sesuai.
Ocha pun pulang ke rumah, setelah itu berangkat lagi ke butiknya Elsa dan menemui Elsa karena mau memberitahukan perihal Revisi.
“Haii kamu pasti Ocha kan ya?” sahut Ibu Opi mamahnya Elsa kepada Ocha.
“Elsa sudah banyak cerita soal kamu sama tante, ternyata kamu emang cantik yah, ayo masuk. Maaf yah Ocha tadi tante suruh Elsa pulang duluan soalnya tadi butik rame banget.” kata Ibu Opi.
“Gak papa ko tante, maaf juga tadi Ocha gak bisa bantuin Elsa sama tante,” kata Ocha.
“Gak papa ih, oh ia Elsa ada di ruangan tante, kamu masuk aja yah kesana tuh dibelah kiri kamu langsung masuk aja,” sambil menunjukkan ruangannya kepada Ocha.
“Ia tante makasih ya tan,” Ocha langsung pergi ke ruangannya Tante Opi dan masuk.
“Ocha kamu kesini? Kenapa gak telpon aku dulu, tau gitu aku jemput kamu!” kata Elsa.
“Ini loh El, kita harus melakukan Revisi soalnya ada yang salah,” sambil memperlihatkan apa yang salah.
“Ya udah, hari ini harus selesai yah aku juga udah pengen banget selesai. Oh ia Dika gimana?” tanya Elsa.
“Ia Dika udah dapat bagian buat Revisi, ini kita berdua beresin ini,” tegas Ocha kepada Elsa.
Elsa dan Ocha pun membereskan Revisinya sampai selesai.
“Ocha kamu hari ini gak kerja?” tanya Elsa.
“Aku ambil libur hari ini El gantian sama temen disana, soalnya aku pengen cepet selesai juga Revisiannya,” kata Ocha.
“Oh gitu ya.” Gumam Elsa.
Setelah selesai mengerjakan revisi, kemudian Elsa dan Ocha pergi meninggalkan butik dan pergi ke warung kaki lima untuk makan bersama.
__ADS_1
Kring kring kring.
Telpon Ocha berbunyi ada panggilan masuk dari Dika, Ocha pun langsung mengangkat telponnya.
“Halo Dika...” kata Ocha.
“Hai Cha, gimana kamu udah selesai?” tanya Dika kepada Ocha.
“Oh udah kok, tadi aku beresin sama Elsa,” kata Ocha.
“Oh ya udah, aku juga udah beres, nanti aku kirim filenya ke kamu ya!” kata Dika.
Ocha pun mengiakan perkataan Dika lalu menutup telponnya dan bergegas pulang karena harus menyiapkan Revisiannya.
“Kamu mau pulang sekarang Cha?” tanya Elsa kepada Ocha.
“Heem, kayaknya aku harus beresin ini semua deh El, biar besok bisa langsung di kumpulin,” kata Ocha.
“Ya udah yuk aku anterin kamu pulang!” kata Elsa.
Lalu Elsa pun mengantar Ocha pulang.
“Dika... Dika kamu sibuk gak hari ini?” tanya papahnya kepada Dika.
“Oh enggak kok pah, cuma ada ekskul aja ada apa pah?” tanya Dika.
“Yah pah, kan Dika harus ngajar ekskul hari ini,” keluh Dika.
“Ya udah malemnya aja gimana, bisa kan sekalian mau ke butik juga. Butik tutup jam 21.00 kan hari ini soalnya kan ini malam minggu pasti rame,” kata papahnya.
“Loh papah mau ngapain ke butik?” tanya Dika.
“Mau beli baju lah buat kamu! Makanya kamu ikut papah nanti malem yah jam 19.00 harus udah siap biar nanti bisa mampir dulu ke butik. Sekalian nanti mamah yang belanja buat kamu," jelas papahnya.
Permintaan Pak Tio pun tidak bisa Dika tolak dan Dika pun menurut untuk ikut Pak Tio ke
rumah temannya. Entah apa yang direncanakan Pak Tio.
Di rumah Widia, keluarga Widia sibuk karena menyiapkan segala keperluan Widia yang membuat widia bingung akan ada acara apa hari ini sampai sibuk seperti itu.
“Aduh Widia kamu kok belum siap-siap sih sayang, kamu harus tampil cantik malam ini dong!” kata mamahnya Widia.
“Emangnya ada apa sih mah? Kok semuanya pada sibuk gini. Widia harus ngerjain tugas nya Widia mah dari kampus,” kata Widia.
“Aduh nanti nanti aja deh tugas dari kampusnya, soalnya ini penting banget masalah bisnis oke, ayo siap-siap!” paksa mamahnya.
__ADS_1
Akhirnya Widia pun menuruti apa yang di perintahkan mamahnya dan Widia pun siap-siap tampil cantik untuk nanti malam.
Disisi lain ada yang anteng dengan tugas Revisian dari Ibu Sinta sampai merencanakan akan mengantarkan filenya ke rumah Ocha dan mengurungkan niatnya untuk mengirimkannya lewat ponsel. Sekalian mau tau dimana rumahnya Ocha.
Tok.. Tok.. Tok.
“Permisi,” Dika mengetuk pintu rumahnya Ocha.
“Ia sebentar!” Ibu Lina membukakan pintu.
“Ia dengan siapa ya?” tanya Ibu Lina.
“Permisi tante, saya Dika temannya Ocha dikampus,” senyum Dika kepada Ibu Lina.
“Oh ia.. ia ada apa, mari masuk!” kata Ibu Lina.
“Gak papa tante disini aja, Ocha nya ada?” tanya Dika.
“Aduh tadi sih Ocha udah pulang, cuma berangkat lagi,” kata Ibu Lina.
“Oh ya udah tante, kalo gitu saya titip ini ya tan,” memberikan file Revisi ke Ibu Lina.
“Oh ia boleh,” mengambil lembaran tugasnya.
“Salam buat Ocha ya tante!” kata Dika.
“ ia.. ” kata Ibu Lina.
Lalu Dika pun pergi setelah bersalaman dengan mamahnya Ocha. Tak lama, dipertigaan mobil Elsa hampir saja menabrak Dika dan keduanya pun berhenti. Elsa serta Ocha pun turun dari mobil.
“Dika, aduh maaf, maaf kamu gak papa kan?” tanya Elsa.
“Gak ko gak papa,” jawab Dika.
“Kalian barengan tenyata,” kata Dika.
“Ia, kamu kok bisa disini, ini kan jalan menuju rumah aku Dika,” kata ocha.
“Ia aku sengaja ke rumah kamu, tapi kamu gak ada makanya tadi tugas Revisian aku titipin di mamah kamu!” kata Dika.
“Kamu tau rumah aku dari mana?” tanya Ocha penasaran.
“Dari IG kamu, maaf yah aku gak ngabarin kamu dulu,”
“Oh ia gak papa,” kata Ocha.
__ADS_1
“Ya udah yah aku harus pulang buru-buru soalnya.” Kata Dika.
Lalu Dika pun pergi karena harus siap-siap untuk pergi bersama keluarganya.