Kasih Yang Tertunda

Kasih Yang Tertunda
Bab 82 Ketahuan Selingkuh


__ADS_3

“Ternyata kamu...” kata Dika.


***


Sore ini sesuai janji Dika, akan pergi jalan-jalan bersama istrinya dan mengajaknya makan-makan bersama. Mereka pun siap-siap untuk pergi sore ini.


Di dalam mobil, Dika bercerita kepada istrinya tentang Heln yang baru masuk kerja di kantornya.


“Lalu kamu menerimanya kerja?” tanya Ocha.


“Ia, karena dia bilang lagi butuh biaya untuk melanjutkan Kuliahnya karena tempat kerja yang dulu katanya sudah bangkrut dan dia lihat di kantor kita ada lowongan jadi dia melamar kerja di kantor kita,” kata Dika menjelaskan kepada Ocha agar tidak ada salah faham.


“Ya udah gak papa, kenapa kamu cerita sama aku?” tanya Ocha lagi.


“Ia kita kan udah nikah gak mungkin aku gak cerita sama kamu kan, dan mulai sekarang kita harus saling terbuka satu sama lain apapun masalahnya,” kata Dika.


Sesampainya di Yogyakarta, Galang dan Mutiara langsung pergi ke tempat Arvan bekerja dan mereka langsung menemui Arvan diruangannya.


Arvan kaget saat melihat Galang dan Mutiara datang ke dalam ruangannya. Galang datang dengan penuh emosi.


“Aku gak nyangka, Dokter Arvan akan nekat seperti ini, aku kira kamu udah berubah. Hmm setelah apa yang kamu lakukan aku yakin ini adalah suatu balas dendam yang tersembunyi. Dan pastinya kamu gak akan menyangka aku mengetahuinya secepat ini kan?” kata Mutiara berterus terang.


“Mutiara, kamu...” kata Arvan.


“Sekarang apa yang Kak Arvan rencanakan?” tanya Galang. “Semuanya udah berakhir Kak Arvan, sadarlah kak! Kak mutiara bukan untuk kakak,” kata Galang.


Arvan tidak bisa berkata apa-apa lagi karena sekeras usahanya untuk memiliki Mutiara tidak akan mengubah perasaannya Mutiara untuk menyukainya. Dan mungkin ini adalah awal untuknya melupakan semua yang diharapkan Arvan.


Mutiara tidak marah, hanya saja kecewa karena perbuatannya Arvan. Akan tetapi, Mutiara sudah memaafkannya jauh-jauh hari karena tidak mungkin untuk Mutiara membenci orang yang menyukainya, karena rasa cinta itu hanya datang tiba-tiba tanpa diminta.

__ADS_1


“Sudahlah Dokter Arvan, kita sudahi sampai disini. Aku mohon berusahalah untuk bisa melupakan yang memang sudah seharusnya dilupakan,” kata Mutiara.


“Sepertinya usahaku gagal untuk membuat kamu jatuh cinta sama aku, tapi aku berterima kasih karena kamu sudah mengizinkan aku untuk pernah cinta sama kamu. Baiklah karena rasa cintaku sama kamu itu besar, aku akan menuruti semua keinginan kamu untuk melupakan kamu. Dan aku minta maaf karena aku menyuruh orang untuk mengikuti kamu,” kata Arvan yang sekarang sudah menyadari kesalahannya atas perbuatannya.


“Kalo begitu aku pergi. Mulai sekarang jangan pernah temui aku lagi dan juga kita lupakan semuanya,” kata Mutiara lalu pergi dari hadapannya Arvan dan disusul oleh Galang.


Hari ini, harapan untuk bisa memiliki Mutiara tidak akan bisa tercapai, sekeras apapun mengejar bila tidak berjodoh maka tidak akan bersatu. Hari ini Arvan putuskan untuk pergi ke Luar Negeri untuk melanjutkan studinya dan akan melupakan segala yang pernah dia lalui.


Dokter Arvan akan menjauhi Mutiara dan melupakannya, mungkin hari ini adalah hari terakhirnya untuk Arvan bisa bertemu dengan Mutiara dan dia harus bisa ikhlas untuk yang ketiga kalinya kehilangan orang yang dicintainya dan tidak bisa memilikinya.


Hal yang pasti berat bagi siapapun yang merasakannya tetapi keputusannya kali ini adalah hal yang tepat.


Keesokan harinya, Mutiara sudah berdiri di depan pintu kantor Wira berniat untuk menemuinya dan menanyakan perihal kemarin tidak mengangkat teleponnya yang susah untuk dihubungi.


Dengan keberanian, Mutiara membuka pintu ruangan Wira tanpa mengetuk pintunya. Saat membuka pintu, Mutiara melihat pemandangan yang membuatnya kesal dan rasanya ingin memukul dan menghancurkan seisi ruangan. Mutiara melihat Wira sedang memeluk wanita lain.


Mutiara masuk ke dalam dan menutup pintunya dengan sangat keras, Wira yang sedang memeluk wanita itu kaget dan langsung melepas pelukannya.


“Kamu ngapain peluk dia? Oh ternyata karyawan baru,” kata Mutiara.


“Eh... Mutiara kamu kok kesini gak ketuk pintu dulu,” kata Wira.


“Ketuk pintu? Supaya acara pelukannya gak ketahuan?” tanya Mutiara. “Aku paling males untuk mendengarkan alasan. Kita putus!” lanjut Mutiara lalu pergi dari ruangannya Wira.


Wira menyusul Mutiara keluar dan mengejarnya tetapi Mutiara sudah masuk ke dalam lift, Wira pun menuruni tangga darurat untuk menyusul Mutiara agar tidak ketinggalan. Sesampainya di lantai bawah, Wira tidak menemukan Mutiara.


Mutiara yang sedang mengumpat dibelakang mobil orang lain melihat Wira yang sedang mencarinya.


“Dulu kamu yang bilang serius sama aku, tapi kamu juga yang khianatin aku. Kamu pelukan dengan wanita lain tanpa memikirkan aku, aku benci sama kamu... benci banget dasar pengkhianat!” batin Mutiara.

__ADS_1


Mutiara pun masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan Wira yang sedang mencarinya. Di perjalanan, Mutiara mensyukuri melihat Wira ketahuan memeluk wanita lain tetapi disisi lain Mutiara tidak bisa bohong bahwa dia sangat kecewa dan sedih. Orang yang dicintainya selingkuh dengan wanita lain.


Galang yang melihat kakaknya menangis, dia mengejar Mutiara ke kamarnya dan menanyakannya.


“Kakak kenapa kok nangis?” tanya Galang.


“Wira, dia selingkuh Lang.” Kata Mutiara sambil terisak.


“Apa?”


Tidak terima melihat kakaknya dihianati, Galang pergi ke kantor untuk menemui Wira. Sesampainya di kantor, Galang menanyakan ruangan Wira kepada staff. Setelah tahu, Galang masuk ke ruangannya Wira dan langsung menonjok wajah Wira saat itu tanpa basa-basi.


Buugghh.


Wira tersungkur ke lantai akibat pukulan dari Galang, dia pun memegangi wajahnya yang kesakitan akibat pukulan dari Galang. Wira pantas mendapat pukulan tersebut karena dia sudah meyakiti hati kakaknya dan berani berselingkuh di depan Mutiara.


“Galang, apa maksud kamu pukul aku kayak gini?” tanya Wira yang sekarang sudah berdiri dan berhadapan dengan Galang.


“Kamu tanya apa maksud aku? Ini maksud aku...” kata galang.


Buugghh.


Galang memukul wajah Wira kembali tetapi Wira tidak membalas pukulannya Galang karena Wira sudah tahu maksud Galang.


“Pukul... ayo pukul lagi sepuas kamu aku gak akan balas kamu, ayo pukul lagi... ayo pukul,” teriak Wira kepada Galang.


“Aku kira kamu udah berubah tapi aku salah, tapi aku benar selalu membenci kamu karena ini... kamu selingkuhin kakak aku dan kesabaran aku udah cukup sampai disini. Mulai sekarang kamu jangan pernah temui Mutiara lagi,” kata Galang.


“Aku akan menjauhi Mutiara, kamu tenang aja aku minta maaf karena aku gak bisa cerita alasan aku seperti ini. Yang jelas aku sangat sayang sama Mutiara. Aku harap kamu bisa ngerti, dan sampaikan maafku sama Mutiara,” kata Wira yang sebenarnya masih cinta kepada Mutiara tapi keadaan yang memaksanya untuk melakukan ini bukan maksud untuk menyakiti perasaan Mutiara tetapi demi kebaikan Mutiara.

__ADS_1


__ADS_2