
Besok paginya, Pak Fahri mengeluarkan mobil dari bagasi dan memanaskan mobilnya. Ibu Lina dan Ocha memasukan barang-barangnya ke dalam mobil. Galang dan juga Mutiara membantu untuk membereskan semuanya.
Setelah selesai, keluarga Pak Fahri pun pergi untuk pindahan dan tidak lagi tinggal di Jakarta.
Setelah kepergian Ocha dan keluarganya, Dika pun datang untuk menemui Ocha dan juga keluarganya.
Tok... tok... tok...
Dika mengetuk pintu rumahnya Ocha, tetapi tidak ada jawaban. Dika pun terus mengetuk pintu rumahnya Ocha dan sama tidak ada jawaban juga.
"Kamu kemana sih Ocha?" kata Dika bicara sendiri.
Lalu Dika pun menelpon Ocha tetapi tidak di angkat oleh Ocha, karena Ocha pun telah mengganti nomor ponselnya.
Dika pun frustasi dan penasaran, kemana Ocha pergi dan rumahnya pun sepi seperti tidak berpenghuni.
"Maaf mas, mas lagi ngapain ya?" tanya salah satu tetangga Ocha.
"Pak maaf saya mau tanya Ocha, ehm maksudnya pemilik rumah ini kemana ya? Kok sepi!" tanya Dika kepada salah satu tetangga Ocha.
"Aduh mas katanya sih kalo gak salah, saya denger keluarga Ocha itu udah pindah mas!" jawab tetangga tersebut.
"Apa? Udah pindah," Dika kaget mendengarnya.
"Ia mas pindahan," kata tetangga tersebut.
"Bapak tau gak mereka pindah kemana?" tanya Dika.
"Saya kurang tau mas, kalo gitu saya permisi..."
Laki-laki itu pun berlalu meninggalkan Dika sendiri, lalu Dika pulang dengan membawa kesedihan karena kepergian Ocha dan sudah terlambat baginya. Bagaimana dengannya sekarang.
"Dika kamu kenapa?" tanya mamahnya Dika.
"Mah..." kata Dika sedih.
Dika memeluk mamahnya sambil menangis dan bersedih, lalu Dika menjelaskan bahwa Ocha sudah pindah dan tidak sempat bertemu dengannya. Dika pun melepas pelukannya dan duduk lemas.
"Dika, kamu udah coba hubungi Ocha?" tanya mamahnya.
"Udah mah, kayaknya Ocha ganti nomor. Dika gak tau lagi harus ngapain mah sekarang," jelas Dika.
"Oh ia, coba kamu hubungi Elsa temannya Ocha, siapa tau Elsa tau Ocha pindah kemana!" kata mamahnya Dika.
Lalu Dika mencoba menelpon Elsa dan Elsa mengangkat teleponnya lalu Dika pun menanyakan Ocha kepada Elsa tentang kepindahannya.
__ADS_1
Elsa pun dengan terpaksa berbohong kepada Dika tentang keberadaan Ocha karena Ocha yang minta merahasiakan tempat pindahnya kepada siapapun.
"Aku gak tau Ka Ocha pindah kemana, Ocha cuma bilang akan pindah dari Jakarta. Kamu emang gak ketemu sebelum Ocha pindah?" kata Elsa terpaksa berbohong kepada Dika.
"Tadi aku ke rumah Ocha, tapi katanya Ocha pindah makanya aku tanya sama kamu kemana Ocha pindah!" jelas Dika.
"Aku gak tau Ka, maaf ya aku lagi sibuk!" Elsa pun menutup telponnya.
Nasi sudah menjadi bubur bagaimana Dika mencari Ocha sedangkan dia pun tidak tau kemana Ocha pindah.
Lalu Pak Tio menghampiri Dika dan mamahnya.
"Ada apa ini, kenapa kalian?" tanya Pak Tio.
"Gak papa pah!" kata Dika.
Lalu Dika pun masuk ke kamarnya dan Pak Tio masih penasaran ada apa sebenarnya. Lalu Ibu Uma menceritakan semua yang terjadi kepada Dika soal Ocha. Tetapi respon Pak Tio hanya biasa saja mendengarnya dan tidak perduli.
Siang harinya, Widia datang ke rumah Dika mengajak Dika untuk jalan bersamanya karena Widia ingin membeli barang yang sedang trend.
Mamahnya Dika pun memanggil Dika dan Dika pun keluar dari kamarnya menemui Widia, mereka pergi bersama.
"Dika, kamu kenapa sih diem terus. Aku kayak jalan sendiri tau Ka, kamu kenapa sih?" tanya Widia.
"Aku gak papa!" jawab Dika singkat.
"Itu foto siapa Wid? Ko mesra gitu," tanya Dika.
"Ehm Dika, bukan siapa-siapa kok, itu temen aku kemarin datang dari surabaya," kata Widia.
"Temen kamu ko mesra gitu, pelukan lagi!" kata Dika.
"Dika, kamu jangan curigaan gitu ah, aku ga suka. Kamu kan tahu kalo aku itu cinta banget sama kamu!" jelas Widia.
"Oh terus kemarin aku lihat kamu jalan sama cowok di mall itu juga kebetulan atau penglihatan aku aja yang lagi gak baik ya?" kata Dika.
Sontak Widia kaget mendengar ucapan Dika yang melihat dia berjalan dengan laki-laki lain.
Dika pun memberhentikan mobilnya.
"Aku mau kamu jawab jujur Wid, siapa cowok yang kemarin aku lihat?" tanya Dika.
"Ehm itu... itu... Dika kamu dengerin dulu aku yah!" kata Widia.
"Apa? Apa? Kamu itu keterlaluan tau gak, sebenarnya motif kamu itu apa sih? Kamu mau buat aku menderita dengan kamu selingkuh di belakang aku?" kata Dika kesal.
__ADS_1
"Enggak Dika, kamu tolong dengerin aku. Ia-ia aku bakalan ngaku sama kamu, kemarin itu aku jalan sama rio, rio itu sahabat lama aku cuma aku cinta sama dia," kata Widia.
"Kamu..." kata Dika.
Dika kehabisan kata-kata dan tidak menyangka bahwa Widia seperti itu. Dika benar-benar kecewa sekaligus marah kepada Widia.
"Aku minta maaf Dika, aku gak bermaksud mainin kamu. Tapi setelah kamu bertunangan sama aku, kamu pun gak perduli sama aku. Makanya aku duain kamu!" jelas Widia.
"Terus waktu aku deket sama Ocha kamu larang-larang, sekarang kamu malah selingkuh gitu? Maksud kamu apa?" tanya Dika.
"Sebenernya aku itu iri sama Ocha dan juga Elsa, Dika. Aku iri liat persahabatan mereka!" kata Widia sambil menangis.
"Apa iri?" kata Dika tidak menyangka.
"Makanya waktu Ocha deket sama kamu aku juga gak suka, dan saat aku tau kita di jodohkan aku senang karena aku bisa buat Ocha menderita," kata Widia jujur.
"Kamu itu jahat tau Wid, kok kamu tega sih?" Dika pun turun dari mobil Widia.
"Dika tolong dengerin aku dulu Dika." Teriak Widia.
Dika pun pergi dan pulang naik taksi, Dika benar-benar kecewa dan tidak menyangka akan seperti ini.
Keluarga Ocha pun sampai di Yogjakarta, lalu mereka menempati rumah pilihan Pak Fahri.
"Bagaimana rumah nya kalian suka kan?" tanya Pak Fahri.
"Suka pah, rumahnya bagus!" kata Ibu Lina.
"Ocha kamu lagi apa nak?" tanya Pak Fahri.
"Papah, Ocha gak lagi ngapa-ngapain kok pah, papah sama mamah istirahat aja yah. Biar Ocha yang beresin!" kata Ocha.
"Ya udah kamu jangan terlalu cape yah!" kata Pak Fahri.
"Ia pah," jawab Ocha.
"Aku bantu ya kak," kata Mutiara.
"Baik banget sih ade aku," kata Ocha sambil mencubit gemes pipi Mutiara.
Mutiara dan Ocha pun membereskan rumah dan barang-barang bawaannya bersama-sama.
"Oh ia kak, rumah nya enak yah aku suka deh kita bakalan disini terus kan?" tanya Mutiara.
"Kayaknya sih ia, kakak juga suka disini," kata Ocha.
__ADS_1
Kepindahan Ocha bersama keluarganya telah mengubah kehidupan Ocha, Ocha lebih semangat dan bahagia karena Ocha akan lebih fokus dengan kegiatannya.