Kasih Yang Tertunda

Kasih Yang Tertunda
Bab 31 Dibalik Kebaikan


__ADS_3

"Ha..ha..ha" tawa Widia di sebuah tempat sambil menggendong Disa.


"Bodoh banget sih mereka, makasih ya Jono kamu berhasil bawa Disa dan culik dia. Ini bayaran buat kamu, sesuai janji dan gak kurang. Tugas kamu udah beres, oh yah satu lagi jangan pernah kamu bocorin kejadian ini! Udah aku kasih bonus untuk tutup mulut jadi sekarang pergi deh!" kata Widia kepada Jono.


"Oke bos, semua aman terkendali," lalu akhirnya Jono pun pergi dari hadapan Widia.


Dengan tanpa bersalah, Disa dititipkan kepada orang suruhannya Widia untuk menjaga Disa dan Widia akan kembali untuk mengambil Disa setelah urusannya selesai. Widia pun pulang ke rumah dan berpura-pura tidak tau apa-apa.


"Ada apa ini kok rame gini kenapa?" kata Widia pura-pura tidak tahu.


"Disa di culik," kata Ibu Lina.


"Disa di culik? Kok bisa? Cha kan tadi aku titipin Disa sama kamu, kok bisa di culik sih Cha? Oh jangan-jangan kamu sengaja yah biarin Disa di culik!" kata Widia menyalahkan Ocha.


"Kamu jangan asal yah kalo ngomong, aku gak setega kamu Widia!" kata Ocha marah kepada Widia.


"Kok aku sih Cha, kan tadi Disa sama kamu," kata Widia.


"Ia sama aku, tadinya juga kan sama kamu dan kamu juga kayaknya sengaja yah titipin Disa ke aku, supaya kamu bisa bebas nyalahin aku. Udah deh aku gak mau nyalahin siapa-siapa disini, aku yang salah karena aku gak bener jagain Disa. Aku minta maaf El aku akan tanggung jawab semuanya." Kata Ocha dan berlalu keluar.


Elsa yang sedari tadi menangis pun tidak mendengarkan Ocha, lalu Dekta pun memeluk Elsa untuk menenangkan Elsa.


"Gini aja, kita cari disekitar sini siapa tau Disa ada disekitar sini dan kita cek juga di sekitar Resto gimana?" usul Widia.


Dika yang melihat Ocha keluar pun menyusul Ocha dan menghampiri Ocha lalu memeluknya dari samping sambil menenangkannya.


"Aku tau kamu gak sengaja Cha, Aku juga tau ini semua bukan salah kamu. Aku akan bantu cari Disa dan kita pasti bakal nemuin Disa!" kata Dika menjelaskan.


"Tapi aku takut Disa kenapa-kenapa Ka, aku khawatir sama Disa dia masih kecil gak tau apa-apa, aku takut terjadi sesuatu sama Disa," kata Ocha.


"Ia aku tau Cha, yang penting sekarang kamu harus tenang dulu. Aku juga khawatir tapi aku yakin Disa pasti baik-baik aja. Udah ya sekarang kamu tenangin diri kamu dulu," kata Dika meyakinkan.

__ADS_1


"Aku juga berharap seperti itu Dika," kata Ocha.


"Ya udah sekarang kamu istirahat dulu ya..." kata Dika.


"Enggak, gak bisa Ka" bantah Ocha.


"Terus mau gimana? Kita cari Disa aja yuk!" Ajak Dika.


"Tunggu deh Ka, aku masih inget wajah orang yang culik Disa Ka," sambil menangis dan melihat ke arah Dika.


"Kamu masih inget wajahnya? Berarti lebih gampang buat kita nyari Disa," kata Dika.


Ocha dan Dika pun memutuskan untuk mencari Disa hari itu juga tanpa sepengetahuan Elsa dan keluarga.


"Gimana kalo kita cari Disa sekarang. Gimana ide aku bagus kan El? Ayo kita cari Disa," kata Widia.


Dengan itu pun Elsa dan Dekta setuju untuk mencari keberadaan Disa. Pencarian pertama disekitar komplek.


"Disaa kamu dimana sayang, ini bunda," teriak Elsa sambil mencari Disa.


"Dekta, aku gak mau kehilangan Disa aku mau Disa, Dekta," kata Elsa sambil menangis.


"Ia aku juga, Disa akan baik-baik saja Sa," kata Dekta sambil mengelus kepalanya Elsa sembari Dekta pun panik.


Mereka semua akhirnya mencari Disa ke sekitar Restaurant berharap dapat menemukan Disa. Tetapi nihil tidak ada tanda-tanda Disa disini. Khawatir bercampur sedih yang kini dirasakan oleh Elsa dan juga Dekta entah bagaimana lagi agar Disa bisa ditemukan.


Di tempat lain, Ocha dan Dika terus mencari Disa tanpa henti dan berharap dapat menemukan Disa.


"Kita udah cari Disa kemana-mana tapi gak ada Ka, aku harus gimana?" tangis Ocha pun pecah dan jongkok di pinggir jalan tanda putus asa karena tidak menemukan Disa.


Dika pun membantu Ocha untuk berdiri dan membawa Ocha beristirahat di sebuah warung kopi di pinggir jalan.

__ADS_1


Hari sudah mulai gelap. Semua kembali ke rumah kecuali Ocha dan Dika, mereka masih mencari Disa yang kini entah dimana keberadaannya.


"Ocha dimana kok belum pulang, di telepon juga gak di angkat," kata Ibu Lina panik.


"Sama Bu, Dika juga belum pulang mungkin sekarang Dika sedang bersama Ocha," kata Ibu Uma.


Widia duduk di samping Elsa mengelus punggungnya Elsa. Padahal yang kini di samping Elsa adalah penyebab hilangnya Disa. Kelicikan Widia membuat persahabatan Elsa dan Ocha retak.


"Udah dong Sa jangan nangis terus, Disa akan baik-baik aja. Besok kita cari Disa lagi ya," kata Widia.


"Kamu bisanya cuma udah-udah aja gak ngerasain gimana rasanya kehilangan anak, apalagi di culik. Kalo gak ketemu gimana Widia? Ini semua juga gara-gara kamu teledor tau gak, coba aja tadi langsung kasih ke aku Disa nya bukan ke Ocha pasti kejadiannya gak bakalan kayak gini!" kata Elsa kesal.


"Ia maaf Elsa, aku kan hanya berusaha menghibur kamu supaya kamu gak sedih lagi, jangan nyalahin aku dong kan aku gak tau apa-apa El," kata Widia.


"Mending diem deh Widia!" kata Elsa.


Tak lama Ocha dan Dika kembali ke rumah tanpa kata karena mereka pun tau bahwa Disa belum ditemukan.


"Gimana nasibnya Disa sekarang Dekta?" tanya Elsa.


"Aku lagi telepon orang kepercayaan aku supaya dateng kesini untuk mencari Disa, kamu harus tenang dulu yah Elsa, aku yakin Disa akan baik-baik aja!" kata Dekta kepada Elsa.


"Ocha, aku gak akan terima yah kalo Disa kenapa-kenapa! Kamu tau kan akibatnya apa kalo Disa sampai gak ketemu?" kata Elsa marah kepada Ocha.


"Aku akan tanggung jawab El, tapi cukup dong kamu jangan terus desek aku, aku akan tanggung jawab El," kata ocha.


"Ocha, kamu yang sabar ya nak!" kata Ibu uma sambil mengelus punggungnya Ocha.


"Papah akan suruh temen-temen papah untuk mencari Disa jadi tidak perlu khawatir, papah pastikan Disa ketemu!" kata Papahnya Ocha kepada Ocha dan Elsa.


"Makasih ya Om..." kata Elsa.

__ADS_1


"Sekarang udah malam lebih baik kalian semua istirahat. Masalah Disa nanti Om akan bantu ya Elsa, Dekta." Kata Pak Fahri.


Setelah semuanya dibicarkan dengan baik, akhirnya mereka semua beristirahat dan kembali mencari Disa keesokan harinya.


__ADS_2