Kasih Yang Tertunda

Kasih Yang Tertunda
Bab 17 Pengakuan


__ADS_3

Tidak ada alasan bagi Dika membiarkan kehidupannya hancur, baru sesaat dia bertunangan dengan Widia tetapi sudah mendapatkan masalah baru.


Kelicikan dan kejahatan Widia saat ini kepada dirinya telah membuatnya marah dan harus membenci Ocha begitu lamanya. Dengan kesalahan yang tidak Ocha perbuat tetapi Ocha malah terkena himbasnya.


Saat ini Dika menjadi curiga kepada Widia, apakah yang menyenggol Ocha waktu itu juga perbuatannya Widia.


Tidak bisa membiarkan semuanya terlalu jauh, Dika harus menanyakannya secara langsung semua kebenarannya kepada Widia dan membuat keputusan yang tepat setelah mendengar penjelasannya.


Akhirnya mereka berdua pun bertemu di Cafe. Karena Dika meminta Widia untuk datang ke Cafe untuk menemuinya saat itu juga.


"Dika kok kamu tumben sih ajak aku ketemuan, romantis banget..." kata Widia.


"Aku gak mau berbasa-basi Widia. Aku tau kamu gak benar-benar cinta sama aku, jadi tolong kamu bilang sejujurnya sama aku tentang apa yang sudah kamu lakukan!" kata Dika.


"Kamu itu kenapa sih Dika, kamu tiba-tiba bicara gitu sama aku. Salah aku itu apa?" tanya Widia.


"Aku tanya sama kamu apa benar kamu mempunyai laki-laki lain selain aku seperti apa yang kamu jelaskan di mobil waktu itu?" tanya Dika.


"Dika kamu kok gitu sih," kata Widia mengelak.


"Jawab Widia, aku melihat semuanya," kata Dika marah.


"Kalo ia kenapa?" kata Widia.


"Oh, oke terus soal Ocha. Apa benar semua juga ulah kamu karena kamu tuduh Ocha supaya Ocha yang salah soal kejadian 3 tahun yang lalu?" kata Dika.


"Kok kamu jadi tuduh aku sih Dika! Jadi menurut kamu sekarang aku yang salah ia?" kata Widia.


"Disini bukan siapa yang benar dan salah Widia, aku butuh pengakuan kamu yang sebenarnya tentang apa yang udah kamu lakukan di belakang aku dan kepada Ocha!" Paksa Dika kepada Widia.


"Oke.. oke, aku akan bilang semuanya sama kamu, Dika aku juga cinta sama kamu tapi cinta aku gak sebesar aku cinta sama rio, karena apa? Karena saat aku tau kamu cinta sama Ocha, aku jadi membenci kamu dan hanya ingin manfaatin kamu!" pengakuan Widia kepada Dika.


Dika tidak menyangka akan seperti ini, Widia bisa sejahat dan selicik itu.


"Kamu keterlaluan Wid, oh jangan-jangan kamu juga yang jebak Ocha saat hari ulang tahun aku ia? " tanya Dika kepada Widia.

__ADS_1


"Owh tenang dulu dong Dika, waktu itu saat hari ulang tahun kamu memang ia itu aku yang buat Ocha bersalah, dan yah ternyata berhasil misahin kalian berdua," jawab Ocha dengan santainya tanpa merasa bersalah.


Dika masih tidak menyangka atas perlakuan Widia kepada Ocha yang begitu tega untuk menuduhnya. Tidak habis fikir kenapa masih ada orang setega itu berani memfitnah orang lain demi kepentingannya sendiri.


"Ini benar-benar keterlaluan Widia, kamu itu jahat yah ternyata. Makasih ya karena kamu udah pernah cinta sama aku, tapi sayangnya semua udah berakhir sampai disini!" kata Dika.


"Oh gak bisa, kita gak akan berakhir gitu aja Dika, papah kamu masih percaya sama aku bahwa aku adalah jodoh terbaik buat kamu!" Kata Widia percaya diri.


"Enggak lagi sekarang Widia, sandiwara kamu udah berakhir!" kata Dika sambil memperlihatkan rekaman pembicaraannya tadi.


Sontak Widia kaget karena tidak menyangka Dika merekam semua pembicaraannya. Kini Widia tidak bisa mengelak lagi dari sandiwaranya dan kali ini benar-benar berakhir dan tidak ada alasan bagi Widia untuk membela diri.


"Dika... Dika tunggu, aku minta maaf sama kamu, kamu tolong jangan tinggalin aku ya Dika aku mohon..." kata Widia.


Dika pun tidak menghiraukan Widia, Dika pun langsung melepas cincin tunangannya dan di buang ke lantai. Setelah itu Dika pergi meninggalkan Widia.


Widia menyesal dan mengejar Dika tetapi Dika sudah pergi jauh dari Cafe itu.


Ahhhhkkk!!!


"Dika ada apa?" tanya papahnya.


"Papah dengar aja sendiri!" kata Dika sambil memberikan rekaman pembicaraan dia dan Widia.


Pak Tio dan Ibu Uma mendengarkan pembicaraan itu lalu mereka kaget dan tidak menyangka ternyata Widia sejahat itu.


Dika pun terduduk sambil kesal dan marah karena tidak percaya kepada Ocha dan tega membenci dia, kini Dika tidak bisa apa-apa lagi.


Pak Tio pun meminta maaf kepada Dika atas perlakuannya selama ini karena tidak tahu akan begini jadinya.


Dika pun masuk ke kamar dan melihat foto Ocha yang kini hanya tinggal kenangan saja.


"Aku tau aku salah Cha, aku minta maaf sama kamu. Kamu dimana sekarang Cha?" kata Dika sambil memandang fotonya Ocha.


Ibu Uma pun masuk dan menghampiri Dika lalu duduk di ranjangnya Dika.

__ADS_1


"Dika terlambat mah!" kata Dika.


"Kamu belum terlambat Dika, masih ada kesempatan. Hanya saja kamu harus bersabar," kata mamahnya.


"Dika putus asa mah, aku gak sanggup, aku gak mau kehilangan Ocha lagi mah," kata Dika sambil meneteskan air matanya.


Dika benar-benar sedih atas kejadian yang menimpa dirinya, rapuh yang kini Dika rasakan dan tidak ada semangat untuk melakukan sesuatu.


Dua hari kemudian, Widia datang ke rumah Dika untuk meminta maaf kepada Dika dan keluarganya atas perbuatannya yang sangat tidak baik kepada keluarganya terutama kepada Dika.


"Kamu masih berani menampakan wajah kamu dihadapan saya?" kata Pak Tio galak.


"Om, Widia benar-benar minta maaf om, Widia benar-benar minta maaf," kata Widia memohon.


"Saya sudah memafkanmu, jadi lebih baik kamu pergi dan jangan datang lagi!" kata Pak Tio.


"Om tapi izinkan saya bertemu dengan Dika sekali saja om," kata Widia.


Lalu tiba-tiba Dika datang dan menghampiri Widia.


"Ada apa lagi?" tanya Dika.


"Dika, aku minta maaf atas perlakuan aku sama kamu, aku benar-benar jahat sama kamu," kata Widia.


"Ya udah kamu udah tau kesalahan kamu dimana, mending kamu pergi dan satu lagi jangan pernah datang lagi kesini!" kata Dika.


"Dika... Dika aku mohon jangan kamu benci sama aku Dika, aku masih mau berteman sama kamu. Tolong jangan benci sama aku aku minta maaf," mohon Widia.


"Aku kecewa sama kamu Widia, kamu pergi dari sini sekarang atau aku semakin membenci kamu!" kata Dika.


"Baik kalo gitu, ini aku kembalikan cincin kamu!" kata Widia sambil memberikan cincinnya kembali ke Dika.


Dika pun mengambil cincin tunangannya dengan Widia lalu menyuruh Widia untuk pergi dari hadapannya.


Widia pun pergi dengan sedih karena Dika saat ini sangat membenci Widia.

__ADS_1


Dika pun masuk kembali ke dalam dan berkutat dengan fikirannya yang saat ini sedang kacau.


__ADS_2