
Semuanya sudah bangun dan sudah siap untuk menjalani aktivitas di pagi hari ini, semuanya berkumpul di ruang tamu dan hendak pergi untuk menikmati suasana di Yogyakarta.
"Ihh... Kalian kok ninggalin aku sih, aku naik mobilnya siapa? Aku gak mau ya satu mobil sama Ocha! Aku maunya sama kamu Dika," kata Widia manja dan heboh sendiri yang di tinggal pergi keluar.
"Apaan sih kamu, kamu sadar gak sekarang kamu ada dimana?" kata Dika sedikit kesal melihat tingkahnya Widia.
"Udah gak usah ribut, lebih baik sekarang kita siap-siap, kalo Widia gak mau bareng kita bareng aja sama Dika gak papa," kata Mamahnya Ocha.
"Aduh-aduh, jangan ribut begitu dong Dika, Widia," kata Pak Tio.
Dika akhirnya masuk mobil di susul oleh Widia yang duduk di kursi depan bersama Dika membuat Dika kesal.
"Cha kesel deh aku sama Widia, gak tau malu banget. Udah ninggalin terus ngejar-ngejar lagi," kata Elsa.
"Gak papa lah udah yuk, kita berangkat sekarang!" kata Ocha.
Mereka pun berangkat dengan senangnya, ada yang main hp, video, bahkan foto-foto di dalam mobil.
"Dika, aku gak betah disini aku mau pulang ke Jakarta!" kata Widia memohon.
"Siapa yang suruh kamu untuk ikut kesini? Kan kamu yang mau!" kata Dika.
"Ih kamu jahat tau Ka," kata Widia.
Dika pun tidak menanggapi Widia yang memohon dan meminta pulang ke Jakarta karena Dika sedang fokus menyetir.
"Cha kamu kenapa, kok ngelamun?" tanya mamahnya.
"Enggak kok mah, Ocha gak lagi ngelamun," kata Ocha.
"Kakak nih bohong mah, bilang aja kak, kakak lagi mikirin kak Dika kan?" ledek Galang yang kini sedang menyetir.
"Kamu tuh, fokus aja nyetir!" kata Ocha.
Memang ada kecemburuan yang terselip di hati Ocha ketika Widia dekat dengan Dika, padahal sekarang tidak ada hubungan apa-apa antara Widia dengan Dika. Tetapi batin Ocha tidak bisa bohong bahwa Ocha itu cemburu.
Semuanya pun sampai di tempat wisata, mereka bersenang-senang sambil makan-makan, berfoto, dan menikmati indahnya pemandangan di tempat wisata tersebut.
"Cha kamu ko bengong sih?" tanya Elsa sambil menggendong Disa.
"Siapa yang bengong El?" kata Ocha.
"Itu kamu bengong, kamu kenapa gak gabung sama mereka kenapa malah disini sendiri?" tanya Elsa.
__ADS_1
"Enggak, lagi males aja. Hayy Disa..." kata Ocha mengalihkan pembicaraan, lalu menggendong Disa dan dibawa bermain.
Elsa yang melihat Ocha pun merasa aneh dengan tingkahnya Ocha, tidak biasanya Ocha seperti itu. Ocha yang Elsa kenal itu ceria, bukan galau tidak karuan.
"Disa mau apa sayang, beli kue yah mau?" kata Ocha kepada Disa.
"Anteng banget ajak main Disa," kata Dika dari arah belakang mengagetkan Ocha.
"Dika, kamu disini," kata Ocha sambil memilih kue untuk Disa.
"Kenapa gak gabung disana? Mereka semua pada makan-makan tuh," kata Dika.
"Kamu sendiri ngapain disini? Kenapa gak disana gabung sama mereka," kata Ocha.
"Karena disana gak ada kamu, makanya aku kesini karena ada kamu." Kata Dika tersenyum lalu menggendong Disa yang sedang di gendong oleh Ocha.
Ocha pun memberikan Disa kepada Dika dan membeli kue yang tadi dipilihnya lalu diberikan kepada Disa.
"Kamu kenapa Cha ko keliatannya sedih?" tanya Dika.
"Enggak, siapa yang sedih," kata Ocha berbohong.
"Sini deh aku mau kasih liat sesuatu sama kamu!" kata Dika mengajak Ocha ke tempat duduk di bawah pohon yang rindang, lalu berfoto bertiga bersama Disa.
"Kamu mau tunjukin ini sama aku? Foto kita bertiga?" kata Ocha.
"Kalo kamu sama aku kayak gini terus ada bayi di depan kita itu namanya apa?" tanya Dika.
"Kamu tuh apaan lagi Dika!" Kata Ocha langsung melepaskan rangkulan tangan Dika.
"Namanya itu adalah modus tau gak!" kata Ocha.
"Ya ampun kok modus sih, enggak Cha gak modus ini beneran!" kata Dika.
"Udah ah sini Disa sama tante aja, kalo sama Om Dika nanti kamu kena modusnya dia," kata Ocha menggendong Disa.
"Enak aja yah kamu." Ketawa Dika lepas.
Mereka pun bercanda bersama dan mengembalikan kebersamaan mereka yang telah hilang beberapa tahun yang lalu.
Kedua orang tua Dika dan Ocha pun melihat kebersamaan mereka, betapa bahagianya melihat Dika dan Ocha bersama tanpa ada orang yang mengganggu mereka. Orang tua Ocha dan Dika berharap jodoh mempersatukan mereka.
"Ya udah yuk kita kesana!" Ajak Ocha kepada Dika menghampiri keluarganya yang asik makan-makan.
__ADS_1
Setelah selesai makan-makan, mereka semua pergi untuk berbelanja bahan makanan untuk dimasak nanti dan membeli oleh-oleh untuk di bawa pulang ke Jakarta.
"Liat deh ini aksesoris nya bagus banget Dika," kata Widia kepada Dika sambil memperlihatkan aksesoris yang ia pilih.
"Ia bagus!" kata Dika.
"Ih nyebelin banget sih Dika, gak tau apa aku ikut kesini karena ingin buat dika deket lagi sama aku, tapi sekarang malah kacau. Liat aja Dika, aku gagal satu kali aku akan buat kamu Dua kali lipat jatuh hati sama aku!" batin Widia, sambil meremas aksesoris miliknya sampai rusak.
"Kamu kenapa sih? Udah gila apa?" kata Elsa sambil menepuk pundaknya Widia yang meremas aksesorisnya.
"Bukan urusan kamu!" kata Widia sambil berlalu.
"Ihh..... Aneh!" teriak Elsa kepada Widia. Baru tersadar bahwa Disa sekarang bersama Ocha lalu Elsa pun mencari Ocha.
"Kamu kenapa bun?" tanya Dekta kepada Elsa yang sedang bingung mencari Ocha.
"Pap, aku lagi nyari Ocha, karena Disa sama Ocha tadi," kata Elsa.
"Oh ia yah, ya udah yuk kita cari Disa," kata Dekta.
Elsa dan Dekta pun mencari keberadaan Ocha dan Disa. Setelah lama mencari, akhirnya mereka bertemu dengan Ocha yang sedang membelikan topi untuk Disa.
"Ya ampun Ocha kamu tadi aku cariin loh, ternyata disini," kata Elsa.
"Hayy.. Maaf yah aku bawa Disa jalan-jalan," kata Ocha sambil memberikan Disa kepada Elsa.
"Gak papa Cha, aku khawatir takut dia nangis jadi dicariin deh," kata Elsa menggendong Disa.
"Ya udah aku duluan ya ke mobil!" kata Ocha berlalu.
Dika dan orang tuanya berbelanja banyak untuk dibawa ke Jakarta dan sibuk memilih barang serta makanan ringan khas Yogyakarta.
"Mamah udah dong mah belanjanya, mamah udah banyak banget ini belanja!" kata Dika yang menenteng belanjaan mamahnya.
"Aduh Dika, mumpung ada di Yogyakarta jadi mamah mau borong semuanya!" kata mamahnya.
"Aduh mamah, ini kurang banyak apa? Udah 3 kresek loh mah," kata Dika.
Ibu Uma tidak mendengarkan perkataan Dika dan terus saja memilih tanpa henti membuat kaki Dika terus berdiri memegang belanjaan mamahnya.
Setelah selesai belanja dan semua barang dimasukkan kedalam mobil, semuanya pergi ke Cafe kecuali Ocha karena lelah dan diam di mobil.
"Ocha kenapa gak ikut?" tanya Dika memecahkan keheningan.
__ADS_1
"Ocha katanya lelah dan pengen istirahat," kata Pak Fahri menjawab pertanyaan Dika.
Setelah selesai makan, mereka pulang dan merasakan kebahagiaan karena sudah jalan-jalan dan juga belanja.