Kasih Yang Tertunda

Kasih Yang Tertunda
Bab 59 Dapat


__ADS_3

Hari ini Ocha masih di Rumah Sakit, kini Ocha sedang berbicara dengan Elsa melalui telepon, mereka sedang asik video call dan saling bertatap muka walaupun lewat ponsel.


Elsa senang karena sahabatnya tidak apa-apa, begitupun dengan Dekta sekarang Dekta sudah membaik dan sudah pulang sejak dua hari yang lalu.


Saat mendengar Ocha kecelakaan, Elsa panik dan takut terjadi apa-apa kepada sahabatnya itu.


"Aku senang karena kamu baik-baik aja Cha, aku dengar kamu juga diserang sama orang yang sama menyerang Dekta," kata Elsa.


"Hmm... tapi aku udah gak apa-apa," kata Ocha.


"Sekarang Dika lagi sama kamu?" tanya Elsa.


"Enggak, aku gak tau dia dimana aku gak peduli lagi sama dia kesel aku sama Dika," kata Ocha.


"Ya ampun Cha jangan gitu, Dika itu baik tau," kata Elsa.


Tiba-tiba Dika datang dan hanya melihat Ocha yang sedang asik ngobrol dengan Elsa, Ocha pun melihat Dika sekilas lalu fokus lagi ke Elsa.


Dika pun tidak berbicara dengan Ocha hanya melihat Ocha dan mengambil tas yang ketinggalan di ruang rawat Ocha. Setelah Dika diambang pintu hendak keluar, Ocha pun memanggil Dika.


Seketika Dika langsung menoleh ke arah suara, dan melihat ke arah Ocha yang memanggil namanya.


"Ia Cha?" kata Dika.


"Nih kunci mobil kamu, jangan sampai kamu balik lagi gara-gara lupa kunci," kata Ocha.


Dika pun menghampiri Ocha dan mengambil kunci mobil yang dipegangnya ditangan Ocha.


Dengan sedih, Dika pun keluar dari ruang rawat Ocha tanpa berkata apa-apa kepada Ocha.


"Loh kamu kok bawa tas, kamu mau kemana Ka?" tanya Ibu Lina yang baru datang dan melihat Dika.


"Dika pamit tante, Dika mau pulang ke Jakarta," kata Dika.

__ADS_1


"Loh kok mau pulang aja, Ocha masih marah ya sama kamu?" kata Ibu Lina.


"Enggak tante, Ocha gak marah kok," kata Dika berbohong.


"Kamu itu gak bisa bohong sama tante, Ocha cuekin kamu kan?" kata Ibu Lina.


Dika pun hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan Ibu Lina, Dika pun pamit kepada Ibu Lina karena akan pulang ke Jakarta.


Setelah Dika pergi, Ibu Lina masuk ke dalam ruang rawat Ocha dan membawakan makanan untuk Ocha.


Ibu Lina menjelaskan kepada Ocha bahwa Dika tidak sepenuhnya bersalah, Ibu Lina ingin yang terbaik untuk Ocha karena Ibu Lina tau bahwa sebenarnya Ocha juga tidak bisa melepaskan Dika begitu saja.


Dari hati kecil Ocha, melihat Dika seperti itu tidak tega karena bagaimanapun ini bukan kesalahannya.


Dari penjelasan mamahnya, Dika hanya ingin melindungi Ocha dan tidak ingin melihat Ocha terluka. Tetapi Ocha salah faham dalam hal ini membuat Dika dan Ocha berjauhan.


Bukan sepenuhnya salah Dika dan bukan juga keegoisan Ocha. Sebenarnya, mereka berdua hanya tidak ingin merasakan perpisahan lagi.


Sebenarnya mereka tidak bisa menyalahkan keadaan tetapi bagaimana cara kita menyikapinya agar kita tidak salah menilai dari kenyataan yang ada.


Orang tuanya Dika pun menunggu kedatangan Dika dan ingin segera tahu apa rencana selanjutnya.


***


Disisi lain, mendengar kabar bahwa Ega dan Guno telah di tangkap, Pak Setyo dan Widia panik karena kejahatan mereka berdua telah terungkap.


Sesampainya di Jakarta, Dika dan Polisi telah ada di depan rumah Pak Setyo karena akan menangkap pelaku kejahatan yang sesungguhnya.


"Tidak akan aku biarkan ada korban lagi, gara-gara mereka Ocha menjadi korban. Siapa orangnya yang kuat melihat kekasihnya terluka. Akan aku jebloskan kalian ke penjara dan aku pastikan kalian tidak akan bisa lagi menyakiti orang-orang terdekatku!" batin Dika.


"Rumah ini sudah di kepung, segera keluar atau pintu ini kami dobrak!" kata salah satu orang Polisi.


"Aduh pah gimana ini? Masa ia sih aku di penjara dua kali kan gak lucu. Papah sih, kenapa kita gak kabur aja sih pah," kata Widia panik.

__ADS_1


"Kamu juga kenapa gak ingetin papah Widia?" kata Pak Setyo panik juga.


Braaakk.


Tidak dapat menahan emosi dihadapan Polisi, Dika mendobrak pintu rumah Pak Setyo dengan keras sampai terbuka. Polisi yang ada bersama Dika pun kaget melihat aksi Dika yang nekat tanpa ada perintah.


Lucunya, Dika bukan anggota Polisi tetapi sudah seperti anggota Polisi. Dasar Dika, Polisi pun langsung masuk dan membawa Widia dan Pak Setyo.


"Kamu! Awas kamu ya, urusan kita belum selesai Dika," kata Pak Setyo yang sudah berada di dalam mobil Polisi.


"Lebih baik Pak Setyo berubah, sebelum terlambat." Kata Dika kepada Pak Setyo.


"Beraninya!" kata Pak Setyo.


"Terima kasih pak sudah membantu saya," kata Dika kepada Polisi.


"Sama-sama Pak Dika, kalau begitu kami permisi," kata Pak Polisi.


Setelah urusan Dika selesai, Dika pun segera pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Dika segera membersihkan diri.


Orang tua Dika pun menunggu Dika untuk bisa mengobrol bersama, dan ingin mengetahui keadaan Ocha yang sebenarnya karena tidak sempat untuk menjenguk Ocha disana.


Setelah selesai membersihkan diri, dengan segera Dika menghampiri kedua orang tuanya dan berbincang membahas keadaan Ocha. Dika juga bilang kepada orang tuanya bahwa sekarang hubungan Dika dengan Ocha sedang tidak baik dan Ocha sedang marah kepada Dika sampai mengacuhkannya tanpa peduli dengan adanya Dika.


Insiden ini menjadikan hubungan Ocha dan Dika benar-benar retak, Hubungan yang didambakan dan hubungan yang diharapkan menjadi berantakan.


Tetapi orang tua Dika selalu mengingatkan bahwa jodoh tidak akan kemana. Dika harus lebih berusaha kembali agar Ocha bisa memaafkan Dika bagaimanapun caranya.


Keesokan harinya, Dika menghubungi Dekta karena ingin tahu keadaannya, rencananya pagi ini Dika akan mengunjungi Dekta ke rumahnya karena Dekta sudah dipulangkan sejak dua hari yang lalu.


Sebelum ke rumah Dekta, Dika pergi ke kantor terlebih dahulu karena ada berkas yang harus di tanda tangani untuk pembangunan Proyek yang sedang dalam tahap perencanaan.


"Pak Dika, maaf pak ini ada berkas yang harus bapak tanda tangani dan ini daftar nama orang-orang yang akan ikut mengawasi pembangunan Proyek disana," kata salah satu karyawan.

__ADS_1


Dika segera mengecek daftar nama yang tertera di atas kertas tersebut. Sebelum menandatangani persetujuan, Dika membaca terlebih dahulu agar tidak ada yang terlewat satupun.


Setelah selesai dari kantor, Dika segera pergi ke rumah Dekta dan berbelanja makanan untuk dibawa ke rumah Dekta.


__ADS_2