Kasih Yang Tertunda

Kasih Yang Tertunda
Bab 38 Kecelakaan


__ADS_3

Seperti biasa, di pagi hari Dika siap-siap berangkat bekerja dengan penuh semangat. Sebelum berangkat bekerja, Dika menyempatkan untuk menghubungi Ocha terlebih dahulu.


"Kok gak di angkat ya?" gumam Dika sambil membenarkan dasi yang dipakainya dan melihat dirinya di cermin.


"Kenapa ka?" tanya mamahnya.


"Gak papa mah, ya udah yah Dika berangkat dulu mah," kata Dika sambil mengambil kunci mobil yang tergeletak di meja.


"Ia hati-hati ya. Oh iya mamah mau beli gaun buat Ocha nanti ukurannya biar mamah tanyain deh ke Ocha ya, sebagai hadiah dari mamah khusus," kata mamahnya.


"Ia mah terserah mamah aja, Dika berangkat ya daah mah," kata Dika berlalu keluar.


"Seneng banget ya mah lihat anak kita bahagia kayak gitu, serasa rumah ini hidup. Apalagi di tambah dengan kehadiran cucu pasti lebih rame lagi," kata Pak Tio.


"Papah ini udah ngomongin cucu aja, pah pah!" kata mamanya berlalu ke dapur.


Ocha pun bersiap untuk pergi ke Bandung karena ketertundaan keberangkatannya jadi hari ini berangkat bersama mamahnya.


"Cha ayo dong keburu siang ini, cepetan!" teriak mamahnya di dalam mobil.


Tak lama Ocha pun keluar dan masuk ke dalam mobil, bersiap untuk melajukan mobilnya.


"Kak tunggu!!" teriak Mutiara lalu langsung naik ke dalam mobil di jok belakang.


"Lah kamu mau kemana Mutiara?" tanya mamahnya.


"Ikutlah mamah, kan udah lama gak ke Bandung. Aku masa gak di ajak," kata Mutiara.


"Kamu jaga Resto disini dong, gimana sih kamu ah," kata mamahnya.


"Mamah nih aku pengen ikut!" kata Mutiara cemberut.


"Ya udah ikut aja orang kamu udah naik juga. Udah ah jangan cemberut gitu nanti cantiknya ilang tau," kata Mamahnya.


Mereka semua berangkat ke Bandung dan menikmati perjalan meskipun sudah sering ke Bandung, tetapi bagi keluarga Ocha tidak pernah ada bosannya.


Diperjalanan, Ocha melihat layar ponsel nya dan ada panggilan tak terjawab dari Dika tertera disana beberapa kali. Akhirnya Ocha pun menelpon balik ke Dika dan di angkat oleh Dika.


"Halo Ocha," kata Dika sambil menyetir.


"Maaf ya tadi kamu telepon aku gak aku angkat, aku baru cek Hp soalnya," kata Ocha.


"Ia gak papa kok Cha..." kata Dika.

__ADS_1


"Hari ini aku ke Bandung dan ini lagi di jalan sama mamah juga," kata Ocha.


"Oh ke Bandung, salam ke mamah ya," kata Dika.


"Mamah?" Kata Ocha sambil tersenyum.


"Ia, mamah kamu kan nanti jadi mamah aku!" kata Dika sambil senyum jail.


"Kamu nih, oke mamah kamu juga nanti jadi mamah aku!" Kata Ocha membalas Dika.


"Oke!" kata Dika.


Tiba-tiba ada suara klakson mobil truk di belakang mobilnya Dika, sontak Dika melihat lewat kaca spion. Terlihat mobil truk itu tidak terkendali dan menabrak belakang mobilnya Dika dengan keras sampai mobil Dika pun tidak terkendali.


"Aaaaaaaa...." Teriak Dika dan menjatuhkan ponselnya karena berusaha mengendalikan mobil yang di kemudikannya.


Dika yang sulit untuk mengendalikan mobilnya, akhirnya mobil yang dinaiki oleh Dika pun menabrak sebuah toko yang menyebabkan kerusakan sangat parah pada toko. Dika pun menabrak satu orang perempuan yang tak lain adalah karyawan toko tersebut.


Mobil yang dinaiki oleh Dika pun rusak dan menyebabkan luka parah kepada Dika.


Ocha pun kaget dan membulatkan matanya yang mendengar teriakan Dika.


"Dika.. halo Ka, Dika!" kata Ocha.


"Dika mah..." mencoba menelpon Dika kembali tetapi ponselnya tidak bisa dihubungi.


Sopir truk tersebut pun ikut terguling karena truk yang di tumpanginya pun terguling. Sopir truk tersebut mengalami cidera di bagian kepala dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit dengan pengawasan pihak kepolisian.


Polisi pun berjejer dan menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut dan menyelidiki sopir truk yang menyetir tidak terkendali.


Suara sirine Ambulance yang datang untuk membawa korban ke Rumah Sakit pun tiba. Dika dan korban kecelakaan tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.


Dika dan korban yang lain dilarikan ke Rs untuk segera ditangani. Pihak rumah sakit menelpon orang tuanya Dika dan juga orang tua gadis yang tertabrak oleh Dika.


"Halo," kata Ibu Uma.


"Selamat siang bu, apakah benar ini dengan orang tuanya Dika?" tanya suster yang menelpon dari pihak Rumah Sakit.


"Ia betul, dengan siapa ya?" tanya Ibu Uma.


"Kami dari pihak Rumah Sakit, memberitahukan bahwa putra ibu yang bernama Dika mengalami kecelakaan dan sekarang sedang ditangani oleh Dokter!" kata suster menjelaskan.


"Apa? Kecelakaan?" Ibu Uma pun langsung mematikan telepon dari suster itu dan lari ke belakang rumah untuk memberitahukan kepada Pak Tio.

__ADS_1


"Ada apa mah ko panik gitu?" tanya Pak Tio.


"Pah, anak kita Dika. Dia kecelakaan pah dan sekarang ada di Rumah Sakit," kata Ibu Uma menangis tersedu-sedu.


Mendengar hal itu, Pak Tio pun kaget. Dengan cepat Pak Tio dan Ibu Uma datang ke Rumah Sakit untuk melihat keadaan Dika.


Sesampainya di Rumah sakit, orang tua Dika pun menanyakan dimana keberadaan Dika.


Suster memberitahu bahwa Dika sedang berada di Ruang ICU dan sedang ditangani oleh Dokter.


Ibu Uma dan Pak Tio pun segera menuju ke Ruang ICU tempat dimana Dika ditangani. Tangis Ibu Uma seakan tidak bisa di bendung lagi.


"Pah Dika pah, mamah takut Dika kenapa-kenapa!" kata Ibu Uma.


"Sabar mah, papah yakin Dika pasti baik-baik saja," kata Pak Tio sambil memeluk Ibu Uma dari samping.


Orang tua dari korban yang di tabrak oleh Dika pun datang dengan keadaan marah kepada keluarga Pak Tio.


"Oh jadi ini orang tuanya, dengar ya bu. Anak saya jadi korban kecelakaan gara-gara anak ibu. Ibu dan anak ibu harus tanggung jawab!" kata Ibu Nita marah yang tak lain adalah ibunya Heln, gadis yang tidak sengaja di tabrak oleh Dika.


"Tolong bu sabar dulu, anak saya juga sedang ditangani Dokter, tolong sabar!" kata Pak Tio.


"Kami akan tanggung jawab bu, tapi saya mohon sabar bu!" kata Ibu Uma.


"Sabar-sabar, dengar yah pokoknya kalo kalian tidak bertanggung jawab saya laporkan Polisi!" Ancam Ibu Nita kepada Ibu Uma dan Pak Tio lalu pergi meninggalkan mereka.


"Ocha harus tau pah soal ini!" kata Ibu Uma.


Pak Tio pun menelpon Ocha untuk menyampaikan kecelakaan yang menimpa Dika saat ini.


Deg!!


Setelah Pak Tio mengabari Ocha, Ocha yang sedang diperjalanan pun langsung menghentikan mobilnya mendadak. Seketika itu air mata Ocha pun mengalir tidak bisa ditahan lagi.


"Cha ya ampun ada apa? Kenapa?" tanya mamahnya dengan panik.


Ibu Lina pun merebut ponsel yang di pegang oleh Ocha.


"Halo Ibu Uma ada apa ya?" Tanya Ibu Lina.


"Bu Lina ini saya Pak Tio. Dika bu, Dika kecelakaan" kata Pak Tio.


"Kecelakaan?" Ibu Lina yang mendengar kabar tersebut pun kaget dan menyuruh Ocha untuk ke Jakarta dan melihat kondisi Dika.

__ADS_1


Dengan cepat Ocha pun memutar balik arah dan melaju dengan cepat ke arah Jakarta.


__ADS_2