Kasih Yang Tertunda

Kasih Yang Tertunda
Bab 25 Dekat Kembali


__ADS_3

Hari sudah malam, Ocha pun fokus menyetir dan jalanan pun tidak macet menjadikan Ocha cepat dalam menyetir. Orang tua Ocha pun menunggu kedatangan Ocha karena mereka pun khawatir dengan Ocha yang belum sampai.


"Papah, Ocha tuh emang keras kepala banget. Mamah kan suruh dia gak usah pulang. Ocha tetep aja keukeuh pulang, sekarang udah malem pah mamah khawatir sama Ocha," kata Ibu Lina kepada Pak Fahri.


"Ya sudah papah hubungi Ocha sekarang," mencoba menghubungi Ocha.


Ocha pun mengangkat telepon dari papahnya dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja tidak perlu khawatir karena beberapa jam lagi akan sampai.


Pak Fahri dan Ibu Lina pun merasa tenang mendengar Ocha baik-baik saja.


"Kak Ocha emang gak nginep disana mah?" Tanya Galang.


"Enggak, ya gitu deh kakak kamu maunya langsung pulang," kata Ibu Lina.


"Yah Kak Ocha sih kayaknya gak betah disana makanya mau langsung pulang," kata Mutiara.


"Kalian istirahat aja sana, tidur lebih awal biar fresh besok!" kata Pak Fahri.


Lalu Galang dan Mutiara pun menurut dan segera beristirahat.


Di kamarnya, Dika tidak tenang karena masih megkhawatirkan Ocha yang belum ada kabar sudah selarut ini. Dika mencoba untuk menelepon Ocha tetapi tetap tidak di angkat oleh Ocha.


Tin...Tin...Tin.


"Kok macet ya ada apa sih?" kata Ocha yang penasaran langsung turun lalu melihat kemacetan tersebut.


Ternyata ada kecelakaan di depan yang membuat kemacetan. Truk terguling dan menindih satu mobil sedan, dan korban langsung dilarikan ke rs.


Dika mendengarkan berita terbaru di tv dan keluarga Ocha pun sama melihat berita kecelakaan itu dan khawatir kepada Ocha. mereka pun menelepon Ocha tetapi tidak ada jawaban karena ponsel Ocha di dalam mobil sedangkan Ocha sedang ada diluar.


Tak berapa lama, Ocha pun masuk mobil kembali dan melihat ponselnya ada banyak panggilan masuk yang tidak terjawab. Ocha pun menelpon keluarganya.


"Ocha kamu baik-baik aja kan? Kok kamu gak jawab teleponnya sih," kata mamahnya marah.


"Maaf mah, tadi Ocha diluar mobil dan hp nya gak dibawa. Ocha baik-baik aja kok mah ini lagi kejebak macet," kata Ocha.


"Kejebak macet karena ada yang kecelakaan?" Tanya mamahnya.


"Ia, di depan ada kecelakaan dan Ocha kejebak macet karena itu. Mamah gak perlu khawatir ya Ocha baik-baik aja kok, mamah sama papah istirahat aja ya," kata Ocha.


"Syukurlah kamu baik-baik aja, mamah tuh khawatir makanya kalo di telpon tuh angkat!" Omel mamahnya.

__ADS_1


"Ia mamah, udah ya mah Ocha tutup nih..." kata Ocha.


"Ya udah kamu hati-hati." Kata mamahnya.


Ocha pun menutup telpon nya dan melihat ada panggilan tak terjawab dari Dika. Ocha pun menelpon balik kepada Dika.


"Halo Cha, Cha kamu baik-baik aja kan?" Tanya Dika.


"Ia aku baik kok Ka," kata Ocha.


"Tadi aku liat berita dan ada kecelakaan di jalan arah Yogyakarta Cha," kata Dika panik.


"Enggak papa, cuma ini lagi macet aja karena kecelakaan itu, situasi udah membaik kok Ka," kata Ocha.


"Syukurlah kalo sudah membaik, aku khawatir Cha sama kamu," kata Dika.


Ocha yang mendengar bahwa Dika khawatir kepadanya, pipinya Ocha pun berubah memerah dan jantungnya pun berdetak dengan cepat. Entah perasaan apa yang membuat Ocha seperti ini, bahagia bercampur aneh.


Jalanan pun sudah lancar kembali dan Ocha melanjutkan perjalananya untuk segera pulang ke rumah.


Beberapa jam kemudian, Ocha pun sampai dan dia selalu sedia kunci cadangan berjaga-jaga jika keluarganya sudah istirahat, jadi Ocha tidak harus menganggu mereka.


Hari berganti pagi, Ocha berbelanja untuk stok di Restaurant karena kemarin dapat kabar bahwa stok sudah habis dan Ocha harus segera belanja untuk stok.


Terkadang Ibu Lina pun turun tangan untuk membantu di Restaurant nya Ocha bahkan sampai ke cabang dan ditemani oleh Pak Fahri sekalian refreshing dan berbelanja.


Itulah kegiatan keluarga Pak Fahri di Yogyakarta. Semenjak Ocha memiliki usaha sendiri, Pak Fahri tidak bekerja lagi dan fokus membantu Ocha.


Dika menelepon Ocha untuk menanyakan apakah dia baik-baik saja, karena Dika belum tenang jika belum mendengar kabar dari Ocha.


"Halo Cha, kamu lagi ngapain gimana semalem baik-baik aja kan?" tanya Dika.


"Baik kok ka, kamu kok nelpon pagi-pagi kayak gini kamu gak kerja?" tanya Dika.


"Aku kerja, ini udah di kantor dan membereskan file yang belum beres, aku seneng dengernya kalo kamu sampai dengan selamat. Oh ia kamu lagi ngapain Cha?" tanya Dika.


"Aku lagi belanja buat stok di Restaurant sama mamah," kata Ocha.


"Oh sama tante, boleh aku bicara sama mamah kamu gak?" tanya Dika.


"Boleh, mah ini Dika katanya mau bicara," memberikan ponselnya kepada mamahnya.

__ADS_1


"Halo Dika, calon mantu!" kata Ibu Lina sambil senyum-senyum.


"Mamah nih apaan sih mah," kata Ocha kaget.


"Tante, apa kabar tante?" tanya Dika tersipu malu.


"Baik kok, kamu baik kan dika gimana kabarnya?" tanya Ibu Lina balik.


"Baik tante," kata Dika.


"Sini loh main Ka, tante lagi belanja nih kalo kamu kesini nanti tante masakin deh spesial. Main yah kesini Ka!" kata Ibu Lina.


"Siap tante, nanti Dika main kesana," kata Dika senang.


Ocha yang mendengarnya pun hanya menyerngitkan dahi tanda tidak percaya bahwa mamahnya akan blak-blakan seperti itu mengajak Dika untuk datang ke Yogyakarta.


Dika juga malah mengiyakan ajakan Ibu Lina dan tidak menolak sama sekali ajakan itu, benar-benar membuat Ocha tidak menyangka dan tidak habis fikir.


Mamahnya Ocha pun selesai berbicara dengan Dika dan ponselnya pun diberikan kembali kepada Ocha.


"Aduh maaf ya Dika mamah tuh selalu seperti itu," kata Ocha malu-malu.


"Gak papa, aku senang kok mamah kamu suruh aku dateng kesana. Gak papa kan kalo aku mau dateng kesana?" tanya Dika.


"Ia gak papa, ya sekalian kamu silaturahmi aja, dan sekalian jalan-jalan," kata Ocha sambil ketawa kecil.


"Yaaah jalan-jalan mah sering Cha, tapi kalo jalan-jalan di hati kamu belum pernah deh kayaknya," kata Dika tertawa.


"Kamu apaan sih malah gombal deh," kata Ocha.


"Siapa yang gombal sih, serius emang aku belum pernah loh jalan-jalan di hati kamu hehehe..." kata Dika.


"Udah ah gombal mulu gak lucu tau, udah ya aku lagi belanja nih keburu siang," kata Ocha.


"Oke Ocha." Kata Dika.


Ocha pun menutup telpon dari Dika dan kembali melanjutkan belanja bersama mamahnya.


"Cieee yang lagi jatuh cinta, mamah restuin deh kamu sama Dika... Ekhem," kata mamahnya sambil ledekin Ocha.


"Mamah ah, udah ah mah jangan ledekin Ocha terus dong," pipi Ocha pun memanas dan memerah karena malu.

__ADS_1


"Ciee... Ciee..." mamahnya terus meledek Ocha.


Mereka pun melanjutkan belanja. Setelah selesai belanja, langsung pergi ke Resto dan mempersiapkan segala sesuatu untuk di Resto.


__ADS_2