
"Ocha, kamu akan ke Jakarta kan untuk menghadiri Reuni?" tanya Ibu Uma.
"Ia tante kayaknya aku bakalan ke Jakarta," kata Ocha.
Ibu Uma sangat senang mendengar bahwa Ocha akan datang ke Jakarta, karena Ibu Uma sejak awal sudah menyukai Ocha karena kebaikan dan ketulusannya.
"Oh ia tante tunggu yah Ocha, jangan lupa mampir kesini ya... Ini silahkan bicara lagi dengan Dika!" Ibu Uma pun memberikan ponselnya kepada Dika.
Dika pun mengambil ponsel nya lalu pergi ke kamar.
"Maaf Ocha tadi mamah..." kata Dika.
"Gak papa aku senang kok Dika ya udah ya aku lagi nyetir, salam buat mamah kamu ya!" kata Ocha.
"I.. ia Cha." Kata Dika.
Lalu Ocha pun mematikan ponsel nya dan fokus menyetir.
Dika pun keluar lagi dari kamarnya dan mengajak mamahnya belanja.
"Mah... Ayo kita belanja katanya mau beli bahan kue!" ajak Dika kepada mamahnya.
"Tadi katanya gak mau, denger Ocha aja mau dateng kamu giat banget." Ledek mamahnya.
"Bukan gitu mah, ayo sekarang kita berangkat," kata Dika.
Ibu Uma dan Dika pun berangkat ke toko alat dan bahan kue untuk berbelanja bahan-bahan kue. Ibu Uma juga membeli alatnya karena takut ada yang kurang jadi tidak perlu balik lagi.
Dika pun pergi ke toko sebelah untuk membeli jam tangan baru tanpa sepengetahuan mamahnya.
Ibu Uma mencari keberadaan Dika tetapi tidak ada dimana-mana. Tapi Ibu Uma sudah tau tabiat Dika jika belanja, Dika memang selalu pergi dan membeli sesuatu yang dia inginkan.
Lima belas menit berlalu, kemudian Dika pun datang dan Ibu Uma telah selesai berbelanja. Mereka pun pulang dengan membawa banyak belanjaan.
Hari mulai gelap, Ibu Uma sibuk membuat kue untuk diberikan kepada Ocha besok, saking sibuknya Ibu Uma sampai tidak tahu bahwa Pak Tio ada di sampingnya.
"Asik banget bikin kue nya," kata Pak Tio mengagetkan Ibu Uma.
"Papah ih, ngagetin aja deh. Mamah lagi buat kue ini buat Ocha pah," kata Bu Uma.
"Ocha, emang dia mau ke Jakarta? Emang Ocha mau gitu ketemu sama anak kita?" kata Pak Tio.
"Ya mau dong pah, masa enggak anak kita kan ganteng baik lagi." Kata Ibu Uma sambil senyum dan memasukan loyang yang berisi kue ke dalam oven.
Pak Tio pun pergi ke dalam dan beristirahat dengan Dika yang kebetulan Dika sedang bermain game di ruang keluarga. Pak Tio menggelengkan kepalanya melihat tingkah Dika yang sedang maen game.
__ADS_1
"Dika.. Dika, kamu tuh yah diluar sana udah punya momongan, kamu malah asik maen game kapan kamu mau nikah?" tanya Pak Tio.
"Papah nih apa sih pah, jodohnya aja belum ada," kata Dika.
"Kamu tuh, kalo gak ada beneran gimana?" ledek Pak Tio.
"Aduh papah jangan dong pah, gini pah jodoh yang di tunggu Dika tuh kebetulan lagi otw pah. Jadi nanti Dika bakalan jemput dia." Kata Dika sambil tersenyum dan fokus main game.
"Walah kamu tuh bisa aja," kata Pak Tio sambil tertawa karena mendengar ucapannya Dika.
Hari pun berlalu semua berkumpul di gedung untuk menghadiri acara Reuni Alumni empat tahun yang lalu, yang seharusnya di adakan tahun depan. Tetapi menjadi tahun sekarang karena panitia akan pergi ke luar negeri dan menetap disana dan sebelum pergi panitia ingin diadakan Reuni.
Ada beberapa orang yang sudah datang dan ada yang belum datang, begitupun dengan Dika dia sudah datang dan mengobrol dengan teman-temannya.
Elsa datang bersama Disa dan juga suaminya, mereka semua asik dengan pertemuan mereka yang telah lama tidak bertemu.
Tetapi berbeda dengan Ocha, dia belum datang karena keadaan jalanan yang macet dan menghambat perjalanan Ocha untuk sampai ke tempat Reuni.
"Hayy Dika?" tanya Widia dari belakang badan Dika.
Dika pun berbalik dan melihat Widia dengan santai tanpa reaksi sedikitpun.
"Ada apa ya Widia?" tanya Dika.
"Udahlah Widia semuanya sudah berlalu, kita juga gak ada hubungan apa-apa. Lebih baik kamu lupain dan jangan bahas lagi, soalnya aku udah gak mau bahas." Kata Dika beranjak dari tempat duduknya dan hendak pergi.
"Dika tunggu!" cegah Widia.
"Ya ampun ngapain lagi Widia dekat-dekat sama Dika, gak tau malu banget sih," kata Elsa yang melihat Widia dan Dika.
"Kamu tuh bun, usil aja deh kerjaannya!" kata Dekta yang memperhatikan Elsa.
"Kamu tau gak sih cewek itu? Dia yang sudah buat Ocha sakit hati dan terluka." Kata Elsa kesal melihat Widia sambil mencubit lengan suaminya.
"Eh..Eh, apaan kamu tuh sakit tau bun," kata Dekta yang kesakitan karena di cubit oleh Elsa.
"Ocha kemana sih jadi dateng apa enggak?" kata Elsa bicara sendiri lalu menelpon Ocha.
Dika dan Widia pun masih membicarakan masalahnya yang sebenarnya sudah selesai tetapi dengan mendadak Widia ingin kembali kepada Dika, dan membuat Dika aneh melihat tingkah Widia. Dika pun pergi dari hadapan Widia dan menghampiri Dekta dan Elsa.
Alunan musik klasik yang dimainkan untuk mengisi acara Reuni pun membuat suasana menjadi lebih tenang.
Semuanya sudah berkumpul kecuali Ocha. Tak lama kemudian, Ocha pun datang dan semua pandangan mengarah kepada Ocha.
Semua nya tertegun melihat Ocha karena berbeda jauh dengan Ocha yang dulu. Kecantikan Ocha bertambah dan membuat pangling semua mata yang melihatnya.
__ADS_1
"Ochaaaaa... Masya Allah kamu cantik banget beda dengan di Ponsel, apa kabar cha?" kata Elsa sambil memeluk Ocha.
"Aku baik, kamu sendiri bagaimana?" tanya Ocha kepada Elsa.
"Aku baik Cha." Jawab Elsa.
Dika yang melihat Ocha pun tidak percaya bahwa dia adalah Ocha, selama empat tahun tidak bertemu dan sekarang dipertemukan kembali dan telah banyak perbedaan.
"Disa ya ampun lucu banget!" kata Ocha kepada Disa sambil mencubit gemes pipinya Disa.
"Lucu dong tante kayak bundanya." Kata Elsa.
"Hai Cha," sapa Dika.
"Hai Dika.. ehm apa kabar? " tanya Ocha.
"Baik." Kata Dika.
"Aku tuh gak nyangka loh El secepat ini kita Reuni. Oh ia aku punya sesuatu buat Disa," tanpa menghiraukan Dika dan fokus kepada Elsa juga Disa. Ocha mengeluarkan hadiahnya buat Disa.
"Apa tuh Cha?" kata Elsa.
"Ta-daaa, nih buat Disa, nih El," memberikan hadiahnya.
"Bagus banget Cha gelang nya, pasti mahal deh ya kan?" kata Elsa.
"Enggak itu anggep aja hadiah dari aku karena aku baru aja ketemu sama Disa dan sebagai tanda kenalan kita yah cantik," kata Ocha kepada Disa sambil mencubit gemes pipinya Disa.
"Ocha bisa kita bicara sebentar?" kata Dika.
"Boleh," jawab Ocha.
Dika dan Ocha pun keluar dari ruangan karena ada hal yang ingin Dika bicarakan dengan Ocha.
"Cha syukurlah aku masih bisa ketemu sama kamu, rasanya seneng banget Cha." Kata Dika.
Ocha yang mendengarnya pun hanya diam dan mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Dika.
"Begini Cha, aku mau minta maaf sama kamu atas kejadian yang lalu. Aku kefikiran sampai akhirnya aku mendapat kabar tentang kamu, dan aku bahagia." Kata Dika.
Ocha pun tertawa mendengar Dika terus membahas itu padahal Ocha sudah melupakan semuanya.
"Kamu stop minta maaf Dika, aku udah lupain semuanya. Sekarang kamu fokus aja sama apa yang kamu lakukan dan lupain semuanya!" kata Ocha.
Dika pun tidak banyak berkata setelah penjelasan dari Ocha, sekarang Ocha dan semuanya fokus pada Reuni yang sekarang sedang diadakan.
__ADS_1