
Di Resto, Ocha duduk di kursi pelanggan dan senyum-senyum sendiri karena mengingat tadi sore bersama Dika saat Dika mengajaknya menikah.
"Sepertinya Bos kita sedang bahagia ya," bisik salah satu karyawannya kepada karyawan lain yang bernama Tina yang sedang melihat Ocha.
"Ia ya, Bos kita lagi bahagia," kata Sila.
"Gosip terus," kata salah satu karyawan yang sedang duduk di kursi kasir yang dari tadi hanya menyimak, namanya Andita.
"Iihh sirik aja terus, kita itu gosip yang positif bukan ngomong yang jelek-jelek," kata karyawan yang sedang ngobrol bersama Tina.
"Siapa yang sirik, aku cuma bilang kalian itu gosip terus, kedengeran Bos baru tau rasa," kata Andita.
"Ia ia kita gak akan gosip lagi," kata Sila
Tiba-tiba Dika datang ke Resto untuk menemui Ocha.
"Hai..." kata Dika.
"Kamu, ahh aku lupa malam ini kan kamu akan ke rumah," kata Ocha.
"Ia, tadi aku sama keluarga aku ke rumah tapi kamu nya gak ada ya udah orang tua kita aja yang bicara dan aku susulin kamu kesini," kata Dika yang langsung duduk di kursi di depan Ocha.
"Maaf, aku lupa banget loh beneran," kata Ocha menyesal
"Gak pa-pa, malam ini aku mau sama kamu di Resto dan aku juga mau malam ini kita makan bersama, jalan bersama dan melihat bintang bersama, ini untuk Ocha Hadisya Sera," kata Dika. Lalu Dika pun memberikan bunga yang sengaja Dika bawa untuk Ocha.
"Itu kan nama panjang aku, kamu kok tau aku kan belum sempat kasih tau kamu," kata Ocha lalu mengambil bunganya.
"Ya udah kita kenalan lagi aja biar kita tau satu sama lain, kenalkan nama aku Dika Hanjaya Vikra, umur 27 tahun, hobi membahagiakan orang tersayang," kata Dika mengulurkan tangan sambil memberikan senyum manisnya.
Ocha pun menjabat tangan dengan Dika dan memperkenalkan dirinya "Aku Ocha Hadisya Sera, umur 25 tahun," kata Ocha.
"Oke Ocha Hadisya Sera mulai sekarang aku akan membahagiakan kamu dan membuat kamu selalu bahagia," kata Dika.
Setelah lama berbincang, Resto Ocha pun tutup. Ocha dan Dika segera pergi dan berjalan-jalan bersama menikmati indahnya malam kota Yogyakarta. Dan malam ini penuh dengan bintang.
Ocha dan Dika duduk di kursi taman sambil memakan es cream yang dibelikan oleh Dika.
"Kesalahan aku sama kamu dulu sampai sekarang banyak banget Cha, aku benar-benar minta maaf sama kamu karena banyak nyakitin kamu," kata Dika.
"Sejauh ini aku udah maafin kamu, tapi kalo nanti kamu bikin kesalahan lagi aku gak akan maafin kamu! Dan stok maaf aku buat kamu udah habis. Oh ya ini yang terakhir," kata Ocha.
"Serius Cha? Ini maaf kamu yang terakhir?" kata Dika.
"He-em. Jadi kalo kamu buat kesalahan lagi jangan harap kamu dapat maaf dari aku," kata Ocha.
"Aku janji gak akan buat kamu marah dan aku juga akan setia sama kamu dan aku juga punya syarat buat kamu," kata Dika.
"Apa tuh?" tanya Ocha.
"Jangan pernah pergi dari hidup aku, janji!" kata Dika.
"Hmm... janji," kata Ocha.
Setelah berjalan bersama dan mengobrol bersama, Dika mengantar Ocha pulang karena sudah larut.
Keesokan harinya, Dokter Arvan sudah ada di depan gerbang rumah orang tuanya Ocha karena hari ini Arvan akan bertemu dengan orang tua Ocha dan juga Mutiara.
__ADS_1
Arvan memberanikan diri untuk datang ke rumahnya Mutiara untuk bilang bahwa dia akan melamar Mutiara dan tidak main-main dengan ucapannya bahwa Arvan benar-benar ingin menjadi pendamping Mutiara.
"Dokter Arvan, Dokter lagi ngapain disini?" tanya Mutiara yang baru aja sampai karena pulang olahraga.
"Mutiara, kamu habis lari ya?" kata Arvan.
"Heem... Dokter kok bisa ada disini? Oh mau ketemu Kak Ocha ya, kalo gitu ayo masuk kak," kata Mutiara lalu membuka gerbang dan masuk ke dalam diikuti oleh Arvan.
"Tunggu ya kak aku panggil Kak Ocha dulu, gak tau udah bangun atau belum," kata Mutiara.
"Mutiara tunggu," panggil Arvan.
"Ia, kenapa?" tanya Mutiara.
Kring... kring... kring.
Telepon Mutiara berdering dengan segera Mutiara mengangkat telepon tersebut dan mengabaikan panggilan Arvan.
Arvan pun menunggu Mutiara di ruang tamu. Tak lama, Ocha pun datang dan melihat Dokter Arvan langsung kaget karena tidak menyangka Arvan akan datang ke rumahnya.
Ocha pun menghampiri Arvan sambil membawakan air minum untuk Arvan.
"Diminum dulu," kata Ocha yang sudah membawakan air minum lalu duduk.
"Makasih Cha," kata Arvan.
"Kamu benar-benar dateng, aku gak nyangka," kata Ocha.
"Cha karena aku serius ingin dekat dengan Mutiara dan berniat untuk melamar Mutiara," kata Arvan meyakinkan Ocha.
"Aku tau aku salah. Dulu pernah suka sama kamu juga, tapi sekarang aku benar-benar ingin melamar Mutiara Cha. Tolong kasih aku kesempatan," kata Arvan.
Ocha pun hanya bisa diam setelah Arvan berkata seperti itu, karena bagaimana pun pilihan ada di tangan Mutiara dan Ocha tidak bisa menentukan sebab Ocha juga tidak bisa mengatur hati orang lain. Semua pilihan ada ditangan Mutiara.
Kini Ocha serahkan semuanya kepada Mutiara, jika memang Arvan benar-benar serius memilih Mutiara dan Mutiara juga memiliki pihlihan yang sama, maka Ocha tidak bisa melarang ataupun mencegah hal itu.
"Sebaiknya kamu bilang sama Mutiara, karena dia yang mempunyai pilihan," kata Ocha.
Tak lama, Mutiara pun keluar dari kamar dan sudah rapi karena hari ini dia akan pergi bekerja.
"Kak mau barengan gak? Aku anter deh ke Resto nanti aku jemput lagi pulang dari kantor," kata Mutiara yang sudah siap.
"Gak usah Ra, kakak berangkat sendiri aja," kata Ocha.
"Ra, gimana kalo kamu aku anterin aja?" kata Arvan kepada Mutiara.
"Gak usah Kak Arvan makasih, kakak kan harus kerja juga nanti malah ngerepotin lagi," kata Mutiara.
"Enggak, hari ini aku free mau yah aku anterin," kata Arvan.
"Hmm gimana ya kak," kata Mutiara.
"Sekali ini aja ya," kata Arvan.
"Hmm ya udah deh, tapi sekali ini aja ya." Kata Mutiara.
"Ok.. ayo kita berangkat," kata Arvan.
__ADS_1
Arvan dan Mutiara pun pergi bersama dan berpamitan kepada Ocha terlebih dahulu. Karena Orang tua Ocha kini sedang berada di Bandung untuk cek cabang Resto. setelah kepulangan orang tua Ocha dari Bandung, pernihakan Ocha dan Dika akan segera dilaksanakan.
Di lantai atas, sedari tadi ada yang mendengarkan pembicaraan Ocha dengan Arvan. Yaitu Galang, Galang hanya menggelengkan kepala saat mendengar pernyataan Arvan yang menyukai kakaknya.
Galang pun turun dan menghampiri Ocha. Galang ingin memastikan kebenaran yang telah ia dengar tadi, Galang pun menanyakan langsung kepada Ocha apa yang telah ia dengar.
"Kenapa?" tanya Ocha.
"Tadi aku gak sengaja dengar kakak bicara dengan Dokter Arvan, apa benar Dokter Arvan akan melamar Kak Mutiara?" tanya Galang.
"Dia bilang gitu, tapi semua ada di tangan Mutiara. Kakak gak bisa larang dan juga gak bisa mencegah, tapi kakak juga gak ingin Mutiara salah dalam memilih," kata Ocha.
"Tapi kak, setau aku Kak Mutiara itu udah punya pacar tau kak," kata Galang.
"Hah? Siapa? Kakak gak pernah tau kalo Mutiara udah punya Pacar," kata Ocha kaget saat mendengar pernyataannnya Galang.
"Serius kak, jadi gini ya aku ceritain," kata Galang.
Flashback On.
"Kak Mutiara lagi liatin foto siapa?" tanya Galang saat hendak pergi ke kampus.
"Kepo banget, ini itu pacar kakak di kantor. Kakak mau kenalin dia ke mamah sama papah tapi waktu nya belum tepat karena pacar kakak lagi keluar kota," kata Mutiara.
"Ih kakak punya pacar aku gak suka sama pacar kakak, namanya siapa?" kata Galang.
"Namanya Wira, kamu kok gak suka sama Wira? Belum juga ketemu udah bilang gak suka," kata Mutiara.
Galang pun langsung pergi tanpa menghiraukan pertanyaannya Mutiara karena apa yang dilihat Galang juga belum tentu benar dan pandangan orang itu berbeda.
Flashback Off.
"Jadi diam-diam Mutiara udah punya calon, Dia gak pernah cerita sama kakak," kata Ocha.
"Udah ah, Galang berangkat kuliah dulu. Mau bareng gak?" tanya Galang.
"Bareng aja, tapi nanti kamu harus jemput kakak ya," kata Ocha.
"Ia, ia bawel," kata Galang dan segera berlalu keluar.
Ocha pun bersiap dan mengambil tas di dikamarnya, setelah itu Ocha mengunci pintu dan berangkat bersama Galang.
Ting.
Sebuah pesan masuk ke ponsel Ocha dengan segera Ocha membaca pesan masuk tadi.
✉ "Kak Ocha, Kak Arvan baik ya. Kok dia tumben banget dateng ke rumah kita dan dia anterin aku sampai ke kantor loh kak, dan Kak Arvan pulang naik taksi. Oh ya mobil Kak Arvan juga masik di rumah kita loh," pesan masuk dari Mutiara kepada Ocha.
✉ "Oh ia, kakak lupa Gerbangnya tadi kakak kunci Ra aduh gimana ya?" pesan Ocha.
✉ "Yaah kasihan dong kak," pesan Mutiara.
Di depan gerbang rumah Ocha, tepat Dika berdiri sekarang melihat gerbangnya di gembok Dika pun menebak pasti Ocha sedang ke Resto dan tidak ada siapapun di rumah.
Dika pun hendak pergi, tetapi baru tersadar dan menengok kebelakang lagi untuk memastikan.
"Tunggu deh, itu kan mobil Arvan!" batin Dika sambil menunjuk mobilnya Arvan.
__ADS_1