
Tidak diam begitu saja, bagi Dika adalah hal yang sangat menyedihkan. Dika terus saja berusaha untuk bisa bertemu dengan Ocha kembali apapun caranya dan Dika rela mengorbankan apapun demi Ocha.
Dika terus mencari keberadaan Ocha, dia menelpon teman-temannya Ocha, tetapi tidak ada yang tau dimana Ocha. Dika menanyakan Ocha juga kepada Elsa untuk menanyakan nomor ponselnya Ocha dan menanyakan kemana Ocha pindah.
Tiga bulan berlalu, Dika selalu mencari keberadaan Ocha lewat Internet, lewat IG Ocha, FB, tetapi nihil tidak ada satupun yang berhasil. Semuanya sudah tidak digunakan lagi oleh Ocha karena telah di blokir oleh Ocha.
Dika terus saja menghubungi Elsa sahabatnya Ocha, tetapi tetap sama jawaban Elsa kepada Dika bahwa dia tidak tahu keberadaan Ocha. Elsa berusaha untuk tidak bilang dimana Ocha berada.
"Aku gak tau Dika dimana Ocha, kamu ada urusan apa lagi tanyain Ocha? Bukannya kamu benci sama dia?" tanya Elsa kepada Dika.
"Elsa, aku mohon kamu pasti tau dimana Ocha kan? Kamu gak usah pura-pura tutupin ini semua dari aku Elsa!" kata Dika.
"Aku saranin aja sama kamu lebih baik kamu lupain Ocha, kamu kan sudah tunangan sama Widia jadi aku sebagai sahabatnya Ocha minta sama kamu jangan ganggu aku dan Ocha lagi!" kata Elsa.
Memang tidak ada yang tahu bahwa pertunangan Dika dengan Widia telah berakhir karena kejadian yang tidak disangka.
"Elsa kamu harus tau kalo aku sama Widia udah selesai dan tidak ada hubungan apa-apa lagi," jelas Dika.
Elsa kaget mendengar pernyataan Dika soal hubungannya yang telah berakhir dengan Widia. Tidak menyangka akan secepat itu dan mengapa itu bisa terjadi. Padahal waktu sebelum Elsa pergi ke palembang semua baik-baik saja.
"Jadi kamu harus kasih tau aku dimana Ocha Elsa!" kata Dika.
"Maaf aku gak bisa kasih tau kamu, lebih baik kamu lupain Ocha dan berhenti teleponin aku!" kata Elsa.
Tut..tut..tut.
Tiba-tiba telepon tersebut putus karena Elsa sengaja mematikannya. Jika tidak, maka Dika akan terus bertanya keberadaan Ocha dan sulit bagi Elsa membuat alasan.
Dika sadar bahwa ini semua salahnya makanya Elsa tidak mau memberitahu dimana keberadaan Ocha. Bahkan sekarang Ocha pun telah membencinya karena kesalahannya.
Tetapi Dika tidak menyerah dengan usahanya, walaupun saat ini dia tidak bisa menemukan keberadaan Ocha, tetapi Dika akan terus mencarinya sampai dia bertemu kembali dengan Ocha.
Ocha melamun di pinggir pantai dengan melihat sekitar pantai, sangat indah dan ini adalah pemandangan yang disukai oleh Ocha. Telah lama Ocha tidak ke pantai untuk menikmati indahnya alam.
__ADS_1
Pemandangan pantai yang sangat mempesona dan enak di pandang serta angin yang sejuk membuat banyak orang merasa senang berada di pantai tersebut seperti Ocha. Hampir setiap hari selalu datang ke pantai untuk melihat terbit dan terbenamnya matahari.
Seperti yang dirasakan Ocha hari ini, kesenangan yang membuat Ocha berubah dan tidak bersedih lagi.
Ocha benar-benar telah merubah kehidupannya dengan membuka lembaran baru, serta merencanakan untuk kesuksesannya.
Kring..kring..kring.
Ponsel Ocha berdering panggilan masuk dari Elsa yang langsung di angkat oleh Ocha.
"Ya Elsa," kata Ocha kepada Elsa.
"Ocha, kamu apa kabar?" tanya Elsa.
"Aku baik, kamu bagaimana?" tanya Ocha.
"Aku sangat baik Ocha, aku senang bisa ngobrol lagi sama kamu. Aku rindu kamu Cha!" kata Elsa.
Ocha tersenyum mendengarnya.
"Aku mau bilang sama kamu soal Dika..." kata Elsa tiba-tiba.
"Soal Dika? Ada urusan apa Dika sama kamu?" tanya Ocha.
"Cha, Dika selalu hubungin aku. Dia selalu tanya soal keberadaan kamu dan aku selalu bingung antara kasih tau atau enggak sama dia," jelas Elsa.
"Terus kamu kasih tau? Dan kenapa tiba-tiba Dika nanyain aku?" kata Ocha tidak percaya.
"Aku juga gak tau Cha," kata Elsa.
"Ya udah biarin aja, lagi pula aku udah tidak ada hubungan apa-apa lagi sama Dika dan itupun udah lama," kata Ocha.
"Oh ia Cha kamu tau gak ternyata hubungan Dika katanya udah berakhir loh sama Widia," kata Elsa.
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan Elsa membuat Ocha tidak menyangka.
"Kok bisa El, emang dia bilang sama kamu kalau hubungan dia udah selesai sama Widia?" tanya Ocha.
"Ia, tadi dia bilang gitu sama aku Cha..." kata Elsa.
Semakin aneh mendengarnya, apa yang terjadi kenapa bisa seperti itu. Elsa terus saja bercerita tentangnya dan juga tentang Dika kepada Ocha, dan Ocha hanya mendengarkan apa yang di bicarakan oleh Elsa.
Ocha telah biasa mendengarkan setiap apa yang diucapkan oleh Elsa, karena Elsa selalu heboh sendiri dan senang curhat kepada Ocha. Makanya Ocha lebih suka mendengarkan.
"Tapi Cha gimana kalo Dika terus hubungi aku, dia terus nanyain kamu, aku harus kasih alasan apa Cha?" tanya Elsa.
"Biarin aja El, lagian juga Dika gak ada urusannya lagi sama aku, kamu gak usah angkat aja kalo nanti Dika telepon kamu ya!" kata Ocha.
Elsa mengerti apa yang dikatakan oleh Ocha. Elsa pun mengiakan perkataan Ocha dan menuruti permintaan Ocha.
Tiga tahun berlalu semuanya seperti biasa, tidak ada perubahan yang menjadikan Dika dan Ocha bertemu sampai saat ini.
Elsa pun tidak bisa dihubungi oleh Dika karena permintaan Ocha, Dika pun tidak bisa melupakan Ocha dan kesalahannya dulu.
Menyesal yang dirasakan oleh Dika setiap waktu, karena belum bisa menebus kesalahannya dan belum sempat meminta maaf kepada Ocha.
Sekarang Dika benar-benar telah berubah, Dika tidak pantang menyerah dan terus selalu berusaha untuk mendapatkan Ocha kembali apapun yang terjadi.
Begitu pun dengan Ocha, walaupun kini jauh dari Dika tetapi Ocha bisa merasakan apa yang Dika rasakan. Entah itu perasaan ingin bertemu atau apapun yang membuat Ocha merindukan Dika.
Tidak sedikit waktu yang dibutuhkan untuk perjuangan cinta mereka, bagaimana dengan Dika dan bagaimana dengan Ocha mereka tidak saling memberikan kabar.
"Dika, kamu masih mencari keberadaan Ocha?" tanya mamahnya kepada Dika.
"Ia mah, Dika selalu mencari Ocha. Yah walaupun Ocha pergi tapi di hati Dika, Ocha gak pernah pergi mah," kata Dika bersedih.
"Sayang, jika jodoh pasti akan bertemu kembali. Kamu harus kuat dan sabar, mamah yakin suatu saat nanti kamu akan bertemu kembali dengan Ocha," kata mamahnya meyakinkan Dika.
__ADS_1
"Dika juga berharap itu mah," kata Dika.
Setiap hari Dika selalu berbincang dengan mamahnya karena hanya Ibu Uma lah yang bisa menenangkannya disaat Dika sedang bersedih.