
“Kamu lahap banget makannya, kayak orang ngidam tau gak pengen cumi yang ada di piring istri kamu,” kata mamah mertuanya blak-blakan.
Uhuk... uhuk... uhuk.
Dika pun tersedak saat mendengar mamah mertuanya bilang sepeti itu, lalu mamah mertuanya dan Ocha membantu membawakan minum untuk Dika yang sedang tersedak. Diminumnya air yang sudah diambilkan oleh mamah mertuanya.
“Hati-hati dong Dika ya ampun kamu sampai tersedak gini,” kata mamah mertuanya.
“Habis mamah yang buat aku tersedak gini,” kata Dika.
“Kok jadi mamah...” kata Ibu Lina.
Ocha dan Dika pun menceritakan yang sebenarnya kepada mamah dan papahnya bahwa saat ini Ocha memang sedang hamil. Mendengar bahwa sekarang Ocha tengah mengandung, betapa bahagianya mereka karena sebentar lagi mereka akan mempunyai cucu.
Keesokan harinya, Ocha membantu Mutiara membuat kue sedangkan Dika dan Pak Fahri pergi bersepeda bersama di sekitar komplek. Pagi ini Mutiara membuat kue untuk pesanan yang pertama yaitu kue cupcake.
“Kak antar aku yuk beli bahan kue dan kebutuhan lainnya,” ajak Mutiara kepada kakaknya.
“Boleh, ya udah yuk sekalian kakak juga mau beli pesanan Dika, dia pengen dimasakin asem-asem daging. Kita ke pasar sekalian ya,” kata Ocha.
“Ya udah yuk kak sekalian juga aku mau beli sabun yang udah habis,” kata Mutiara.
Setelah mereka siap-siap, Mutiara dan Ocha pergi ke pasar setelah itu ke toko alat dan bahan kue untuk membeli bahan-bahan kue yang dibutuhkan oleh Mutiara dan setelah itu, mereka pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan pokok yang mereka perlukan.
Ocha dan Mutiara berbelanja bersama dan memilih kebutuhan yang harus dibelinya. Mulai dari makanan, minuman, minyak goreng, mie instan sampai sabun cuci dan yang lainnya mereka beli bersama.
“Sini kak biar aku aja yang dorong trolly belanja-nya, kakak jangan bawa apa-apa kasian debay nya nanti ikutan berat lagi dorong-dorong trolly,” kata Mutiara. mengambil alih trolly yang sedang didorong oleh kakaknya.
“Adiknya kakak baik banget sih, makasih ya. Ya udah kakak mau beli pelembab dulu ya punya kakak udah habis,” kata Ocha.
“Oke kak aku tunggu di kasir ya sambil bayar,” kata Mutiara menuju ke kasir.
Mutiara pun hendak membayar tetapi tiba-tiba seorang laki- laki menyerobot untuk membayar belanjaannya dahulu.
“Eh... eh... eh kamu mau ngapain? Gak lihat aku udah antri dari tadi,” kata Mutiara.
“Aku buru-buru, belanjaan kamu banyak sedangkan aku sedikit jadi kamu ngalah aja dulu oke,” kata Laki-laki itu yang tak lain adalah Abyaz.
“Enak aja, enak di kamu gak enak di aku dong. Pokoknya kamu dibelakang aku,” kata Mutiara.
__ADS_1
“Enggak-enggak aku duluan aku buru-buru,” kata Abyaz.
“Mau buru-buru kek, mau enggak, antri ya tetep antri dong...” Mutiara mulai kesal karena Abyaz.
“Mba saya dulu aja, dia itu masih lama...” kata Abyaz kepada mba kasir-nya.
“Eh enggak boleh, enak aja. Mba... mba tau kan kalo saya duluan disini, jadi saya dulu yang harus mba layani,” kata Mutiara.
Mba kasir mencoba memisahkan keributan Mutiara dan Abyaz tetapi tidak berhasil, akhirnya mba kasir melayani pembeli yang lain yang hendak bayar.
Abyaz dan Mutiara menimbulkan keributan karena rebutan siapa dulu yang hendak membayar belanjaannya. Ocha melihat keributan yang disebabkan oleh adiknya karena bertengkar dengan seorang laki-laki.
Ocha segera menghampiri Mutiara dan memisahkan mereka berdua “Ya ampun Mutiara kamu ini kenapa?” tanya Ocha.
“Ini nih kak cowok nyebelin yang gak bisa antri, nyebelin banget...” kata Mutiara.
“Maaf tadi saya udah bilang bahwa saya lagi buru-buru orang Cuma dua barang aja gak akan lama,” kata Abyaz.
“Tetap aja mau dua kek, tiga atau sekeranjang juga aku gak peduli,” kata Mutiara.
Ocha melihat wajah orang yang sedang bertengkar dengan adiknya itu langsung mengenalinya
“Abyaz... kamu,” kata Ocha.
“Ia, kenalin ini Mutiara adik aku,” kata Ocha. memperkenalkan Mutiara kepada Abyaz.
“Maaf banget kak, aku gak tau kalau dia ini adiknya kakak,” kata Abyaz.
“Kakak kenal sama dia? Aduh gak banget deh kak, orang kayak dia ini pantasnya di gebukin tau gak kak. Habis nyebelin sih,” tanya Mutiara kepada Ocha.
Ocha pun menyuruh Mutira tunggu diluar dan Ocha yang akan membayar semua belanjaannya. Sedangkan Abyaz mengalah demi Ocha dan menunggu pembayaran Ocha selesai. Baru setelah selesai di susul oleh Abyaz.
Mereka berdua keluar bersamaan, dan Abyaz membantu Ocha membawa belajaannya ke mobil dan di simpan di bagasi mobil.
“Aduh Abyaz makasih banyak ya kamu udah membantu kakak, dan maafin adiknya kakak ya,” kata Ocha.
“Ia gak papa kak, salah aku juga tadi. kakak hati-hati ya pulangnya kalau gitu aku duluan,” kata Abyaz.
Setelah berpamitan, Abyaz pun pergi dari hadapan Ocha dan Ocha masuk ke dalam mobil. Mutiara pun melajukan mobilnya. Di dalam mobil, Mutiara masih cemberut gara-gara insiden tadi bersama Abyaz.
__ADS_1
“Kamu kok cemberut gitu sih?” tanya Ocha.
“Aku tuh kesel gara-gara cowok aneh itu, mood aku jadi hilang dan sekarang aku benar-benar kesel. Jangan lagi deh aku ketemu sama dia,” gerutu Mutiara.
“Hmmm, namanya itu Abyaz dia itu fotografer handal tau Ra,” kata Ocha menjelaskan kepada Mutiara.
“Gak peduli...” kata Mutiara.
Akhirnya mereka pun sampai ke rumah. Sesampainya di rumah, Mutiara membawa barang belanjaannya dan dibawa ke dapur lalu dibereskan langsung. Setelah selesai, Mutiara melanjutkan membuat kuenya kembali.
“Bikin kue apa itu Mut?” tanya Dika kepada Mutiara.
“Kue cupcake kak, kakak udah sarapan?” tanya Mutiara.
“Udah tadi barengan sama papah...” kata Dika.
Dika terus saja melihat kue yang dibuat oleh Mutiara rasanya ingin sekali makan kue cupcake yang sedang dibuat oleh Mutiara. Mutiara pun menyadari bahwa kakak iparnya itu sedang memperhatikan salah satu kue yang ada di meja.
“Ambil aja kak kalau mau...” kata Mutiara.
Dika pun tersadar “Ah enggak, kakak gak mau... kakak ke atas dulu ya,” kata Dika lalu ia pun pergi ke atas.
“Kak Dika ada-ada aja, padahal kalau mau tinggal ambil aja kan aku bisa bikin lagi... pasti efek ngidam nih. Aneh ya, yang hamil kan kak Ocha kenapa yang ngidam malah suaminya,” batin Mutiara, lalu ia pun menyisihkan kue yang dilihat oleh Dika tadi.
Brraakk.
Pintu di tutup dengan keras oleh Galang dan dia pun menghamburkan tubuhnya ke atas sofa di ruang keluarga.
Mutiara yang sedang membuat kue pun kaget dibuatnya sampai cream yang sedang di tata rapi di kue cupcakenya oleh Mutiara berantakan. Dengan cepat Mutiara menghampiri adiknya itu, dan tak lupa dia mengoleskan cream ke tangannya sendiri lalu dia oleskan ke wajahnya Galang.
Sontak Galang langsung bangun dan marah kepada kakaknya karena ulah kakaknya yang jahil itu “Kak Mut, kakak apa-apaan sih kotor kan muka ku jadinya,”
“Kue kakak juga jadi hancur gara-gara kamu, kakak kaget tau gak sih sekarang rasain muka kamu yang berantakan...” kata Mutiara lalu balik lagi ke dapur.
Dengan segera Galang pergi ke kamar mandi lalu ia membasuh wajahnya yang kotor karena cream yang dioleskan ke mukanya tadi. Setelah selesai membasuh wajahnya, Galang menghampiri Mutiara dan berdiri di sampingnya.
“Maaf karena aku jadi berantakan,” kata Galang.
“Maaf aja terus, emangnya kamu kenapa sih pulang dari kampus marah-marah gitu?” tanya Mutiara.
__ADS_1
“Aku bertengkar sama Izora, dia teman kampus aku kak...” kata Galang.
“Hah? Berantem kok sama cewek sih...” kata Mutiara.