
Hari bahagia telah tiba bagi seluruh Mahasiswa dan Mahasiswi di kampus. Karena hari ini adalah hari dimana para Mahasiswa Wisuda dan hari terakhir berada di kampus.
Semua berbahagia, Wisuda kali ini benar-benar berkesan. Tidak ada kata untuk mengucapkannya karena kebahagiaan sedang melanda mereka semua.
Kebahagiaan yang benar-benar tidak akan pernah terlupakan oleh seluruh Mahasiswa.
Ocha dan Elsa serta teman-teman Ocha telah hadir disana untuk acara Wisuda. Keluarga Ocha, Elsa, Dika, Widia dan yang lainnya juga telah hadir disana untuk mendampingi Putera dan Puteri mereka.
Keluarga Ocha dan keluarga Elsa pun duduk bersamaan dan saling sapa karena memang baru beberapa kali mereka bertemu dan sekarang bertemu kembali.
"Jeung Opi ya ampun cantik sekali," puji Ibu Lina mamahnya Ocha kepada Ibu Opi.
"Ah Jeung Lina ini bisa aja deh, jeung juga cantik kok," puji Ibu Opi kembali kepada mamahnya Ocha sambil malu-malu.
"Gak nyangka yah anak-anak kita akhirnya di Wisuda juga, senang rasanya," kata Ibu Opi kepada Ibu Lina.
"Ia rasanya tuh bahagia sekali," kata Ibu Lina.
"Ia," jawab Ibu Opi.
"Elsa sering loh ngobrol sama saya tentang Ocha, dari semenjak bertemu sampai sekarang di Wisuda," kata Ibu Opi blak-blakkan.
"Oh ya sama loh jeung, apalagi Elsa dia sering ke rumah saya, saya udah anggap Elsa itu anak saya sendiri. Maaf yah jeung karena saya begitu sayang sama Elsa jadinya gak mau deh kehilangan Elsa. Apalagi sekarang sudah kelulusan, Elsa jadi jarang main ke rumah," kata Ibu Lina.
"Ia gak papa jeung, saya bahkan senang ada yang sayang kepada Elsa. Oh ia jeung, Ocha juga sering datang ke butik saya loh, bahkan sekarang Ocha membantu untuk persiapan pernikahan anak saya. Kapan Ocha akan menikah jeung?" kata Ibu Opi sekaligus bertanya kepada Ibu Lina.
"Aduh kalo itu sih urusannya Ocha jeung, saya gak ikut campur kalo urusan pernikahan biar Ocha yang menentukan," kata Ibu Lina sambil ketawa.
"Ia yah jeung yah," kata Ibu Opi.
Di lain tempat, Ocha dan Elsa berfoto dan berbincang.
"Selamat yah Elsa," kata Ocha.
"Selamat juga yah buat kamu Cha, aku gak nyangka kita udah Wisuda lagi. Padahal baru aja kemarin kita kuliah ya," kata Elsa.
__ADS_1
"Ia..." jawab Ocha.
Lalu Ibu Lina dan Pak Fahri menghampiri Ocha lalu mereka berbincang dan foto bersama dengan bahagianya.
Keluarga Dika pun berbahagia menghadiri Wisuda Dika.
"Selamat ya sayang," kata mamahnya Dika.
"Terima kasih mah..." jawab Dika.
"Oh ia mamah kesana dulu sebentar ya," menunjuk ke arah Ocha.
"Mamah mau ngapain nemuin Ocha?" tanya Dika.
"Mamah ada urusan sama Ocha, udah kamu disini aja!" kata mamahnya Dika sambil berjalan pergi dan menghampiri Ocha.
"Ocha.." kata mamahnya Dika.
"Tante," kata Ocha sambil tersenyum.
"Selamat yah Ocha, tante senang bisa lihat kamu disini. Selamat atas wisuda kamu," kata Ibu Uma kepada Ocha.
Lalu Dika menghampiri mamahnya dan mengajak pergi dari hadapan Ocha, karena Dika tidak mau mamahnya dekat dengan Ocha.
"Mah ayo kita pergi!" ajak Dika kepada mamahnya.
"Sapa dulu dong Ocha nya dika, kamu jangan gitu ah!" kata Ibu Uma.
"Gak papa tante, ya udah yah Ocha duluan soalnya masih ada urusan," kata Ocha.
"Yah padahal tante masih kangen loh sama kamu Ocha," kata Ibu Uma berbicara di depan Dika.
"Maaf tante Ocha harus pergi, permisi!" kata Ocha lalu pergi.
Ibu Uma merasa tidak enak kepada Ocha atas perlakuan Dika. Ibu Uma ingin sekali mengatakan yang sebenarnya kepada Dika agar permasalahan diantara mereka selesai.
__ADS_1
"Ehm Dika, mamah mau bicara sama kamu soal Ocha," kata mamahnya Dika.
"Udah deh mah gak usah bahas Ocha lagi, Dika udah melupakan semuanya dan Dika udah anggap gak pernah kenal sama Ocha," jelas Dika.
"Kamu gak boleh gitu dong Dika, kamu dengerin dulu," kata Ibu Uma dengan nada memohon.
"Kita pulang aja yuk mah, mulai sekarang mamah gak usah temui Ocha lagi ya!" ajak Dika kepada mamahnya.
"Tunggu Dika, apakah kamu gak akan menyesal setelah apa yang kamu lakukan kepada Ocha? Ocha itu baik loh sayang. Mamah gak mau kamu menyesal nantinya," kata mamahnya.
"Mah, Ocha itu udah menjadi masa lalu buat Dika. Dika udah gak mau berurusan lagi sama Ocha. Mah, mamah inget kan mah kejadian 3 tahun lalu?" kata Dika.
"Ia sayang mamah ingat, tapi kan kamu belum pernah mendengar penjelasan Ocha sedikit pun sayang. Mamah mohon sama kamu, kamu jangan egois gitu dong. Kejar Ocha sebelum terlambat dan dengarkan penjelasannya!" bujuk mamahnya Dika agar menurut apa yang dikatakan oleh mamahnya.
"Enggak mah, Dika udah putuskan bahwa Dika udah gak mau berurusan lagi dengan Ocha, kita pulang aja yu mah," kata Dika mengajak mamahnya pulang.
Ibu Uma pun tidak bisa berkata apa-apa lagi lalu mengikuti Dika pulang.
Wisuda pun selesai, semua berbahagia dengan kelulusan mereka dan kini saatnya berjuang untuk meraih mimpi.
Keesokan harinya, Ocha kembali membantu persiapan pernikahan Elsa yang tinggal beberapa langkah lagi menuju hari-H. Betapa bahagianya Elsa karena sebentar lagi akan menikah dengan orang yang dicintainya.
Tetapi Elsa juga sedih karena tidak bisa bersama-sama lagi dengan Ocha, akan banyak kenangan bersama Ocha karena Ocha adalah sahabat terbaik Elsa begitupun sebaliknya.
"Oh ia Dekta kapan kembali ke Jakarta El?" tanya Ocha kepada Dika membuyarkan lamunan Elsa.
"Kata dia sih besok dia balik ke Jakarta, tapi gak tau juga sih soalnya dia tuh selalu bikin kejutan yang gak terduga," jawab Elsa.
"Hmm oke, sekarang kamu harus banyak istirahat El Jangan terlalu cape. Calon pengantin itu harus banyak istirahat," kata Ocha menjelaskan.
"Ia Ibu Ocha, aku akan menuruti semua perintah Ibu Ocha," senyum Elsa kepada Ocha pun mengembang.
Mereka pun berbincang dan tertawa bersama.
Secepat itu waktu berlalu mengubah segala yang terjadi, betapa bahagianya Ocha bisa mengenal Elsa dengan baik. Kini tinggal dirinya yang harus menempuh kehidupannya dengan jalannya sendiri.
__ADS_1
Kini Ocha telah melupakan yang terjadi di dalam kehidupannya dan telah membuka lembaran baru. Kini Ocha akan sendiri tanpa Elsa sahabatnya dan jarak akan memisahkan mereka.
Sedih bercampur bahagia yang kini dirasakan oleh Ocha, Ocha bahagia karena lulus dengan mendapatkan nilai yang sempurna sesuai yang ia harapkan, diwisuda dengan penuh kebahagiaan dan kini setelah Ocha lulus, Ocha akan lebih mendapatkan kesempatan untuk meraih mimpi setinggi-tingginya.