Kasih Yang Tertunda

Kasih Yang Tertunda
Bab 80 Ada Apa Ya?


__ADS_3

Bugghh.


Satu pukulan mendarat tiba-tiba di wajah orang yang diam-diam memotret Ocha. Terjadi pertengkaran disana dan membuat semua pelanggan yang ada disana kaget termasuk Ocha dan juga Elsa.


Saat itu, Dekta mencoba menghentikan Dika yang memukul orang itu tetapi tidak bisa. Ocha yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Dika dan menghentikan Dika yang masih memukul wajah orang itu.


Namanya Abyaz Adiwinata seorang fotografer handal yang profesinya sudah dikenal banyak orang tetapi baru saja pindah ke Jakarta jadi belum ada yang tahu profesinya di jakarta ini. Abyaz berparas rupawan, berkulit putih, senyum yang manis dan baik hati.


Flashback On.


Dika dan Dekta yang sudah sampai di parkiran cafe segera menghentikan mobilnya dan memarkirkan mobilnya. Setelah itu Dika memasuki cafe dan mencari-cari Ocha. Sedangkan Dekta memesan minuman terlebih dahulu baru mencari Elsa.


Dika yang sedang mencari Ocha kebetulan melihat Abyaz yang sedang asik memotret dan dilihatnya ke arah yang dipotretnya ternyata Abyaz sedang memotret istrinya.


Sontak Dika langsung menghampiri Abyaz dan mendaratkan pukulannya. Dekta yang sedang memesan minuman pun langung menghampiri Dika dan berusaha menghentikan keributan yang ditimbulkan oleh Dika.


“Dika berhenti, kamu kenapa pukul dia tiba-tiba?” tanya Dekta yang sedang berusaha menghentikan Dika sambil memegang pundaknya Dika.


“Orang ini foto istri aku...” kata Dika.


Desiggh.


Pukulan itu belum bisa dihentikan oleh Dika dan Dekta masih berusaha untuk menghentikannya. Terlihat orang-orang langsung menghampiri Dika dan juga Abyaz.


“Berhenti Dika lihat banyak orang yang lihatin kamu... kayak anak kecil aja deh!” kata Dekta.


Flashback Off.


“Stooop, Dika kamu kenapa pukul dia?” teriak Ocha yang berhasil menghentikan Dika yang sedang marah.


“Lebih baik kamu diam, diam-diam dia ini foto kamu Cha,” kata Dika lalu dia merebut kameranya Abyaz yang masih dipegang olehnya dan membuka semua filenya.


Abyaz hanya diam mendapat pukulan dari Dika dan dia juga diam saat kameranya direbut oleh Dika karena dia memang sudah memotret Ocha tanpa seizinnya.

__ADS_1


Dika masih mengecek dan ternyata benar ada foto Ocha di dalam kameranya yang sontak Dika hampir memukul Abyaz lagi dan Abyaz menutup wajahnya dengan tangannya karena takut terkena pukulannya Dika lagi. Dengan cepat Ocha menghentikan aksi suaminya itu.


“Lihat ini Cha, kamu difoto sama dia...” bentak Dika.


“Ia tapi gak harus pukul orang juga kan Dika,” kata Ocha.


Dekta pun membantu Abyaz untuk berdiri dan sekarang wajahnya Abyas babak belur karena mendapat pukulan dari Dika. Dika yang masih mengecek kameranya Abyas langsung menghapus semua fotonya Ocha.


“Maaf, aku gak bermaksud untuk memotretnya, aku hanya...” kata Abyaz


“Hanya apa?” bentak Dika lalu mengembalikan kameranya. “Dengar ya, dia ini istriku beraninya kamu foto dia,” kata Dika.


“Namaku Abyaz, aku tidak bermasud untuk memotretnya dan aku seorang fotografer aku melihat kakak ini sangat cantik dan aku ingin menjadikannya seorang model iklan tapi sepertinya kakak salah faham,” kata Abyaz menjelasakan.


“Tuh dengerin! Makanya jangan pukul orang sembarangan, kamu harus tanggung jawab, obati dia. Lagi pula umur dia juga kayaknya berbeda jauh sama aku. Usia kamu berapa?” tanya Ocha kepada Abyaz.


“Aku baru 23 tahun kak,” jawab Abyaz sambil meringis kesakitan akibat pukulan dari Dika.


Sekarang Dika merasa tidak enak kepada Abyaz karena sudah salah faham kepada Abyaz dan membuatnya kesakitan sekarang. Dengan penuh tanggung jawab, Dika mengobati Abyaz agar lukanya tidak terlalu sakit.


Abyaz melihat Dika yang begitu sayang kepada istrinya itu sangat salut dan melihat aksi Dika tadi yang membela istrinya sudah memberikan contoh untuk para suami yang sayang istri. Tapi reaksi Dika terlalu berlebihan sampai harus menyakiti orang lain.


“Maaf...” kata Dika kepada Abyaz yang sekarang sudah selesai di obati.


“Gak apa-apa kak, aku juga minta maaf karena memotret istri kakak tanpa izin,” kata Abyaz.


Dika pun hanya mengangguk dan merasa bersalah. Lalu Ocha membawakan satu gelas minuman untuk Dika agar merasa tenang dan Ocha melihat Dika yang meminum minumannya hanya tersenyum karena tingkah aneh Dika.


“Maaf...” kata yang terlontar dari mulutnya Dika kepada Ocha.


“Kita pulang sekarang!” ajak Ocha. “Oh ya Abyaz sekali lagi maafkan Dika ya,” kata Ocha.


“Ya udah Cha, aku pulang duluan yah, jangan lupa main lagi ke rumah ya.” kata Elsa kepada Ocha.

__ADS_1


“Ia makasih ya Elsa...” kata Ocha.


Mereka semua pulang. Ocha dan Dika di dalam mobil hanya berdiam seperti anak kecil dan tidak ada yang memulai permbicaraan. Dika pun menyalakan musik agar tidak terlalu sepi.


Sampai didepan rumah, mereka masih diam dan tidak berkata apa-apa. tetapi Dika tidak bisa melihat Ocha yang terus diam seperti itu, sebelum masuk ke rumahnya Dika menarik tangan Ocha agar tidak keluar dari mobil. Dika menatap Ocha dengan penuh kasih sayang dan penyesalan.


“Maafkan aku, aku terima kalo kamu marah sama aku. Tapi tolong jangan marah terlalu lama...” kata Dika yang sekarang membelai wajahnya Ocha.


Ocha menarik nafas panjang “Aku gak marah sama kamu, makasih karena kamu udah peduli sama aku tapi gak seharusnya kamu bersikap kasar kayak tadi,”


“Ia aku janji sama kamu aku gak akan kasar lagi dan gak akan pukul orang sembarangan lagi. aku lakuin itu karena aku takut Cha, aku takut kehilangan kamu,” kata Dika.


“Ia aku paham tapi jangan lakuin itu lagi ya,” kata Ocha.


“Ia aku janji gak akan lakuin itu lagi,” kata Dika.


Di surabaya, Mutiara dan Galang memantau Resto dan mereka mengecek seluruhnya tentang Resto mulai dari stok, dan juga pembangunan yang baru saja dibangun waktu itu. Galang mengambil alih kasir untuk sementara selama masih ada di Surabaya. Sedangkan Mutiara dia bekerja lewat online agar pekerjaannya di kantor tidak terlalu terbengkalai.


Dua hari di Surabaya membuat nyaman Mutiara dan sejenak melupakan masalah yang menimpanya soal pengakuan dari Arvan yang menyukai dirinya.


Membuat pusing dan tidak bisa dimaafkan tetapi Mutiara sudah memaafkan perlakuan Arvan terhadapnya dan tidak diperpanjang agar masalahnya cepat selesai.


Ponsel Mutiara berdering ada panggilan masuk dari Wira, Mutiara segera mengangkat telepon dari Wira. Tetapi saat Mutiara mengangkatnya, tiba-tiba telepon itu dimatikan sepihak oleh Wira dan tanpa kata.


Karena merasa aneh, Mutiara menelpon balik Wira tetapi sekarang tidak di angkat oleh Wira. “Aneh banget Wira kok matiin teleponnya giliran ditelepon balik dia gak angkat teleponnya,” gumam Mutiara.


“Kenapa kak?” tanya Galang saat menghampiri kakaknya di tangga tepat di jalan masuk Resto.


“Ini tadi Wira telepon kakak, tiba-tiba dia matiin gitu aja. Waktu kakak telepon dia, eh dia gak angkat teleponnya,” kata Mutiara.


“Oh mungkin salah kali bukan mau telepon kakak makanya langsung dimatikan,” kata Galang.


“Gak mungkin ah...” kata Mutiara.

__ADS_1


__ADS_2