Kasih Yang Tertunda

Kasih Yang Tertunda
Bab 24 Pamitan


__ADS_3

Setelah makan-makan selesai dan Reunipun selesai, semuanya pun pulang kecuali Ocha, Dika, Elsa dan suaminya serta masih ada sebagian teman-temannya yang belum pulang karena masih berbincang dan mengurus urusannya.


"Ih Cha ke rumah dong, ketemu sama mamah dan juga papah udah lama gak ketemu tau," bujuk Elsa.


"Aduh gimana ya, oke nanti aku mampir dulu deh ke rumah kamu." Kata Ocha tersenyum.


Elsa senang mendengarnya karena Elsa sengaja menyuruh Ocha ke rumahnya karena Elsa masih rindu kepada Ocha. Setelah semuanya selesai, Ocha pun siap-siap untuk ke rumah Elsa.


"Ocha tunggu!" kata Dika.


"Ia kenapa Dika?" kata Ocha.


Dika yang diberi amanah oleh ibunya pun tak mau kalah dengan Elsa untuk mengajak Ocha datang ke rumahnya. Karena mamahnya Dika ingin sekali bertemu dengan Ocha sebelum Ocha pulang lagi ke Yogyakarta.


"Kamu mau gak ikut ke rumah? Soalnya mamah pengen ketemu sama kamu," kata Dika.


"Ehm ia yah udah lama juga gak ketemu, bisa sih tapi ke rumah Elsa dulu ya soalnya aku gak bisa lama-lama juga disini," kata Ocha.


"Ia gak papa, nanti aku jemput kamu di rumah Elsa ya jam 4 sore gimana?" kata Dika.


"Ehm boleh." Kata Ocha mengiayakan.


Lalu Ocha pun pulang bersama Elsa ke rumahnya Elsa karena akan bertemu dengan orang tua Elsa.


Di perjalanan, Ocha membeli sebuah minuman boba karena sangat haus dan sedang ingin membeli minuman tersebut.


Sesampainya di rumah Dika, Dika disambut oleh kedua orang tuanya karena fikir mereka Dika langsung membawa Ocha ke rumah. Tetapi saat dilihat, ternyata Dika pulang sendiri.


"Loh Ka, kamu pulang sendiri?" tanya mamahnya.


"Ia mah Dika pulang sendiri," kata Dika sambil masuk ke rumah dan membuka jaketnya lalu duduk di sofa.


"Kenapa? Bukannya sama Ocha kan?" kata mamah nya sambil duduk disebelah Dika.


"Tadi Ocha ke rumah Elsa dulu mah. Mamah ini Dika malu tau sama Ocha mah ngajakin dia ke rumah." Kata Dika blak-blakan.


"Ih kenapa harus malu?" kata mamahnya menggeplak lengan Dika.


"Kamu itu kalo suka bo ya jangan malu, tembak aja buruan, udah di ambil orang tau rasa kamu!" Omel mamahnya.


"Mamah nih, kalo di tembak mati lah mah!" kata Dika.


"Eehh malah bercanda, mamah nih serius mumpung ada kesempatan Ocha disini ya kamu bilang, aku suka kamu gitu!" Kata mamahnya sewot.


"Mamah ah malu mah." Dika pun beranjak ke kamar mandi untuk bersih-bersih.


"Ehh dibilangin malah ngeloyor aja Dika tuh," kata mamahnya.


"Udahlah mah, biarin aja nanti kalo udah di ambil orang baru tau rasa," kata Pak Tio.


"Ia betul juga itu pah." Ibu Uma membenarkan perkataan Pak Tio.


Ocha dan Elsa pun sampai di rumah Ibu Opi dan Ibu Opi menyambut kedatangan Ocha dengan senangnya.


"Ya ampun Ocha tante gak nyangka akhirnya kamu dateng juga," kata mamahnya Elsa.


"Ia tante." Ocha pun bersalaman dengan Ibu Opi


"Tante apa kabar?" tanya Ocha.


"Baik sayang, keluarga kamu di Yogyakarta gimana baik juga kan?" tanya Ibu Opi.


"Baik tante, oh ia tante ini ada oleh-oleh buat tante semoga tante suka ya." Kata Ocha sambil memberikan bingkisan untuk Ibu Opi.


Ibu Opi pun menerima bingkisan yang diberikan oleh Ocha dengan senang.


"Waahh makasih loh Cha ya ampun repot-repot," kata Ibu Opi.


"Enggak kok tante," senyum Ocha mengembang.

__ADS_1


"Oh ia Om Evan mana tan?" Tanya Ocha.


"Aduh papahnya Elsa tuh sibuk banget di kantor makanya sekarang Dekta kesini disuruh bantu di perusahaan." Ibu Opi menjelaskan.


"Udah ya mamah, kasian Ocha nya biar istirahat yah!" lalu Elsa menunjukan kamar untuk Ocha istirahat.


"Makasih ya Elsa, oh ia hampir lupa ini ada oleh-oleh juga buat kamu!" mengeluarkan oleh-olehnya untuk Elsa di tasnya dan memberikannya.


"Makasih Cha ya ampun, aku gak nyangka kamu punya tas ajaib loh Cha," kata Elsa tertawa dan mengambil bingkisannya.


Mereka berdua pun tertawa karena Elsa ada-ada saja kelakuannya dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah masih selalu suka bercanda seperti itu.


Ocha pun membersihkan diri di kamar mandi dan siap-siap untuk pergi ke rumah Dika dan pulang kembali ke Yogyakarta.


"Loh Cha kamu udah siap aja mau kemana? Baru aja jam setengah empat." Tanya Elsa yang melihat Ocha telah siap.


"Ke rumah Dika untuk bertemu dengan mamahnya, aku berangkat sendiri aja gak usah nungguin di jemput Dika, lalu pulang deh ke Yogyakarta." Kata Ocha duduk di kursi dekat Elsa.


"Apa pulang? Kamu cuma satu hari di Jakarta yang bener aja Cha, satu hari aja enggak." Elsa kesal.


"Maaf banget El, kerjaanku banyak disana aku gak bisa terlalu lama disini. Kasian Galang sama Mutiara gak ada yang bantu," Ocha menjelaskan.


"Yaaah kamu mah," Elsa cemberut kepada Ocha karena hanya sebentar.


"Kamu maen lah kesana nanti aku siapin makanan yang banyak deh buat kamu." Bujuk Ocha.


"Kamu sih gak tau, Dekta tuh kalo udah sibuk lupa sama liburan. Harus extra bujuk dia tau!" kata Elsa.


"Ia kamu ajakin aja suamimu buat jalan-jalan gitu ke Yogyakarta ke rumahku," kata Ocha.


"Yah, ya udah deh aku juga gak bisa tahan kamu disini kasian keburu malem juga." Kata Elsa.


Lalu Ibu Opi pun datang dan kaget karena lihat Ocha udah siap pergi.


"Kamu mau kemana Cha ya ampun?" tanya Ibu Opi.


"Ocha mau pulang tante, besok Ocha harus bantu-bantu di Restaurant. Kasian gak ke pegang. Tante main dong kesana yah sekeluarga," ajak Ocha.


"Ya udah tante gak papa, tapi kalo lagi ada waktu mampir ya ke rumah!" kata Ocha.


"Ia pasti." Kata Ibu Opi.


Ocha pun besalaman kepada Ibu Opi dan pamitan karena hendak pulang. Ocha pun pergi dan di perjalanan Ocha menghubungi Dika agar tidak menjemputnya karena dia sudah di jalan menuju rumahnya Dika.


Dika pun mengiyakan, padahal Dika sudah akan berangkat dan mendapat telepon akhirnya tidak jadi pergi untuk menjemput Ocha.


Beberapa saat kemudian, Ocha pun sampai di rumah Dika dan didapati Dika telah berada di ambang pintu untuk menunggu kedatangan Ocha. Ocha pun keluar dari mobilnya dan menghampiri Dika.


"Kamu nungguin Ka?" tanya Ocha.


"Ia nungguin kamu," Kata Dika lalu mengajak Ocha masuk ke dalam.


Ocha pun masuk dan bersalaman dengan kedua orang tua Dika.


"Ya Allah Ocha tante sampe pangling loh sama kamu, kamu cantik sekali." Kata Ibu Uma sambil memegang pipinya Ocha.


"Tante bisa aja, tante juga cantik ko," kata Ocha senyum.


"Ayo .. Ayo duduk Cha," ajak Ibu Uma.


Kemudian Ibu Uma mengambilkan air minum untuk Ocha karena memang di rumah Ibu Uma tidak ada pembantu rumah tangga.


"Silahkan di minum Ocha!" kata Ibu Uma memberikan secangkir minum.


"Makasih tante gak usah repot-repot padahal," kata Ocha.


"Gak repot kok Ocha." Kata Ibu Uma lalu duduk di samping Ocha.


Ocha tidak menyangka akan di sambut hangat oleh keluarganya Dika, padahal Ocha bukan siapa-siapa di keluarga mereka tapi mereka baik.

__ADS_1


"Oh ia tante ini Ocha punya sesuatu buat tante, om, dan juga Dika mudah-mudahan kalian suka ya," memberikan bingkisannya.


"Ya ampun Ocha kenapa bawa bingkisan segala, padahal gak usah!" kata Ibu Uma.


"Gak papa tante semoga suka ya tante," kata Ocha.


"Tante pasti suka Ocha, terima kasih ya," kata Ibu Uma.


"Ia Ocha terima kasih." Kata Pak Tio.


"Sama-sama om, tante," kata Ocha.


Ibu Uma pun membawa kue yang ia buat untuk diberikan kepada Ocha sebagai tanda terima kasih karena sudah datang ke rumah dan memaafkan Dika.


"Oh ia Ocha kamu berapa hari disini?" Tanya Ibu Uma.


"Hari ini juga pulang tante habis dari sini," kata Ocha.


"Apa?" Ibu Uma yang mendengarnya pun kaget.


"Ia tante, soalnya besok ada kerjaan yang gak bisa di tinggal, jadi mau gak mau pulang sekarang," kata Ocha.


"Cape dong Cha, nyetir sendiri?" tanya Ibu Uma.


"Ia sendiri tante." Kata Ocha.


"Hati-hati loh Cha kamu kan perempuan, tante gak mau kamu kenapa-kenapa!" Ibu Uma cemas.


"Ia tante terima kasih," kata Ocha.


Ibu Uma pun meminta Dika untuk mengantar Ocha sampai rumahnya, tetapi Ocha menolak karena tidak mau merepotkan.


"Terlalu berbahaya Cha, aku anterin kamu pulang aja yah perjalanan jauh tau Cha," kata Dika khawatir.


"Enggak papa, aku bisa kok. Ehm ya udah tante, om tapi maaf sekali Ocha tidak bisa berlama-lama Ocha harus pulang sekarang!" kata Ocha berpamitan.


"Kamu yakin gak mau Dika antar Cha?" tanya Pak Tio.


"Gak usah om gak papa, terima kasih sebelumnya. Kalo gitu Ocha pamit ya tante, om." Kata Ocha.


Ocha pun bersalaman kepada Ibu Uma dan Pak Tio karena hendak pulang.


"Eh tunggu, ini dibawa yah buat kamu sama keluarga. Salam buat orang tua kamu ya Ocha!" kata Ibu Uma memberikan kue kepada Ocha.


"Ya ampun tante gak usah repot-repot." Kata Ocha.


"Enggak kok sayang, kamu ambil yah! Tante mohon," kata Ibu Uma.


Lalu Ocha pun mengambil kue yang diberikan oleh Ibu Uma.


"Terima kasih tante, jadi ngerepotin," kata Ocha.


"Aku antar ke depan ya!" kata Dika.


"Boleh." Kata Ocha.


Dika pun mengantar Ocha ke depan dengan penuh kekhawatiran kepada Ocha.


"Kamu yakin mau pulang sendiri?" tanya Dika.


"Yakin, makasih ya kamu udah undang aku ke rumah dan bertemu dengan orang tua kamu." Kata Ocha.


"Aku juga terima kasih sama kamu karena udah datang ke rumah, dan mau memaafkan segala kesalahan aku," kata Dika.


"Ya udah aku pulang ya." Kata Ocha.


"Hati-hati ya, oh ia kalo udah sampai jangan lupa kabarin," kata Dika.


Ocha pun mengiayakan perkataan Dika lalu Ocha pun masuk ke mobil dan berlalu dari hadapan Dika.

__ADS_1


Dari Jakarta ke Yogyakarta memang memakan waktu lama, tetapi Ocha tetap keukeuh untuk pulang.


__ADS_2