Kasih Yang Tertunda

Kasih Yang Tertunda
Bab 27 Mengunjungi


__ADS_3

Keesokan paginya, Dika dan keluarganya telah menunggu Elsa dan juga Dekta di depan rumahnya Elsa yang sedari tadi belum muncul. Membuat Dika selalu melihat jam ditangannya.


Tak lama kemudian, Widia tiba-tiba datang naik ojek dan membawa ransel berencana untuk ikut Dika. Dika kaget melihat kedatangan Widia yang tiba-tiba muncul.


"Kamu ngapain disini?" tanya Dika kesal.


"Ikut kamu dong, halo tante, om..." kata Widia sambil bersalaman kepada kedua orang tua Dika.


"Siapa yang kasih tau kamu sih Wid?" tanya Dika.


"Staff kantor kamu, yah awalnya sih dia gak mau kasih tau, tapi aku paksa aja biar dia bilang. Akhirnya dia bilang deh, makanya aku disini buat ikut kamu," kata Widia.


Elsa dan Dekta pun keluar dari rumahnya dan Elsa kaget mendapati Widia disana.


"Kok ada dia sih?" kata Elsa sedikit mengeraskan suaranya.


"Tau tuh dia maen ikut-ikut aja!" kata Dika.


"Ya udah-ya udah kita berangkat sekarang, aku yang pimpin jalan deh dan kamu Widia ikut mobilnya Dika!" kata Dekta.


"Baik," kata Widia senang.


"Heh heh heh, inget yah jangan bikin masalah disana!" kata Dika sambil menunjuk Widia.


Mereka pun berangkat dan dipimpin oleh Dekta karena Dekta dan Elsa lebih tau alamat rumah Ocha.


Tanpa memberitahu Ocha, mereka berangkat dan berniat memberi kejutan pada Ocha untuk datang mengunjunginya di Yogyakarta.


"Dika liat deh pamandangannya bagus banget yah," kata Widia.


"Kamu jangan berisik dong Widia, tante jadi gak fokus nih liat pemandangannya," omel mamahnya Dika.


"Ya ampun tante aku juga liatin pemandangan kok gak berisik, cuma aku lagi ngobrol aja sama Dika," kata Widia.


"Tetap saja, kamu itu mengganggu!" kata Ibu Uma.


Elsa pun kesal karena Widia ikut dalam acara ini, padahal harapan Elsa tidak ada Widia tapi ternyata harapan tidak sesuai kenyataan.


"Kesel deh kenapa sih si Widia mesti ikut segala," cerocos Elsa.


"Kamu kenapa sih Elsa?" tanya Dekta.


"Dekta, gimana gak kesel, Widia dia ikut kita dan pasti disana bakalan ganggu Dika sama Ocha deh," kata Elsa.


"Kamu jangan marah-marah terus dong El, kasian Disa, kamu tuh," kata Dekta.


"Apa? Disa lagi tidur jangan ribut deh Dekta!" kata Elsa sewot.


"Loh kamu kok yang ribut dari tadi, kok jadi nyalahin aku," Dekta menggelengkan kepala karena Elsa.


"Oouh Disa kebangun, sini sama bunda sayang," memindahkan Disa dari kursi belakang ke depan dan memangkunya.


Di perjalanan, Widia terus saja ngoceh berharap mendapat perhatian dari Dika malah dapat omelan dari Dika karena Widia terlalu berisik.

__ADS_1


Ibu Uma pun menyuruh Widia diam dan jangan banyak bicara karena itu sangat mengganggu.


Hari ini Ocha bebas tugas, karena tidak datang ke Restaurant karena di gantikan oleh Galang dan Mutiara. Ocha pun sedang bersama mamahnya di butik karena mamahnya ingin membeli baju baru dan Ocha pun mengikutinya.


"Cha liat deh yang ini bagus ya kan?" kata mamahnya.


"Ia mah bagus kok, coba yang warna biru mah kayaknya lebih cocok di mamah deh!" kata Ocha.


"Mamah gak suka yang warnanya biru Cha, pengen ini warna merah!" kata mamahnya.


"Ia mah itu juga bagus," kata Ocha.


Mamahnya Ocha pun membeli satu pasang baju untuknya.


Sore harinya selesai belanja, Ocha pun istirahat di kamarnya dan terlelap.


Tak lama kemudian, Dika dan keluarganya pun datang ke rumah Ibu Lina.


Tok .. tok .. tok.


"Assalamu'alaikum," kata Ibu Uma.


"Wa'alaikumsalam" jawab Ibu Lina dari dalam lalu membuka pintu.


Ibu Lina tidak menyangka bahwa keluarga Dika akan datang, dan juga Elsa lalu mereka semua di persilahkan masuk. Mereka duduk bersama. Ibu Lina pun membawa minuman untuk mereka semua.


"Rumahnya enak banget ya mah," kata Pak Tio.


"Ia pah," kata Ibu Uma.


"Aduh kenapa gak ngabarin dulu kalo mau kesini Bu Uma?" tanya Ibu Lina.


"Ia nih Dika ngajakinnya dadakan bu, makanya gak ngabarin dulu. Tapi kayaknya Dika emang sengaja gak ngabarin soalnya mau kasih surprise," ledek Ibu Uma kepada Dika.


"Mamah nih," kata Dika.


"Gak papa, tapi kebetulan Ocha nya lagi istirahat di dalem, baru aja nyampe." Kata Ibu Lina.


"Tante, Elsa kangen banget tau sama tante," kata Elsa.


"Tante juga Elsa, oh ia Disa yah ini, sini gendong sama omah. Gak papa yah panggil Omah aja," kata Ibu Lina.


"Ia gak papa ko tante," kata Elsa.


Pak Fahri pun mengajak Pak Tio keluar dan berbincang serta ngopi-ngopi santai.


"Ya udah kalian istirahat saja dulu yah, saya bangunin Ocha dulu," kata Ibu Lina.


"Gak usah bu, kasian!" kata Ibu Uma.


"Gak papa, tunggu ya." Ibu Lina berlalu ke kamarnya Ocha.


Ibu Lina pun membangunkan Ocha yang tertidur pulas, Ocha pun bangun sembari masih mengantuk.

__ADS_1


"Aduh mamah ada apa sih mah? Ocha tuh ngantuk banget," kata Ocha.


"Di depan ada Dika sama keluarganya, ada Elsa juga Cha," kata mamahnya yang membuat Ocha kaget bukan main.


"Kok mereka kesini gak bilang mah dadakan lagi. oh ia, mamah kan suruh Dika waktu itu untuk dateng jadinya dateng beneran kan!" kata Ocha.


"Tapi kamu seneng kan Cha?" Ledek mamahnya.


"Bukan gitu mamah, tapi ini bukan waktunya, aku lagi rame-ramenya di Resto gak bisa dong mah nemenin mereka jalan-jalan atau apalah mah," keluh Ocha.


"Itu urusan mamah, yang penting sekarang kamu temui dulu sana!" Kata mamahnya.


Ocha pun menuruti perkataan mamahnya dan turun ke bawah untuk menemui tamunya.


"Tante..." kata Ocha sambil bersalaman lalu duduk.


"Ocha kamu jadi terganggu yah," kata mamahnya Dika.


"Enggak kok tante, emang tadi baru nyampe nganter mamah belanja terus ketiduran," kata Ocha lalu bari tersadar ada Widia disini lalu berubah jadi males.


Dika pun menyadari perubahan Ocha karena adanya Widia disini. Dika merasa tidak enak kepada Ocha, Dika pun mendadak diam. Sama dengan Elsa, dia pun menyadari setelah Ocha melihat ke arah Widia.


"Ehm tante, tante pasti cape yah! Ayo, Ocha tunjukin kamar buat tante." Ajak Ocha.


Lalu Ibu Uma pun mengikuti Ocha yang menunjukkan kamarnya.


"Ini kamar tante, maaf ya tan kamarnya kecil," kata Ocha.


"Gak papa, makasih ya Ocha. Ocha tante minta maaf ya Widia ikut kesini soalnya tadi dia tiba-tiba datang dan minta ikut," jelas Ibu Uma.


"Gak papa kok tante, sekarang tante istirahat yah. oh ia nanti malem kita makan malam bersama ya di Cafe depan rumah," kata Ocha.


"Ia Ocha terima kasih sayang." Kata Ibu Uma dan berlalu masuk ke kamar.


Ocha pun kembali ke ruang tamu.


"Ehm Elsa sama Dekta kamarnya di ujung ya, soalnya gak ada lagi kamar. Maaf ya elsa, Dekta dan Dika ehm maksudnya Widia sebelahan kamarnya sama Elsa. Tapi Dika kamar kosong nya cuma ada tiga, itupun punya papah biasanya temen-temen papah suka nginep disini kalo pulang mancing," Ocha menjelaskan.


"Gak papa Cha aku di sofa aja, lagian gara-gara aku jadi ngerepotin kamu," kata Dika.


"Enggak masalah kok, aku seneng." Kata Ocha.


Elsa, Dekta dan yang lainnya pun istirahat menunggu malam untuk makan malam bersama, sementara Ocha dan Dika ada diluar.


"Aku minta maaf ya Cha, gak seharusnya aku dateng kesini!" kata Dika.


"Gak papa, aku seneng kok Dika tapi kenapa Widia bisa ikut kesini?" tanya Ocha.


"Staff aku bilang ke Widia kalo aku mau kesini, Widia sengaja ngikutin aku gak tau deh maksudnya apa," kata Dika.


"Mungkin dia mau CLBK sama kamu Dika, makanya dia ikutin kamu kemanapun kamu pergi," kata Ocha.


"Gak usah bilang itu Cha, dari dulu aku cuma suka sama kamu dan aku pengen kamu menikah sama aku!" kata Dika.

__ADS_1


Ocha pun diam saat itu juga mendengar pernyataan Dika. Ocha tidak menanggapi itu lalu masuk ke dalam.


Malam harinya, semua keluarga Ocha dan yang lainnya makan bersama di Cafe depan rumahnya, karena lebih dekat dan tidak memakan waktu lama. Sengaja tidak ke Restaurant nya karena jaraknya lebih jauh.


__ADS_2