Kasih Yang Tertunda

Kasih Yang Tertunda
Bab 34 Widia Kembali Mengejar Dika


__ADS_3

"Bagaimana hubungan kamu dengan Dika ada perubahan tidak?" tanya papahnya kepada Widia sesampainya di rumah.


"Papah, namanya juga proses yah belum ada kemajuan lah pah," jawab Widia melemparkan tasnya ke kursi lalu duduk.


"Alah sekarang kamu kejar Dika, dulu ninggalin dia demi si cowok tengil itu. Papah jodohin kamu dulu kamu malah selingkuh gimana sih," kata Papahnya kesal.


"Udahlah pah, kasian Widia jangan dipojokin terus kayak gitu," kata mamahnya.


"Jangan belain dia terus mah, kebiasaan nanti bikin malu," kata papahnya sambil berlalu.


"Gimana kamu disana? Dika deket lagi sama kamu?" tanya Mamahnya sambil duduk.


"Enggak mah, Dika malah deket sama Ocha. Widia kesel mah sama dia, ya udah Widia bikin ancur aja persahabatan Ocha sama Elsa," kata Widia blak-blakan.


"Apa? Kamu apain mereka, kamu jangan gitu dong Wid nanti reputasi kamu bisa hancur di depan Dika!" kata mamahnya.


"Enggak mamah, semua aman terkendali kok. Udah ah mah Widia cape mau istirahat daah mamah," Widia pun pergi ke kamarnya untuk istirahat.


"Disaaa cucu omah, sini sayang!" kata Ibu Opi kepada Disa lalu menggendongnya.


"Maafin omah ya sayang, omah gak bisa kesana waktu bunda kamu ngabarin bahwa kamu di culik," kata Ibu Opi.


"Mah, udah deh gak usah bahas itu, Elsa gak mau dengernya mah maafin Elsa karena bikin panik semuanya," kata Elsa.


"Gak papa kok Sa, mamah khawatir tapi mamah bersyukur cucu omah yang cantik ini baik-baik saja. Oh ia Elsa Ocha..." kata Ibu Opi.


"Mah udah yah, gak usah bahas Ocha juga, Elsa gak mau denger nama itu. Gara-gara dia Disa dalam bahaya!" kata Elsa.


"Ayolah Elsa, kamu sama Ocha kan udah bersahabat lama gak baik kamu gitu ke Ocha," Ibu Opi menjelaskan.


"Tapi mah Ocha penyebab hilangnya Disa," Elsa kesal.


"Mamah tau, tapi Ocha juga gak mungkin disengaja, buktinya aja Ocha juga berusaha keras nyari Disa kan!" kata mamahnya.


"Udah ya mah, gak usah dibahas dulu. Biar Elsa istirahat kasian ya mah," kata Dekta kepada Ibu mertuanya.


"Oke, ya sudah kalian istirahat biar Disa sama mamah aja." Kata Ibu Opi lalu pergi ke dapur membuatkan susu untuk Disa.


Dekta dan Elsa pun beristirahat setelah pulang dari Yogyakarta, kemudian Elsa teringat apa yang di ucapkan mamahnya barusan bahwa ada benarnya juga Ocha tidak mungkin setega itu. Tapi Elsa terlanjur kecewa sama Ocha.


Malam hari yang sangat berbeda tidak ada bulan dan juga bintang. Seperti biasanya, Ocha duduk di ayunan di belakang rumahnya sambil memikirkan apa yang telah terjadi kepada dirinya dan juga Elsa.


Tidak bisa dipungkiri bahwa kini Ocha sangat bersedih, sahabat satu-satunya telah membencinya dan jarak mereka sangat jauh tidak memungkinkan bagi Ocha untuk menyusul Elsa ke Jakarta.


Ocha terus saja menghubungi Elsa, tetapi tidak ada jawaban satupun dari Elsa, kemarahan Elsa telah mengalahkan persahabatan mereka yang telah terjalin cukup lama.

__ADS_1


Triiiittt.. Triiitt.... Triittt....


Alarm di ponsel Dika berbunyi menunjukkan pukul 07.00 pagi. Hari ini Dika harus kembali bekerja dan berkutat dengan file pentingnya di kantor.


"Kesiangan, lagi...." kata Dika sambil berlalu untuk bersih-bersih dan bersiap-siap ke kantor.


Setelah selesai beres-beres, Dika pun bersiap untuk pergi ke kantor.


"Kamu kok tumben kesiangan Ka? Ayo sarapan dulu!" ajak mamahnya Dika.


"Ia mah," kata Dika lalu sarapan.


"Mah, Ocha berangkat dulu yah soalnya Besok mau ke Bandung jadi sekarang cek stok untuk hari ini," kata Ocha.


"Ke Bandung lagi Cha?" tanya mamahnya.


"Ia mah," kata Ocha.


"Sama mamah aja yah ke Bandung, mamah pengen refreshing menghirup udara segar disana. Yah Cha," kata Mamahnya.


"Boleh mah. Ya udah yah Ocha berangkat dulu," kata Ocha.


Ocha pun berangkat ke Restaurant dan mengecek stok serta pergi berbelanja untuk beberapa hari ke depan.


"Kamu ngapain disini?" tanya Dika kepada Widia.


"Nungguin kamu, aku kangen sama kamu tau ka," kata Widia.


Dika pun masuk dan diikuti oleh Widia sampai kedalam ruangannya, membuat para karyawan yang melihat Widia keanehan serta membicarakan Widia di belakangnya.


"Kamu ngapain sih ngikutin aku kesini? Aku mau kerja Widia," kata Dika.


"Aku mau nemenin kamu kerja, kamu kan tau kalo aku itu setia dan gak bisa ninggalin kamu," kata Widia sambil memegang tangan Dika sambil menyandarkan kepalanya ke tangannya Dika.


"Kamu apaan sih!" Dika melepaskan genggaman tangan Widia dan duduk di kursinya.


"Ih kamu kok gitu sih sama aku, aku kan pengen deket sama kamu Dika," kata Widia kemudian duduk di sofa.


"Lebih baik kamu pulang deh, tau gak sih..." perkataan Dika terputus.


"Enggak!" kata Widia memotong pembicaraan Dika dan melebarkan senyumnya.


Dika menggaruk kepalanya yang tidak gatal, melihat tingkah Widia yang saat ini sangat mengganggu aktivitasnya apalagi sekarang sedang di kantor, yang jelas bikin emosi.


"Ayolah Dika kenapa sih muka kamu tuh nanti tua tau kalo cemberut gitu, senyum aja dan oh ia kamu suka sama Ocha kan? Ya udah anggep aja aku ini Ocha!" kata Widia tersenyum sambil memakan buah anggur yang dipegangnya.

__ADS_1


"Udah gak sopan, sekarang suruh aku anggep kamu Ocha. Kamu sakit atau apa sih Widia? Kamu ya kamu, Ocha ya Ocha!" kata Dika sewot.


Melihat tingkah Widia yang menunggu Dika bekerja di ruangannya membuat dika tidak fokus bekerja, Dika pun menelepon satpam untuk membawa Widia keluar. Tak lama satpam pun datang menyuruh Widia untuk keluar.


Bukannya keluar Widia malah mengeluarkan jurus andalannya pura-pura menangis di depan Dika, membuat Dika tambah bingung dan stress. Mau tidak mau Dika pun membiarkan Wanita yang sangat menjengkelkan itu berada di dalam ruangannya.


Satpam pun pergi dan gagal untuk bisa mengeluarkan Widia dari ruangan Dika. Widia yang saat itu di ambang pintu karena di tarik-tarik oleh satpam pun kembali duduk di sofa dan memakan anggurnya kembali.


"Kamu jangan sejahat itu dong Dika, kamu gak tau aku itu sangaaaaaaat suka kalo aku deket sama kamu tau!" kata Widia manja.


"Udah deh jangan bicara lagi, fokus aja tuh makan anggurnya. Inget yah jangan bicara selama kamu ada di ruanganku!" kata Dika galak.


"Iya, ya deh aku gak bakalan ngomong, asalkan aku deket sama kamu." Kata widia.


Dika pun sibuk dengan pekerjaannya tanpa menghiraukan Widia sedikitpun bahkan Widia pun menurut apa yang dikatakan oleh Dika.


Setelah selesai bekerja dan berkutat dengan file, Dika pun merapikan mejanya hendak pulang dan sempat lupa bahwa di ruangannya ada Widia. Melihat Widia yang terlelap, Dika pun malas membangunkannya lalu Dika pun meninggalkan Widia sendiri di ruangannya.


Tak berapa lama, cleaning service pun datang dan membereskan ruangannya Dika dan melihat Widia lalu ia membangunkan Widia dan menyuruhnya pulang karena ruangan Dika sudah sepi. Widia pun bangun dan mendapati Dika sudah tidak ada, membuat ia kesal lalu keluar dari kantor.


"Dika tega banget, dia gak bangunin aku dan pergi gitu aja emang bener-bener ya Dika," kata Widia lalu pulang.


Sesampainya di rumah, Dika langsung membaringkan badannya di sofa sambil memejamkan matanya.


"Udah pulang Ka..." kata mamahnya sambil membawakan minum untuk Dika.


"Ia mah," Jawab Dika tanpa membuka matanya.


Mamahnya Dika pun duduk di sofa disebelah Dika, melihat tingkah Dika membuatnya penasaran. Tidak biasanya dia seperti itu, datang dengan lesu dan tidak bersemangat.


"Kamu kenapa Dika? Kok tumben pulang lemes gitu, kamu sakit?" tanya mamahnya.


"Dika tuh gak sakit mah," Dika pun duduk lalu meminum minumannya.


"Lalu kenapa?" tanya mamahnya kembali.


"Tadi di kantor, Widia dateng dia nungguin aku kerja di ruangan aku. Terus dia tidur ya udah deh Dika tinggalin aja!" kata Dika.


"Widia itu masih suka sama kamu Ka, makanya dia rela nungguin kamu kerja tadi," kata mamahnya.


"Aduh mamah enggak deh, Ocha tetap di hati aku mah!" kata Dika.


"Mamah juga tau, mamah juga setuju kalo sama Ocha. Oh ia Ka, Elsa sama Ocha gimana ada kabar belum siapa pelaku yang udah culik Disa?" tanya mamahnya membuat Dika diam seketika memikirkan pertanyaan mamahnya.


Memang sudah sejauh ini belum ada tanda-tanda siapa penculik Disa dan bagaimana kabar Ocha dan juga Elsa. Dika pun berencana untuk menelpon Ocha setelah dia selesai Membersihkan diri.

__ADS_1


__ADS_2