
Pernikahan Ocha dan Dika akan dilaksanakan esok hari dan hari ini semua keluarga Ocha sudah berkumpul semua dirumah orang tua Ocha. Termasuk adik dari ibunya Ocha dan kakak dari papahnya Ocha sendiri.
Mereka sudah ada di rumah Ibu Lina dan Pak Fahri untuk mendampingi pernikahan Ocha yang akan diselenggarakan esok hari.
Pernikahan menjadi suatu bagian terpenting bagi seluruh kehidupan manusia, menikah merupakan acara sakral dan diharapkan hanya dilakukan sekali dalam seumur hidup dan persiapan pernikahan Ocha dan Dika sudah dilakukan jauh-jauh hari.
Mulai dari undangan, mas kawin, make up, catering sampai dengan dekorasinya.
Sore ini, Elsa sudah sampai di rumahnya Ocha dan langsung disambut oleh keluarga Ocha dengan baik yang saat ini memang sedang menunggu kedatangan Elsa.
“Ocha sayangnya aku, sahabat aku akhirnya kamu akan menikah juga setelah lama bertahun-tahun jomblo. Tuh kan kata aku juga apa, kalo jodoh pasti ketemu dan akhirnya kamu sama Dika akan benar-benar menikah,” kata Elsa setelah memeluk Ocha dan Elsa selalu ribut sendiri.
“kayak lagu aja jodoh pasti bertemu, kamu ini selalu ribut dan heboh sendiri tau gak...” kata Ocha terkekeh yang sekarang sedang duduk dikursi bersama Elsa.
“Biarin, kalo aku gak heboh kayak gini aku juga gak akan mungkin kenal sama kamu. Aku senang banget melihat sahabat aku akan menikah,” kata Elsa mencubit gemas kedua pipinya Ocha.
“Oh ia Disa gak kamu bawa?” tanya Ocha.
“Disa itu sama neneknya, dia lebih sayang neneknya dari pada bundanya,” kata Elsa.
Keluarga Ocha sedang sibuk mengurus persiapan untuk besok pagi, begitupun dengan keluarga dari pihak laki-laki mereka datang dengan membawa kehebohan dan baru hari ini mereka diberi kabar yang sangat bahagia ini.
Keluarga Dika yang sudah berkumpul bersama itu, sangat bahagia karena ponakannya akan segera menikah.
Di Apartementnya Dika sekarang sudah ada paman, bibi, dan nenek dari keluarga dari pihak keluarganya Dika. Sedangkan dari pihak mamahnya Dika, hanya ada adiknya Ibu Uma saja.
“Ponakannya tante sudah mau menikah aja, kamu telat kabarin tante tau gak kesel deh.” Kata bibinya Dika yang tak lain adalah adiknya Ibu Uma.
“Maaf tante, karena Dika gak sempat kasih tau tante. Tapi kan tante udah ada disini sebelum aku menikah kan...” kata Dika.
“Huuu tante juga kan mau membantu kamu untuk mempersiapkan semuanya. Tapi ya udahlah tante bahagia karena akhirnya ponakan tante yang paling nyebelin menikah juga.” Kata Tantenya terkekeh.
“tante nih...” kata Dika yang hanya tersenyum.
__ADS_1
“Mana coba paman lihat calon istri kamu, ada fotonya kan pasti?” kata paman kepada Dika yang penasaran karena ingin melihat wajah calon istrinya Dika.
“Gak ada paman, calon istrinya Dika itu gak pernah kasih foto sama Dika dan kita juga gak foto bareng.” Kata Dika.
“Paman jadi penasaran...” gumam paman sambil berlalu dari hadapan Dika.
Dika yang melihat pamannya yang penasaran hanya tertawa dan Dika sengaja tidak memperlihatkan Ocha kepada pamannya karena Dika sengaja membuat pamannya penasaran.
Sedangkan mamahnya Dika yang melihat kelakuan Dika hanya tersenyum. Betapa bahagianya Dika saat ini karena harapannya untuk memiliki Ocha akan menjadi kenyataan dan hanya menunggu hitungan jam mereka akan resmi menjadi pasangan suami istri.
Di rumah Ocha, kini Mutiara sedang bersama Wira di taman belakang dan duduk diayunan sambil menikmati cokelat panas yang dibuatkan khusus oleh Ocha untuk adiknya dan calon adik iparnya.
“Aku senang bisa mengenal kamu dan keluarga kamu dengan baik. Setelah Kak Ocha menikah bagaimana kalo kita juga persiapkan pernikahan kita?” kata Wira.
“kamu serius?” kata Mutiara.
“Aku serius, karena aku sangat sayang sama kamu dan aku gak mau sesuatu terjadi sama kamu bahkan aku gak mau kamu diganggu lagi sama Arvan. Aku takut kehilangan kamu.” Kata Wira.
Memang benar, carilah orang yang tidak bisa hidup tanpamu dan tidak bisa hidup jika kehilanganmu. Itulah cinta yang terkadang membuat kita lupa tetapi kita sangat sadar akan hal itu.
Sama dengan pernikahan yang hanya dilakukan sekali seumur hidup yang membutuhkan kesetiaan dan kepecayaan dari kedua belah pihak.
Keesokan harinya, telah tiba saat yang sangat ditunggu-tunggu oleh keluarga besar Dika dan juga keluarga besar Ocha, hari bahagia yang sudah lama diinginkan yaitu pernikahan.
Dika dan keluarga sudah ada di Gedung diiringi dengan keluarga besar yang membawa seserahan untuk diserahkan kepada pihak mempelai wanita.
Setelah semuanya berkumpul diruangan, Ocha pun datang didampingi dan dituntun oleh mamahnya dan juga Mutiara adiknya, tak lupa Elsa pun ikut mendampingi sahabatnya.
Dekorasi pernikahan yang elegan dengan warna putih tulang dan putih silver yang menambah keindahan pelaminan Ocha dan juga Dika.
Dika sudah menunggu Ocha dan sekarang Ocha sudah datang lalu langsung duduk berdampingan dengan Dika. Sudah ada para saksi dan wali nikah.
Dengan segala kesiapan, Dika menjabat tangan Pak Fahri.
__ADS_1
“Saya nikahkan dan kawinkan engkau Ananda Dika Hanjaya Vikra binti Tio dengan Ocha Hadisya Sera binti Fahri dengan mas kawin berupa emas delapan puluh gram dengan seperangkat alat solat dibayar tunai.” Kata Pak Fahri.
“Saya terima nikah dan kawinnya Ocha Hadisya Sera binti Fahri dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.” Kata Dika dengan sekali tarikan nafas saat melantunkan ijab kabul.
“Bagaimana para saksi sah?” tanya pak penghulu.
“Sah...” kata para saksi.
Ocha pun mencium punggung tangan Dika dan tak terasa air matanya Ocha menetes membasahi tangannya Dika dan Dika mencium keningnya Ocha. Setelah itu Dika menyematkan cincin dijari manisnya Ocha dan juga Ocha menyematkan cincin dijarinya Dika.
Kini mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri. Dan tidak lupa kedua mempelai setelah ijab kabul, mereka melakukan sungkeman kepada orang tua mereka. Orang tua Dika dan Ocha pun menangis bahagia karena melihat putera dan puteri mereka telah resmi menjadi suami istri.
Terlihat galang yang sedang duduk di bangku para tamu ikut menangis karena akhirnya setelah melewati berbagai rintangan, mereka akhirnya menikah tanpa halangan dan gangguan apapun.
Mereka pun melaksanakan resepsi dan menyambut para tamu undangan dengan bahagia.
Keluarga Ocha dan Dika mereka melakukan foto bersama dengan berbagai gaya mereka keluarkan untuk mengenang hari yang sangat indah dan bahagia ini.
"Cucu nenek, selamat ya kamu sekarang sudah menjadi seorang suami. Jangan pernah kecewakan istrimu Dika," kata neneknya Dika.
"Tidak akan nek, Dika akan menyayangi Ocha sepenuh hati Dika." kata Dika sambil memeluk neneknya.
"Wah...wah wah, Dika ternyata istri kamu ini cantik banget. Gak nyangka banget paman," kata paman.
"Makasih paman, paman juga ganteng kok..." kata Ocha.
Mereka pun tertawa bersama dan sekarang mereka menikmati hidangan yang sudah tersedia.
“Terima kasih ya, kamu udah terima aku menjadi pasangan kamu,” kata Dika berbisik kepada Ocha.
“Terima kasih juga karena kamu udah berjuang untuk mendapatkan aku...” kata Ocha membalas perkataannya Dika.
“ingat janji aku sama kamu! Aku tidak akan pernah kecewakan kamu dan aku akan menjadi suami yang baik untuk kamu dan ayah yang baik untuk anak-anak kita kelak.” Kata Dika.
__ADS_1
“aku akan ingat janji kamu...” jawab Ocha.