Kasih Yang Tertunda

Kasih Yang Tertunda
Bab 20 Semangat Baru


__ADS_3

Pagi yang cerah, membuat hari Dika kembali bahagia. Karena Dika akan memulai kehidupannya dengan semangat yang baru setelah tiga tahun bergelut dengan kesedihannya.


Kini Dika telah sembuh dari sakitnya dan sehat kembali serta telah memulai harinya yang lebih baik.


Hari ini Dika kembali bekerja di salah satu perusahaan, karena Dika sudah lama berhenti menjadi seorang guru ekskul setelah kelulusannya enam tahun yang lalu.


Kini Dika telah menjadi seorang manajer yang terbaik di perusahaannya karena kinerjanya yang baik dan juga cara kerjanya yang cekatan.


Dika pun bersiap-siap untuk berangkat bekerja, tidak mau terlambat. Karena pantang bagi Dika terlambat untuk bekerja dan tidak ada kamus keterlambatan baginya.


Dika pun menuju meja makan untuk sarapan bersama dengan mamah dan papahnya.


"Ekheemm, yang mau berangkat bekerja udah rapi aja," kata Pak Tio sambil makan roti.


"Iya dong pah," kata Dika sambil mengambil piring.


"Mamah senang kamu kembali ceria dan semangat," kata mamahnya Dika.


"Ia mah, Dika akan coba untuk tidak bersedih lagi. Dika akan berusaha menjadi lebih baik lagi," kata Dika.


Dika pun berangkat ke kantor dengan penuh semangat dan ceria, Dika benar-benar menemukan semangat yang baru kali ini.


Perlahan Dika melupakan permasalahannya dengan Ocha sampai dia benar-benar berhasil dalam pekerjaannya dan mengejar impiannya.


Selain itu, banyak yang mendekati Dika karena ketampanannya yang membuat hati para wanita jatuh hati kepada Dika.


Tetapi tidak membuat Dika berpaling dari Ocha meskipun banyak yang dekat dengan Dika.


Seperti biasa, hari ini Ocha pergi ke Restaurant miliknya yang berada di Bandung. Memang benar, kini Ocha telah menjadi pengusaha yang sukses dengan memiliki dua cabang Restaurant. Pusat nya berada di Yogyakarta dan dua cabang yang lainnya berada di Bandung dan di Surabaya.


Setiap dua bulan, Ocha selalu bolak-balik dari Yogyakarta ke Bandung dan ke Surabaya. Ditemani oleh kedua adiknya, dan terkadang di pantau oleh Mutiara atau Galang.


Ocha selalu di temani oleh adiknya jika harus pergi ke cabang dan Restaurant di Yogyakarta. Terkadang Ocha menyuruh kedua adiknya untuk datang ke cabang untuk menggantikannya.


Mutiara dan Galang selalu kompak bila sudah berurusan dengan bisnis kakaknya, karena Mutiara dan Galang pun mendapat tugas dari Ocha untuk bisa mengurus Restaurant nya.


Ocha kini telah berubah dan bukan Ocha yang pendiam seperti dulu, usahanya melesat dengan baik. Kehidupan Ocha dan keluarganya pun lebih bahagia.

__ADS_1


Kring..kring..kring.


Telepon Ocha berdering ada panggilan masuk dari Elsa, Ocha pun mengangkat teleponnya.


"Hayy Cha," kata Elsa.


"Ia El, kenapa?" tanya Ocha.


"Kamu kapan balik ke Jakarta? Betah banget di Yogyakarta," kata Elsa sambil menggendong putrinya.


"Aduh kapan yah, aku lagi sibuk banget nih El, aku aja sekarang lagi ada di Bandung," kata Ocha.


"Yaaah sedih banget deh Cha, aku lagi di Jakarta nih pengen ketemu banget sama kamu, aku juga lupa ngabarin kamu kalo aku udah pindah ke Jakarta," kata Elsa.


Elsa kini berada di Jakarta lagi dengan suaminya, karena kini Dekta bekerja di Jakarta dan karena keinginan Elsa juga pindah dari Palembang karena ingin menemani Ibu Opi dan papahnya.


Dekta pun menuruti semua kemauan Elsa dan tidak ingin membuat Elsa kecewa.


"Kamu kayaknya sibuk banget yah Cha hebat deh, punya 3 cabang Restaurant yang sukses," kata Elsa.


"Ia, sekarang aku di Jakarta, kamu kesini dong Cha yah," bujuk Elsa.


"Ia nanti kalo gak sibuk kesana deh, gimana kabar Disa? Pasti makin gendut deh," tanya Ocha kepada Disa.


"Ih dia mah sehat selalu Cha, gendut banget deh," kata Elsa membanggakan.


Disa adalah putri pertama Elsa dan Dekta, setiap dua minggu sekali Ocha sering Video call dengan Elsa dan juga Disa di waktu luang. Makanya Ocha selalu gemes tiap kali melihat Disa rasanya ingin sekali bertemu dengan dia dan mencubit pipinya.


"Janji ya Cha kita harus ketemu loh, dan bawain aku oleh-oleh kalo kesini!" kata Elsa sambil tertawa.


"Siap Ibu Elsa," kata Ocha menegaskan.


Dika tersadar bahwa file miliknya terbawa oleh satu karyawan saat rapat tadi, lalu Dika berlari dari ruangannya mengejar salah satu karyawan tersebut karena file miliknya terbawa saat rapat.


"Maaf file aku kebawa sama kamu!" kata Dika kepada karyawan tersebut.


"Oh maaf pak, saya tidak tahu," kata gadis itu sambil memberikan file nya kepada Dika.

__ADS_1


"Ya, gak papa!" kata Dika.


Dika pun mengambil file itu dan kembali ke ruangannya.


Hari demi hari Dika berkutat dengan pekerjaannya dan kini Dika telah berubah menjadi Dika yang dingin dan pendiam.


Dika selalu berharap akan bisa bertemu dengan Ocha kembali. Dika pun sama sekali tidak memperdulikan orang lain yang berada di sampingnya, walaupun banyak yang menyukai Dika diluar sana.


Suatu hari Dika melihat Elsa dan suaminya makan bersama di sebuah Restaurant dekat kantornya, lalu Dika akan menghampiri Elsa untuk menanyakan Ocha.


Tetapi setelah Dika berjalan ke arah Restaurant, Elsa dan suaminya pun pergi karena telah selesai makan. Tidak sempat Dika bertemu dengan Elsa, tetapi kini tau bahwa Elsa telah kembali. Akan lebih mudah bagi Dika untuk menanyakan Ocha padanya.


Dika telah berada di rumah karena kali ini Dika pulang cepat karena pekerjaannya telah selesai. Kini Dika tengah berada di ruang keluarga sambil menonton tv, tiba-tiba Pak Tio datang dan menghampiri Dika dan duduk bersama.


"Dika bagaimana pekerjaanmu?" tanya Pak Tio.


"Baik pah, lancar-lancar aja," kata Dika.


"Dika apakah kamu sudah menemukan kabar tentang Ocha?" tanya papahnya.


"Belum pah, tapi Dika akan segera tahu kabar Ocha," kata Dika semangat.


"Memangnya Ocha udah kembali?" tanya papahnya.


"Gak pah, jadi Elsa sekarang udah pulang dari palembang. Dika bisa tanyain Ocha sama Elsa," kata Dika santai.


"Oh ya, papah jadi senang dengarnya, semoga kamu bisa cepat bertemu dengan Ocha yah," kata papahnya.


Hari pun sudah gelap, Dika beristirahat dengan memiliki rencana untuk besok pagi.


Pagi harinya Dika bersiap-siap untuk menemui Elsa dan pergi ke butiknya. Hari ini Dika meliburkan diri dan tidak masuk kerja.


sampai di butiknya Ibu Opi, Dika pun masuk dan bertemu dengan Elsa. Saat itu pun Elsa kaget mendapati Dika telah berada di dalam butiknya.


"Syukurlah kita bisa bertemu lagi," kata Dika sambil tersenyum bahagia.


Elsa panik saat itu juga, apa yang harus dia lakukan. Sekarang dia tidak bisa berbohong apalagi memberi alasan kepada Dika.

__ADS_1


__ADS_2