
Di kantor Dika, tiba-tiba Widia dan membawa makanan untuk Dika. Lalu Widia menanyakan ruangannya Dika kepada Staff di kantor Dika.
"Maaf mba, Pak Dika sedang tidak bisa di ganggu. Mba tunggu saja dulu!" kata Staff.
"Kok gitu sih mba, Dika itu kenal sama aku, jadi aku juga boleh dong menemui dia!" kata Widia
"Saya faham mba, cuma Pak Dika lagi sibuk dan tidak bisa di ganggu mohon mengerti, silahkan tunggu!" suruh Mba Staffnya.
"Gak bisa, aku mau sekarang ke ruangannya Dika!" kata Widia sambil memaksa masuk.
Staff pun mengejar Widia. Tetapi Widia keburu masuk ke dalam ruangannya Dika.
"Haaii Dika..." sapa Widia.
"Aduh pak maaf, mba ini tadi masuk gitu aja sudah saya katakan bahwa bapak tidak bisa di ganggu, tetapi tetap saja mba ini ngotot buat masuk," kata Staffnya.
"Gak papa, kamu silahkan lanjut kerja," suruh Dika kepada Staffnya.
Lalu Staff itu pun berlalu dan meninggalkan ruangan Dika.
"Kamu ngapain lagi sih temuin aku Wid?" tanya Dika.
"Ini loh Dika aku bawa makan siang buat kamu, kamu pasti laper kan dan males buat keluar kantor karena cuaca juga lagi panas-panasnya," kata Widia langsung menghampiri Dika.
"Kamu itu so tau Widia, lebih baik kamu pergi dari ruangan aku sekarang juga, dan jangan balik lagi," usir Dika kepada Widia.
"Kamu jangan gitu dong Dika, aku udah cape-cape dateng kesini dan bawain kamu makanan malah di usir. Kamu masih marah sama aku? Kan aku udah minta maaf. Udahlah masa lalu gak usah di ingat lagi," kata Widia.
Widia sengaja datang ke kantor Dika untuk mendekati Dika kembali. Karena sekarang Widia ingin memiliki Dika lagi setelah beberapa tahun lalu dan sekarang Widia menyesal.
"Kamu keluar sekarang juga Widia!" usir Dika kepada Widia.
"Tapi Dika..." kata Widia.
"Keluar sekarang!" Kata Dika.
Lalu Widia pun keluar dan pergi dari kantornya Dika sambil kesal. Widia akan terus mendekati Dika sampai Dika menjadi miliknya kembali.
"Ada-ada aja deh Widia, apalagi coba maunya dia," kata Dika.
Dika pun heran dengan tingkah laku Widia. Tanpa memperdulikannya, Dika pun melanjutkan kerjanya kembali.
"Ibu Ocha maaf ada laporan bahwa di cabang Bandung katanya sedang ramai dan tidak terhandle, bagaimana ini Bu?" tanya salah seorang manajer pusat.
__ADS_1
"Saya juga dapat kabar dari sana, ehm gimana kalo kamu aja kesana? Kamu bisa kan?" kata Ocha.
"Bisa bu, saya selalu siap dan saya akan bekerja keras," kata Manajernya.
"Maaf ya saya suruh kamu kesana biar disini saya yang handle aja, sekalian kamu berdua kesana yah dan selalu kabarin saya," kata Ocha.
"Baik bu laksanakan." Kata Manajer.
Kedua karyawan Ocha pun pergi ke Bandung untuk melaksanakan perintah dari Ocha dan membantu di cabang yang berada di Bandung.
Ocha sangat senang karena usahanya lancar dan tidak ada hambatan walaupun saingan diluar sana sangat banyak, tetapi Ocha masih bisa mengendalikan dan membuat para pelanggan betah dengan terus datang ke Restaurant nya.
"Loh Cha ya ampun kamu kenapa gak telepon mamah sih kalo tau ramai gini?" Kata mamahnya yang datang ke Resto.
"Mamah kok disini? Mamah kan harusnya istirahat mah," kata Ocha.
"Istirahat apanya, masa liat anak kewalahan gini mamah diem. Kasian juga tuh karyawan kamu, mamah mau bantu ah disini," kata Mamah Ocha yang tiba-tiba masuk ke dalam dapur.
Ocha pun hanya diam dan tidak mampu melarang mamahnya, walaupun Ocha sudah menyuruh mamahnya istirahat di rumah aja tapi tetap mamahnya keukeuh ingin membantu Ocha.
Biasanya mamahnya Ocha selalu ke cabang di Surabaya atau ke Bandung, tetapi sudah jarang karena kasian dan Ocha tidak ingin kedua orang tuanya terlalu cape.
Ocha pun membantu di dapur dan melayani pelanggan.
Tok... Tok... Tok.
"Ya, masuk!" Kata Dika.
Salah satu karyawan masuk ke dalam ruangan Dika untuk meminta tanda tangannya, karena ada berkas yang harus di tanda tangani oleh Dika.
"Terima kasih pak," ucap karyawan tersebut.
"Ya..." kata Dika.
Karyawan tersebut pun keluar setelah selesai meminta tanda tangan Dika.
"Ia pak nanti saya kesana," Dika berbicara di telepon dengan salah satu Kliennya yang akan rapat sore ini di sebuah Cafe.
Dika pun bergegas pergi untuk menemui Klien tersebut dan setelah sampai, rapat pun dimulai dengan baik.
"Aku gak mau tau pokoknya aku harus milikin Dika lagi. Aku nyesel banget dulu ninggalin Dika," gerutu Widia.
"Plin-plan banget sih kamu, udah nyakitin perasaan Dika sekarang kamu mau balikan lagi sama Dika. Emang Dika mau sama kamu?" kata papahnya Widia.
__ADS_1
"Papah jangan gitu dong pah, kan Widia lagi usaha buat deketin Dika lagi," kata Widia.
"Malu Wid malu, muka papah ini mau di taruh dimana!" kata Papahnya.
"Widia minta maaf pah, Widia kan waktu itu khilaf ninggalin Dika," kata Widia.
"Khilaf kamu bilang, yang ada malu-maluin!" kata Papahnya sambil berlalu.
"Papah nih jahat banget sih," Widia pun pergi keluar untuk mencari udara segar.
Rapat dengan Klien pun selesai. Dika segera keluar dari Cafe dan pergi ke butik Elsa untuk menemui Elsa dan Dekta.
"Ada om Dika, mau ngapain yah dia kesini tumben yah Disa," kata Elsa berbicara kepada Disa ketika melihat mobil Dika parkir di depan butiknya.
"Siapa bun?" Tanya Dekta sambil menghampiri Elsa.
"Tuh Dika!" kata Elsa.
"Sini biar papah yang gendong Disa," Dekta pun menggendong Disa.
Dika pun masuk ke dalam butiknya Elsa dan bertemu dengan Elsa dan juga Dekta.
"Weiiiss Dika roman-romannya lagi bahagia nih," kata Dekta.
"Gini Dekta, Elsa, kebetulan besok aku ambil cuti dan rencananya aku sama keluarga aku mau ke Yogyakarta nemuin Ocha disana," kata Dika.
"Serius kamu mau ke Yogyakarta? Kok dadakan sih!" kata Elsa kesal.
"Karena kebetulan aku cutinya besok, dari pada gak di manfaatin kan sayang jadi yah rencananya mau nemuin Ocha," kata Dika.
"Kenapa bun? Kamu mau kesana juga?" tanya Dekta.
"Mau dong Dekta, kesana yah!" bujuk Elsa.
"Ia, kalo mau barengan sih ayo sekalian juga sih aku mau ajakin kalian," kata Dika.
Dekta pun mengiayakan ajakan Dika dan setuju untuk datang ke rumah Ocha. Elsa pun senang mendengar Dekta menyetujuinya.
Dika pun akan datang ke rumah Dekta dan Elsa di depan rumah Elsa besok pagi.
Kemudian Dika pun pulang.
Malam harinya Ocha sudah berada di rumah berkumpul bersama keluarganya, seharian berada di Restaurant membuat Ocha sangat lelah dan harus extra istirahat serta mengumpulkan tenaga untuk besok pagi.
__ADS_1