Kasih Yang Tertunda

Kasih Yang Tertunda
Bab 15 Perpisahan


__ADS_3

Hari Minggu pun tiba, hari bahagia datang kepada Elsa yang hari ini akan menikah dengan Dekta laki-laki yang di cintai oleh Elsa.


Ocha dan keluarga bersiap-siap pergi untuk menghadiri acara pernikahan Elsa yang dirayakan sangat meriah di salah satu gedung yang dipih oleh Ocha sahabatnya.


"Ayo cepat nanti terlambat kasian Elsa, Ocha!" kata mamahnya kepada Ocha.


"Ia Ocha, kamu sedang apa?" kata papahnya.


"Sebentar mah pah, ini Ocha lagi nyari Hp nya Ocha," kata Ocha sambil mencari Hp nya.


"Ya ampun ka Ocha ini Hp-nya ada di meja. udah yuk buruan nanti terlambat loh jalanan nanti macet," teriak Mutiara dari bawah.


Lalu Ocha keluar dari kamarnya dan mengambil ponselnya, kemudian pergi ke acara pernikahan Elsa.


Keluarga Ocha disambut hangat oleh keluarga Elsa dan dipersilahkan masuk ke dalam.


Ijab kabul pun dilaksanakan dengan lancar. Dekta dan Elsa pun kini telah resmi menjadi pasangan suami istri.


Ocha yang melihat semuanya ikut bahagia dan memberi selamat kepada Elsa serta memberi kado teristimewa kepadanya.


"Terima kasih Ocha, kamu adalah sahabat terbaik buat aku!" kata Elsa sambil memeluk Ocha.


"Sama-sama Elsa, aku senang sekali kalo sahabatku bahagia," kata Ocha sambil tersenyum dan melepas pelukannya Elsa.


"Jangan pernah putus komunikasi yah Cha, aku selalu butuh kamu," kata Elsa.


"Ia gak akan ko Elsa kamu tenang aja yah, jangan lupa kabari aku kalo nanti kamu udah sampai di palembang. Aku minta maaf ya gak bisa antar kamu ke bandara soalnya aku harus siapin untuk pindahan," kata Ocha menjelaskan.


"Ia gak apa-apa ko Cha," kata Elsa sambil tersenyum.


Sedih rasanya Ocha akan berpisah dengan Elsa sahabatnya, tetapi Ocha harus bisa menerima keadaannya saat ini berpisah dengan sahabatnya.


Setelah selesai, keluarga Ocha pun pulang dan sebelum pulang mereka mampir dulu ke kedai kopi untuk minum kopi bersama dan berbincang.


Kedai kopi tersebut adalah tempat favorit keluarga Fahri karena kopi disana rasanya sangat khas dan tidak pernah berubah semenjak Ocha kecil sampai sekarang.


Setelah selesai minum kopi, keluarga Ocha pun pulang lalu beres-beres karena akan pindahan.


Galang dan Mutiara pun ikut membantu membereskan barang-barang dan juga perlengkapan untuk pindahan.


Pagi harinya, Dika mengantar Ibunya ke mall untuk berbelanja. Lalu Dika melihat Widia jalan bersama seorang pria. Dika pun penasaran lalu berniat untuk menghampirinya. Tetapi saat Dika mengejar Widia, Widia sudah tidak ada karena telah masuk ke dalam lift. Tidak mungkin bagi Dika meninggalkan ibunya sendiri. Akhirnya Dika mengurungkan niatnya untuk mengejar Widia.


"Dika," mamahnya menepuk pundaknya Dika.

__ADS_1


Mamahnya Dika membuyarkan lamunan Dika yang sedari tadi melamun karena penasaran melihat Widia.


"Mamah, ngagetin aja..." kata Dika.


"Kamu kenapa kok ngelamun?" tanya Ibu Uma.


"Gak papa kok mah, mamah udah selesai belanjanya?" tanya Dika.


"Belum sayang, kita ke pasar dulu yah kita beli sayuran. Stok di kulkas udah hampir habis," kata mamahnya Dika.


"Oh ya udah mah ayo kita ke pasar," kata Dika sambil membawakan belanjaan mamahnya.


Lalu Dika dan mamahnya pergi ke pasar untuk berbelanja sayuran. Selain Dika suka dengan daging, Dika juga vegetarian makanya mamahnya Dika selalu stok sayuran untuk dimasak.


Dika membantu mamahnya untuk membawakan belanjaannya ke dalam mobil. Setelah itu, Dika dan mamahnya pun pulang.


Setelah sampai di rumah, mamahnya pun langsung masak untuk Dika dan juga suaminya. Dika pun ikut membantu mamahnya memasak di dapur.


Setelah selesai memasak, mereka pun berkumpul bersama Pak Tio dan Ibu Uma.


Dika masih memikirkan apa yang dilihatnya tadi pagi di Mall. Mengapa Widia jalan bersama pria lain sedangkan dia sudah bertunangan dengan Dika.


Masih dilanda penasaran, akhirnya Dika pun pergi keluar sebentar untuk menemui Widia di rumahnya. Tetapi Widia tidak berada di rumahnya berarti apa yang dilihat Dika tadi itu benar bahwa Widia mempermainkan dirinya.


Entah apa yang diinginkan Widia sampai Dika berada di kehidupannya sekarang, jauh dari cintanya bahkan sekarang Dika membenci cintanya.


Tok tok tok.


Mamahnya Dika mengetuk pintu kamarnya Dika lalu Dika mempersilahkan mamahnya masuk ke kamarnya, Dika pun duduk dan mamahnya duduk tepat di samping Dika.


"Ada apa mah?" tanya Dika.


"Dika, mamah mau bicara sama kamu, kamu tolong yah dengarkan mamah bicara!" Kata mamahnya.


"Mamah mau bicara apa?" kata Dika.


"Dika apa kamu masih marah sama Ocha?" tanya mamahnya.


"Loh mamah kok tiba-tiba tanya itu sama Dika, kan Dika udah bilang sama mamah jangan bahas Ocha lagi mah!" kata Dika.


"Bukan begitu sayang, kamu jawab aja apa kamu masih marah dan benci sama Ocha?" jelas mamahnya menanti jawaban dari Dika.


"Dika mencintai Ocha mah, tapi Dika juga membenci Ocha. Cinta Dika menghilang setelah apa yang dilakukan Ocha dulu mah," kata Dika.

__ADS_1


"Walaupun bukan Ocha yang salah, apa kamu masih membencinya?" tanya mamahnya kembali.


"Udahlah mah, gak ada yang perlu dika jawab kan mah?" kata Dika.


"Mamah mohon sama kamu hilangkan dulu ego kamu. Jawab dulu pertanyaan mamah sayang!" paksa mamahnya.


"Mah, Dika gak tau siapa yang salah tapi Dika terlanjur benci sama Ocha mah, tapi Dika juga cinta sama Ocha," kata Dika bersedih.


"Sayang, dengarkan mamah yah mamah gak mau kamu menyesal pada akhirnya. Sebenarnya mamah mau bilang ini sama kamu udah lama tapi tidak pernah ada waktu," kata mamahnya.


"Memangnya ada apa mah?" tanya Dika.


Dika semakin penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh mamahnya, lalu Dika mendengarkan dengan baik apa yang akan dikatakan mamahnya.


"Dika, mamah mau tanya sama kamu sekali lagi. Udah 3 tahun ini apa kamu masih benci sama Ocha?" tanya mamahnya.


"Ia mah Dika benci banget sama Ocha, Dika kecewa sama Ocha mah, Dika gak nyangka aja Ocha bisa setega itu sama mamah," kata Dika.


"Dika kamu denger mamah, Ocha itu gak salah. Ocha adalah korban!" kata mamahnya.


"Kok mamah bilang Ocha adalah korban. Mah sebenarnya Dika gak mau denger soal Ocha, tapi Dika juga penasaran kenapa mamah bilang itu," kata Dika.


"Beberapa hari yang lalu saat kamu bertunangan dengan Widia, mamah sempat ngobrol sama Ocha, dan Ocha meminta maaf sama mamah karena dulu dia gak nolong mamah. Kamu tau dika, kenapa Ocha gak nolong mamah?" kata mamahnya.


"Dika gak tau mah," jawab Dika.


" Ocha itu gak bisa berenang sayang, makanya dia gak nolong mamah. Ocha juga bilang sama mamah kalo waktu itu ada yang sengaja nyenggol Ocha sampai Ocha pun nyenggol mamah sampai terjatuh," jelas mamahnya.


"Apa mah?" tanya Dika.


Dika kaget mendengar perkataan mamahnya dan tidak menyangka. Dika pun sedih mendengarnya dan matanya berkaca-kaca.


"Mah, mamah serius kan mah? Mamah gak lagi bercanda kan?" tanya Dika.


"Buat apa mamah bercanda, harusnya kamu dengar Ocha dulu menjelaskan semuanya sayang!" kata mamahnya.


Dika pun menangis mendengarnya, Dika akan menemui Ocha ke rumahnya lalu mamahnya Dika melarang Dika karena ini sudah malam.


"Dika ini udah malam, mamah gak izinin kamu. Temui Ocha besok saja ya!" larang mamahnya.


"Mah, mamah kenapa gak bilang sama Dika mah?" kata Dika.


"Mamah minta maaf sayang, mamah juga kaget mendengarnya," kata mamahnya.

__ADS_1


Dika saat itu sedih karena perlakuannya kepada Ocha yang mungkin membuat Ocha sakit hati. Bertahun-tahun lamanya Dika membenci Ocha dan tidak pernah mendengarkan penjelasan Ocha sedikitpun.


Dika terus memikirkan Ocha dan tidak sabar untuk menemui Ocha besok pagi.


__ADS_2