Kasih Yang Tertunda

Kasih Yang Tertunda
Bab 89 Episode Terakhir


__ADS_3

Hari ini Mutiara sudah resmi membuka toko kue yang sudah lama di bangun dan sekarang Mutiara fokus kepada bisnis yang sedang dijalaninya menjadi pembisnis sama seperti kakaknya yang bisnis Resto.


Baik Mutiara ataupun Ocha, kini mereka


bekerjasama dalam berbisnis dan menjalankan bisnisnya dengan baik. Ocha dan Dika pun membeli rumah di Yogyakarta untuk mereka berdua.


Sedangkan Dika dia sudah membuka cabang di Yogyakarta agar tidak terlalu jauh dengan rumahnya saat ini.


Perusahaan yang ada di Jakarta, Dika titipkan kepada papahnya dan orang kepercayaan Dika saat ini yaitu Dekta karena sekarang mereka sudah bekerja sama dan menjalin relasi yang baik.


Ocha pun fokus mengurus Resto yang sedang dijalankannya dan Galang yang mengurus cabang di Surabaya. Bisnis mereka semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan.


Ocha dan Dika adalah keluarga yang bahagia mereka bisa menempatkan dimana urusan pekerjaan dan urusan rumah tangganya. Tidak ada permasalahan diantara mereka. Pekerjaan dan urusan rumah tangga sudah diatur sebaik mungkin oleh Ocha dan juga Dika.


“Kak Ocha ... “ teriak Mutiara yang kebetulan sedang ada di rumah Ocha dan hendak pergi ke toko kuenya.


“Kenapa ?” tanya Ocha.


“Kak, kemarin aku simpan tas aku disini tapi sekarang kok gak ada ya...” kata Mutiara.


“Kakak gak lihat Ra, kamu lupa nyimpan kali,” jawab Ocha.


Kemudian Dika pun datang dengan membawa tas kerjanya dan dia melihat Mutiara yang sedang celingukan mencari sesuatu.


“Kamu cari apa sih?” tanya Dika.


“Tas aku kak yang aku bawa kemarin...” kata Mutiara.


“Oh tas kamu, itu ada di meja tv, lagian kamu simpan tas dimana aja kemarin kan ada temen kakak jadi kakak simpan aja tasnya tuh disitu,” kata Dika.


Tak lama, Mutiara pun mengambil tasnya. Setelah itu, Mutiara pun berpamitan berangkat ke toko kue nya. Mutiara mengambil kunci mobilnya di dalam tas-nya lalu ia segera mengemudikan mobilnya menuju toko kue.


Di kampus Galang, beberapa minggu ini dia selalu bertengkar dengan Izora tetapi karena dosen menyatukan mereka dalam tugas kelompok, mereka pun akur dan tidak bertengkar lagi. Galang dan Izora sekarang malah sudah jadian dan menjadi sepasang kekasih setelah lama bertengkar.


“Kamu janji ya jangan bikin masalah sama aku terus,” kata Izora.

__ADS_1


“Ia aku janji, lagi pula kamu kan yang selalu bikin masalah sama aku dari dulu,” kata Galang.


“Ihh apaan kamu tuh, enggak ya aku gak suka bikin masalah sama kamu,” kata Izora yang sekarang sudah bersandar di bahunya Galang.


“Ia deh Ia aku ngalah aja karena wanita selalu benar,” kata Galang.


Pagi ini di toko kue, Mutiara sangat sibuk karena banyak pelanggan dan juga pesanan yang membanjir. Mutiara dan Dina sangat sibuk pagi ini dan baru saja buka, toko kuenya sudah ramai pembeli.


Mutiara sibuk membuat kue sedangkan Dina sibuk melayani pelanggan yang sudah menunggu dari tadi sejak toko belum dibuka.


“Hai Dina...” sapa Abyaz yang baru saja datang.


“Ehh Abyaz, kamu mau pesan kue?” tanya Dina.


“Enggak, aku kesini cari Mutiara dia ada kan?” tanya Abyaz.


“Ohh Mutiara, dia ada di dapur, kamu kesana aja...” suruh Dina kepada Abyaz.


Tak lama, Abyaz pun pergi ke dapur dan menghampiri Mutiara. Setelah sampai di dapur, Abyaz melihat Mutiara yang sedang membuat kue.


“Mau sampai kapan berdiri disitu?” tanya Mutiara yang sudah mengetahui kedatangan Abyaz.


“Enak aja gak lihat kamu... mendingan kamu bantu aku bikin kue!” suruh Mutiara.


“Ia sini aku bantu,” kata Abyaz lalu dia pun membantu Mutiara membuat kue.


Abyaz dan Mutiara sibuk membuat kue bersama semenjak Abyaz datang dan meminta maaf kepada Mutiara, mereka tidak pernah bertengkar lagi dan sekarang mereka bekerja sama. Mereka terlihat akrab bahkan setiap Mutiara buka toko kuenya Abyaz selalu menemani Mutiara setelah selesai pemotretan.


Abyaz bekerja sama dengan Dika di perusahannya yang sekarang ada di Yogyakarta. Abyaz sengaja bekerja dengan Dika karena Dika yang meminta dan sekarang selain menjadi Fotografer, Abyaz menjadi manajer di perusahaannya Dika.


Di rumah Dika, dia sarapan bersama Ocha karena Ocha sudah masak masakan favoritnya Dika. Mereka makan bersama dengan lahap, tak lupa Ocha sudah menyiapkan makanan di dalam rantang makanan untuk bekal Dika.


Sudah menjadi kebiasaan bagi keluarga Ocha untuk tidak makan diluar kecuali kepepet dan sedang malas untuk masak. Tetapi jika sudah tersedia tidak ada yang makan diluar.


Dika pun pamit untuk berangkat bekerja "Aku berangkat dulu ya sayang, nanti setelah aku pulang kita jalan-jalan."

__ADS_1


"Ia, kamu hati-hati ya. Oh ia tadi Mamah telepon aku katanya kalau kamu libur kita harus pulang ke Jakarta, kangen katanya..." kata Ocha.


"Ia, nanti kita ke Jakarta. Sekarang aku berangkat dulu ya..." kata Dika.


Dika pun berangkat bekerja, sementara Ocha diam di rumah menunggu Dika pulang. Mamah dan papahnya Ocha sesekali datang ke rumah Ocha untuk membawakan makanan untuk Ocha atau sesekali menginap di rumah Ocha.


Hari ini mamah dan papahnya Ocha sedang pergi ke Bandung untuk mengecek cabang. Keluarga yang benar-benar kompak.


Sore harinya, Dika pulang dan Ocha sudah siap dan rapi untuk pergi jalan-jalan bersama di sore hari. Dika pun segera bersih-bersih dan siap-siap. Setelah siap, Dika dan Ocha pergi jalan-jalan.


Mereka sampai di tempat wisata yang sangat indah dan cocok untuk dikunjungi bersama. Dika dan Ocha pergi ke tempat wisata Parengan Park.


Tempat wisata yang bertemakan alam dan spot foto yang menarik cocok untuk dikunjungi. Cocok juga untuk yang menginginkan ketenangan dan jauh dari riuhnya perkotaan serta rehat dari rutinitas yang melelahkan.


Ocha dan Dika pun berjalan bersama. Mereka bergandengan tangan dan Ocha bersandar di bahunya Dika sambil menikmati alam yang sangat indah dan menyejukan.


"Terima kasih sudah menerimaku dengan setulus hati dan menerimaku apa adanya sayang..." kata Dika yang menggenggam erat tangannya Ocha.


"Sama seperti kamu yang menerimaku apa adanya dan bersedia menungguku bahkan mengejarku sampai kita menjadi satu," kata Ocha.


~End~


Cinta, ia cinta...


Cinta yang sesungguhnya dan sebenarnya adalah cinta dengan ketulusan hati dan kesabaran yang sangat besar.


Jika kita sabar menunggu cinta, pasti kita akan mendapatkan cinta terbaik yang kita idamkan. Mungkin untuk mendapat cinta sejati akan penuh dengan perjuangan dan juga pengorbanan, tetapi cinta tahu kemana hati akan berlabu.


Cinta tahu hati akan jatuh kepada siapa dan cinta tahu akan dimiliki oleh siapa...


Percayalah bahwa Cinta akan datang di waktu yang tepat dimana kita sudah merasa siap untuk menjemput cinta itu...


Saya Desrayani...


Mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman saya yang setia membaca novel ini.

__ADS_1


Saya tahu bahwa novel ini sangat banyak kekurangan, mungkin Cerita ini juga tidak seru. Tapi saya terima kasih kepada pembaca setia saya yang sudah menyempatkan mampir 🙏🏻🙏🏻😍😍


Love You All 😘😘😘🎀


__ADS_2