Kasih Yang Tertunda

Kasih Yang Tertunda
Bab 30 Disa Hilang


__ADS_3

Keesokan harinya, semuanya sudah berkumpul di ruang keluarga dengan meminum air teh manis yang sudah di sediakan oleh Ocha sebelum belanja dan pergi ke Restaurant.


Ocha pergi belanja ditemani oleh Dika, Dika sengaja ikut Ocha karena ingin membantu Ocha berbelanja. Tetapi saat itu Widia selalu mengikuti kemanapun Dika pergi tanpa sepengetahuan Dika.


"Sini aku bawain belanjaannya!" kata Dika mau mengambil belanjaan dari tangan Ocha.


"Gak usah biar aku aja Ka," kata Ocha.


"Kamu yang belanja, aku yang bawa udah sini!" kata Dika.


Ocha pun memberikan belanjaannya kepada Dika yang berniat membantunya.


"Iihhh sebel, sebel, sebel. Mereka sweet banget sih, harusnya aku yang sama Dika bukan Ocha," kata Widia berbicara sendiri sambil memperhatikan Ocha dan Dika.


Widia pun kesal lalu akhirnya pergi, diam-diam Widia memiliki rencana jahat untuk Ocha yang kedua kalinya.


Ocha dan Dika pun selesai berbelanja lalu pergi ke Restaurant untuk mengantarkan stok.


"Aku fikir aku ikut kesini akan mengubah segalanya, membuat Ocha cemburu. Tetapi yang ada Ocha sama Dika tetap aja deket," kata Widia yang berjalan di pinggir jalan sendirian.


Tiba-tiba ada seseorang yang bertabrakan dengan Widia. Seorang pria bertubuh besar, berwajah serem dan berotot.


"Aduh yang bener dong mas kalo jalan, gimana sih!" bentak Widia.


"Kamu tuh jalan gak lihat-lihat, lihat jalanan!" Kata pria berotot itu.


"Hello... Demi apa kamu jadi nyalahin aku? Harusnya mas yang minta maaf sama aku bukan malah nyalahin aneh banget sih," kata Widia marah-marah.


Pria berotot itu pun bertengkar dengan Widia dan tidak mau kalah untuk meminta maaf. Padahal yang salah adalah keduanya, membuat orang yang melihat keheranan. Widia kesal oleh pria berotot itu, akhirnya Widia pergi meninggalkannya.


"Ihhh ada ada aja deh. Tapi aku punya ide..." kata Widia lalu balik lagi mengejar pria berotot itu.


"Wooyy tunggu!" Teriak Widia yang mengejar pria itu.


Pria berotot pun menoleh dan memberhentikan langkahnya.


"Apa lagi?" Tanya pria itu.


"Hmm kenalin aku Widia," kata Widia sambil mengulurkan tangannya.


"Jono..." jawab pria itu tanpa membalas uluran tangan Widia.


"Ada perlu apa kamu?" kata Jono kepada Widia.


Widia pun membisikan sesuatu kepada Jono yang membuat Jono mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.


"Aku akan bayar kamu dengan jumlah yang besar asalkan rencanaku berhasil!" kata Widia.


"Janji adalah janji, ingat bayarannnya harus besar dan tepat waktu!" kata Jono.


"Aman..." kata Widia.

__ADS_1


Lalu Jono dan Widia pun pergi ke Resraurant nya Ocha dan menunjukkan Ocha kepada Jono secara sembunyi dan Jono tinggal mengikuti perintah Widia selanjutnya.


Setelah prepare di Restaurant selesai, Elsa, Disa, Mamahnya Ocha, Ibu Uma serta Dekta pergi ke Restaurant untuk membantu Ocha.


Widia pun datang karena sengaja ingin membuat kekacauan disana.


"Haii Disa sayang," kata Widia.


"Ngapain sih kamu?" Tanya Elsa.


"Jangan galak dong! Kamu tuh sensi amat sih," kata Widia.


"Habis kamu tuh aneh tau gak, mau ngapain sapa-sapa Disa, biasanya juga enggak," kata Elsa kesal.


"Disa sama tante yuk, kita main. Udah dong Elsa jangan ketus gitu biasa aja, Disa bakalan aman ko sama aku," kata Widia.


"Awas aja yah kalo anak aku kenapa-kenapa aku jambak kamu!" Kata Elsa galak.


"Ihh takut banget sih Mamah kamu Disa, ia-ia tenang aja deh gak usah khawatir Elsa," kata Widia sambil membawa Disa keluar.


"Loh El Disa mana?" tanya Ocha yang datang dari arah dapur.


"Tuh sama Widia, aneh aja gitu kenapa tiba-tiba dia baik dan mau jagain Disa," kata Elsa sambil memasukan sambel ke plastik.


"Ehm..." kata Ocha.


"Ocha tadi kamu gak belanja mie?" tanya Mamahnya yang mengecek freezer.


Pelayanpun datang dan memberitahu bahwa mienya sudah habis dan baru aja habis.


"Aduh jadi harus belanja lagi, ya udah deh biar Ocha belanja sekarang," kata Ocha mengambil kunci mobil dan keluar Resto.


"Eh-eh Ocha," kata Widia.


"Apa?" tanya Ocha.


"Titip Disa dong, aku mau ke toilet dulu," kata Widia.


"Ya udah sini!" Menggendong Disa.


"Kamu bawa aja Disa, nanti aku yang bilang sama Elsa kalo kamu bawa Disa yah." Kata Widia beralasan.


"Ia.. ia," Membawa Disa Belanja.


Widia pun pergi dan menghubungi Jono untuk beraksi sekarang, Jono pun mengiyakan dan segera pergi untuk mengikuti Ocha.


Di perjalanan menuju ke pasar, Jono terus saja mengikuti Ocha untuk menjalankan perintah dari Widia.


Sesampainya di pasar, Ocha langsung membeli mie sambil menggendong Disa.


"Disa mau beli apa? Mau wafer ia?" tanya Ocha mengajak bicara Disa.

__ADS_1


Tidak berapa lama, setelah selesai belanja dan membelikan Disa wafer tiba-tiba Jono muncul di hadapan Ocha dan merebut Disa dari tangannya sampai belanjaan Ocha pun terpental jauh gara-gara rebutan Disa dengan Jono.


Tangis Disa pun pecah karena di bawa kabur oleh Jono.


"Disaaaa..." teriak Ocha.


Ocha pun panik saat itu, lalu menelpon mamahnya sambil menangis sesenggukan.


"Apa ocha, Disa di culik?" kata mamahnya Ocha panik.


Semua keluarga yang mendengar pun panik termasuk Elsa, ibu dari Disa yang kini terjatuh pingsan mendengar bahwa Disa telah di culik dari tangannya Ocha.


Ocha yang saat ini bingung harus melakukan apa, terduduk lemas karena Jono membawa Disa kabur dengan menggunakan sepeda motor dan tidak sempat untuk mengejarnya.


Lalu Dika dan Dekta pun disuruh menyusul Ocha di pasar karena khawatir kepada Ocha, sedangkan Ibu Lina membantu Elsa yang terkulai lemas.


"Disaaa..." kata Ocha sambil menangis.


Dekta dan Dika pun datang lalu Dekta pun marah kepada Ocha karena tidak benar menjaga Disa.


"Ceroboh banget sih kamu Cha! Aku sama Elsa tuh percaya sama kamu tapi kamu abaikan kepercayaan aku sama Elsa. Sekarang Disa hilang dan kamu harus tanggung jawab Ocha," kata Dekta marah.


"Aku minta maaf Dekta, aku udah jaga Disa baik-baik, bahkan aku juga gendong dia tapi tiba-tiba penculik itu dateng dan rebut Disa," kata Ocha menjelaskan.


Dika yang saat itu berada disana pun mengusap pundaknya Ocha tanda menenangkan Ocha.


"Kamu harusnya teriak Cha! Minta tolong sama orang, kamu malah biarin Disa dibawa sama penculik itu," Bentak Dekta.


"Aku minta maaf Dekta," kata Ocha.


"Udah dong Ta, kita bicara baik-baik, malu di tempat umum ini. Mending sekarang kita lapor polisi supaya Disa bisa di temukan secepatnya!" kata Dika.


Dekta pun menurut apa yang di katakan oleh Dika. Akhirnya mereka pergi ke kantor polisi untuk melapor kejadian penculikan tadi.


Elsa sadar dari pingsannya lalu menanyakan Disa tetapi jawaban tetap sama bahwa Disa di culik dan belum ditemukan. Elsa pun menangis dan kesal.


Tak lama setelah melapor ke kantor polisi, Ocha, Dekta dan Dika pun kembali ke rumah karena semuanya sudah ada di rumah.


"Ochaa.. Dimana Disa? Kamu jahat tau gak, kamu ... Kamu keterlaluan biarin Disa di culik sama orang," Kata Elsa sambil menangis.


"Aku minta maaf Elsa, aku minta maaf aku gak tau kejadiannya bakalan kayak gini," kata Ocha sambil menangis juga dan duduk di kursi.


"Aku kecewa sama kamu Cha aku kecewa. Kamu tega tau gak, sekarang Disa dimana? Anak aku dimana Ocha?" kata Elsa teriak kepada Ocha.


Ocha pun hanya bisa diam karena merasa bersalah dan tidak mampu berkata lagi.


"Sayang kok bisa gini sih, kenapa Disa bisa di culik?" tanya Mamahnya.


"Ocha mau pulang dan Disa di gendong sama aku mah, tiba-tiba penculik itu datang dan rebut Disa dari aku. Aku udah berusaha nahan Disa tapi tenaga penculik itu kuat banget mah," kata Ocha.


"Kamu tuh ceroboh Cha, aku benci sama kamu!" kata Elsa.

__ADS_1


__ADS_2