Kasih Yang Tertunda

Kasih Yang Tertunda
Bab 13 Tunangan


__ADS_3

"Elsaaaa..." teriak Ocha yang melihat terigu hampir tumpah dari meja karena tersenggol oleh Elsa.


Dengan sigap Elsa menahan wadah terigu itu agar terigunya tidak tumpah. Untung saja terigunya tidak terjatuh.


Ocha dan Elsa sedang membuat kue di dapur rumahnya Elsa untuk merayakan hasil nilai ujian yang telah keluar dan yang didapatkan oleh Ocha dan juga Elsa.


Ocha mendapatkan nilai A untuk semester akhir ini dan Elsa mendapatkan nilai B. Memang berbeda tetapi mereka sangat puas dengan hasil yang didapatkan, karena mereka telah belajar dengan sungguh-sungguh.


Asik di dapur membuat kue untuk perayaannya sampai lupa dengan kegiatannya masing-masing. Mereka membuat kue dengan cepat kilat karena harus segera pergi dan mengurus urusan mereka.


Hari ini setelah selesai membuat kue, Ocha harus pergi ke Restaurant untuk memberikan surat pengunduran diri karena tidak akan bekerja lagi mulai hari ini.


Sedangkan Elsa, dia harus ke butik mamahnya dan mengurus gaun pengantinnya dengan calon pasangannya.


Satu minggu kemudian, Dika dan Widia merayakan pertunangan mereka di sebuah gedung dengan mengundang rekan bisnis papahnya Widia, papahnya Dika dan teman-teman di kampusnya.


Ocha dan Elsa pun datang ke acara pertunangannya Dika dengan Widia karena mereka juga mendapatkan undangan dari Dika.


Akan tetapi, Ocha dan Elsa hanya sebentar menghadiri acara tunangan tersebut. Karena harus pergi ke kampus untuk membawa surat keterangan nilai yang belum mereka ambil yang tinggal menunggu kelulusan.


Ibu Uma yang melihat Ocha sendiri di depan meja minuman langsung menghampiri Ocha dan mengobrol denganya.


"Ocha, apa kabar? Tante senang bisa bertemu dengan kamu lagi. Kamu baik-baik aja kan?" tanya mamahnya Dika kepada Ocha yang berbicara hanya berdua saja dengan Ocha.


"Ehh tante, baik kok tante. Kalo tante apa kabar?" tanya Ocha kembali.


"Alhamdulillah, tante baik kok sayang," jawab Ibu Uma dengan ramah.


"Ehm tante, sebelumnya Ocha minta maaf sama tante soal kejadian 3 tahun yang lalu. Sebenarnya waktu itu ada yang nyenggol Ocha terus gak sengaja tante juga ikutan ke senggol dan jatuh ke kolam," jelas Ocha.


Mendengar pernyataan Ocha, Ibu Uma kaget dan membulatkan matanya.


"Ya ampun tante gak nyangka loh. Ya udah Gak papa kok Ocha, tante tau kok bukan kamu pelakunya!" kata Ibu Uma.


"Oh ia tante, sekali lagi Ocha minta maaf sama tante karena waktu itu Ocha gak nolongin tante. Karena Ocha sendiri juga gak bisa berenang tan," Ocha menjelaskan semuanya kepada Ibu Uma.

__ADS_1


Ibu uma yang mendengarnya pun kaget bahwa pada kenyataannya Ocha tidak bisa berenang. Makanya tidak bisa menolong Ibu Uma waktu hampir tenggelam saat itu.


"Ya udah tante, Ocha pergi dulu ya ada urusan lain soalnya," pamit Ocha kepada Ibu Uma.


"Kenapa buru-buru?" tanya Ibu Uma.


"Ia maaf ya tante, salamin ke Dika ya tante. Ocha pamit," kata Ocha lalu bersalaman dengan Ibu Uma.


Ocha pun pergi dari hadapan Ibu Uma, di susul Elsa. Keduanya pun berlalu dari pesta itu dan berangkat ke kampus.


"Kayaknya ada yang bakalan sedih nih. Ditinggal tunangan sama orang yang pernah disukai," ledek Elsa kepada Ocha sambil tertawa.


Ocha pun tertawa dan tidak menghiraukan ledekannya Elsa.


Mereka pun sampai di kampus lalu mereka mengambil surat keterangannya, sekalian mengembalikan buku yang dipinjam dari Perpusatakaan.


Ocha dan Elsa pergi ke butik setelah pulang dari kampus, karena Ocha harus membantu Elsa untuk persiapan pernikahannya. Memilih pakaian, Wedding Organization dan Catering.


Elsa meminta Ocha untuk selalu membantunya, karena Elsa tau bahwa Ocha akan pindah ke Yogjakarta setelah kelulusan.


Dekta adalah anak tunggal dari Pak Septi dan Ibu Sarah, mereka mengenal Ibunya Elsa di butik dan berteman lama makanya Elsa dan Dekta dijodohkan dan mereka langsung merasa cocok. Mereka pun menerima perjodohan itu sampai sekarang, Elsa dan Dekta akan menikah.


"Kamu kapan mau susulin aku Cha?" tanya Elsa sambil membereskan pakaian di butiknya.


"Susulin apanya El?" tanya Ocha kepada Elsa.


"Ia, kapan kamu mau nikah biar kita samaan loh?" kata Elsa sambil senyum.


"Nanti kalo udah waktunya El, sekarang aku bahagia liat kamu mau menikah dan akan mempunyai kehidupan yang baru. Oh ia setelah kamu ke palembang kamu bakalan balik lagi kan kesini?" Tanya Ocha.


"Ehm ia pasti Cha, tapi kan kamu gak ada disini kamu di Yogja kan. Gimana kita mau ketemu?" kata Elsa.


"Kita pasti bisa ketemu lagi!" kata Ocha.


Malam harinya, Dika duduk di balkon dan melihat cincin yang melingkar di jarinya. Tidak menyangka bahwa hidupnya akan seperti ini. Bertunangan dengan orang pilihan papahnya yang sama sekali tidak ia cintai.

__ADS_1


"Sudahlah jangan bersedih dan jangan menyesali, kamu itu anak kebanggaan papah. Kamu sudah bertunangan dengan orang yang tepat jadi kamu harus bahagia!" kata papahnya Dika yang menghampiri Dika.


Dika hanya diam mendengarkan papahnya berbicara.


Tak lama, Ibu Uma pun datang dan membawakan minuman untuk Dika dan Pak Tio


"Kalian lagi ngomongin apa sih? Kok asik banget kelihatannya," kata Ibu Uma.


"Biasa mah bicarain masa depan," kata papahnya Dika.


"Teh nya diminum dong nanti keburu dingin," kata Ibu Uma.


"Terima kasih mah," kata Dika lalu meminum teh nya.


Ibu Uma yang melihat Dika tidak tega karena pertunangan yang dilakukan oleh Dika, Ibu Uma sekarang tahu bahwa Ocha tidak bersalah dan bukannya tidak mau menolongnya waktu jatuh ke kolam, tetapi Ocha tidak bisa berenang.


Ibu Uma berniat untuk bicara dengan Dika tetapi tidak ada waktu untuk menjelaskannya, karena Pak Tio selalu berada di samping Dika.


Keesokan harinya, Widia datang ke rumah Dika mengajak dia berbelanja untuk Kelulusan dan Wisuda.


"Selamat pagi tante," sapa Widia kepada Ibu Uma.


"Pagi Widia," kata Ibu Uma.


Dika pun turun dan keluar dari kamarnya lalu menghampiri mamahnya dan Widia.


"Ayo Dika, oh ia tante aku sama Dika pergi dulu ya tan," kata Widia


"Ia kalian hati-hati ya!" kata Widia.


Lalu Widia dan Dika pun pergi ke toko untuk berbelanja kebaya serta jas untuk wisudanya nanti.


"Dika lihat deh ini bagus kan buat aku?" tanya Widia sambil memperlihatkan kebayanya.


"Bagus kok," kata Dika.

__ADS_1


Dika pun memilih dan melihat-lihat jas yang ada di toko pakaian tersebut, merasa cocok dengan jas yang dipilihnya, Dika pun membeli jas tersebut untuk acara Wisudanya.


__ADS_2