
Malam harinya Ocha menyendiri di belakang rumahnya memikirkan keadaan yang sangat rumit ini, persabatannya dengan Elsa kandas karena kesalahan yang telah ia buat. Entah harus bagaimana lagi yang harus Ocha lakukan untuk memperbaiki keadaan ini, sedangkan Elsa sudah terlanjur membencinya.
"Widia, terima kasih karena kamu Disa kembali. Aku gak tau harus bilang apa lagi selain bilang makasih sama kamu," kata Elsa kepada Widia.
"Ia gak papa kok Elsa aku juga ikhlas kok bantuin kamu, aku juga bahagia karena Disa baik-baik aja sekarang," kata Widia.
Galang yang melihat kakaknya sendirian tidak tega, Galang pun menghampiri Ocha untuk mengajak Ocha masuk ke dalam.
"Kak, kakak ko diluar?" tanya Galang.
"Kakak lagi pengen sendiri Galang, kamu kenapa kesini? Di dalem aja sana!" kata Ocha.
"Enggak ah, kakak juga harus masuk dong. Diluar dingin tau kak nanti kakak masuk angin loh." Kata Galang.
Karena Ocha tidak mau Galang berada diluar dan kebetulan udaranya dingin, Ocha pun masuk menurut apa kata Galang.
"Ocha, kamu belum makan loh dari tadi pagi, kamu makan yah!" kata mamahnya Ocha.
"Enggak ah mah nanti aja," kata Ocha sambil mengambil air minum dan di teguknya air minum itu sambil melihat ke arah Elsa.
"Ocha, mamah minta maaf karena mamah gak bisa berbuat apa-apa sayang," kata mamahnya.
"Gak papa kok mah, lagian mamah juga gak terlibat soal ini. Ini salah Ocha mah, kalo gitu Ocha masuk dulu ya ke kamar..." kata Ocha meminta Izin.
"Ya sudah kamu istirahat ya!" kata Mamahnya.
Ocha pun berjalan menuju ke kamarnya, didapati Dika yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya Ocha membuat Ocha heran mengapa Dika berada di depan pintu kamarnya.
Tiba-tiba Dika memeluk Ocha sambil mengelus kepalanya Ocha. Air mata Ocha pun menetes membasahi pipinya lalu menyandarkan kepalanya di dadanya Dika, seakan tercurahkan semua kesedihannya kepada Dika dan Dika pun bisa merasakan kesedihan yang saat ini sedang Ocha rasakan.
"Ada aku disini, kamu jangan sedih lagi aku jadi ikut sedih," kata Dika sambil menghapus air matanya Ocha.
"Aku gak tau harus ngapain Dika, Elsa sahabat aku benci sama aku dan persahabatan aku sama dia udah hancur Ka," kata Ocha.
"Beri Elsa waktu ya Cha, percaya sama aku semuanya akan baik-baik saja, dan semuanya akan kembali seperti semula." Kata Dika meyakinkan.
Dika memegang kedua pundaknya Ocha memberikan semangat kepada Ocha agar dia tidak bersedih lagi.
__ADS_1
"Besok aku dan keluarga aku akan pulang, aku berharap besok pagi aku bisa melihat senyum indah kamu," kata Dika sambil tersenyum kepada Ocha.
"Aku gak sanggup Dika, rasanya aku..." kata Ocha
"Kamu pasti bisa Cha aku percaya sama kamu. Udah jangan sedih lagi ya!" kata Dika memotong pembicaraan Ocha.
"Makasih ya Dika, aku masuk dulu. Kamu juga harus istirahat, ehm luka kamu ..." kata Ocha.
"Aku gak papa kok, luka ini gak seberapa. dibandingkan liat kamu sedih kayak gini Cha," kata Dika mengelus kepalanya Ocha kembali.
"Ya udah kamu istirahat ya, kalo gitu aku masuk dulu," kata Ocha.
"Ia," kata Dika
Ocha pun masuk ke dalam kamarnya seakan ada magnet yang menguatkan Ocha agar kembali semangat dan memulai hari seperti biasanya. Setelah semuanya selesai, mereka pun istirahat setelah hari ini yang sangat melelahkan.
Keesokan harinya, semua sudah berkumpul dan sudah rapi untuk kembali ke Jakarta.
"Makasih ya Widia kamu udah temuin Disa dan membuat suasananya tenang kembali, walaupun Elsa dan Ocha belum baikan," kata Dika kepada Widia.
"Ya ampun Dika bilang makasih sama aku, itu tandanya Dika diam-diam perhatiin aku" kata Widia di dalam hatinya.
"Eh ia Dika, Ehm ia sama-sama..." kata Widia sambil tersenyum.
"Elsa, aku mau bicara sama kamu!" kata Ocha kepada Elsa.
"Gak ada yang perlu dibicarain lagi Cha, makasih ya selama aku disini kamu baik sama aku," kata Elsa.
"Aku minta maaf El, kamu marah banget sama aku ya?" tanya Ocha.
Elsa pun tidak menjawab pertanyaan dari Ocha dan langsung masuk ke dalam mobil tanpa melihat Ocha sedikitpun membuat hati Ocha hancur dan bersedih.
Kecewa dan tidak tega terbesit di hati Elsa, tetapi kekecewaan Elsa kepada Ocha sangat besar. Kecerobohan Ocha membuat Elsa membencinya.
"Om, Tante, Dekta sama Elsa pulang dulu ya. Maaf selama kami disini sudah merepotkan semuanya," kata Dekta kepada Ibu Lina dan Pak Fahri.
"Tidak apa-apa Dekta, om yang seharusnya minta maaf karena selama kalian disini kalian mendapatkan masalah, maafkan kami yah Dekta..." kata Pak Fahri sambil mengusap lengannya Dekta.
__ADS_1
"Ia Dekta, tante juga minta maaf," kata Ibu Lina.
"Ia Tante, Om," kata Dekta.
"Om, Tante, Widia pulang yah," kata Widia lalu bersalaman dengan kedua orang tua Ocha.
"Ia Widia," Kata Ibu Lina.
Semuanya pun berpamitan dengan Ibu Lina dan Pak Fahri sedangkan Ocha bersamalan dengan orang tuanya Dika sebelum mereka pulang.
"Ocha terima kasih yah sayang, tante seneng sekali bisa bertemu sama kamu. Tante berharap kamu menjadi bagian dari keluarga kami," kata Ibu Uma sambil memegang tangan Ocha
"Terima kasih tante," Ocha pun memeluk Ibu Uma.
Setelah selesai berpamitan, mereka semua pulang ke Jakarta dan di perjalanan, Dika terus memikirkan Ocha, karena tidak tega untuk meninggalkannya disaat Ocha sedang terpuruk.
"Udah sayang kamu jangan bersedih terus, sekarang kamu harus fokus lagi sama diri kamu yah! Masalah kemarin jangan terlalu difikirkan," kata mamahnya Ocha sambil mengelus punggungnya Ocha.
"Ia mah, tapi Ocha harus kembalikan keadaannya agar semuanya kembali baik-baik saja dan Elsa bisa memaafkan Ocha mah," kata Ocha.
"Ia Ocha, mamah mengerti..." kata mamahnya.
"Oh ia Dika, aku seneng deh akhirnya kita pulang ke Jakarta," kata Widia.
"Emangnya kamu gak betah di Yogya? Kerjaan kamu juga disana cuma jalan-jalan aja gak bantu sama sekali," kata Dika.
"Kamu tuh jahat banget tau Ka, bisa gak sih gak ketus sama aku, aku juga kan udah berubah Ka," kata Widia.
"Ia udah berubah," kata Dika tidak perduli.
"Aduh-aduh kalian debat terus sih, pusing denger kalian ribut terus," kata Ibu Uma.
"Kak Ocha ayo kita ke Resto!" kata Mutiara.
"Ia sebentar Tiara," kata Ocha.
Seperti biasa, Ocha dan adik-adiknya kembali bekerja membantu karyawan dan mengecek Restaurantnya sampai akhirnya Ocha melupakan sejenak kejadian kemarin.
__ADS_1
Sesampainya di Jakarta, Dika mengantar Widia pulang ke rumahnya dan setelah mengantar Widia, Dika langsung pulang ke rumahnya dan beristirahat.