
Matahari telah kehilangan sinarnya ketika aku bersiap meninggalkan ruangan kak Vero.
"Anya kenapa gak menginap di sini sih? Nanti aku gak punya teman ngobrol yang asik lagi..." Rengek kak Vero sembari mengamatiku yang sedang melipat mukena.
"Kakakku sayang.. Anya besok kerja, jadi gak bisa nginap." Aku menghampiri kak Vero, kemudian duduk di dekatnya.
"Aaa gak mau..! Pokoknya nginap..! Pokoknya nginap..!!!" Teriak kak Vero padaku.
"Vero tenang ya.. kan ada Selly disini..." Kak Selly ikut mendekat lalu memegang tangan kak Vero.
"Gini aja, besok kalau ada video terbaru naruto atau ada anime lain yang bagus nanti Anya kirim ke ponsel kak Selly biar kak Vero bisa nonton sendiri..gimana?" Aku memberi ide konyol, berharap semoga kak Vero luluh dan mengizinkanku pulang.
"Bener ya? Janji?" Ucap kak Vero sambil mengacungkan jari kelingkingnya ke hadapanku.
"Janji...." Aku menautkan jari kelingkingku ke jari kelingking kak Vero sambil tersenyum.
Ah seperti Fani saja. Hihihi...duh aku jadi kangen si Chibu maruko chan kan kalau begini.. Batinku.
"Oke, kamu boleh pulang. Sel anterin Anya pulang ya..!" Ucap kak Vero dengan riang.
"Oke bos..." kak Selly langsung setuju.
"Lah kalau kak Selly anterin aku terus yang jagain kakak siapa?" Aku heran, kenapa semua orang patuh sekali pada kak Vero ini.
"Aku mau tidur lagi Nya. Masih ngantuk, hehe. Oiya, itu yang di atas meja bawa pulang semua ya,. Sel beresin ya." Ujar kak Vero kemudian menarik selimutnya dan berbaring miring membelakangi kami.
"Siap bos.." Kak Selly langsung beranjak ke meja kemudian memasukkan semua makanan di atas meja ke dalam kotak-kotak makan.
"Kak Selly jangan semuanya. Nanti kakak makan apa?" Tanyaku agak tak enak hati.
"Sudah gak apa-apa. Nanti Vero marah tau kalau gak diturutin."
Akhirnya aku diam, membiarkan kak Selly membungkus semua makanan.
Drrrt...Drrttt
Krisna video call.
"Haiii gimana.. gimana.. masih di tempat kak Vero?" Sapa Gara ketika aku baru saja mengangkat panggilannya.
"Iya nih...lu apa kabar?"
"Garaaaa...." Tiba-tiba kak Vero berteriak memanggil. Aku langsung menuju ke arahnya sambil menghadapkan layar ponselku ke arahnya.
__ADS_1
"Hai kak.. apa kabar?"
"Aku seneng.. tadi aku sama Anya nonton film naruto terbaru tau, serru banget. Kamu nanti harus nonton ya..!" seru kak Vero penuh semangat.
"Siap kak.."
Mereka berbincang-bincang seru selama lima belas menit sampai kemudian kak Vero menyerahkan ponselku karena dia mukai mengantuk.
"Thanks ya Nya udah bikin kak Vero sebahagia itu." Ucap Gara sendu.
"Hei.. lupa ya.. gak ada kata terima kasih...." kata-kataku menggantung.
"..Untuk seorang teman, haha.." Sahut Gara. "Okelah, tapi sebagai gantinya gue bakal selalu ada buat lo, kalau lo sedang kesusahan, call aja, oke?"
"Emang lu bakal langsung kesini naik kereta kuda kayak Krisna gitu kalau gue panggil? Hahaha.. ada-ada aja lu.."
"Yah kalau gue bisa kenapa gak Nya. Tapi lu harus sabar, tunggu dua bulan baru gue nyampek sana. Hahaha.."
"Waduh.. keburu jamuran gue nungguin lu. Haha.. Udah dulu ya gue mau pulang nih udah sore." Akhirnya aku mengakhiri obrolan kami dan bersiap untuk pulang.
Cuaca cukup mendung, jadi mau tak mau aku harus menerima di antar lagi oleh kak Selly.
.
.
.
Di sebuah mansion mewah perumahan elite kota G. Tampak seorang pria duduk di sebuah ruangan kerja. Di depannya nampak beberapa orang berjas hitam dengan logo HG di dada kiri mereka.
"Kalian yakin gadis itu bukan mata-mata rival perusahaan kita? Atau orang suruhan Wilson?" Tanya pria itu sembari membaca sebuah CV seseorang di tangannya.
"Yakin tuan. Sudah satu minggu kami mengikuti gadis itu maupun keluarganya." Jawab pengawal 1 mantap.
"Ini rekaman Cctv ruangan nyonya Vero ketika gadis itu berkunjung tuan." Pengawal 2 menyerahkan sebuah flashdisk kepada tuannya.
Pria itu terdiam dengan pikirannya sendiri. Beberapa menit kemudian dengan ragu ia mengambil flashdisk itu kemudian mencolokkannya ke laptop.
Ruangan ini terasa sunyi. Kosong. Hanya terdengar suara detik jam dinding yang menggema memenuhi ruangan.
"Anda memanggil saya tuan?" Seorang pria masuk tergesa-gesa ke ruangan ini. Berdiri di samping tuannya yang hanya terdiam tanpa ekspresi.
"Sebenarnya apa salahku Dan?..... Kenapa harus Vero yang depresi...?" Keluh sang Tuan sembari menjatuhkan kepalanya ke atas meja.
__ADS_1
"Kalian boleh keluar.." Usir sekertaris Dan pada semua pengawal yang ada di ruangan ini.
"Vero sama sekali tak mengingat masa sekarang, dia hanya ingat dia bocah yang butuh kasih sayang orangtuanya. Kemarin dia bahkan berteriak dan menangis meraung-raung karena mengingat ibunya." Ucap sang tuan sendu.
"Tuan harus kuat. Sebentar lagi nyonya Vero pasti sembuh." Hibur sekertaris Dan sembari menyerahkan berkas laporan dari rumah sakit tempat Vero dirawat.
Sang tuan mengambil laporan itu kemudian membacanya dengan teliti.
"I-ini... ini... mereka tidak berbohong kan Dan?" Sang tuan berkaca-kaca, ucapannya bergetar, mendadak terbata mendapati laporan perkembangan kesembuhan putrinya meningkat drastis.
"Tidak tuan. Bahkan tadi pagi nyonya Vero menanyakan keberadaan tuan Miko." Sekertaris Dan ikut berkaca-kaca melihat binar bahagia tuannya.
"Ba-bagaimana bisa?"
"Ini karena perasaan nyonya Vero selalu tenang dan bahagia tuan. Gadis yang bernama Anya itu setiap hari mengirimkan video-video yang membuat nyonya tertawa gembira hingga entah bagaimana caranya setiap bangun tidur pagi ingatan nyonya sedikit demi sedikit kembali." Jelas sekertaris Dan.
"Putar Dan, putar tayangan cctv kamar Vero ketika gadis itu berkunjung, aku ingin melihat bagaimana gadis itu bisa membuat Vero cepat sembuh." Perintah sang tuan.
Dengan sigap sang sekertaris memutar video di laptop tuannya.
Dalam diam, mereka menyaksikan sendiri bagaimana Anya menenangkan dan merawat Vero layaknya kakak merawat adiknya. Vero bahkan tertawa terbahak-bahak sampai memegangi perutnya ketika menonton video bersama Anya.
"Dan, angkat Anya menjadi manager Dan," Ucap sang tuan spontan sembari mengusap sudut matanya yang telah basah.
"Tapi tuan, itu akan membuat tuan Kris marah." Sanggah sang sekertaris.
"Kenapa?"
"Bukankah tuan Kris berpesan untuk tidak mengungkap identitas aslinya kepada gadis itu tuan? Dengan kita menaikkan jabatannya lambat laun dia pasti tau siapa tuan Kris sebenarnya."
Sang tuan mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penjelasan sang sekertaris.
"Kalau begitu cukup awasi saja dia dari jauh. Jangan sampai dia kenapa-kenapa. Anggap ini sebagai ucapan terima kasih dariku." Ucap sang tuan sembari melangkah keluar ruangan.
"Baik tuan." Sang sekertaris menutup laptop dan menyimpan beberapa berkas kemudian mengikuti langkah tuannya keluar.
.
.
.
Gunawan Hanggara. Nama besarnya terkenal di seluruh penjuru negara ini maupun di luar negeri. Pemilik HG Corporation, pemilik beberapa perusahaan furniture dan makanan instan yang tersebar hampir di seluruh penjuru negara ini.
__ADS_1
Sosoknya yang Dingin dan arogan membuatnya memiliki beberapa musuh hingga ia menyembunyikan identitas asli anak-anaknya.
Veronika bahkan baru dikenalkan ke publik sebagai putrinya ketika ia menikah. Tapi kini, putri kesayangannya itu malah bernasib malang hingga harus dirawat di rumah sakit dengan pengawalan ketat.