
"Selamat sore tuan-tuan. Silahkan." Sapa dua orang waiters sembari membukakan pintu untuk sang presdir beserta pengawalnya.
"Hei bro....long time no see. Gimana kabar lu?" Ujar William tiba-tiba seraya mengulurkan tangan ber-tos ria.
"Fine. Lu sendiri?" Ujar sang presdir setelah ia menyambut tos dari William.
"Seperti yang lu lihat...CEO muda, tampan, dan di kelilingi banyak wanita, hehehe..." Jawab William.
Sang presdir hanya menarik sudut bibirnya menanggapi gurauan William.
"Kalian sudah saling kenal rupanya...pak Kris, pak William..." Sapa pak Wisnu seraya berdiri dari kursinya diikuti Vita dan Devi.
"Begitulah om, Kris ini teman kuliah Willy." Jawab William santai, kemudian duduk diikuti dua wanita cantik di kanan dan kirinya.
"Kris saja om, jangan terlalu formal." Ujar sang presdir sembari duduk dan bersiap membuka laptop miliknya.
"Maaf pak, saya terlambat. Ada sedikit drama tadi." Seru sang asisten presdir yang baru masuk tiba-tiba sembari tersenyum penuh arti.
"Woii Pras, apa kabar lu? Drama apaan?!" Tukas William penasaran.
"Biasa, fans presdir kita mulai merajalela.." Jawab sang asisten seraya terkekeh geli. Hingga membuat para wanita yang hadir ikut tersenyum dan menahan napas mereka agar tak kebablasan mengeluarkan suara tawa.
"Bisa kita mulai." Suara sang presdir membuat aura yang sedikit cair kini berubah menjadi dingin.
Sang asisten terdiam, begitu pula William dan pak Wisnu.
"Vita, Devi, silahkan mulai presentasi." Ujar pak Wisnu dengan suara penuh wibawa.
"Baik pak......." Ujar keduanya kompak.
Sementara itu di sebuah kafe tak jauh dari sana. Seorang wanita paruh baya dengan pakaian mewahnya tengah menikmati makan siang bersama seorang lelaki yang akan mendukungnya. Lelaki yang pernah mengisi hari-harinya sebelum drama perjodohan orangtuanya.
"Kamu yakin putrimu bisa menakhlukkan putra ku itu?" Tanya sang wanita dengan gaya sombong nya.
"Sangat yakin. Putri ku adalah aktris pendatang baru yang cukup terkenal, cantik, body bagus, dan bisa di andalkan." Jawab sang lelaki tak kalah sombong.
"Bagus. Ini adalah plan B. Jika rencana ku gagal, kita pakai rencana mu." Ucap sang wanita paruh baya.
"Of course baby. Bagaimana jika kita bersenang-senang dulu sebelum menjalankan rencana ini?" Tawar sang lelaki dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1
"Dasar kucing garong tua. Sudah punya ikan di rumah masih saja memancing ikan lain di luar." Tukas sang wanita dengan nada sinis.
"Ayolah baby, aku rindu ******* dan cakaran mu itu, sudah bertahun-tahun kita tak bertemu, sejak kau menghabi-" Sang lelaki tak dapat melanjutkan kata-katanya karena sang wanita telah menyumpal mulutnya dengan sesuap nasi dari piringnya.
"Bren***k, jaga mulutmu itu. Tentukan waktunya, aku akan datang, tapi tidak hari ini." Ucap sang wanita dengan nada kesal bercampur emosi.
Sialan. Mulut lelaki ini perlu di beri pelajaran. Jangan sampai rencana ku berantakan karena mulut besarnya. Batin sang wanita.
"Baiklah...baiklah...aku suka gaya kamu ini baby..hohoho..." Sang lelaki terkekeh senang mendengar umpatan sang wanita.
Jangan pernah menolak ku baby. Karena harus aku yang mengendalikan rencana ini, bukan kamu. Batin sang lelaki.
"Cepat pergi, jangan sampai ada yang mencurigai pertemuan kita ini." Ucap sang wanita seraya menyipitkan mata tajamnya ke arah sang lelaki.
"Jam sepuluh malam nanti, biar aku yang datang ke tempatmu, oke..." Sang lelaki mengelus pelan paha sang wanita, kemudian berlalu sambil terkekeh senang dan tak menengok lagi ke belakang.
"Benar-benar tua bangka sialan...." Gumam sang wanita seraya menormalkan debaran jantung nya.
Tak lama ponselnya berdering, dari Vita.
"Ya, katakan..." Ucap sang wanita tanpa basa-basi.
"Nyonya, untuk peluncuran parfum baru akan memakai nona Carla Cinciana sebagai brand ambasador. Sekitar dua minggu lagi." Lapor Vita dengan suara berbisik.
"Baik nyonya."
Tut. Panggilan di putus.
Tampaknya dewi fortuna masih memihak ku. Dengan begini Kris akan sering bertemu dengan Carla. Laki-laki kucing garong tua itu nampaknya memang bisa di andalkan. Batin sang wanita.
Kembali ke restoran hotel.
Setelah rapat singkat selesai, sang presdir masih setia tinggal di dalam ruangan. Menyelesaikan membaca laporan beberapa deskripsi produk terbaru nya.
Tok..tok...tok...
"Boleh aku masuk..." Suara seorang wanita dengan nada cukup menggoda tiba-tiba muncul di balik pintu.
"Silahkan nona. Presdir sedang menunggu anda." Ucap sang asisten seraya mengedipkan sebelah mata nya.
__ADS_1
"Thanks...sungguh terhormat bisa bertemu presdir muda yang sedang viral saat ini..." Sanjung wanita sexy tersebut sembari tersenyum semanis mungkin.
Namun di sini, sang presdir sama sekali tak menoleh apalagi melirik ke arahnya, hingga membuat suasana mendadak kaku dan senyap.
"Ekhem...pak Kris..." Seru sang asisten.
"I know Pras, wait a minutes, please. Tunggu sebentar lagi." Ucap sang presdir tak bergeming dari posisinya, hingga membuat wanita sexy yang duduk di depannya sedikit kesal dan menahan emosinya.
Sialan, baru kali ini gue di cuekin cowok. Lihat saja nanti, akan ku buat kau hanya milikku. Batin sang wanita sexy.
"Ehmm...nona Carla Cinciana. Senang bisa bertemu dengan aktris multitalenta secantik anda..." Ujar sang presdir dengan ramah setelah ia menutup laptopnya.
"Pak presdir terlalu memuji, saya baru belajar..." Ujar Carla merendah.
"Kris saja, sepertinya kita seumuran..atau nona yang masih sangat muda.." Sang presdir memulai aksinya, dan di acungi jempol oleh sang asisten secara diam-diam.
"Carla...kalau begitu panggil saja Carla, oke Kris...." Tukas Carla dengan tersenyum lebar dan wajah yang berseri-seri.
"By the way ada apa nona mencari presdir?" Tanya sang asisten mengalihkan perhatian Carla.
Ish, ini asisten ganggu banget sih? Awas aja lu bakal gue pecat kalau nanti udah jadi nyonya Krisna. Batin Carla.
"Emm iya, tadi daddy menyuruh ku untuk menyapa presdir baru HG Corp. Karena ke depannya banyak kerja sama yang akan sangat menguntungkan jika kita tetap bersama." Jawab Carla dengan suara menggoda dan tatapan penuh arti pada sang presdir.
"It's right. Benar sekali." Sahut sang presdir datar dan hanya menarik sudut bibirnya sekilas.
"Jadi, Kris, jika butuh bantuan ku, jangan sungkan untuk langsung menghubungi ku, oke?" Tambah Carla dengan nada penuh percaya diri.
"Baiklah....aku takkan sungkan kalau begitu.." Ucap sang presdir seraya merapikan jas nya dan bersiap untuk berdiri.
"Maaf nona, kami harus pergi dulu karena presdir harus menghadiri acara lain." Sang asisten kini mengambil alih situasi.
"Tapi....baiklah tidak apa-apa...." Carla tak melanjutkan kata-katanya. Ia harus menahan emosi, menahan kesal agar citra nya tetap baik di mata sang presdir.
"Sampai jumpa lagi nona. Senang bertemu dengan anda..." Sang asisten menjabat tangan Carla, sedangkan sang presdir langsung melenggang pergi meninggalkam mereka.
Bukan lagi kulkas tuh orang, lebih cocok jadi presdir freezer. Gue berasa ngobrol sama patung saljunya elsa kalau begini. Batin Carla.
.
__ADS_1
.
.