Kenapa Harus Aku..?.!?

Kenapa Harus Aku..?.!?
59. Curiga.


__ADS_3

Langit mulai merona ketika kami dalam perjalanan kembali ke kota G.


Hening.


Gara masih memantau laptop nya sementara sang sopir diam tak berbicara apapun.


"Mmm..gue boleh nanya sesuatu gak?" Tanya ku sedikit ragu.


"Nanti aja ya, nanggung nih." Jawab Gara tanpa menoleh ke arahku.


Aku kembali diam. Mau mengajak si sopir mengobrol tapi khawatir jika nanti suara kami akan mengganggu konsentrasi Gara.


Kenapa jadi diam semua gini sih? Jadi ngantuk lagi kan gue.... Batinku.


Aku masih mengingat bagaimana Gara berpamitan pada ibu dan ayah. Mereka memeluk dan menasehati Gara seperti putra mereka sendiri.


Gara nampak sangat bahagia, seolah menemukan kembali cahaya kehidupan yang selama ini hilang dari dekapannya.


"Jadi mau nanya apa?" Ucap Gara pelan sembari menutup laptopnya. Aku sedikit terkesiap, kemudian menoleh dan memandang matanya.


"Apa...lu pernah ketemu sama mama lu sebelum ini? Maaf kalau pertanyaan gue terlalu pribadi, kalau lu gak mau jawab gak apa-apa kok..." Aku mengalihkan pandanganku ke arah lain ketika Gara menghela napas panjang tanda ia sedikit terusik dengan pertanyaanku.


Ia memejamkan sedua kelopak matanya, sebelum menjawab pertanyaanku. "Sebenarnya sudah. Dua hari setelah gue sampai di negara T, gue ketemu mama." Ucap nya lirih dengan sedikit bergetar menahan emosinya.


"Gue seneng ketika mama ngenalin gue dan memperlakukan gue dengan baik. Namun ia berubah seratus dwlapan pukuh derajat ketika suaminya muncul, mama seolah tak mengenalku dan menganggapku orang asing."


Hening kembali.


Aku tak berani berkata apapun lagi. Seolah berusaha membayangkan bagaimana perasaan rindunya yang terpenjara akibat perceraian kedua orang tuanya.


Mata Gara tetap terpejam. Entah ia tertidur atau hanya terdiam menghindariku.


Keheningan terus berlanjut, sampai tak terasa kami telah sampai di depan toko ibu kos yang sangat ramai dengan pembeli.


Gara mengerjap pelan, kemudian menoleh ke arahku yang tengah bersiap keluar dari mobilnya.


"Gue besok balik ke negara T. Jaga diri lu baik-baik ya." Ucapnya pelan, seolah akan meninggalkanku dan takkan menemuiku lagi.


"Iya. Lu juga tetap sehat ya, jangan begadang terus, jangan pacaran terus, ingat semua pesan mami lu, hehe..." Aku nyengir, berusaha mengatakan hal yang mungkin bisa membuat Gara sedikit tersenyum.


"Sini salim dulu..." Gara tersenyum smirk, sembari mengukurkan tangannya padaku.


"Apaan sih? Emangnya lu kakak gue?" Ucap ku kesal. Namun aku tetap bergeser mendekat ke arahnya.


Aku perlahan menjabat tangannya. Merasakan telapak tangan besarnya yang halus dan sedikit dingin.


Kenapa dingin? Apa jangan-jangan dia Vampir? Atau dia sakit? Heh? Mikir apaan sih lu Nya. Sadar woi! Sadar!! Dia pasti ngerjain lu abis ini. Batinku.


Aku tersentak ketika tiba-tiba ia menarikku ke dalam pelukannya.


Apa-apaan dia ini? Kenapa meluk gue tiba-tiba? Kenapa badan gue malah tegang? Bukannya takut atau menjauh? Hei, sadar woi..!! Batinku.

__ADS_1


"Makasih. Makasih udah ketemuin gue sama mami. Jaga mami baik-baik Nya. Gue bakal sedikit lama di luar. Gue janji kalau gue balik nanti, gue bakal tepatin janji gue ke mami." Ujar Gara dengan suara sedikit serak, seolah ia telah lama menangis hingga kerongkongannya kering dan berat.


Aku mengedip tiga kali. Memastikan pendengaranku tak salah dengar. Gara berkata dengan suara sangat lembut, seperti seorang kakak yang akan pergi meninggalkan adiknya di asrama.


Gara mengurai pelukannya. Mencium dahiku, lalu tersenyum manis menertawakan ekspresiku yang tengah melongo terkaget-kaget.


"Lu gila ya..!!" Teriak ku sembari menyentuh dahi bekas ciuman Gara tadi.


Gara hanya terkekeh-kekeh memandangku.


"Kalau lu gini lagi, gue gampar lu ya.. Gue pamit. Thanks n Titidije." Ucapku kesal, kemudian membuka pintu mobil dan membantingnya sekeras mungkin.


Dia kira dia siapa? Berani sekali cium-cium gue? Dia kira gue cewek-ceweknya apa? Huh kesel. Kesel. Kesel pol pokoknya. Batinku.


Aku melewati kerumuna orang di depan toko ibu kos dengan raut cemberut. Langsung menaiki tangga ke lantai dua, lalu masuk ke kamar ku.


Hening.


Kemana semua nih manusia penghuni kamar nomor lima dan enam? Kenapa sepi banget? Batinku.


Aku menghempaskan diri ke kasur. Memejamkan mata, lalu berusaha tidur kembali agar tak mengingat kejadian yang baru saja ku alami.


Drrrtt...Drrrttt


Ponselku bergetar. Aku mengecek pesan dengan sedikit malas.


Kia : Nya, lu balik jam berapa? Kita ke mall dulu ya, nanti sebelum jam sembilan kita balik.


Aku melemparkan ponsel ku ke kasur sebelah. Tak membalas pesan Kia, juga tak mempedulikan pesan kak Arya.


Sejak semalam sibuk? Sejak kapan pria ini punya kesibukan hingga tak sempat membalas pesan di ponselnya semalam dan seharian penuh???


Aku mulai curiga. Namun ku tepis pelan. Ada hal yang harus ku dahulukan dari pada memikirkan semua ini.


Masuk malam. Yah, aku harus tidur dulu untuk persiapan mengahadapi perang malam nanti.


Aku menutup mata. Bernafas dari hidung lalu ku keluarkan pelan melalui mulut. Ku lakukan berulang kali sampai tak sadar aku telah sampai di alam mimpi.


.


.


.


...----------------...


HG Corp.


Gedung pusat yang terletak di negara K. Seorang lelaki paruh baya tengah melihat beberapa foto yang dikirimkan pengawal bayangan putranya.


Ia mengetuk-ngetuk pelan mejanya menggunakan buku jari tangannya. Seolah berfikir, dan mencoba memahami apa yang di lakukan putranya.

__ADS_1


"Dan, menurutmu apa yang akan di lakukan Kris jika dia tahu yang sebenarnya?" Lelaki tadi bertanya pada asistennya.


"Tuan muda pasti bisa mengerti. Tuan muda sudah besar, sudah saatnya dia tahu apa yang sebenarnya terjadi tuan." Ucap sang asisten seraya berdiri, lalu mengambil sebuah berkas di dalam laci.


"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya, jika ia berhasil mengembangkan hotel dan restoran disini." Ucap sang tuan besar, kemudian beralih mengambil sebuah berkas dari tangan sang asisten.


"Tuan Muda pasti bisa tuan." Ucap sang aisten mantap.


"Sekarang aku butuh saranmu sebagai pamannya, bukan sebagai atasannya." Ujar sang Tuan besar sedikit kesal.


"Haha. Gara cepat atau lambat akan tahu. Dia pasti akan membuktikan semua ucapan mamanya. Tenang saja." Ucap sang asisten dengan raut wajah tenang dan sedikit santai.


"Bagaimana dengan Vero?" Tanya sang Tuan besar setelah mengamati beberapa foto yang dikirimkan pengawal bayangan putrinya.


"Dia akan sibuk menyelesaikan S3, Miko aman karena Vero mengajaknya. Ada Mariana di sana, apa kau meragukan pengasuhan istriku?" Tanya sang asisten.


"Hmmm tentu tidak. Terima kasih Dan, kau dan istrimu telah bersedia membantu merawat mereka untukku." Ujar sang tuan besar sembari mengusap sudut matanya yang basah.


"Hei mereka ini keponakanku. Jangan lupakan itu, oke?" Ucap sang asisten, sebelum pergi meninggalkan tuannya.


Sang asisten membuka tabletnya, kemudian mengamati sabuah foto yang sangat mengarukan di sana.


Seorang wanita paruhbaya, tangan kiri terpasang gips sementara tangan kanannya sibuk menyuapi potongan buah pada dua orang di depannya sambil tersenyum dan berurai air mata bahagia.


"Mami.......ternyata dunia tak selebar daun kelor itu benar adanya." Ucapnya lirih, kemudian berjalan menjauh dari ruangan sang tuan besar.


Setelah cukup jauh berjalan, ia menelfon seseorang.


(Temukan sedetail mungkin masalalu wanita paruhbaya yang kukirimkan barusan. Ku tunggu paling lama dua hari ke depan)


Singkat, padat, dan jelas. Hanya satu kalimat panjang, kemudian ia mematikan panggilannya.


Sang asisten kembali melangkah sampai ke mobilnya. Memakai seat belt, kemudian meninggalkan mansion tuannya dengan tersenyum misterius.


Baiklah, mari kita lihat, permainan apa yang sedang nyonya besar mainkan di sini. Batin sang asisten.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Hallo reader sayang semuanyaaaaa....


Maafkan diriku yang up sangat lama...


Jahitan dan pekerjaan rumah tangga menumpuk, jadi hanya bisa mengetik ketika waktu terasa sedikit longgar...


Karena itu jangan lupa tinggalkan like, fav, vote, n komen kalian ya biar diriku semakin semangat untuk up selanjutnya....

__ADS_1


Terima kasihhh.....🤗🤗🤗**


__ADS_2