Kenapa Harus Aku..?.!?

Kenapa Harus Aku..?.!?
62. Kadal Amazon


__ADS_3

Patah hati.


Tak terlihat tapi sakitnya terasa dari ujung jari tangan sampai ujung jari kaki.


Patah hati.


Tak nampak namun sanggup membunuh jiwa perlahan-lahan.


Patah hati.


Tak bisa sembuh dengan resep dokter, juga ramuan tabib manapun.


Patah hati.


Sesak di dada, nyeri di hati, bahkan membuat kinerja otak menurun 70% karenanya.


Jika engkau patah hati.


Kembalilah pada-Nya, agar dadamu lapang, agar sayap hatimu kembali tumbuh, agar lekas beregenerasi menjadi lebih kuat untuk terbang lagi.


.


.


.


Aku kembali melamun di ujung balkon depan kamarku. Entah sudah malam ke berapa aku terus terpaku di tempat ini sendirian.


Kia, Monik, Ike, maupun Inda sudah berulang kali mengingatkan ku. Namun kata-kata mereka seolah menguap begitu saja dari benak ku.


Aku merutuki kebodohan ku. Kenapa masih memikirkan kak Ar di saat dia sudah menjadi mantan?


"Nya, mau gak?" Suara Yessi tiba-tiba mengejutkan ku. Ia menyodorkan sebatang rokok pada ku.


Aku menggeleng pelan seraya melirik wajahnya sekilas. "Lu ngerokok?" Tanya ku heran ketika ia mulai menikmati hisapan pertamanya.


"Iya, kadang-kadang. Sekedar info ya Nya merokok itu bisa menghilangkan stres kalau lu belum tau." Yessi mengambil kursi plastik, kemudian duduk di depan ku.


"Ya gue pernah denger sih, tapi belum pernah nyobain,..." Aku kembali menghadap jalanan setelah mengatakan hal itu pada Yessi.


Hening.


Kami menikmati suasana malam dengan pikiran masing-masing.


"Lu masih mikirin mantan lu itu?" Tanya Yessi tiba-tiba.


"Sedikit." Jawab ku singkat, tanpa mengalihkan pandangan ku.


"Lu pernah masuk kamar kos nya belum? Sampek segitunya mikirin buaya berhari-hari, kayak bukan Anya tau gak.." Aku menoleh ke arah Yessi. Apa maksudnya masuk kamar kos?


"Maksud gue, lu udah pernah di ajak masuk kamar kosan dia apa belum? Pernah di ajak main di ranjangnya belum?" Jelas Yessi setelah melihat raut bingung dari ku.


"Ya gak lah. Kalau ke kamar kos pernah, tapi kalau main gak pernah, gue selalu nolak bahkan ketika dia mau nyium gue. Gue masih virgin tau..." Gerutu ku panjang lebar dengan raut wajah kesal. Bisa-bisanya Yessi bertanya hal sangat pribadi dengan santai begitu?


Yessi terkekeh pelan. "Nah..ini nih Anya yang gue tau, banyak omong tapi terkesan santai." Ucapnya setelah menghembuskan asap rokok nya.


"Ck, ada-ada aja lu ini...." Aku kembali menatap jalanan.


"Gue kasih tahu ya Nya. Kalau lu masih virgin setelah masuk kos cowok, artinya lu spesial, dan lu gak pantes nangisin cowok yang suka main perempuan kayak mantan lu itu." Jelas Yessi serius, seolah ia merupakan pakar ilmuan yang sedang menjelaskan penemuannya padaku.


"Kok...kok lu yakin banget? Emang lu pernah main ke kamar kos cowok terus di ajak main di ranjang gitu?" Pancing ku dengan wajah ragu menatap Yessi.


"Pernah lah. Awalnya kita berempat, terus dua temannya keluar. Tinggal kita berdua, nonton tv sambil makan camilan....." Yessi berhenti, ia mengambil rokok ke-dua nya, lalu menyalakannya.

__ADS_1


"Serius?!? Terus-terus-terus.." Aku menganga tak percaya, tapi juga penasaran dengan cerita selanjutnya.


"Tapi jangan bilang siapa-siapa ya,, gue cuma cerita ini sama elu..." Aku mengangguk cepat mendengar permintaan Yessi.


"Mulanya nonton film komedi sambil duduk lesehan. Tapi kemudian dia geser tempat duduk jadi di belakang gue. Gue diem pas tangannya tiba-tiba melingkar di perut gue Nya, terus dia cium-cium telinga gue....." Yessi menjeda cerita, ia mematikan rokok nya, kemudian bergeser duduk di sebelah ku.


"Terus-terus?!?'' Tanya ku penasaran.


"Ya gue nikmatin lah Nya, udah lama gak gituan sama cowok gue." Jawab Yessi santai.


Waras gak sih nih cewek? Batinku.


"Lah, jadi itu bukan cowok lu?" Sahut ku heran.


"Bukan. Itu cowok kenalan gue di sini." Jawab Yessi.


"OMG... Terus gimana?" Aku masih penasaran cerita selanjutnya.


"Dia pegang dada gue kasar Nya. Gue bentak lah, gue bilangin gini 'Heh kalau ngajak main yang romantis dong, pelan-pelan, gue gak suka main kasar'. Terus lanjut deh dia nyentuh gue dengan sangat lembut. Hahaha...." Yessi tertawa lepas sementara gue melongo menatap nya.


Gila nih cewek. Santai banget cerita beginian sama gue? Waras gak sih nih cewek? Batin ku.


"Kenapa? Heran? Gue emang suka 'main' Nya. Tapi gak semua cowok. Cuma sama pacar gue dan cowok kenalan kemarin doang." Yessi masih terkekeh melihat ekspresi cengo yang ku tunjukkan.


"Astaga. Gue gak nyangka lu udah sejauh itu Yes... Lu gak takut hamil?" Tanya ku pelan.


"Dulu waktu pertama-pertama ya takut Nya. Tapi sekarang udah biasa, udah tau cara ngitung masa subur jadi gak bakalan bisa hamil." Jawab Yessi santai, ia tak marah ataupun tersinggung dengan pertanyaan ku.


"Terus kenapa lu cerita ini ke gue?" Tanya ku lagi.


"Ya gue kasian aja sama lu. Lu masih polos, masih virgin, ngapain nangisin kadal amazon. Untung nih ketahuan sekarang, kalau ketahuan pas lu udah nikah kan malah elu yang rugi banyak, orang tua lu juga pasti sedih."


Degg...!!


"Belum tentu juga dia mikirin elu. Bisa jadi kan saat lu mikirin dia sampe susah tidur sendirian di sini, dia malah lagi enak-enak sama selingkuhannya di sana." Lanjut Yessi dengan pelan, hingga membuat ku meringis mendengarnya.


Degg.....!!


Gila. Ucapan Yessi bener juga. Astaga. Gue bodoh banget yak. Gue terperangkap sama kenangan dia, sedangkan dia? Ah, bodoh-bodoh. Batinku.


"Udah hampir tengah malam. Tidur yok." Aku tersenyum pada Yessi. Gadis cuek yang ternyata sungguh perhatian padaku.


"Thanks ya..." Aku berdiri, lalu mengikuti Yessi masuk ke dalam kos.


.


.


.


Siang ini hampir semua orang terburu-buru pulang. Ini weekend shif pagi, jadi sebagian besar pasti mau pulang kampung.


Jalanan sedikit lenggang. Aku pulang sendirian, Monik masih bersama teman-teman satu line nya, sedangkan Yessi sudah pulang duluan sejak tadi.


"Lu gak pulang Nya?" Tanya Yessi sembari memasukkan beberapa baju ke tas ranselnya.


"Gak dulu, gue gak mau ibu lihat muka kusut gue terus nanya-nanya banyak hal. Gue gak mau bikin orang rumah sedih Yes." Jawab ku seraya meluruskan kaki dan bersandar di tembok dekat kasur Kia.


"Bagus deh kalau lu udah sadar... Haha.." Aku melempar muka Yessi dengan bantal Kia.


"Sialan lu. Tapi gue pikir semua omongan lu kemarin benar. Gue bodoh kalau terus mikirin kadal amazon. Hahahaha..."


Kami kemudian tertawa lepas bersama. Entah menertawakan kebodohan ku atau menertawakan kegilaan Yessi.

__ADS_1


"Gaes, gue duluan ya...!'' Teriak Monik ketika melewati pintu kamar ku.


"Oke.." Balas Yessi.


"Tiati Mon.." Balas ku hampir bersamaan dengan suara Yessi.


"Yaudah, gue juga berangkat ya. Lu harus keluar Nya, refreshing. Jangan di kos mulu." Pesan Yessi sebelum ia berlalu dari hadapan ku.


"Siap bos.. Titidije lu..!" Teriak ku balik padanya.


Hening.


Suasana sepi. Aku malas bergerak mandi. Masih setia rebahan sembari memainkan ponsel melihat beberapa video anime terbaru.


Ah, nonton anime begini jadi ingat kak Vero. Sedang apa ya dia sekarang? Pasti sibuk, dia kan sudah resmi pegang HG Corp. Batinku.


Drrttt.. Drrtttt


Nada panggilan ponselku tiba-tiba berbunyi. Menghentikan paksa putaran film di layarnya.


Nomor asing? Siapa ya? Batinku.


Aku mengangkat panggilan itu, lalu diam. Menunggu suara siapa gerangan yang tengah menghubungiku menggunakan nomor baru.


[Anya..How are you? Dandan yang cantik ya, satu jam lagi gue jemput.]


Suara di seberang terdengar tak asing. Tapi siapa?!?


Klik. Panggilan terputus.


"Halo? Siapa ya? Halloo..." Aku mencoba menghubunginya lagi. Berdering, namun tak di angkat.


Ku coba lagi, tapi kali ini sibuk.


Sedang dalam panggilan lain? Nih siapa sih? Aneh banget... Batinku.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hayooo siapa tuh yang menghubungi Anya?😁


.


.


Hallo para reader sayang...


Maaf ya baru bisa up...


Selamat hari raya idul fitri bagi yang merayakan... Mohon maaf lahir & bathin yaa...


Semoga kalian semua sehat dan selalu semangat...


Oiya, jangan kasih boom like dalam hitungan detik ya, itu bisa mengurangi nilai karya...


Vote atau komen yang banyak aja, itu bisa bikin gue lebih semangat ngetik.. Hehee...


Happy Holiday semuanyaaaaa.....🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2