Kesucian Cinta Yang Ternoda

Kesucian Cinta Yang Ternoda
Ada Apa Dengan Sella?


__ADS_3

"Ken!" panggil Senja dengan suara yang pelan.


"Aya, kamu, kamu sudah sadar, Aya. Kamu benar-benar sadar, kamu tahu siapa aku, kamu bisa bicara padaku. Alhamdulillah Ya Allah," ucap Ken sambil memeluk tubuh Senja.


Senja tersenyum, dan perlahan tangannya mengusap rambut Ken. Ia bahagia masih diizinkan bernafas, dan menatap indahnya dunia bersama sang suami. Namun tak lama kemudian, Senja merasakan ada air yang menetes, membasahi lehernya.


"Ken, kau mengangis?" tanya Senja masih dengan suara yang pelan.


"Aku sangat bahagia, Aya. Satu minggu lebih aku menunggu kamu, aku kalut dalam kekhawatiran, aku takut kenyataan tak sesuai dengan harapan. Sekarang kamu sudah sadar, perasaan bahagia ini tak bisa lagi dilukiskan dengan kata-kata. Aku menangis, karena terlalu bahagia, Aya." Kata Ken dengan panjang lebar.


Senja tersenyum semakin lebar, meskipun luka di kepalanya masih terasa sakit, namun hatinya sangat bahagia. Mendapatkan cinta dari lelaki seperti Ken, benar-benar membuatnya lupa akan rasa sedih dan perih.


"Aku juga bahagia Ken, bisa kembali menatapmu. Aku bersyukur, Tuhan masih memberiku waktu untuk bersamamu. Aku sangat mencintaimu, Ken!" ucap Senja.


Ken mengangkat wajahnya, ia menatap wajah sang istri yang masih terlihat pucat. Perlahan ia mengangkat jemarinya, dan menangkup pipi Senja dengan lembut.


"Aku juga sangat mencintaimu, Aya. Selama kau koma, aku merasa hidupku hancur, hidupku seakan gelap, tak ada lagi cahaya yang menyinariku. Tanpa kamu, aku tak bisa merasakan indahnya dunia."


"Kau berlebihan, Ken!" ucap Senja sambil tetap tersenyum.


"Aku serius Aya." Kata Ken. Lalu ia menundukkan wajahnya, dan mencium kening Senja cukup lama.


"Maafkan aku, Aya. Maafkan aku yang gagal menjagamu. Andai saja malam itu aku tidak meninggalkan kamu, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Maafkan aku, Aya!" kata Ken dengan penuh penyesalan.


"Bukan salahmu, Ken, ini musibah." Jawab Senja.


"Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi!" kata Ken sambil menatap Senja.


Senja terdiam sejenak, ia mengingat-ingat apa yang terjadi malam itu. Lalu ia menatap Ken lekat-lekat, seakan ada keraguan untuk mengutarakan apa yang ada dalam benaknya.


"Aya!"


"Aku, aku..."


"Katakan saja, apa yang terjadi?"


"Berjanjilah untuk meredam emosimu, apapun yang kukatakan nanti, jangan membuatmu menyimpan amarah! Kita pikirkan dengan hati yang tenang, dan kita cari jalan keluarnya baik-baik," kata Senja.


"Iya, sekarang katakan apa yang terjadi!" jawab Ken.


"Aku tidak tahu siapa wanita itu, saat aku masuk ke kamar mandi, tiba-tiba dia menyerangku dari belakang. Dia memukul kepalaku dengan, dengan benda keras yang aku tidak tahu apa itu. Aku tidak sempat menghindar ataupun melawan, aku meresa kepalaku teramat sakit, lalu semuanya gelap, dan aku tidak ingat apa-apa. Mungkin ada seseorang yang kurang menyukai kita, Ken." Kata Senja menjelaskan.


"Ken!" panggil Senja, sebelum Ken sempat membuka suara.

__ADS_1


"Iya."


"Siapa kira-kira wanita itu, Ken? Apakah orang suruhan, lalu kira-kira siapa yang merencanakan semua ini, dan apa tujuannya?" tanya Senja.


"Dia bukan orang suruhan, dia adalah Sella." Jawab Ken tanpa keraguan.


"Kau, kau serius?"


"Iya, Dika punya rekamannya, karena di sekitar kamar mandi itu dipasang CCTV yang tersembunyi, hanya saja tidak bisa menjangkau ke dalam ruangan. Sebelum kau masuk, Sella sudah ada di sana, dan dia keluar sesaat setelah kamu masuk. Kau untuk apa ke sana, kenapa tidak mengajak Nina, atau mengajakku?" tanya Ken.


"Aku ingin menemuimu, tapi tiba-tiba ada pelayan yang menabrakku. Gaunku basah dan lengket karena tersiram minuman, jadi aku langsung pergi ke kamar mandi. Aku tidak menyangka, Sella akan bertindak senekat ini. Dia sangat dendam dengan kita, Ken."


"Jadi semua ini sudah ia rencanakan, pelayan yang menabrak Aya, dan dua wanita yang masuk ke kamar mandi yang berbeda, mereka pasti orang suruhannya." Batin Ken dalam hatinya.


"Iya, hatinya memang kotor, penuh dengan dendam. Tapi sekarang kau tenang saja, dia tidak akan bisa menyentuhmu, untuk yang kedua kalinya," kata Ken dengan tegas. Sorot matanya menyiratkan amarah yang tak terhingga.


"Apa maksudmu, Ken? Apa yang kau lakukan padanya?" tanya Senja sambil menatap curiga.


"Aku tidak melakukan apa-apa, tapi aku percaya karma itu ada." Jawab Ken dengan santainya.


"Ken, kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Senja.


"Tidak, Aya. Sekarang aku akan keluar dulu, aku akan menemui Mama dan Kak Alvin. Aku akan memberitahu mereka, jika kau sudah sadar. Tunggu sebentar, ya!" ucap Ken sambil beranjak pergi meninggalkan Senja.


"Aku akan jujur padamu, Aya, tapi tidak sekarang, kau baru saja sadar. Setelah kondisimu membaik, aku akan mengatakan yang sebenarnya. Kau boleh marah, kau boleh menganggapku gila, tapi aku melakukan ini, karena aku sangat mencintaimu, aku tidak rela tangan manapun menyakitimu," batin Ken sambil terus melangkahkan kakinya.


"Kuharap kamu tidak melakukan hal bodoh, Ken!" gumam Senja dengan pelan.


***


Keesokan harinya. Kondisi Senja semakin membaik, ia sudah bisa duduk, dan menggerakkan kaki, serta tangannya dengan sempurna, hanya saja dokter belum mengizinkannya untuk beranjak dari ranjang.


Siang ini Alvin yang sedang menemaninya di dalam, sedangkan Ken, ia berbincang dengan Nyonya Carolyna, ada hal penting yang sedang mereka bahas.


Nyonya Carolyna baru tiba tadi pagi, kemarin beliau masih mengurus sedikit pekerjaan di luar negeri, sehingga belum bisa menjenguk Senja, dan baru hari ini beliau bisa datang melihatnya.


"Ken, ada hal penting yang ingin kubicarakan denganmu!" kata Nyonya Carolyna mengawali pembicaraannya. Saat ini mereka sedang duduk di bangku panjang yang berada di taman rumah sakit.


"Apa itu, Nyonya?" tanya Ken.


"Kemungkinan besar Sella kembali ke Surabaya, berhati-hatilah!" kata Nyonya Carolyna. Beliau tidak tahu jika Senja sudah dicelakainya. Ken menutup rapat kejadian ini, dia mengatakan kepada publik, jika Senja terpeleset dan terjatuh dengan sendirinya.


"Kenapa Nyonya berpikir seperti itu?" tanya Ken.

__ADS_1


"Kemarin Alex menelfonku, katanya Mas Jhon saat ini sedang berada di penjara. Dia menjual Sella pada seorang pria, tapi Sella kabur. Pria itu tidak terima, dia melaporkan Mas Jhon atas tuduhan pencurian uang. Dia pria yang kaya raya, Mas Jhon tidak bisa melawannya, dan mau tidak mau dia harus mendekam di balik jeruji. Pria itu mencari Sella, tapi sampai saat ini dia belum menemukannya, aku curiga Sella pulang ke rumahnya, dan aku khawatir dia menaruh dendam padamu." Kata Nyonya Carolyna.


"Jadi seperti itu ceritanya. Dijual, mungkin itu yang membuat dia merasa hancur, dan akhirnya bertingkah nekat." Batin Ken dalam hatinya.


"Ken!"


"Iya, Nyonya."


"Berhati-hatilah, dia wanita yang licik!" kata Nyonya Carolyna.


"Saya pasti berhati-hati, tapi saya pastikan, dia tidak akan berani macam-macam." Jawab Ken.


"Jangan meremehkan Sella!"


"Saya tahu, Nyonya," jawab Ken sambil tersenyum.


"Informasi dari Anda sedikit terlambat, dia sudah mencelakai Aya. Tapi aku pastikan ini terkahir kalinya, setelah ini, Sella tidak akan bisa menyentuh Aya." Batin Ken dalam hatinya.


Disaat mereka sedang sibuk berbincang, tiba-tiba Nina datang menghampiri mereka. Langkahnya tergopoh-gopoh, seolah ada hal mendesak yang harus segera ia katakan.


"Ada apa, Nin?" tanya Ken sambil beranjak dari duduknya. Ia menatap Nina sambil mengernyitkan keningnya.


"Sella, Ken."


"Ada apa dengan Sella?" tanya Ken.


"Dia, dia..."


Bersambung....


Hai kakak semua, terima kasih banyak buat dukungannya. Berkat kalian semua, Kesucian Cinta Yang Ternoda bisa berlanjut sampai saat ini. Selain mengucapkan terima kasih, aku juga mau minta maaf, minggu-minggu ini ada banyak kesibukan di RL (sibuk menghitung semut-semut yang berbaris di dinding Kak, banyak banget, sampe pusing aku). Jadi maaf ya, seandainya terlambat membalas komentar, ataupun terlambat up. Tapi percayalah, aku tidak akan meninggalkan kalian, aku akan tetap setia (ciyeeee sok manisss).


Selain ucapan maaf dan ucapan terima kasih, boleh dong sambil promo. Boleh ya, boleh ya, please!!


Ada Tentang Rasa, romantis sedih komedi, sudah tamat.


Kisah tentang cinta dan persahabatan, tentang perasaan yang terlambat disadari.


Yang kedua, Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa, romantis sedih komedi, masih on going. Rekomendasi buat yang cari bacaan cowok miskin, dan cewek kaya.


Mampir yahh, intip sinopsis dan review pembaca. Terus intip prolognya, siapa tahu jatuh cinta sama otornya,, ehh salah, sama karyanya maksudnya.


Sekian dulu ya, kapan-kapan nyapa lagi. Sekali lagi terima kasih banyak, dan maaf bangettt...

__ADS_1




__ADS_2