Kesucian Cinta Yang Ternoda

Kesucian Cinta Yang Ternoda
Berita Pagi Yang Mengejutkan


__ADS_3

Sang surya masih mengintip malu-malu di ufuk timur. Cahaya jingganya menyemburat remang-remang, belum terlalu terang.


Ken masih terlena dalam dunia mimpi, tubuh kekarnya masih bersembunyi di balik selimut tebal bermotif beruang. Matanya terpejam rapat, dengan guling yang ia dekap dengan erat. Deru nafasnya terdengar pelan, tampaknya ia sangat menikmati waktu tidurnya.


Namun sayang, Ken tak bisa berlama-lama menikmati mimpinya. Karena tak lama kemudian, sang ibu datang membuka pintu kamarnya, sambil berteriak keras.


"Ken! Bangun Ken! Ken! Bangun Ken!" teriak Bu Ratih sambil mengguncang tubuh Ken.


"Masih pagi Ma," ucap Ken dengan sangat lirih, antara terjaga, dan terlena.


"Ken! Ayo bangun! Ini gawat Ken!" Bu Ratih kembali berteriak, karena Ken hanya menggeliat, tanpa membuka matanya.


"Masih ngantuk Ma," jawab Ken masih dengan suara seraknya.


"Ken, ayo bangun! Ini sangat penting, kamu harus melihat ini Ken!" teriak Bu Ratih sambil menarik selimut yang menutupi tubuh Ken.


"Sebentar lagi Ma," jawab Ken sambil beringsut, membelakangi ibunya.


"Ini tentang Senja Ken, dia dalam bahaya," kata Bu Ratih seraya mengguncang tubuh Ken.


"Apa? Ada apa dengan Aya, Ma?" tanya Ken dengan cepat, ia menoleh, dan menatap ibunya lekat-lekat.


Bu Ratih mengernyit heran, saat melihat mata Ken yang terbuka lebar. Ternyata dengan menyebut nama Senja, Ken langsung terjaga dari tidurnya. Apakah seperti ini yang namanya cinta?


"Ma, ada apa dengan Aya?" tanya Ken sambil bangkit dari tidurnya. Kini ia duduk sambil menatap ibunya.


"Baca sendiri, Papamu baru saja pergi ke kantor, banyak investor yang menarik kembali investasinya, dan banyak relasi bisnis yang membatalkan kerjasamanya," kata Bu Ratih sambil menyodorkan gulungan koran pada Ken.


Ken mengerutkan keningnya, apa yang terjadi? Dengan perlahan ia membuka gulungan koran itu, dan matanya langsung menangkap sebaris tulisan yang membuat darahnya mendidih.


Calon Istri Kenzo Antonio Putra Ternyata Penderita HIV AIDS.


Sebaris kalimat yang menjadi judul, dalam salah satu berita hangat di koran harian Surabaya.


Ken membaca paragraf demi paragraf yang tertera di sana. Dalam berita itu dijelaskan, bahwa Cahaya Senja menderita penyakit HIV AIDS, karena tertular dari suami pertamanya, Fajar Mahardika. Dan di sana juga dijelaskan, bahwa Fajar meninggal bukan karena jantung lemah, melainkan karena penyakit HIV. Selain itu, dalam tulisannya juga menyinggung tentang pernikahan Ken dan Senja, mereka menjalin hubungan disaat Fajar baru setahun meninggal. Sebuah tulisan yang akan menggiring publik untuk beropini buruk pada dirinya, dan juga Senja. Entah siapa yang menuliskan berita itu, tapi dia punya bukti yang sangat akurat, surat keterangan dari dokter tentang penyakitnya Fajar, juga foto-foto kebersamaan Ken dan Senja disaat Senja sedang hamil. Orang dibalik semua ini pasti sangat cerdik, dengan satu langkah saja, dia sudah bisa menghancurkan dua keluarga.

__ADS_1


"Bukan hanya di koran saja Ken, tapi juga di sosial media, berita itu sudah menjadi trending topik pagi ini. Image kita sekarang hancur, dan hal ini sangat berdampak buruk pada keluarga kita, dan juga keluarga Mahardika," kata Bu Ratih sambil menghela nafas panjang.


"Mama tenang saja, aku pasti akan menyelesaikan masalah ini hingga tuntas. Aku tidak akan memberi ampun kepada siapa pun, yang ada dibalik semua ini."


"Bagaimana caranya Ken, yang dia katakan itu benar, dan dia juga punya bukti yang jelas. Apa yang bisa kau lakukan, Ken?" tanya Bu Ratih sambil menggelengkan kepalanya, beliau terlihat pasrah menghadapi semua ini.


"Semua itu belum tentu benar Ma, bisa saja itu hanya rekayasanya dia. Mungkin dia memang berniat menghancurkan keluarga kita, dan juga keluarga Mahardika." Ken mendekati ibunya, dan merangkul bahunya.


"Tapi Fajar benar-benar sakit HIV, dan kau, kau memang punya skandal dengan Senja, kita tidak bisa membantahnya," ucap Bu Ratih.


"Tapi Aya sama sekali tidak terjangkit virus itu, dan Rashya, publik belum tahu siapa nama belakangnya, tidak akan ada yang tahu bagaimana hubunganku dengan Aya. Percaya padaku Ma, aku pasti bisa memutar balikkan fakta, aku akan menyerang balik orang yang sudah mengusik keluarga kita," kata Ken dengan tegas.


"Tapi jika kamu tidak punya alasan, dan bukti yang kuat. Skandal kamu dan Senja malah akan terbongkar, dan itu akan memperburuk image kamu, pada akhirnya publik akan percaya dengan berita itu, dan perusahaan kita akan tetap jatuh, Ken," kata Bu Ratih.


"Aku akan bicara dengan Om Hery, musuh kita sekarang sama, dia pasti mau mendengarkan aku. Lagipula keadaan di sana pasti juga tidak beda jauh dengan kita Ma, Om Hery pasti sangat senang jika ada yang mau membantunya bangkit," jawab Ken menjelaskan pendapatnya.


"Sebelum memikirkan itu, pikirkan dulu bisnis kita Ken. Bantu Papa kamu, dia berusaha keras mempertahankan investor, dan relasi bisnis yang sudah bekerjasama dengan perusahaan kita. Jika mereka semua mundur, bisnis Papa kamu akan hancur Ken, pikirkan itu!" ucap Bu Ratih dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku pasti akan membantu Papa, tapi aku juga akan terus mencari siapa orang dibalik semua ini. Aku akan mandi dulu, setelah ini aku akan segera ke kantor Ma," kata Ken sambil turun dari ranjang. Ia melangkah menuju ke kamar mandi, meninggalkan ibunya yang kini mulai menangis.


"Semoga semuanya baik-baik saja, Mas Jeffry pasti sangat terpukul, jika bisnisnya tak bisa diselamatkan. Dan Ken, dia pasti juga hancur, jika gagal menikah dengan Senja," ucap Bu Ratih sambil menutup wajahnya, dengan kedua tangannya.


Ken memijit pelipisnya, kepalanya pening memikirkan apa yang telah terjadi.


"Siapa yang berani mengusikku," gumam Ken sambil duduk di sofa. Ia mencoba mengingat-ingat, siapa yang menjadi relasi bisnisnya, dan juga siapa yang menjadi saingannya.


Namun dari sekian banyaknya orang, tak ada satupun yang membuat Ken menaruh prasangka.


Namun tiba-tiba, Ken mengingat satu sosok yang membuat ia memicingkan matanya.


"Mungkinkah ini perbuatan Sella," gumam Ken dengan pelan.


Sella adalah wanita yang pernah mencintainya, dan mungkin ia sekarang patah hati dengan pernikahannya. Bisa jadi wanita itu gelap mata, dan melakukan tindakan bodoh, tapi bagaimana bisa ia melakukan semua ini. Wanita itu hilang kabar sejak beberapa bulan yang lalu, dan dari berita yang Ken dengar, katanya perusahaan ayahnya nyaris bangkrut, jadi bagaimana mungkin ia bisa melakukan semua itu. Tahu darimana ia tentang HIV itu? Atau jangan-jangan ada hal lain yang sempat Ken lewatkan.


"Aku harus menyelidiki hal ini, tapi sebelum itu, aku harus segera menyusul Papa," kata Ken sambil beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Namun baru saja ia melangkahkan kakinya, tiba-tiba ponsel di sakunya berdering. Ken mengambilnya, dan ternyata yang menghubunginya adalah Nicko.


"Hallo Nick," sapa Ken.


"Hallo Ken, aku, aku baru saja membaca berita itu," kata Nicko dari seberang sana.


"Aku tadi juga sempat kaget Nick, kau tahu, sudah banyak yang membatalkan kerjasamanya dengan perusahaanku, dan Papa hampir kehilangan semua investornya," ucap Ken sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Lalu apa yang akan kau lakukan, Ken? Jika butuh bantuan, katakan saja, aku akan selalu mendukung kamu Ken, aku akan membatu sebisaku," kata Nicko.


"Terima kasih Nick, mmm kalau boleh, tolong selidiki satu orang saja. Aku mencurigainya, tapi aku juga belum yakin," ucap Ken.


"Siapa?"


"Sella. Selidiki dia, cari tahu siapa orang yang ada dibelakangnya. Dulu aku sempat mendengar, kalau perusahaan ayahnya nyaris bangkrut, tapi entahlah, itu benar atau tidak. Tolong selidiki apapun tentang dia."


"Sella? Wanita yang pernah mengejarmu itu?"


"Iya, dia pasti tidak senang dengan pernikahanku ini," kata Ken.


"Tapi beberapa bulan ini dia tidak ada kabar, tidak pernah mengganggumu lagi kan, kenapa kau malah mencurigainya?" tanya Nicko.


"Nick, apa kau pernah mendengar sebuah peribahasa, air tenang menghanyutkan. Bisa jadi dia memang menunggu lengahku," kata Ken.


"Yang kau katakan ada benarnya Ken, baiklah aku akan menyelidikinya. Aku akan mengabarimu secepatnya," ucap Nicko.


"Terima kasih Nick."


"Kita teman Ken, jangan terlalu sungkan."


Tak lama kemudian, sambungan telefon terputus. Ken menghela nafas panjang, kemudian melangkah keluar dari kamarnya.


"Aku harus membantu Papa bicara dengan para investor, setelah itu aku akan menemui Om Hery, aku akan mengajaknya bekerjasama untuk menyerang orang yang berada dibalik semua ini. Siapa pun kamu, aku akan menyiapkan neraka dunia untukmu," batin Ken sambil memicingkan matanya.


Meskipun Ken adalah lelaki yang ramah, dan humoris, tapi sifatnya akan berubah drastis jika dirinya diusik.

__ADS_1


Dia akan menjadi lelaki yang tegas, dan kejam, tak peduli lawannya wanita atau lekaki, muda atau dewasa, kaya atau miskin, Ken tak mengacuhkan hal itu. Sekali mereka berani mengusik, Ken akan membalasnya dengan berlipat ganda.


Bersambung....


__ADS_2