Kesucian Cinta Yang Ternoda

Kesucian Cinta Yang Ternoda
Masuk Perangkap


__ADS_3

"Kenapa kau diam saja Ken, kau mulai takut menghadapi masa depanmu, iya?" tanya Sella dengan nada yang meremehkan.


Ken masih belum menjawab, pikirannya masih menerawang jauh, mencerna tulisan demi tulisan yang ia baca dari layar ponselnya.


Dan tak lama kemudian, Ken menemukan titik terang untuk menjatuhkan Sella.


"Sekarang kau akan hancur wanita sialan, terima kasih Nicko, informasi darimu benar-benar tepat waktu," batin Ken sambil menatap Sella.


"Seburuk apapun masa depanku, itu tidak seburuk masa depanmu Sella. Kau mengorbankan tubuhmu hanya demi harta, luar biasa!" kata Ken sambil beranjak dari duduknya, dan berdiri tepat di hadapan Sella.


Beberapa detik yang lalu Nicko memberikan informasi, bahwa orang yang ada dibelakangnya Sella adalah Jhon Victory, ayah dari Adara Victoria.


Dan dari informasi yang Nicko dapat, Jhon adalah pria hidung belang. Dia kerap kali mencari wanita muda sebagai simpanannya, dan semua itu ia lakukan tanpa sepengetahuan sang istri.


Dari informasi itu Ken yakin, Sella sekarang menjadi simpanannya Jhon Victory. Itu sebabnya dia tahu banyak tentang penyakitnya Fajar.


"Apa maksudmu?" bentak Sella dengan cepat.


"Kau pikir aku tidak tahu, siapa orang yang ada dibelakangmu. Kau masih muda Sella, tapi kau merelakan tubuhmu demi lelaki tua seperti Jhon Victory, dimana harga dirimu? Oh maaf, sejak dulu kau memang tidak punya harga diri. Tanpa rasa malu kau mengemis cinta padaku, dan sekarang tanpa rasa malu, kau merangkak naik ke atas ranjang, hanya demi uang," kata Ken sambil tersenyum remeh.


"Kurang ajar kau Ken!" teriak Sella sambil melayangkan tangannya, hendak menampar wajah Ken.


Namun dengan sigap Ken menangkap tangan Sella. Ia mencengkeramnya dengan erat, hingga wanita itu meringis kesakitan.


"Kenapa kau marah, apa yang kukatakan semuanya benar, Sella?" tanya Ken tepat di depan wajah Sella.


"Diam kau!"


"Jadi benar, kau memang menjadi simpanannya Jhon Victory? Kau sudah hilang akal Sella," kata Ken masih dengan senyumannya.


"Kau yang hilang akal, kau mencintai wanita hina seperti Senja, kau bodoh, kau benar-benar bodoh!" teriak Sella.


"Lalu bagaimana dengan dirimu? Kau merelakan tubuhmu demi lelaki tua, berapa kali dia menidurimu Sella, dan apakah kau juga menikmatinya, hmmm?"

__ADS_1


"Diam! Aku memilih menjadi simpanannya Jhon, karena aku cerdas, tidak bodoh seperti kamu! Dengan adanya dia dibelakangku, aku bisa melakukan apapun, termasuk menghancurkanmu. Aku bisa memiliki harta sebanyak yang aku mau, tanpa harus bekerja. Sebentar lagi aku akan menguasai seluruh asetnya, dan saat hari itu tiba, aku akan membuatmu terkubur dalam kesengsaraan bersama Senja, untuk selamanya!" ucap Sella dengan sebuah senyuman yang menyeringai.


"Kau masuk dalam jebakanku wanita bodoh." batin Ken dalam hatinya.


"Ya mungkin itu adalah rencana yang bagus, tapi bagaimana jika keadaan akan terbalik Sella. Aku bukan anak kecil, yang akan diam saja saat diusik. Kau menyebarkan berita miring tentangku, tapi bisa aku tepiskan dengan begitu mudah. Apakah kau masih yakin, kalau kau bisa menjatuhkan aku?"


"Kau lihat saja Ken, sebentar lagi aku akan menguak kebenarannya. Aku akan membongkar tindakanmu yang menyuap dokter demi mengembalikan nama baik Senja. Fajar mati karena HIV, dan Senja pasti juga terjangkit virus itu. Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiran kamu, kenapa dengan mudahnya kau menerima wanita yang penyakitan. Atau jangan-jangan kau sudah tertular Ken, makanya kau masih ngotot mempertahankan dia. Heh mengenaskan sekali nasibmu, Ken!" kata Sella dengan geram.


"Silakan beropini sesuka hatimu, tapi jangan di sini, karena aku sudah muak menatap wajahmu. Pergi dari sini!" usir Ken sambil melepaskan tangan Sella dengan kasar.


"Kau tiba-tiba mengakhiri pembicaraan kita, apakah benar kau sudah tertular, Ken?" tanya Sella sambil tertawa.


"Pergi!" teriak Ken.


"Melihatmu yang berusaha menghindar, sepertinya kau memang sudah terjangkit virus itu. Kau bodoh Ken, mencintai wanita seperti Senja," batin Sella dalam hatinya.


"Pergi!" teriak Ken untuk yang kedua kalinya.


"Aku akan pergi dari sini, tapi aku tidak akan pergi dari kehidupan kamu, sebelum kau dan Senja menderita. Tunggu saja kejutan manis yang akan kuberikan padamu," ucap Sella sambil melangkah meninggalkan Ken.


"Sebelum kau memberikan kejutan itu, aku yang akan lebih dulu menghancurkanmu. Kau wanita yang sangat bodoh Sella," gumam Ken sambil menatap layar ponselnya.


Ia tersenyum manis, kala rencananya berjalan dengan lancar.


***


Keesokan harinya, disaat hari sudah semakin senja, Ken melajukan mobilnya membelah jalanan Kota Surabaya. Senyuman manis terus mengembang di bibirnya, sekarang ia benar-benar bisa bernafas lega. Masalah tentang bisnisnya, sudah menemukan titik penyelesaian. Dan untuk Sella, ia juga sudah menemukan cara untuk mengirimnya ke neraka dunia.


Tak lama kemudian, Ken sudah tiba di halaman rumahnya. Ia memarkirkan mobilnya di garasi, kemudian ia melangkah turun, dan masuk ke dalam rumahnya. Ken langsung berjalan menuju kamar orang tuanya, sejak kemarin kesehatan ayahnya menurun, beliau terpukul saat mendapati bisnisnya yang berada di ambang kehancuran.


"Papa, Mama!" sapa Ken sambil membuka pintu kamar, ia melangkah masuk mendekati ibunya yang sedang duduk di tepi ranjang, sementara ayahnya, beliau berbaring di bawah selimut tebal.


"Kamu sudah pulang, Ken?" tanya Bu Ratih.

__ADS_1


"Sudah Ma, bagaimana keadaan Papa?" tanya Ken sambil duduk di sebelah ayahnya.


"Sudah lebih baik Ken, hanya saja masih sedikit pusing," jawab Pak Jeffry.


"Sekarang Papa jangan berpikir terlalu keras ya, masalah di kantor semuanya sudah beres. Bisnis kita tidak akan jatuh Pa, tidak lama lagi bisnis kita malah akan semakin berkembang, aku sudah menemukan satu investor yang akan mengangkat perusahaan kita," kata Ken sambil tersenyum lebar.


"Apa kau serius Ken?" tanya Pak Jeffry sambil mengerutkan keningnya, rasanya mustahil jika masalah itu beres hanya dalam hitungan hari.


"Sangat serius Pa."


"Kau jangan memberikan harapan palsu Ken, itu akan mengecewakan Papa kamu," sahut Bu Ratih sambil menatap Ken.


"Aku tidak memberikan harapan palsu Ma, ini nyata. Mama tahu siapa Nyonya Carolyna?"


"Bukankah dia pembisnis besar yang dulu pernah tinggal di Surabaya, tetapi sekarang dia mengembangkan bisnisnya di Jakarta. Kenapa Ken?" tanya Pak Jeffry.


"Dia yang menjadi investor di perusahaan kita," jawab Ken.


"Kau serius Ken? Kenapa bisa, darimana kau mengenalnya?" tanya Bu Ratih dengan cepat.


"Kau jangan main-main Ken, apa yang sudah kau lakukan, sampai dia mau menjadi investor di perusahaan kita. Kau jangan bertingkah yang membahayakan dirimu sendiri Ken!" sahut Pak Jeffry.


"Ceritanya lumayan panjang Pa, Ma, tapi yang jelas sekarang dia menjadi investor kita. Dan aku juga sudah tahu siapa dalang dibalik semua ini, dia adalah Sella, wanita yang pernah menemui Mama waktu itu," ucap Ken sambil menatap ibunya.


"Wanita itu?"


"Iya, aku berkali-kali menolak cintanya, dan itu membuatnya sakit hati, hingga ia gelap mata, dan melakukan semua ini," jawab Ken sambil menghela nafas panjang.


"Lalu, sekarang apa yang akan kau lakukan?"


"Dia berani mengusikku Ma, tentu saja aku tidak akan memaafkan dia. Aku sudah menyiapkan rencana untuk membuat dia menderita seumur hidupnya. Aku pastikan dia akan sangat menyesali perbuatannya, dia akan sengsara Ma." Ken berkata sambil mengepalkan tangannya. Mengingat tentang Sella, darahnya seakan mendidih.


Bu Ratih menelan salivanya, melihat tatapan mata Ken yang sangat tajam, beliau tahu jika ucapan anaknya tidaklah main-main.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2