
📌Jangan lupa like sebelum komen yh kak:)
Dan terima kasih sudah dengan setia mampir☺🍁
Setelah menunggu selama 15menit akhirnya Mama Veronika pun sampai di rumah.
Veronika masuk dengan langkah yang tergesa-gesa.
"Pa, ada apa ini kok tumben mama disuruh pulang dan Papa juga kenapa jam segini sudah pulang dari kantor" ucap Veronika setelah berada di ruang keluarga.
Di ruang keluarga tampak Nenek, Zeva, dan suaminya telah duduk di soffa. Tampak wajah ibu mertuanya seperti sedang menahan amarah.
"Vero kamu silahkan duduk, aku ingin bicara kepada kalian semua" suara tegas Ny Karina membuat semuanya diam.
Para Art hanya mendengarkan dan melihat hal itu di dapur, mereka diam tanpa berkata apa pun. Bahkan mereka merasa heran kenapa Nyonya besar semarah itu.
"Apa saja yang sudah terjadi di rumah ini selama aku di Bandung?" ucap Ny Karina.
"Ma, tidak ada apa-apa semua aman, mulai dari kantor juga tidak ada masalah" ucap Papa Zeva.
"Nek, kuliah dan juga cafe Ze juga baik-baik saja bahkan Ze juga sering bicara kepada Nenek" ucap Zeva dengan nada lembutnya.
"Bukan itu yang mau saya dengar! Arya ada apa dengan dirimu kenapa kau mau menjodohkan Putrimu tapi kau tak menanyakan pendapat dariku" bentak Nya Karina dengan wajah menahan amarahnya.
Deg deg deg.....
Jantung Arya dan juga Veronika berdetak sangat cepat persis apa yang dipikirkan mereka, jika Ibunya sampai tau hal ini pasti dia akan sangat marah.
"Dari mana ibu mengetahui hal ini, apakah zeva yang memberi tahu kan hal ini?" batin Papa Zeva dan Mama Veronika.
Sedangkan Zeva dia terdiam dan menundukan kepalanya. Zeva tak menyangka jika sang nenek memiliki sifat tegas dan keras yang tersembunyi di balik kelembutannya.
"Arya apa yang ada di pikiranmu, kau bahkan tidak memberitahu kan semuanya kepadaku dan bahkan sekarang cucuku sudah akan bertunangan"
"Maa..." ucapan Papa Zeva terpotong.
"Apa kah kau sudah tak menganggap diriku lagi?" bentak Nya Karina.
"Ma Arya bisa jelasin, Arya punya alasan Ma" ucap Tn Mahendra.
"Kamu mau jelasin apa? Aku sudah tau semuanya. Dan tiga hari lagi cucuku akan kau nikah kan bukan?" tiba-tiba saja Nya Karina terisak.
"Ma, Arya melaku kan ini demi bisnis keluarga kita. Lagipula ini demi Ze agar hidupnya terjamin" ucap Papa Zeva.
"Apa yang kamu bilang, kamu ingin menikahkan putrimu hanya demi urusan bisnis. Apa putrimu sehina itu hingga kau tega menjualnya ke keluarga kaya itu hanya demi bisnis?" bentak Ny Karina.
"Ma ini juga demi Ze dan dia juga menyetujuinya" ucap Veronika yang tiba-tiba mengeluarkan suaranya.
"Kalian semua licik, tidak punya hati teganya kalian menikahkan putri kalian hanya demi bisnis bahkan usianya saja belum genab 20tahun" Ny Karina sangat lah marah, aura keganasan yang selama ini di sembunyikan dibalik kelembutannya kini mulai muncul.
**
_Dirumah Kahfi_
Setelah tadi Ahkam beristirahat sebentar kini dia akan pergi keluar.
"Fi, Aku keluar sebentar ya ada urusan sedikit" ucap Ahkam sambil menggunakan jaket kulit berwarna hitam miliknya.
"Loh Kak tapi tadi Kaka baru istirahat apa tidak sebaiknya nanti saja? Aku yakin Kaka masih lelah habis penerbangan tadi" ucap Kahfi.
__ADS_1
"Fi Im Ok. Ini urusan yang sangat hurjen jadi harus segera di selesaikan" sambul melangkah keluar.
"Ya sudah Ka. Oya kalau mau naik mobil, bisa bawa Jeep aku atau Kaka mau naik motor sport bawa saja motor ku"
"Terima kasih Fi, aku akan pergi naik taksi saja, lagian aku kurang paham daerah sini dan maklum saja sudah lama tak ke Indonesia lagi"
"Oo atau biar aku yang antar" tawar Kahfi.
"Terima kasih Fi, aku naik taksi saja dari pada nanti aku merepotkanmu".
"Yasudah, biar aku yang pesan taksinya, jangan ada penolakan lagi" sambil mengeluarkan ponselnya dan memesan taksi online.
"Terima kasih Fi" ucap Ahkam sambil menepuk pundak Kahfi.
Kahfi hanya membalasnya dengan senyuman khasnya.
"Yasudah aku jalan" ucap Ahkam saat melihat taksi yang dipesan sudah tiba.
"Assalammualaikum" ucap Ahkam sambil melambaikan tangannya.
"Waalaikumussalam" membalas lambayan tangan Ahkam dan tersenyum.
**
_Rumah Utama_
"Ma bukannya seperti itu. Niat kami tuh baik ini juga demi kebaikan Zeva" ucap papa Zeva.
"Kebaikan yang bagaimana dengan teganya kalian menjual cucuku demi bisnis" Ny Karina memandang iba Zeva yang tertunduk.
Sementara di depan pagar tampak seorang pemuda yang sedang bicara dengan seorang satpam yang menjaga rumah utama keluarga Mahendra.
"Maaf Mas apakah sudah ada janji?" ucap Satpam dengan ramah.
"Sudah Pak tadi saja juga sudah menelpon Ny Karina dan saya disuruh langsung masuk" sambil tersrnyum.
"Oh yasudah Mas langsung masuk saja, kebetulan Nyonya besar juga baru pulang" ucap Satpam sambil membuka kan pagar rumah utama.
"Terima kasih Pak" ucap pemuda itu dengan senyum ramahnya sambil berjalan masuk kedalam.
Terdapat kesedihan di dalam hati pemuda itu.
"Sangat lama aku tak menginjakan kaki di rumah ini, rasanya baru kemari aku bermain dengan Zeva kecil dan berlari kesana kemari dengan tertawa lepas tanpa beban" gumam Ahkam sambi terus berjalan.
Ya pemuda itu adalah Ahkam kini dia sudah berada di kediaman Mahendra.
Tampak pintu utama rumah terbuka lebar, seakan-akan menyambut dirinya.
Dengan langkah tegas Ahkam berjalan masuk kedalam tanpa membuka kaca mata hitam miliknya.
Ahkam terus berjalan didalam hatinya terdapat kerinduan akan rumah utama tempatnya bermain saat masih keci bersama Zeva kecil.
Kini langkah Ahkam telah membawanya pada ruang keluarga yang dimana terdapat Ayah, nenek, mama tirinya dan juga gadis kecil yang menjadi alasannya datang kembali kerumah ini.
"Assalammualaikum" ucappan Ahkam membuyarkan mereka yang berada di ruang keluarga dan langsung menoleh ke sumber suara.
Saat tn Mahendra menoleh kesumber suara dia sangat terkejut saat melihat pria bertubuh atletis menggunakan jaket hitam serta kaca mata hitam yang masih setia melekat pada hidungnya yang mancung.
Semua tampak terkejut melihat Ahkam hanya sang Nenek saja yang tampak tenang akan kehadirannya.
__ADS_1
"...." Ucap Tn Mahendra.
.
.
.
NANTIKAN KELANJUTANNYA:)
📌_Percakapan_
"Thor aku kok udah lama kagak pernah muncul?" ucap Daniel**.
"Eh tong, part kamu tuh selanjutnya jadi sabar dong" jawab Author dengan juteknya.
"Yeh jutek amat, cemburuya karna aku gak milih author" ledek Daniel.
"Eeeee kepedean lu, mana udah tuir lagi beda jauh dong sama author" sambil mengejek.
"Cieee Author ngambek. Cieee... Jangan ngambek dong thor"
Author hanya diam.
"Yeelah siAuthor baperan. Sorry dah gua minta maaf. Habisnya author ngeselin masa dari kemaren gue kaga nongol-nongol"
"Thor jangan marah ya. Ya ya yayayaya"
"Cie Author baperan. Sorry dong thor gue akan ngelakuin apa pun deh buat Author asal kagak ngambek lagi" tetap memelas.
"Daniel lo serius kan?" sambil tersenjum juteknya.
"Ye ileee jutek amat. Iya gue serius. Jadi lo mau apa?" sedikit galak.
"Niel lo ajak gih para reders buat bantu support Author!"
"Yaampun thor Daniel kan kagak tau caranye!"
"Caranya kaya Kahfi kemaren Nil"
"Daniel tampak berfikir"
"ooo iya aku ingat thor!"
"**Yaudah buruan!"
"Yaelah siAuthor beperan amat. Mana kaga sabaran orangnya**"
"Daniel"
"Oke thlr oke:)"
📌"Hallo reders setia jangan lupa like👍, komen, rate5 dan juga vote karya author ya. Dan jangan lupa SUBSCRIBE ya reders biar kagak ketinggalan episod".
"Daniel bukan SUBSCRIBER tapi LOVE💛 atau Faforite"
"Oh salah ye, yaudah deh reders jangan lupa ya buat Love"
📌Ojo lali like sebelum komen💛
__ADS_1