
📌Jika kalian suka ceritanya jangan lupa like sebelum komen dan jika berkenan berikan vote dan juga rate5 untuk karya ini:)
🍁Jika boleh memilih, bolehkah aku pergi tanpa harus hadir ditengah-tengah perjanjian ini. Aku takut nantinya akan ada banyak orang yang tersakiti sebab pernikahan yang tanpa cinta ini __POV ZEVA__🍁
Setelah pertemuan Zeva dan Bundanya kini keluarga tampak sibuk kembali dengan urusan masing-masing, sebab setelah waktu sholat Zuhur nanti acara akad nikah Zeva dan Daniel akan di langsungkan.
Bunda, Zeva, Klara dan Lena berada di kamar Zeva sedangkan Ahkam, Nenek dan Papa Malik berada di taman belakang rumah mereka berbincang mengenai bisnis dan lainnya.
Lain halnya dengan Mama Veronika dan Papa Mahendra mereka tampak sangat sibuk mempersiapkan hal-hal untuk acara akad nanti.
"Sudah azan lebih baik kita sholat dulu" ucap Papa Malik yang mendengar azan berkumandang disaat mereka berbincang.
"Yasudah nak Malik kita sholat berjamaah di ruang khusus sholat yang berada di lantai atas" ujar Nenek.
"Baiklah Bu" ucap Papa Malik dengan tersenyum.
"Ahkam kamu ajak Bunda dan yang lainnya, kita sholat berjamaah" ucap Nenek sambil berjalan.
"Iya Nek" balas Ahkam dan berjalan menuju ke tempat Bunda, Zeva dan kedua sahabatnya berada.
Ny Karina berjalan menaiki tangga menuju lantai atas bersama dengan Papa Malik. Nenek menyiapkan peralatan shalat untuk melakukan shalat berjamaah.
"Pa lebih baik sholat dulu, jamaah sama yang lainnya" ucap Ahkam yang melihat Papanya berada di ruang keluarga.
"Kalian duluan saja" ucap Tn Mahendra.
"Yasudah Ahkam ke atas dulu" sambil berjalan menuju lantai atas.
Setelah sampai di lantai atas, Ahkam menuju ke kamar Zeva dan mengajak Bunda, Zeva dan kedua sahabatnya untuk melaksanakan shalat berjamaah.
Setelah itu mereka semua menuju ruang shalat dan menggunakan perlengakapan shalat masing-masing. Mereka menjalankan shalat Zuhur berjamaah dengan Papa Malik sebagai imam.
Selesai sholat tampak Zeva yang sedang murung, entah apa yang sedang ia pikirkan. Tanpa banyak berfikir Ahkam langsung membuka suara.
"Adek kecil kenapa, kok sedih gitu?" tanya Ahkam.
"Kak..." ucap Zeva dan langsung memeluk kakanya.
Bunda dan Nenek yang melihat hal itu tampak heran.
"Sayang kamu kenapa?" ucap Nenek sambil mengusap kepala Zeva yang masih terbalut mukenah.
"Ze takut, setelah ini Ze akan menikah dan sebentar lagi akad nikah juga akan dimulai" ucap Zeva dengan mada lirih.
"Lalu kenapa kamu sedih sayang?" tanya Bunda.
"Bun Ze takut, apakah ini adalah hal yang terbaik buat Ze? Apakah suami Ze nantinya mencintai Ze atau dia juga terpaksa melakukan pernikahan ini" jelas Ze.
"Jangan khawatir, kamu berdoa kepada Allah semoga hal ini memang yang terbaik untukmu Nak" Papa Malik membuka suara.
__ADS_1
"Sudahlah, jika nanti dia menyakitimu maka dia akan berurusan langsung dengan kakak" ucap Ahkam.
Kedua sahabat Zeva yang melihat kesedihan Zeva tampak merasa kasihan, mereka bingung harus berbuat apa selain memberikan semangat kepada Zeva.
"Ze, kita selalu berdoa buat kebaikan kamu, jadi jangan sedih lagi ya. Maaf jika kita berdua gak bisa berbuat apa-apa" ucap Lena dan Klara yang langsung memeluk Zeva.
Berbagai kata semangat diucapkan, tampak Nenek Zeva yang sedang bersedih.
"Maafkan Nenek sayang, Nenek tidak bisa berbuat apa-apa" batin Ny Karina.
**
Dirumah keluarga Hijaya tampak Daniel yang sudah rapi begitu pula dengan keluarga yang lainnya.
Mereka sudah bersiap-siap dan akan langsung menuju ke rumah keluarga Mahendra.
"Daniel Papa harap kamu tidak akan mengecewakan Papa" ucap Tn Hijaya.
"Emm" Daniel hanya membalas ucapan Papanya dengan deheman.
Dan keluarga Daniel pun memasuki mobil dan berangkat menuju ke rumah keluarga Mahendra.
Dirumah keluarga Mahendra tampak Zeva yang tengah didandani oleh Bunda dan kedua sahabatnya.
Ya tadi setelah dari ruanga khusus sholat Zeva langsung kembali kekamarnya dan langsung di dandani.
Sedangkan Ny Karina dan Tn Mahendra putranya tampak menyambut keluarga yang datang untuk meliahat acara akad.
Disaat berbincang tampak terdengar suara ramai dari halaman depan. Tampak keluarga Daniel telah tiba. Dengan ramah Tn Mahendra dan Ny Veronika menyambut kedatangan keluarga Hijaya.
Setelah acara sambut menyambut para tamu dari keluarga Hijaya dan Mahendra acara akad nikahpun langsung di selenggarakan tanpa membuang-buang waktu.
"Sah?" tanya pak penghulu
Dan para tamu pun menjawab dengan kompak dan dengan sangat antusias.
"SAHHHH" ucapa para tamu.
Zeva yang mendengar kata Sah tampak meneteskan air matanya begitu pula dengan Bunda dan kedua sahabatnya.
"YaAllah sekarang aku telah menjadi seorang istri, maka tuntunlah hamba agar tetap berada pada agamamu dan ikhlaskanlah hati hamba untuk melayai suami hamba kelak" batin Zeva.
Sedangkan di bawah tampak penghulu yang mempersilahkan pengantin wanita untuk duduk disamping pengantin pria.
Dengan segera Ahkam memanggil Zeva untuk turun.
Dengan langkah perlahan Zeva turun bersama Bunda yang berada disampinggnya dan kedua sahabatnya mengikuti dari belakang.
Setelah itu Zeva pun duduk disamping Daniel yang sekarang telah sah menjadi suaminya.
__ADS_1
Hari ini Zeva tampil dengan penampilan yang sangat sederhana dan polesan make up natural namun tetap terlihat cantik.
Penghulu mempersilahkan pengantin wanita untuk mencium tangan pengantin pria.
Dengan gemetar Zeva mencium punggung tanga Daniel dan dengan terpaksa Daniel mencium kening Zeva.
"Seharusnya yang disamping gue saat ini Citra bukan dia" batin Daniel.
Setelah acara ijab kabul terlangsungkan kini para tamu tampak menikmati hidangan.
"Sekarang kita adalah besan, dan dengan begini perusahaan kita akan semakin berkembang" ucap Tn Hijaya dengan bangganya.
"Tentu saja hahaha" balas Tn Mahendra dan merekapun tertawa.
Disisi lain tampak Bunda yang menangis di pelukan Papa Malik.
"Semoga putri kecilku bahagia dengan pernikahan ini" ucap Bunda sambil terisak tangis.
"Kita doakan saja yang terbaik untuk Zeva, dia juga aku anggap putriku" ucap Papa Malik.
Ditempat lain Ahkam tampak berbicara kepada Daniel.
"Jaga adek gue, meskipun kalian dijodohkan gue harab lo bisa bahagia in adek gue. Dan ingat jika lo bosan lepaskan dia dan jika lo marah jangan sekali kali lo kasari dia. Jika lo sudah muak maka kembalikan saja dia kepada ku dengan cara baik-baik" ucap Ahkam.
"Gue gak janji sama lo" ucap Daniel.
"Jika lo nyakitin dia, gue gabakalan lepasin lo dengan mudah. Ingat kata-kata gue" ucap Ahkam dan pergi meninggalkan Daniel.
Entah lah mungkin Ahkam cemas dengan nasib adiknya setelah ini. Wajar saja sebab dia adalah seorang kakak.
Semua tampak menikmati hidangan.
Tampak Mama Veronika dan Mama Daniel yang sedang berbincang dengan Zeva dan kedua sahabat Zeva.
Sebelum bicara dengan Zeva tadi Mama Daniel sudah menyapa Bunda dan Papa Malik. Dan mereka juga sedikit berbincang.
"Semoga kelak kamu bahagia nak" batin Ny Karina dan meneteskan air matanya.
"Ingin rasanya aku pergi, tanpa harus kembali lagi. Aku takut jika dipernikahan tanpa cinta ini akan menyakiti Mas Daniel. Mungkin sebelumnya dia sudah memiliki kekasih namun terpaksa harus meninggalkan kekasihnya" Batin Zeva.
"Ya Allah kelak hadirkanlah cinta didalam pernikahan ini. Agar semuanya bisa tetap berbahagia tanpa ada yang harus tersakiti" batin Zeva dan tanpa terasa air matanya luruh jatuh tanpa izin.
.
.
.
Tbc.....
__ADS_1
📌Terima kasih sudah mampir dan mensupport Author;)