
Dalam sebuah hubungan yang diperlukan adalah tindakan dan bukan hanya sekedar kata-kata penenang doang.
Tiga hari waktu berlalu, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Klara bahwa hari ini baju yang mereka pesanan untuk acara pernikahan Klara akan selesai.
Jam menunjukkan pukul dua siang. Zeva tengah berada di caffe miliknya. Caffe lumayan ramai pelanggan meski jam makan siang sudah lewat.
Zeva tengah memeriksa laporan mengenai caffe bersama dengan Mbak Arum di ruangan miliknya. Ditengah perbincangan pintu ruangannya diketuk dari luar.
"Iya masuk" ujar Zeva dengan masih fokus menatap laptob di mejanya.
Pintu ruangannya terbuka menampilkan sosok gadis cantik dengan gamis berwarna pink dengan hijab senadah "Assalammualaikum Ze, Mbak Arum. Kalian lagi bahas tentang caffe ya?" tanya Lena sembari melangkah masuk mendekat ke meja Zeva.
"Waalaikumussalam iya Le. Ini lagi meriksa laporan caffe" ucap Zeva dengan tetap menatap layar laptopnya.
"Oh yaudah lanjutin aja dulu Ze. Aku nungguin disini aja" ucap Lena sembari duduk disoffa ruangan Zeva.
"Sebentar ya Le. Tinggal dikit lagi ini"
"Iya gak papa Ze" jawab Lena.
"Pesan dulu Le" tawar Zeva.
"Enggak usah Ze masih kenyang ini tadi udah makan siang"
Zeva mengerjakan pekerjaannya bersama Mbak Arum dan Lena dengan setianya menunggu diruangan itu sambil memainkan ponsel miliknya.
..
Sedangkan dirumah Klara dia tengah sibuk mengurus urusan untuk acara pernikahannya yang akan di laksanakan tiga hari lagi.
Sebenarnya gadis ini tengah dipingit, dengan tetap dirumah tanpa Di izin kan keluar rumah sebelum acara pernikahan nya di laksanakan.
"Huffff... sangat membosankan mana Lena dan Zeva belum kemari. Mama juga kenapa pakai acara gak boleh keluar rumah si aaa ini bosen banget" keluh Klara yang saat ini tengah duduk di ruang keluarga.
"Sudahlah nak, hanya tinggal benerapa hari lagi lo. Kamu bakalan menikah dan nantinya juga gak bakal ngeluh karna bosen lagi" ucap Mama Klara.
Dirumah Klara dengan sibuknya memgurus untuk bersiapan pernikahan. Sudah beberapa hari ini Klara dan Aldi tak saling bertemu.Hanya berkomunikasi melalu ponsel saja. Jika kata orang tua terdahulu kondisi mereka saat ini tengah dipingit.
..
__ADS_1
Zeva telah usai dengan pekerjaannya. Mbak Arum juga sudah dan ia langsung berpamitan untuk keluar. Ia ingin memberikana waktu untuk Lena dan Zeva berbicara.
"Ze ini bajunya udah selesai. Ini punya Kak Ahkam dan Mbak Nur dan ini punya Kamu dan dokter Kahfi" ujar Lena sembari menyerahkan dua paper bag berwarna coklat satu persatu.
"MasyaAllah cepet banget selesainya Le. Aku kira ucapan Klara waktu itu cuma boongan eh gak taunya ini memang beneran" ujar Zeva sambil menerima paper bag tersebut.
Ia membuka dan mengeluarkan isinya "MasyaAllah Le. Ini bajunya bagus bener, jahitannya rapi padahal waktunya cukup singkat lo" sambung Zeva lagi sembari meneliti jahitan baju yang ia pegang.
"Ze kamu ini. Ya jelas rapi dong, lagian ini makanya cepat selesainya itu butiknya punya tantenya Aldi" ungkap Lena.
"Yaampun pantesan"
"O iya ini Ze ada satu lagi. Kamu tolong kasi'in kak Aldo ya" Lena menyerahkan satu paper bag berwarna coklat lagi "Ini dari Klara katanya Kak Aldo disuruh dateng dengan menggunakan baju ini. Baju yang sama kaya Kak Ahkam dan suami kamu Ze" sambung Lena.
"Kenapa gak kamu kasih sendiri Le?"
"Gak papa Ze kamu aja yang kasi'in ya" pinta Lena.
"Iya iya. Oya Le gimana hubungan kamu sama Kak Aldo?"
"Emmm gitu deh Ze. Kamu tanya aja langsung sama orangnya ya. Aku gak mau komentar banyak lagian Kak Aldo juga kalau aku tanyain mengenai hubungan kita yang sebenarnya tuh gimana dia selalu menghindar. Katanya lebih baik pembuktian dari pada hanya mengumbar ucapan semata" jelas Lena.
"Emm iya Ze. Udah jangan bahas itu lagi. Eemm hubungan kamu sama Dokter Kahfi gimana? udah dua bulan lebih pernikahan kalian disini udah ada calon keponakan apa belum?" tanya Lena sembari tangannya memegang perut Zeva.
"Apaan Le" ujar Zeva dengan senyuman.
"Kalian gak nunda buat punya momongan kan Ze?" tanya Lena dengan penuh selidik "Atau kalian belum pernah anu-anu? makanya ..."
"Jangan ngaur Le" Zeva memotong ucapan Lena "Masalah momongan kita gak nunda-nunda kok mungkin belum rezekinya aja" jelas Zeva.
"Oo kirain" dengan senyuman Lena berucap "Yaudah makanya yang rajin biar akunya cepat punya keponakan hehe"
"Kamu ini Le. Yang ada kamutuh buruan menikah"
"Jangan dibahas Ze. Oya kita udah lama gak kerumah Kak Ahkam dan gimana kabar kandungan Mbak Nur ya Ze" alih Lena.
"Kandungan Mbak Nur Alhamdulillah sehat. Aku juga udah lama belum main-main lagi ke rumah Kakak. Nanti deh kalau ada waktu kesana aku ajakin deh kamu" ucap Zeva.
Keduanya larut dengan terus berbincang. Wajar saja semenjak Zeva menikah waktu mereka berbincang berkumpul bersama sudah semakin jarang. Ditambah lagi saat ini Klara juga akan menikah makan nantinya waktu berkumpul mereka akan semakin sedikit.
__ADS_1
Jika ingin berkunjung Lena terlalu segan sebab Zeva tinggal dirumah Kahfi jadi dia terlalu canggung jika berkunjung ke rumah dimana Aldo juga tinggal disana.
Lagian jadwal kuliah mereka juga lumayan padat sebab sebentar lagi akan skripsi dan wisudah.
..
Malam harinya dirumah semua keluarga telah berkumpul kembali dari kesibukan masing-masing.
Bagi para pekerja waktu luang sangat jarang, apa lagi menjadi seorang Dokter terkadang ada saja kasus operasi darurat yang terjadi dirumah sakit. Yang mana mau tidak mau harus datang meski dimalam hari sekalipun.
"Kak ini dari Klara. Katanya nanti diacara nikahannya kaka disuruh pakai ini" ucap Zeva sembari menyerahkan paper bag coklat ke tangan Aldo.
"Apa ini Ze?" tanya Aldo sambil menerima paper bag yang diserahkan Zeva "Lah inikan baju kusus keluarga kan? buat digunain di acara akadnya nanti?" sambungnya lagi ketika telah melihat isi dari paper bag itu.
"Iya bajunya samaan samapunya Ze dan Mas Kahfi juga Kak Ahkam dan Mbak Nur, Lena juga" ujar Zeva.
"Loh loh kok bisa Kaka juga di kasih baju buat samaan?" heran Aldo.
"Yaudah Do pakai aja. Lagian ini bajunya bagus banget" ujar Abi.
Saat ini mereka tengah berkumpul di ruang keluarga. Seusai makan malam dan Zeva, Umi selesai membereskan semuanya mereka memilih berkumpul sambil berbincang ringan dengan tetap menikmati acara di tv.
"Mang bagus Bi. Tapi Aldo kurang pd"
"Yaampun Do" ucap Umi.
Sebenarnya dengan senag hati Ado menerima baju itu tapi dengan sedikit menutupi kegengsiannya ia berpura-pura ingin menolaknya. Emm hitung-hitung ia bisa punya baju samaan dengan Lena.
Ia sudah memiliki rencana bahwa akan segera memberitahu Abi dan Umi mengenai hubungan dirinya dan Lena.
Sudah sangat lama mereka mengenal. Dari pertemuan yang tak disengaja saat membesuk Zeva dulu yang tengah koma. Dan berjalan hingga kini. Ia dan Lena semakin dekat dan saling mengenal.
.
.
.
Maaf jika ceritanya semakin kesini semakin garing:(
__ADS_1
Terima kasih banyak buat yang senantiasa Vote dan selalu support Author:')